Friday, November 07, 2014

Rahasia Perusahaan

Lanjutan dari  Duniaku Jungkir Balik

Hari-hari setelah makan siang itu, berlalu seperti biasa.

Berangkat kerja sebelum matahari terbit. Pulang setelah matahari terbenam. Tidak ada perubahan yang berarti. Bahkan setelah PT Bangun Subangkit dijual ke pihak Cina Daratan, PN Cin Cao. Tidak ada perubahan yang berarti.

Mungkin karena memang PaKuPinEs dari episode ini, berjanji bahwa tidak akan ada yang berubah dari struktur perusahaan PT Bangun Subangkit.

Mungkin karena Mister Faifai, pemimpin perusahaan PT Bangun Subangkit ingin menyelesaikan proyek yang sedang berlangsung sebagai hadiah perpisahan untuk kita semua. Baik keluarga besar PT Bangun Subangkit,maupun PN Cin Cao.

Mungkin juga karena ini adalah sebuah bom waktu. Yang sebelum meledak, tidak ada yang bisa merasakannya. Kecuali. Orang yang mengetahui keberadaan bom waktu tersebut.

Dan di proyek ini, hanya ada tiga orang yang mengetahuinya. Mr Huat. Mr Hock. Dan Suhu.

Suhu jadi sering makan siang bersama Mr Huat dan Mr Hock. Tanpa karyawan-karyawan lain. Terdengar desas desus bahwa Suhu akan dipromosikan.Walaupun itu benar, tapi berita itu sudah tertutup berita yang lebih mendebarkan.

Mereka yang hidup dalam ketidaktahuan. Betapa indah hidup mereka. Suhu masih sering melihat Calvin, mesin pikir tenaga bir, dan memikirkan bagaimana perasaan dia, bagaimana nasib dia, dia itu udah jomblo, jelek, sekali-kali nya punya gebetan, pas mau nembak, gebetannya ngasi undangan nikah. PT Bangun Subangkit merahasiakan proses penjualan perusahaan agar supaya tidak menimbulkan gejolak yang tidak perlu.

Mr Hock, Mr Huat, dan Suhu mengerti ini adalah keputusan yang terbaik untuk perusahaan. Betapa tidak, jika kabar ini bocor, staff yang tidak dilibatkan akan merasa bahwa mereka dianggap tidak penting oleh perusahaan. Dan mungkin malah kocar-kacir cari pekerjaan baru. Sedangkan proses perjanjian penjualan PT Bangun Subangkit ke PN Cincao adalah sepaket dengan karyawannya sebagai sebuah perusahaan yang menghasilkan uang. Hal terakhir yang diinginkan PN Cincao adalah karyawannya kabur semua dan PT Bangun Subangkit menjadi perusahaan kosong.

Ini adalah rahasia perusahaan.

"Tidak ada perusahaan lain yang boleh tahu. Tapi yang lebih penting. Staf kita tidak boleh tahu."

Demikian ujar Mister Faifai sambil menepuk pundak kami sebelum pergi. Tampak punggung dia berkata.

"Pastikan paspor kalian bertiga siap setiap saat."

Suhu,
knows too much.

No comments: