Friday, February 19, 2010

Recess

Jadi memang ini bukan hanya perasaanmu saja. Frekuensi update blog ini memang menurun. Penulis mengakui. Sebagai tolok ukur paling mudah, lihatlah ke kiri. Tahun 2007 ada 142 posts, tahun 2008 menjadi 45 posts, tahun 2009 hanya 36 posts. Tentu saja bukan tidak beralasan.

Sibuk.

Alasan klise seorang yang sudah bekerja. Sambil kuliah. Pagi kerja, malam kuliah, weekend tugas mulia. Termakan oleh pahitnya dunia nyata, di mana setiap waktu begitu berharga. Baik itu untuk memastikan jadwal makan terpenuhi, jadwal tidur tercukupi, maupun menjaga agar pacar tetap di sisi.

Lalu bagaimana Suhu bisa sekarang ada waktu untuk menulis ini. Begini. Minggu yang bertepatan dengan minggu pertama tahun baru menurut penanggalan bulan, merupakan masa-masa perayaan tahun baru buat orang cina. Secara penggerak kegiatan konstruksi di Singapura kebanyakan adalah warga negara keturunan cina, tidak heran bahwa kegiatan di industri ini menurut drastis pada beberapa hari ini. Jadi intinya, kerjaan rada nganggur.

Sekolah?

Minggu tenang. Apa kalian pernah dengar istilah The night is darkest before the dawn? Begitulah kira-kira ilustrasi yang mendambakan Minggu Tenang di dunia perkuliahan. Untuk mahasiswa-mahasiswi S1, minggu tenang itu satu minggu sebelum midterm / UTS [Ujian Tanpa Status Tengah Semester]. Begitu tenang. Deafening silence. Sama seperti detik-detik di mana kita semua diberitahu bahwa kiamat akan tiba. Semua berpelukan dengan orang-orang yang disayangi. Menunggu badai yang akan menyapu semua jiwa yang tersisa.

Untuk mahasiswa Master yang notabene ndak punya Ujian Tengah Semester, minggu itu benar-benar tenang. Kami bahkan tidak sempat bersenandung. Tidak adanya ujian tengah semester, berarti minggu depan adalah jadwal kumpul tugas-tugas yang berjibun. Masih ingat kata Ibu Kita Kartini, bahwa Habis Gelap Terbitlah Terang?

Semester ini, minggu depan gerhana matahari total.

Tugas-tugas yang menumpuk ini, membuat Suhu menilik lagi. Ini hanya beberapa tantangan kecil untuk menuju ke jenjang berikutnya. Memberantas sindikat kejahatan berkedok institusi pendidikan. Beberapa musuh keroco ini berjubah berbeda-beda. Tapi tetap satu jua namanya, Assignment.

Assignment, yang kalau dilafalkan dalam bahasa ibu kita disebut Ahkeparat Tugas. Terbagi menjadi beberapa jenis. Yaitu.

1. Tugas yang bisa dikerjakan.
Buat kalian yang masih SD, SMP, SMA, kebanyakan tugas-tugas kalian adalah tugas tipe ini. Tugas yang paling susah dicerna di SMA pun, masih bisa dipaksakan untuk dikerjakan. Biasanya PR dari pelajaran-pelajaran Mafia [Matematika Fisika Kimia]. Worst case, kamu mesti bangun lebih pagi, buat pinjam PR teman buat disalin 15 menit sebelum bel jam pertama. Yeah, been there, done that. Meskipun perlu melakukan fotokopi manual, pada intinya tugas ini BISA dikerjakan.

2. Tugas yang sulit dikerjakan.
Oke. Suhu masih ingat, di SMP dulu, kami pernah disuruh mengerjakan tugas membuat Makalah. Suhu dapat 85 untuk makalah 28 halaman. Mata pelajaran Agama Katolik. Luar biasa. Saking sulitnya tugas itu untuk dikerjakan, sampai sekarang Suhu masih ingat. Waktu itu Suhu belum beragama agama Katolik. Dan sudah menulis tentang tujuh Sakramen seolah siap menjadi guru pengganti di Seminari. Oh men, tugas itu benar-benar SULIT dikerjakan.

3. Tugas yang tidak bisa dikerjakan.
Nah. Memasuki dunia kuliah, kalian akan mengerti maksud Suhu. Mohon maaf buat pembaca yang masih SMA. Kalian belum bisa membayangkannya. Waktumu akan tiba. Kebanyakan tugas di bangku kuliah itu TIDAK BISA dikerjakan. Dosen hanya memberikannya kepada kita, agar kita merasa perlu datang ke kelas. Untuk mengetahui bagaimana cara mengerjakannya, dan membahas bersama-sama. Hanya dia yang tahu jawabannya. Dan Tuhan tentunya, kalau kamu pembaca yang religius.

4. Tugas yang menyadarkan kita, tidak ada manusia yang sempurna.
Di dunia per-master-an ini. Seringkali kita masuk ke kelas, tanpa sesuatu yang pasti. Lecture notes hanya berisi beberapa kalimat yang diakhiri dengan tanda tanya. Materi diskusi. Dosen hanya berdiri di depan sebagai moderator diskusi. Siswa-siswi saling menembakkan pendapat. Dosen tersenyum, mengarahkan pertanyaan ke kelas. Mereka datang dengan pertanyaan. Pulang dengan hati tenang dan nyaman dan berkata "ternyata bukan cuma aku yang bingung, dosennya juga".

Di antara empat jenis tugas itu. Mereka mempunyai hibrida jika dikawinkan dengan satu parameter tertentu. Jenis tugas paling mengerikan. Yaitu. Tugas yang HARUS dikerjakan. Sekarang. Bukan malah nge-blog.

Suhu,
kerja tugas.

3 comments:

nCy . vLa said...

wah wah
tanda2 panda mau hibernasi nih :(

Marsha said...

HA HA HA HA HA HA HA HA
Suhu, congrats. Didn't know you were on the same rocky sea as well (although your boat is different than mine.) But anyway...
AYO KERJA!!

suhu said...

#ncy:
haha dormansi!

#marsha(nda):
congrats? maksud loooo ...
hahaha biarpun kapal ini terbalik, kakiku terpaku di geladak, hey-ho hey-ho aye aye captain!