Friday, March 05, 2010

Membuang Mimpi

Dua bangunan tinggi menjulang laksana mencakar langit. Yang dibangun di fondasi yang berbeda. Mungkinkah bisa bertemu?



Mungkin mereka didesain oleh arsitek yang sama. Dibangun oleh tukang yang sama. Tapi, fondasi mereka berbeda. Mereka tidak akan pernah menjadi satu di puncak sana. Mereka pikir mereka tak akan pernah bisa.

Lalu Engineer mempelajarinya. Dan membuatnya terlaksana. Angka dipermainkan dan asumsi diputarbalikkan.



Mereka buatlah dua menara menjulur megah. Sama tinggi sama indah. Dengan fondasi yang berbeda, engineer mempertemukan mereka di lantai empat puluh dua. Tapi pada akhirnya di ujung perjalanannya menggapai langit. Mereka. Masih. Sendiri. Karena mereka duduk di fondasi yang berbeda.

Karena sejak pertama mereka dimulai, fondasi mereka berbeda. Meskipun arsiteknya sama. Meskipun tukangnya sama. Karena fondasi mereka berbeda.

Begitu pula dengan manusia. Semua hidup dengan mimpi-mimpi nya. Sepasang insan. Mungkin tingkat pendidikannya sama. Latar belakang tak jauh beda. Ketika SARA [Suku Agama Ras dan Anatomi] tidak menjadi masalah. Terlihat bagai sepasang menara. Menggapai langit tanpa batas. Mungkin mereka bertemu di lantai empat puluh dua. Tapi di ujung perjalanannya menggapai langit, akankah mereka masih bersama. Kalau mimpi mereka berbeda?

Setiap manusia punya mimpi. Dan kadang betapa pun menyakitkan. Ada kala nya kita akan mulai membuang mimpi itu jauh-jauh. Untuk mewujudkan mimpi orang yang kita cintai. Karena kita ingin bersama menggapai langit. Bukan hanya jumpa di lantai empat puluh dua.



Dan mungkin untuk itu, harus selalu ada yang mengalah. Mungkin dengan membongkar fondasi. Dan saat menentukan fondasi siapa yang harus dibongkar. Bukan hal yang sulit untuk ditebak. Membongkar tiang pancang yang menyokong semua mimpi yang dibangun sejak dini. Memang tidak mudah. Tapi kita selalu bisa memulai. Aku selalu bisa memulai. Paku demi paku akan kulepas. Kayu demi kayu akan kubelah. Beton demi beton akan kubongkar. Sampai aku bisa pergi. Mendukung mimpimu. Membuang mimpiku jauh-jauh.

Suhu,
takkan pulang.

Photo Info:
Puerta de Europa [KIO Towers]: Each building is 115 m tall with an inclination of 15°, making them the first inclined skyscrapers in the world
Petronas Twin Towers [Menara Berkembar Petronas]: The world's tallest buildings from 1998 to 2004 connected by skybridge between the two towers on 41st and 42nd floors.
House Attack: Outdoor sculpture at the Museum Moderner Kunst (MuMoK) in Vienna

9 comments:

Anonymous said...

Marina Bay Sands have different foundation but have the same peak.

Anonymous said...

Built the sky park which all the peak :)

suhu said...

haha I yet to find a simple solution to find a happy three-way-relationship. care to find an example?

oh of course, you are only talking about the building, no?

Anonymous said...

Hahaha...

btw, every tower of marina bay also consist of two building which combine at highest level.

J said...

"I might leave you someday. But I’ll always find a way back." (http://gobackhome.wordpress.com/2009/12/13/back/)

nCy . vLa said...

jadi satu mau pulang, satu gak, gitu ya?

suhu said...

#ano:
six-way-relationship, you want to bring up African group marriage system now?

#j:
If you love a woman, set her free, if she's back she's yours, if she's not, it's not meant to be.

If you love a man, set him free.

#ncy:
hahaha nope. dua-duanya mau pulang.

Anonymous said...

Think the positive side:
It is not combining 6 tower but combining 2 part of each tower by sky-park which also combine the 3 towers.

It can symbolize Marriage which is not only join the husband and wife as one. It also connect the parents from husband and wife through marriage to be in-laws.

suhu said...

#ano:
so noble of you talking about the in-laws relationship in that manner. [and not assuming that in-laws from both side are so kaypoh to chip in the lovebirds' nest?]

Anyway, from my point of view, it shows that succesful relationship, involving concerted harmony with in-laws, requires a lot of effort, time, and hell-lot-of money.