Tuesday, January 05, 2010

PM5103 Contract Management

Hidup tidak seindah biasanya akhir-akhir ini. Mohon maaf untuk update yang tertunda. Bahkan ucapan selamat natal dan tahun baru yang tidak tiba pada waktunya. Anyway, ini adalah kisah lanjutan post sebelumnya. Perjuangan seorang mandor yang kembali ke bangku sekolah.

Setelah melalui exam Research Method pada tanggal 25 November. Exam selanjutnya adalah 3 Desember 2009. Nama Mata kuliah: Contract Management. Ilmu yang dipelajari: Me-manage Contract. Tingkat kesiapan saat memasuki bangku ujian: 93.7%. Kehancuran exam pertama bukanlah sesuatu yang layak diulangi.

Mata kuliah ini, sebenarnya tidak terlalu sulit untuk Suhu. Pada mata kuliah ini, para siswa diharapkan untuk mengerti tentang PSSCOC dan SIA Contract. PSSCOC adalah suara botol sampanye dibuka saat tutup nya meletup Public Sector Standard Conditions of Contract. Sedangkan SIA adalah Singapore Institute of Architects, organisasi yang mem-publish SIA contract.

Bagi Suhu, yang seumur masa kerja nya mengabdi di PT. Bangun Subangkit membangun SLTP Sukamaju, PSSCOC sudah menjadi bagian dari hidupnya. Karena SLTP yang dibangun Suhu adalah sekolah negeri, maka termasuk dalam kategori Public Sector. Semua aturan main dalam pembangunan ini memakai dasar PSSCOC.

Tentang SIA Contract. Itu dia masalahnya. Hidup memang tidak pernah adil.

Hari ujian itu pun tiba. Suhu masuk ke dalam ruang ujian. Menarik nafas dalam-dalam. Fuhhh. Hembuskan. Semua sudah siap. Everything’s gonna be alright. Or at least, it better be.

Pensil. Penghapus. Penggaris. Dan Bolpen. Lho, ngapain aku bawa kalkulator ke ujian essay? Dan yang tak kalah penting, Matric Card.

Seperti mata kuliah essay yang lain, skor nilai Contract Management berbanding lurus dengan durasi ujung pena menyentuh kertas jawaban.

Waktu masih menunjukkan lima menit sebelum kita diizinkan menulis. Semua peserta ujian mulai memeriksa kertas ujiannya. Apa ada lembaran yang kurang. Apa ada soal yang kurang. Apa soalnya kurang sulit. Dalam waktu lima menit, tiap orang memastikan. Sambil membolak-balik kertas soal, Suhu mulai menghitung. Empat soal. Masing-masing 25 marks.

Lalu Suhu membuka buku lembar jawaban. Sepuluh lembar. Jawaban hanya boleh ditulis di satu sisi kertas. Total sepuluh halaman. Suhu mulai melakukan hitungan enjiniring di dalam kepalanya. Kalaupun otaknya beku karena AC nya terlalu dingin, Suhu sudah membawa kalkulator! Kalkulator bisa digunakan untuk SEMUA exam. Kalaupun soal exam tidak ada hitungannya, kalkulator bisa dipakai buat menghitung prediksi nilai, estimasi waktu tersisa, atau jarak diagonal peserta ujian dengan nonik imut yang duduk di pojok kanan depan.

Okeh. Fokes. 10 halaman 4 soal. Berarti 2 soal kita jawab 2 halaman. Karena tiap soal harus dijawab di halaman baru, red. 2 soal kita jawab 3 halaman. 2x2 + 2x3 = 10. Durasi ujian 2 jam 4 soal. Masing-masing soal kita beri setengah jam. 4 x 0.5 = 2. Beres.

Strategi. Nomer satu. Soal cuma satu kalimat plus satu kata.

Construction Contracts would come with contract mechanisms that would ensure that the Contractor complies and carries out his obligations. Discuss.

Hmm.  Tulis nomer 1. Balik. Balik. Tulis nomer 2.

Values Management or Engineering is a straight forward exercise that requires only the Quantity Surveyor and the client to discuss on cost cutting measures. Discuss the validity of this statement.

Kayaknya perlu tiga halaman. Balik. Balik. Balik. Tulis nomer 3.

Cost monitoring. Security of Payment Act. Post Contract Stage. Meskipun banyak yang bisa ditulis untuk topik ini, Suhu belum benar-benar mencengkeram bab ini. Hmmm. Dua halaman. Mari berharap, soal yang terakhir cukup dikuasai Suhu untuk bisa mengarang indah.

Balik. Balik.

Nomer empat. Studi kasus. Kembali ke halaman pertama. Mari kita coba lulus ujian ini dengan dua nomer pertama.

Sembari terus menempelkan pena ke kertas jawaban, Suhu meyakinkan dirinya. Setengah jam untuk dua halaman. Jawaban terus mengalir dari penanya. Oh tidak penaku bocor! Lalu Suhu menengadah sebentar ke atas untuk melihat jam dan memperkirakan waktunya. Tinggal setengah halaman lagi untuk nomer satu. Lho! Koq sudah empat puluh lima menit!

Lompat! Maksud Suhu lompat ke nomer selanjutnya. Kalau lompat beneran di ruang ujian bisa diamankan petugas. Menuju ke nomer dua.

Ternyata meskipun Contract Management sudah dipelajari oleh Suhu. Suhu masih perlu mempelajari Time Management. Nomer dua bablas lagi. Setelah menorehkan sedikit kosmetik untuk jawaban nomer satu tadi. Dan menyelesaikan nomer dua. Waktu yang tersisa tinggal setengah jam.

Secara matematis, dua soal pertama diselesaikan dalam satu setengah jam. Maka dua soal sisanya harus diselesaikan dalam waktu yang tersisa, yakni setengah jam. Maka, kecepatan harus ditingkatkan tiga kali lipat.

Secara logis, dua soal pertama diselesaikan dalam satu setengah jam. Maka dua soal sisanya memerlukan sekitar durasi yang sama. Maka, hanya ada kurang dari satu soal yang bisa diselesaikan. Tepatnya, hanya 66% dari satu soal yang sempat untuk dikerjakan.

Secara moral, di saat seorang prajurit melihat bahwa batalionnya sudah di ambang kekalahan, semangat juang nya akan menurun. Tetapi, mengetahui bahwa bagaimanapun juga pada akhirnya dia akan mati, dia akan berjuang sampai titik darah penghabisan.

Secara religius, Suhu mulai mengunjungi prinsip karma, pahala, ibadah, dan amal. None of them really makes sense in the exam situation.

Menggoreskan pena dengan kecepatan kilat. Suhu berhasil memasuki halaman ketiga ketika Loud Speaker mengumumkan YOU HAVE FIFTEEN MINUTES REMAINING!

Beranjak ke nomer empat. Studi kasus dalam lima belas menit. PLEASE STOP WRITING!!!

Adiprawirav2.0 berhasil menulis sepuluh halaman penuh. Dalam durasi dua jam. Tentang apa yang dia tulis, itu lain cerita. Yang pasti. Dua jam. Sepuluh halaman. Kali kedua dalam hidupnya, menghabiskan lembar jawaban di ruang ujian. It’s been a while, no?

Suhu,
works incredibly well under pressure.

2 comments:

nCy . vLa said...

buset deh..
yang baca aja ikutan tegang.. @_@

susah men hu kuliahmu, ga ngerti aku ahhahaaha....

suhu said...

#ncy:
haha untung aku ga pergi perang ya. aku nulis exam yg baca ikutan tegang. aku nulis artikel perang yang baca ikutan mati bisa bisa.