Wednesday, February 29, 2012

With Greater Power

Empat tahun lebih sudah dilaluinya bersama PT Bangun Subangkit sejak Suhu pertama lulus kuliah. Sepanjang itu pula Suhu jauh dari rumah dan ditinggalkan cinta uwoo pria kesepiaaann meniti karir. Mulai dari bawah sebagai Mandor kasta sudra, mandor kasta ksatria, mandor kasta brahmana, dan kini telah mencapai Mandor dengan Penerangan Sempurna Nirvana. Along the way sempat promosi sekali jadi Management Representative kalau pembaca ada yang ingat.
Lalu? Bagus bukan?

Oke. Daripada bertele-tele kita langsung saja ke pokok permasalahan.

Sebagai orang yang sudah di industri ini selama beberapa tahun, Suhu cukup fasih dengan lingkungan dan kultur daripada jenis pekerjaan ini. Ada baiknya, ada buruknya. Baiknya dulu. Dengan menempuh jurusan Teknik Sipil, Suhu membuka lebar-lebar peluangnya untuk menjadi seorang .... insinyur? BUKAN.
Kalau Suhu mau jadi insinyur, Suhu sudah ambil jurusan yang lebih gampang seperti teknik material kayak orang ini atau teknik elektro kayak orang ini. Tapi. Suhu mengambil teknik sipil. Lalu apa alasannya kalau bukan ingin menjadi insinyur? Suhu ingin menjadi presiden. Meskipun menurut UUD 45 pasal 6 ayat 1 Presiden harus orang Indonesia asli.

Bingung?

Jadi kalian benar-benar tidak tahu kalau Presiden Proklamator kita Ir Soekarno itu lulusan Teknik Sipil? iyah. Ir nya Ir Soekarno itu sama dengan Ir nya Ir Soetami yang bikin bendungan itu. Ya buat yang baca sambil ketawa sinis, monggo di-Google. Yasser Arafat lulusan apa di Palestina dulu. Hu Jintao waktu masih sipit dulu belajar apa di kampus. Fidel Ramos (Pilipin)? Boris Yeltsin (Rusia)? Osama bin Laden (takteror kemanamana)? Mbah Surip? Oke yang terakhir becanda.
Tokoh-tokoh di atas punya kesamaan. Mereka punya rencana besar. Itu sebabnya kenapa ketika teman-teman Suhu ada yang memilih menjadi dokter untuk menyembuhkan pasien demi pasien, Suhu memutuskan untuk belajar membangun gedung untuk dijadikan rumah sakit. Saat satu insan bisa berdampak besar, menyentuh aspek kehidupan manusia lain, bukankah itu yang terindah dalam hidupnya? Life is short. We can't lengthen it. The best we can try is to widen it. Do more for people. Or kill yourself, be a suicide bomber, whatever, just don't go to crowded places. Boom alone. Shoo. Be a Civil Engineer. Or President. It's kind of the same thing anyway.

Mungkin itu sebabnya dosen Suhu dulu pernah berkata.

Saya tidak akan meluluskan kalian kalau kalian tidak layak lulus. Meluluskan kalian atas dasar belas kasihan adalah dosa! Biarlah anak ekonomi lulus atas rasa iba, mungkin mereka akan membuat orang bangkrut. Tapi meluluskan kalian bila tidak layak lulus sama saja dengan membunuh ratusan umat manusia.

Astagabugabuga ... semoga jembatan Marina Barrage ndak ambrol yang ngitung dulu belum sarjana.

Tetapi begitulah hidup. Untuk bisa menyentuh lebih banyak jiwa. Kita perlu greater power. Dan with greater power. Comes greater gaji greater responsibility.

Suhu,
Sarjana Teknik Sipil Magister Sains Manajemen Proyek.
Masih belum jadi Presiden.

2 comments:

mukuge said...

congrats hu.
Tumben2an ngepost di tanggal nyentrik :))

J said...

kalo kamu ikut kampanye presiden, aku pasti milih kamu hu. hahaha