Saturday, September 25, 2010

The Alpha Caveman’s Buddy’s Birthday BBQ

Hari Sabtu minggu lalu adalah hari yang bersejarah. Baik bagi warga negara Amerika yang memperingati insiden pesawat teroris nabrak WTC beberapa tahun silam. Juga bagi sepasang suami istri yang bersemayam di kota Malang, yang dikaruniai seorang putri pertama, juga beberapa tahun silam. Meskipun keduanya merupakan suatu bentuk kerugian yang bisa diukur hanya dengan materiil, tapi dampaknya pada dunia masih terasa. Amerika masih mengingat peristiwa tersebut, dan penulis masih akan selamanya menjadi anak bungsu yang tertindas kakak kandungnya yang merajalela meratulela.

Tapi tanggal ini juga merupakan hari penting lain bagi oknum lain. Wei misalnya. Beberapa hari sebelum tanggal 11 September 2010, Wei menyebarkan sms yang isinya kira-kira begini.

“Woi woro woro! Aku sangat mencintai lelakiku dan aku ingin memberikan pesta ulang tahun secara diam-diam untuk membuatnya gembira! Apakah kalian bersedia menjadi antek-antek ku untuk membuat rencana ini terlaksana?”

Meskipun isinya tidak persis seperti itu, tapi intinya Wei ingin menyelenggarakan surprise party untuk Apong. Lelakinya. Kami, sebagai sahabat Apong jauh sebelum Apong mengenal Wei, terkesiap melihat sms tersebut. Sedikit terharu melihat usaha Wei ingin membuat Apong gembira, cukup bingung kenapa harus sesulit itu. Merencanakan surprise party jauh-jauh hari, dengan memberikan boneka kucing yang bisa berbunyi kalau disiksa: efek nya ke Apong kurang lebih sama.

Tapi mungkin mereka belum pacaran cukup lama untuk mengetahui hal itu. Biarlah. Cinta butuh waktu untuk saling mengerti.

Singkat kata singkat cerita, Suhu pergi ke sebuah apartemen privat. Tempat di mana Wei bersemayam. Layaknya apartemen privat di Singapore, apartemen ini pun dijaga oleh satpam berkulit gelap, bermata besar, berkumis, lingkar perut besar.

“Hei mau ke mana kamu?”
“Barbecue Pit sebelah kolam renang.” Demikian ujarku sambil menunjukkan sms Wei mengenai lokasi surprise party tersebut.
“Ini private land, gak sembarang orang boleh masuk. Kamu harus lapor dulu.”
“Oke, saya lapor. Saya mau masuk.”
“Apa kata sandinya?”

Setelah menebak mulai Sesambukapintu sampai 12345asdf akhirnya Suhu dipersilahkan masuk setelah menyebut nama lengkap Wei, yang namanya dirahasiakan untuk menjaga identitasnya dari kalangan publik. Yang pasti nama lengkapnya terdengar seperti bayi blasteran Indonesia Timur dan Korea Selatan. Ironis, mengingat pacarnya, si Apong, nama lengkapnya mencerminkan blasteran Jawa dan Portugis.

Masih sepi ketika di sana. Lokasi yang jelas. Kolam renang. Hoke. Barbecue pit tidak nampak. Ada dua umat manusia. Aku melihat Wei. Dengan dua orang kawan yang menyiapkan hidangan. Mengiris-iris bahan-bahan makanan dan mempadukannya di tusuk sate. Aku memutuskan untuk tidak membantu mengganggu kesibukan mereka.

Wei menangkapku berleha-leha sedang tidak melakukan apa-apa dan sebagai ibu ketua event organizer, segera menempatkanku ke post kosong terdekat, barbeque pit. Cheat sheet: Hal ini bisa dilakukan dengan menekan F8 untuk mencari idle creep lalu klik kanan di Bbq pit.

Suhu mencoba menyalakan api. Sumpah. Jauh lebih sulit daripada kelihatannya. Api berkali-kali mati. Keringat bercucuran. Darah mengalir deras. Dalam pembuluh darah membawa haemoglobin. Urat-urat pipi mulai kram karena meniup api kecil fuh fuh fuh juh cuh eh sori nyiprat. Pergelangan tangan terkilir karena mengipasi api sedang. Paha dan betis cenut-cenut karena kelamaan jongkok. Tanda-tanda penuaan.

“Eh itu apinya sudah nyala. Ayo mulai”

Ribuan umat manusia menyerang barbeque pit tanpa mempedulikan perjuangan Suhu. Mulai memanggang makanan. Padahal kalau skenario ini terjadi tiga ribu tahun lalu, mungkin akan ada perayaan dan doa-doa kepada dewa api. Lalu yang menyalakan api akan dijadikan kepala suku. Dijamin seratus persen aku bisa jadi the alpha caveman. Kepala suku primitip. Para gadis gadis purba akan mengelu-elukan aku, the guy who brings fire to the table. Api, untuk menakut-nakuti hewan liar. Api, untuk penerangan dalam gulita. Api, untuk masak barbeque. Yang bisa menyalakan api, jauh lebih laku di pasaran daripada yang bisa nombak gajah.

 

The Alpha Caveman

Tapi melihat kenyataan bahwa cewek-cewek itu ke arah barbeque pit yang sudah nyala dan mulai bingung sendiri dengan makanan di panggangan. Suhu hanya bisa geleng-geleng kepala. Cewek jaman sekarang. Tsk tsk tsk. Mereka lebih menghargai penombak gajah daripada pembawa api. Kurang bijak.

Gajah ditombak

Tapi ada untungnya kebagian tugas menyalakan api. Dengan menyalakan api, berarti setelah api menyala tugasmu selesai. Dan kamu bisa konsentrasi ke tugas-tugas yang lain. Misalnya, mingle dengan cewe-cewe single yang ada di party. Tapi karena Suhu is a faithful fat-full guy, Suhu memilih tugas yang lebih mulia. Memastikan budget tidak mubazir dengan makan sekuatnya.

ultah apong

Meminjam pemeo yang sangat inspiratif dari tokoh perjuangan abad 21, Suhu merangkum perayaan ultah Apong tahun 2010 dengan: I gotta feeling, that tonight’s gonna be a good ... good night.

Suhu,
met ultah Cece, met ultah Apong, turut berduka untuk korban kekerasan kedua oknum tersebut, juga untuk korban 911 WTC. Mengheningkan cipta. Mulai.

No comments: