Tuesday, July 08, 2014

Kontes Raja Rimba

Obor di tengah hutan belantara itu meredup. Pertanda masa kepemimpinan Gajah sebagai raja rimba akan habis. Sebagaimana tradisi telah berlangsung selama beberapa puluh tahun terakhir, hutan belantara ini akan mengadakan kontes sejagad raya untuk menentukan siapa yang akan memegang tahta RImba Satu. Di masa kepemimpinan Gajah, bisa dibilang hutan cukup stabil. Tidak ada perubahan berarti, nilai tukar pisang masih buruk sekitar delapan tandan pisang untuk satu ikan. Bukan salah Gajah, memang susah untuk mengembalikan keterpurukan sejak kebakaran hutan besar-besaran jaman pemerintahan Harimau.

Kali ini, obor yang meredup itu menjadi secercah sinar harapan bagi dua ekor hewan yang mengincar takhta raja rimba. Singa penuh wibawa dan Monyet cerdik cendekia, keduanya adalah kandidat kuat raja rimba. Tak satu pun dari mereka boleh dipandang sebelah mata.

Auman kuat Singa menunjukkan bahwa dia adalah seekor hewan yang mampu memimpin hutan ini di masa-masa krisis. Yang mengenaskan adalah tuduhan-tuduhan yang ditujukan ke Singa. Mulai dari gosip sejarah Singa yang bersimbah darah karena kisah-kisah tentang kekejiannya di masa lampau. Hubungannya dengan mantan raja rimba Harimau (jaman sebelum Gajah), bukannya malah membantu karirnya tapi malah membuat dia semakin dihujat. Ada yang mengata-ngatai Singa dulu selalu diberi perlakuan khusus karena dia menantu Harimau. Ada yang bilang Singa hewan buas tidak layak jadi pemimpin karena hewan karnivora suka memakan hewan lainnya. Gosip yang paling seru adalah Singa dulu pernah mencoba merebut obor kekuasaan sebelum redup waktu Kancil menyandang gelar raja rimba. Omaigat! Yang menarik, sampai sekarang tidak ada yang pernah melihat dengan mata kepala sendiri Singa menggigit warga hutan.

Monyet yang cerdik tapi bersahaja, juga tidak kalah. Apalagi rekam jejaknya dia adalah pemimpin perkebunan kelapa yang kian hari kian subur. Sebelum dia di perkebunan kelapa, dia juga dijadikan pemimpin oleh tetangga-tetangganya yang tinggal di sebelah bengawan. Prestasinya memang di luar kebiasaan para pemimpin belantara beberapa puluh tahun terakhir. Karena sifat alami monyet yang suka mblusuk-mblusuk di antara pepohonan, Monyet sangat dekat dengan warga hutan, Monyet bahkan berhasil memindahkan gerombolan munyuk ilegal tanpa kekerasan!

Tapi bagikan pohon yang tinggi diterpa angin yang lebih kencang, monyet pun dicerca dengan banyak tuduhan-tuduhan. Kadang hina, kadang pilu, kadang menyakitkan, kadang lucu. Tuduhannya beragam. Mulai dari monyet dituduh agen kiriman manusia untuk memata-matai hutan, Monyet digosipkan sebenarnya cuma boneka yang kalau jadi raja rimba gerak gerik nya akan diatur ratu Kingkong, dan yang paling absurd, Monyet dituduh keturunan Panda (dabelyutief!).

Yang menyebarkan gosip ini dan itu siapa? Warga hutan sendiri. Hewan-hewan fanatis Singa dan Monyet meluncurkan black campaign (ini maksudnya gosipin kandidat lawan-lawan saat malam hari setelah matahari terbenam) untuk menjerumuskan lawannya. Mulai dari beberapa putaran ajang pemilihan raja rimba, pendukung kedua belah pihak makin terpecah belah. Memang sebelum hari pemilihan terakhir, ada sesi-sesi hiburan ajang kehebatan dari kedua hewan tersebut. Singa mengaum dan Monyet memanjat, benar-benar memikat para penonton. Tapi ingat, jangan tepuk tangan! Mengganggu konsentrasi kandidat.

Entah karena sebab apa, warga hutan kali ini benar-benar hanyut dalam euphoria demokrasi rimba. Partisipasi warga hutan melebihi tahun-tahun sebelumnya. Dengungan-dengungan saling mengingatkan satu sama lain agar tidak lupa memilih. Bahkan diduga ini pertama kali ada sukarelawan dengan panji-panji dikibarkan untuk mendukung idola masing-masing.

Tapi semua juga sudah tahu, pemilihan raja rimba ini ibarat bisnis janji. Siapa salesman terbaik. Janji-janji angin surga. Kedua belah pihak menjanjikan sesuatu yang belum tentu ditepati. Warga hutan hanya bisa berharap agar mereka menepati janjinya. Berharap. Tanpa jaminan. Kalau salah pilih, ya tunggu obor berikutnya. Siapakah yang akan memenangkan kontes raja rimba?

Singa yang menjanjikan kembalinya kejayaan rimba di masa lampau?

Monyet yang menjanjikan perubahan menuju rimba masa depan yang serba maju?

Kamu yang menentukan besok.

Siapapun pilihanmu, ingat. Kita tetap satu, warga hutan. 1+2=3. Persatuan Belantara.

Panda Tambun,
di balik hutan bambu.

PS:
Pilihan Panda Tambun? Hmmm ... kalau Singa menang, mungkin nilai tukar bisa naik jadi sepuluh tandan pisang untuk satu ikan. Kalau Monyet menang, Panda Berang otomatis jadi pemimpin perkebunan kelapa. Pelik sekali kontes raja rimba kali ini!

1 comment:

Unknown said...


In a large forests, there is a group of animals. The animals that had a king, the lion. King of the jungle usually arrogant
http://www.suksestoto.com/