Saturday, November 27, 2010

STMJ post - Semester Tiga Makin Jempalitan



Seperti yang kita ketahui, universitas adalah sindikat kejahatan berkedok institusi pendidikan. Betapa pun mereka berusaha menyembunyikan kegiatan-kegiatan terlarangnya dengan menamainya istilah-istilah lain, kita tetap tahu. Mereka. Jahat. Coba tilik satu persatu kegiatan universitas yang berdampak buruk pada para mahasiswa, bagaimana mungkin sampai sekarang yang berwajib tidak menanganinya. Karena mereka menamainya dengan istilah-istilah berbeda. Jargon yang terlalu rumit untuk kita decipher.

Bius total, misalnya. Mereka ganti namanya menjadi Lecture. Meskipun caranya berbeda dan tidak memakai unsur kimia anaesthesis, efeknya persis sama. Masuk Lecture theatre, dua menit. Gelap gulita. Mata terbuka melihat sinar putih. Kita sudah diikat, mulut disumpal sapu tangan berbau chlorofom, di warehouse belakang pelabuhan.

Masih banyak contoh lain, misalnya Tutorial. Efeknya sama dengan cuci otak. Masuk segar bugar, keluar lholak lholok. Skripsi? Woh jangan ditanya. Itu jargon mereka untuk penculikan plus kerja rodi. Masih terngiang masa muda Suhu mengejar impian mengebut skripsi. Mama sempat panik karena Suhu tidak bisa dikontak, khawatir diculik nanti penculiknya tak bisa balik modal karena Suhu makannya banyak. Enam bulan tidak melihat matahari. Terkurung di lab di basement 5. Tanpa sinyal hp, tanpa facebook. Memang waktu itu belum ada mukabuku. *Ketahuan dah kalau ternyata generasi sesepuh*. Ya, waktu itu, bisa mengganti skin profile Friendster adalah trend. Eniwei, tidak penting. Intinya, sindikat kejahatan itu masih berkeliaran di mana-mana. Dengan kedok institusi pendidikan.

Entah apa yang dilakukan oleh para petinggi-petinggi di sindikat ini, para pengajar di institusi ini, mereka telah berhasil membuat kita percaya. Membuat dunia percaya. Bahwa kapasitas otak kita ditentukan oleh secarik kertas piagam, dan foto kita memakai topi kotak-kotak dan baju badut memegangnya sambil tersenyum di mimbar.

Itu sudah beberapa tahun silam. Ketika Suhu berdiri dan menghembuskan nafas terakhir menghela nafas lega sambil menggumam. "Akhirnya..." Belum sempat air mata melo berlinang di pelupuk mata, pria setengah baya di hadapanku berkata, "Woi cepetan woi, belakang udah ngantri, emangnya cuman ente yang mau diwisuda?" dalam dialek Cina. Bayangkan, saudara-saudara! Empat tahun peras keringat banting tulang peras otak banting buku. EMPAT TAHUN. Jalan ke panggung, salaman, terima ijazah, senyum TIGA DETIK aja digusah-gusah suruh cepetan jalan.

Saat itu. Perasaan gembira bercampur aduk dengan perasaan khawatir, pula sedih. Gembira karena lulus. Khawatir akan gonjang ganjing nya dunia persilatan akan menjadi tidak seimbang setelah Suhu tinggalkan. Sedih karena. Maaf, tidak ada rasa sedih sama sekali saat lulus. Tadi salah ketik. Sebentar, saya coret dulu. Cret. Sudah.

Waktu cepat berlalu. Matahari terbit, lalu terbenam. Sehari berlalu sejak wisuda Suhu. Seminggu. Sebulan. Setahun. Beberapa tahun. Suhu kembali duduk di bangku universitas. Kuliah lagi. Melawan sindikat kejahatan berkedok institusi pendidikan. Lagi.

Semester ini mengambil dua mata kuliah saja. Dari total 10 mata kuliah yang perlu di-clear untuk mendapat secarik ijazah dan kesempatan foto pakai baju badut. Lima mata kuliah sudah clear dua semester lalu. Kutipan singkat bisa lihat posting ini untuk semester satu dan posting ini untuk semester dua. Semester ini, semester tiga dijadwalkan clear dua mata kuliah. Semester depan berarti masih sisa ... sepuluh .. dikurangi lima .. dikurangi dua .. ah kita pikirkan nanti.

Hidangan semester ini adalah CE5610 Assessment and Retrofit of Concrete Structures dan PM5104 Development Management. Dua mata kuliah ini mengingatkan Suhu pada perkataan orang-orang bijak. Habis gelap, terbitlah mendung, lalu gerhana. Lalu kiamat.

Suhu,
berdjoeang dalam tempo jang sesingkatsingkatnja.

Thursday, October 14, 2010

Prelude: The Cultural Shock (Jakarta oh Jakarta – Part 1)

Setelah hidup di Singapura selama beberapa tahun, setiap liburan pulang ke indo selalu berkesan. Karena perubahan. Perubahan yang dialami orang-orang dalam kehidupan keseharian mereka. Perubahan yang tidak mereka sadari karena begitu kecilnya perubahan itu setiap hari. Tapi sebagai seseorang yang menilainya dalam skala 6 bulan sampai 2 tahun tidak pulang Indonesia, perubahan-perubahan kecil ini, menjadi besar.

Suhu masih ingat, pertama kali dia pulang kampung saat semester satu, dia terkejut melihat teman-teman SMA nya. Yang dulu masih cemot mbeler pake seragam putih kelabu. Yang cowok jadi keren, rambut disemir, fashion updated. Yang cewek, sudah jadi mahasiswi, kontak lens berwarna, sepatu cetok, dan make-up yang aduhai. Perubahan.

Kedua kali pulang kampung setelah sekitar setahun dari pulang terakhir, Suhu melihat perubahan di siaran televisi. Tiba-tiba banyak siaran berbau rohani, berjudul rohani, (e.g. Alhamdulilah, Istiqomah, Astagafirulah, dan semacamnya.) Isinya, istri tidak taat pada suami, berselingkuh, tidak sholat, mati, kuburannya dirubung rayap. Dan MENDADAK semua wanita di pasar memakai jilbab. Naudzubilah.

Pulang kampung berikutnya, perubahan-perubahan yang signifikan tapi tidak terasa bagi orang-orang yang mengalami perubahan ini, makin menjadi-jadi. Aula baru di SMA almamater megah berdiri. Jalan tol dari Surabaya ke Malang semakin menanjak (diurug makin tinggi untuk menanggulangi lumpur Lapindo Sidoarjo). Dan setiap kali pulang selalu melihat orang tua tampak lebih tua. Jumlah rambut putih, gaya berjalan, dan sebagainya. Perubahan yang tidak terasa jika kita jalani bersama mereka setiap harinya.

Kali ini, Suhu siap. Cultural shock. Itu yang Suhu batin dalam mental. Terakhir Suhu ke Jakarta adalah somewhere in 2003. Itu pun hanya sehari. Sebelum melanjutkan perjalanan ke Bandung naek kereta rakyat kelas ekonomi. Ah. Those were the days when we were young and adventurous almost kecopetan di stasiun. Sebelum itu, Suhu pernah ke Jakarta tahun 2001 dan tinggal selama sebulan. Sebelumnya lagi, ke Jakarta untuk lomba komputer di BiNus waktu masih duduk di bangku SMA. Tapi kesan Suhu pada Jakarta, ya sama. Kota besar, padat, sibuk, macet, polusi, klakson, woi minggir woi, klakson lagi, dan begitulah.

Tapi apalah daya kita sebagai seorang insan untuk menahan semua perubahan itu? Yang kita dapat lakukan hanyalah menarik nafas panjang. Dan menerimanya. So, here it is. Jakarta, aku datang. Siapa takut? Kemarilah semua perubahan apapun itu. Busway? Bebas fiskal? NPWP? Apapun perubahan Indonesia, perubahan Jakarta, bukan untuk kita untuk menahannya. Tapi untuk menerima, dan mengikuti aturan mainnya. Terlebih lagi jika perubahan itu untuk yang lebih baik.

Hari itu, tanggal 17 Agustus 2010, Indonesia telah merdeka untuk 60 tahun lamanya. Aku melongok keluar dari dalam terminal kedatangan internasional. Aku melihat sosok Asephsibocahkupang melambai, menjemputku di bandara udara, tepat waktu. Aseph tidak terlambat. Mungkin dunia memang sudah berubah. Ke arah yang lebih baik.

“Seph, lama nian tak jumpa”

“E Suhu, iya e su lama sekali sonde jumpa kau”

“Karmana lai? Su lama kah kau kas tunggu di beta?”

“Balom lah hu. Eh, be mo pi Toilet nih. Kas tunggu sini ya, be pung oto di sana.”

“Betong langsung pi oto lah Seph, sonde pi toilet.”

“Beta mau pipis.”

“Beta ada karet.” ujarku becanda.

“Parsetan ni lu orang, puki kerbo …” sambil berlari ke toilet.

Suhu masih tetap suka ngerjain Aseph, Aseph masih tetap gak sadar kalau lagi dikerjain. Suhu masih mengeksploitasi kenaifan Aseph. Aseph masih misuhan waktu sadar sedang dieksploitasi. Some things are better left unchanged. And maybe, just maybe, will never change. Maybe.

jakarta first day

What happens in Jakarta, stays in Jakarta

Suhu,
had a great fun.

Monday, September 27, 2010

Defying Gravity

Maybe, afterall, Newton was wrong. World doesn’t suck. ‘Life sucks’ was a myth.

Or maybe, I’m the luckiest man in the world.

Happy birthday, myself.

Saturday, September 25, 2010

The Alpha Caveman’s Buddy’s Birthday BBQ

Hari Sabtu minggu lalu adalah hari yang bersejarah. Baik bagi warga negara Amerika yang memperingati insiden pesawat teroris nabrak WTC beberapa tahun silam. Juga bagi sepasang suami istri yang bersemayam di kota Malang, yang dikaruniai seorang putri pertama, juga beberapa tahun silam. Meskipun keduanya merupakan suatu bentuk kerugian yang bisa diukur hanya dengan materiil, tapi dampaknya pada dunia masih terasa. Amerika masih mengingat peristiwa tersebut, dan penulis masih akan selamanya menjadi anak bungsu yang tertindas kakak kandungnya yang merajalela meratulela.

Tapi tanggal ini juga merupakan hari penting lain bagi oknum lain. Wei misalnya. Beberapa hari sebelum tanggal 11 September 2010, Wei menyebarkan sms yang isinya kira-kira begini.

“Woi woro woro! Aku sangat mencintai lelakiku dan aku ingin memberikan pesta ulang tahun secara diam-diam untuk membuatnya gembira! Apakah kalian bersedia menjadi antek-antek ku untuk membuat rencana ini terlaksana?”

Meskipun isinya tidak persis seperti itu, tapi intinya Wei ingin menyelenggarakan surprise party untuk Apong. Lelakinya. Kami, sebagai sahabat Apong jauh sebelum Apong mengenal Wei, terkesiap melihat sms tersebut. Sedikit terharu melihat usaha Wei ingin membuat Apong gembira, cukup bingung kenapa harus sesulit itu. Merencanakan surprise party jauh-jauh hari, dengan memberikan boneka kucing yang bisa berbunyi kalau disiksa: efek nya ke Apong kurang lebih sama.

Tapi mungkin mereka belum pacaran cukup lama untuk mengetahui hal itu. Biarlah. Cinta butuh waktu untuk saling mengerti.

Singkat kata singkat cerita, Suhu pergi ke sebuah apartemen privat. Tempat di mana Wei bersemayam. Layaknya apartemen privat di Singapore, apartemen ini pun dijaga oleh satpam berkulit gelap, bermata besar, berkumis, lingkar perut besar.

“Hei mau ke mana kamu?”
“Barbecue Pit sebelah kolam renang.” Demikian ujarku sambil menunjukkan sms Wei mengenai lokasi surprise party tersebut.
“Ini private land, gak sembarang orang boleh masuk. Kamu harus lapor dulu.”
“Oke, saya lapor. Saya mau masuk.”
“Apa kata sandinya?”

Setelah menebak mulai Sesambukapintu sampai 12345asdf akhirnya Suhu dipersilahkan masuk setelah menyebut nama lengkap Wei, yang namanya dirahasiakan untuk menjaga identitasnya dari kalangan publik. Yang pasti nama lengkapnya terdengar seperti bayi blasteran Indonesia Timur dan Korea Selatan. Ironis, mengingat pacarnya, si Apong, nama lengkapnya mencerminkan blasteran Jawa dan Portugis.

Masih sepi ketika di sana. Lokasi yang jelas. Kolam renang. Hoke. Barbecue pit tidak nampak. Ada dua umat manusia. Aku melihat Wei. Dengan dua orang kawan yang menyiapkan hidangan. Mengiris-iris bahan-bahan makanan dan mempadukannya di tusuk sate. Aku memutuskan untuk tidak membantu mengganggu kesibukan mereka.

Wei menangkapku berleha-leha sedang tidak melakukan apa-apa dan sebagai ibu ketua event organizer, segera menempatkanku ke post kosong terdekat, barbeque pit. Cheat sheet: Hal ini bisa dilakukan dengan menekan F8 untuk mencari idle creep lalu klik kanan di Bbq pit.

Suhu mencoba menyalakan api. Sumpah. Jauh lebih sulit daripada kelihatannya. Api berkali-kali mati. Keringat bercucuran. Darah mengalir deras. Dalam pembuluh darah membawa haemoglobin. Urat-urat pipi mulai kram karena meniup api kecil fuh fuh fuh juh cuh eh sori nyiprat. Pergelangan tangan terkilir karena mengipasi api sedang. Paha dan betis cenut-cenut karena kelamaan jongkok. Tanda-tanda penuaan.

“Eh itu apinya sudah nyala. Ayo mulai”

Ribuan umat manusia menyerang barbeque pit tanpa mempedulikan perjuangan Suhu. Mulai memanggang makanan. Padahal kalau skenario ini terjadi tiga ribu tahun lalu, mungkin akan ada perayaan dan doa-doa kepada dewa api. Lalu yang menyalakan api akan dijadikan kepala suku. Dijamin seratus persen aku bisa jadi the alpha caveman. Kepala suku primitip. Para gadis gadis purba akan mengelu-elukan aku, the guy who brings fire to the table. Api, untuk menakut-nakuti hewan liar. Api, untuk penerangan dalam gulita. Api, untuk masak barbeque. Yang bisa menyalakan api, jauh lebih laku di pasaran daripada yang bisa nombak gajah.

 

The Alpha Caveman

Tapi melihat kenyataan bahwa cewek-cewek itu ke arah barbeque pit yang sudah nyala dan mulai bingung sendiri dengan makanan di panggangan. Suhu hanya bisa geleng-geleng kepala. Cewek jaman sekarang. Tsk tsk tsk. Mereka lebih menghargai penombak gajah daripada pembawa api. Kurang bijak.

Gajah ditombak

Tapi ada untungnya kebagian tugas menyalakan api. Dengan menyalakan api, berarti setelah api menyala tugasmu selesai. Dan kamu bisa konsentrasi ke tugas-tugas yang lain. Misalnya, mingle dengan cewe-cewe single yang ada di party. Tapi karena Suhu is a faithful fat-full guy, Suhu memilih tugas yang lebih mulia. Memastikan budget tidak mubazir dengan makan sekuatnya.

ultah apong

Meminjam pemeo yang sangat inspiratif dari tokoh perjuangan abad 21, Suhu merangkum perayaan ultah Apong tahun 2010 dengan: I gotta feeling, that tonight’s gonna be a good ... good night.

Suhu,
met ultah Cece, met ultah Apong, turut berduka untuk korban kekerasan kedua oknum tersebut, juga untuk korban 911 WTC. Mengheningkan cipta. Mulai.

Monday, August 16, 2010

Panda Tambun ke Jakarta

17 Agustus 2010 - COMING SOON
Nantikan di blog kesayangan anda.

directed by,
Suhu.

Now in 3D.

Thursday, August 05, 2010

Sick

I’m not feeling well. My throat hurts like burning hell and my voice box is more swollen than ever. It might have been worse, given the workplace is full of dust and the working environment is nowhere near hygiene.

It all started on Saturday night, when I was out for dinner with tgwinmg. I felt funny sensation in larynx area, and I spat phlegm. Without any indication. No pain anywhere, no runny nose, no infection, no coughing and noting wrong with my nasal passages.

So, just like the way I am, I ignored it. Wrong move, bastard.

Saturday night I slept like about only 2 hours before I was awaken due to the excruciating pain in my windpipe, my upper part of my throat. The pain is so unbearable I could not sleep. You know when you have sore throat, the worst condition is the part when you just woke up, isn’t it? Imagining that, I found a practical solution to avoid that part. By not sleeping.

The whole Sunday tgwinmg treated me with excessive indulgence. Did not even once urge about our original plan for Sunday shopping. Instead, she was preparing medications for me to take constantly. All I could remember was meal, medication time, bed time, and the cycle repeats. The medicine tasted bitter. The kind of medicine that made you don’t want to be sick again for the rest of your life. And I’m dead serious, it’s that bitter. Lucky that 2 liters of LoHanKuo did not taste that bad. Although the magic powder sprayed to the trachea tasted funny, too.

Long story short, I recovered enough to work on Monday. Life was that hectic. The colleagues noticed my voice changed. The Monday meeting went well, and the manager suggested me to see a doctor. Either the people in the workplace are caring and understanding or just selfish and don’t want to get infected, I went to see a doctor on Monday night.

The doctor was surprised I survived Sunday. He gave an applause to tgwinmg whom in his opinion should pursue higher education in healthcare. He gave me few types of pills and tabs, all sounds alien to me. And when I complained that I’ve gone through bitterness – literally – from Sunday’s traditional Chinese medicine, he gave me free lozenges.

And an off duty medical certificate for the next day.

Suhu,
Sick.

PS: It’s difficult to write something blunt like this. Given you have made fun of your life for the past several years.

Tuesday, July 27, 2010

Sunday, June 27, 2010

Handling Shopping Disorder, Engineer’s Way

Masih berkaitan dengan posting sebelumnya tentang bagaimana para pria acap kali tidak bisa berfungsi dengan normal – hence the title: Disorder – di kala menemani spesies betina shopping. Perlu dicatat bahwa dalam konteks ini Shopping tidaklah didefinisikan hanya sebagai proses membeli barang, tetapi mencakup juga aktivitas keluar masuk semua toko di shopping mall, mencoba asesoris, baju, dan sepatu di lebih dari 80% toko tersebut, dan pulang ke rumah di saat matahari meredup karena inti matahari berhenti memancarkan energi terbenam.

Tidak bisa dipungkiri bahwa kaum Adam, kurang mampu menghadapi ujian fisik dan mental seperti menemani pasangannya shopping. Oleh karena itu, manusia dengan akal budi dan free will, menciptakan suatu proses mekanisme yang cenderung ke arah otomatisasi atas dasar logika optimisasi dan pola pikir simplifikasi. Itulah konsep dasar Engineering. Optimisasi. Simplifikasi.

Dalam posting kali ini, kita akan menelaah beberapa aspek ilmu pengetahuan yang telah kita telusuri selama masa perjuangan kita melawan sindikat kejahatan berkedok institusi pendidikan. Empat tahun duduk di bangku kuliah membuat Suhu mampu menerapkan konsep-konsep Engineer’s way of handling things, including Shopping Disorder.

1. Database.

Database adalah kumpulan informasi berisi catatan historikal, yang umumnya diperoleh secara eksperimental, dan digunakan oleh para engineer untuk meramalkan (secara ilmiah, tentunya) hasil dari kejadian di masa mendatang. Prediksi ilmiah itu bisa dari cara semudah Regresi Linear atau menciptakan rumus empirikal. Lantas apa hubungannya dengan shopping?

Pendekatan database adalah satu-satu nya cara bagi pria yang tidak mengerti fashion untuk menjawab pertanyaan “Bagus mana, ini atau ini?” atau pertanyaan yang lebih sulit “Ini bagus nggak?”. Biasanya pertanyaan ini diajukan sembari menenteng ringan dua pasang sepatu yang bagi kita kelihatannya sama saja. Atau baju. Whichever.

Kita mulai dengan yang mudah. “Bagus mana, ini atau ini?” Kedengaran mudah. Paling tidak di kelas 4 SD kita pernah belajar matematika bab Peluang. Untuk pertanyaan semacam ini, peluang kita menjawab benar adalah 50%. Ini. Atau ini. Sayang sekali, kalian salah.

Suhu pernah berpikir demikian. Di saat beberapa bulan pertama berpacaran dengan tgwinmg tentunya. Dengan asal tebak, kita punya peluang benar sama dengan peluang salah. Itu juga pikirku dulu. Nyatanya, mungkin keduanya bagus. Atau, mungkin keduanya jelek. Yang dulu kita pelajari di bab peluang itu adalah dua sisi koin, yang berisi Gambar atau Angka. Sesuatu hal yang mutlak. Yang kita lupa, bagus itu relatif. Keduanya bisa sama-sama bagus. Bisa juga yang satunya lebih bagus tapi satunya itu juga bagus meskipun gak sebagus yang satunya karena yang satunya sangat bagus. Dan, setidaknya, hanya Fourier Transform yang bisa menyelesaikan persamaan tersebut.

Solusinya, pendekatan database (inspirasi dari komrad: Apong). Ikuti berapa kali sesi shopping, amati selera objek penderita. Selera (atau rasa suka) bisa didefinisikan dengan parameter:

  • barang yang dibeli (tidak mungkin beli kalau tidak suka);
  • barang yang dicek harganya tapi tidak dibeli (tetap suka tapi sepertinya terlalu mahal);
  • barang yang dicoba hampir di setiap toko (mau beli tapi ragu apa cocok dipakai); dan
  • yang paling menyakitkan – barang yang ditanyakan ke kamu “Ini bagus nggak?”

Catat barang-barang tersebut. Beruntung untuk orang-orang seperti Apong yang punya fotografik memori, ini mudah. Untuk kita, catat. Seperti layaknya nahkoda kapal yang menyimpan Captain’s Logs untuk setiap hari pelayaran berisi arah angin, cuaca, rasi bintang, dan kejadian-kejadian penting. Synchronize catatan kita dengan inventory objek penderita. Buang outliers statistik dengan mencoret yang kurang relevan. Mungkin saja objek penderita hanya sedikit adventurous saat mencoba-coba di ruang ganti dan tidak akan pernah beli topi koboi tersebut.

Inventory objek penderita yang termudah untuk diakses adalah rak sepatu. Maka dengan pendekatan ilmiah, Suhu bisa menyimpulkan bahwa tgwinmg lebih suka sepatu yang simpel, tidak banyak ornamen, sedapat mungkin tidak ada strap di belakang, ada hak tapi tidak terlalu tinggi untuk bekerja, flat untuk jalan-jalan, preferensi warna putih untuk jalan-jalan dan warna gelap agar match dengan baju kerja.

Jika saya bisa. Pria lain pun bisa. Menyimpulkan selera objek penderita dengan konfidens interval 95%. Sampling error mungkin terjadi karena sepatu di rak mungkin saja milik flatmate nya. Dan semua itu bisa kita lakukan tanpa perlu melakukan satu-satunya hal yang tidak bisa kita lakukan karena memang itu kelemahan kita – bertanya.

Memang bagian paling susah dari proses pembentukan database ini adalah – seperti yang telah kalian tebak – mengumpulkan informasi-informasi di awal penelitian. Selanjutnya, tergantung seberapa brilian kalian mencerna data-data mentah seperti ini:

27 Juni 2008, sepatu merah totol putih, 20 detik dipegang-pegang tapi tidak dicoba. sepatu hitam, hak 2”, ornamen bunga diameter 0.7”, dicoba, minta ukuran lebih besar setengah, dicoba, minta ukuran lebih besar satu, dicoba, dicek apa ada warna lain, tidak ada, minta dicek apa ada di cabang di shopping mall lain, ada, 28 Juni 2008 pergi ke shopping mall lain, mendapatkan barang tipe sama ukuran yang pas dan warna yang diinginkan,tidak jadi beli.27 detik pegang-pegang sepatu putih totol merah.

Kumpulkan, jika jumlahnya mencapai sekitar ribuan, you’re good to go.

2. Colour Coding

Kembali ke zaman di mana Suhu masih mempelajari elektro tentang power dissipation dari four-band resistor. Remang-remang masih inget Hitam Coklat MeJiKuHiBiU Abu Put Emas Perak Tak Berwarna menjadi urutan penentuan nilai resistansi dari resistor tersebut. Waktu itu, menghafalkan warna-warna ini terasa sangat sulit.

Warna Pita pertama Pita kedua Pita ketiga
(pengali)
Pita keempat
(toleransi)
Pita kelima
(koefisien suhu)
Hitam 0 0 × 100
Cokelat 1 1 ×101 ± 1% (F) 100 ppm
Merah 2 2 × 102 ± 2% (G) 50 ppm
Oranye 3 3 × 103 15 ppm
Kuning 4 4 × 104 25 ppm
Hijau 5 5 × 105 ± 0.5% (D)
Biru 6 6 × 106 ± 0.25% (C)
Ungu 7 7 × 107 ± 0.1% (B)
Abu-abu 8 8 × 108 ± 0.05% (A)
Putih 9 9 × 109
Emas × 10-1 ± 5% (J)
Perak × 10-2 ± 10% (K)
Kosong ± 20% (M)

Sampai akhirnya kita lulus dan menjadi sarjana Teknik, sadar bahwa di dunia ini ada spesies yang serupa tapi tak sama dengan kita. Kita mencoba mengenali mereka, dan akhirnya tahu, bahwa di dunia ini, ada yang lebih sulit daripada colour coding resistor. Yaitu, colour coding wanita.

2010-03-01-12bf011

Hafalkan tabel pertama untuk lulus ujian. Hafalkan tabel kedua untuk ‘lulus ujian’.

3. Persamaan Linear

Fungsi persamaan linear sederhana tentu paling mudah dimengerti oleh kita. Persamaan garis sederhana melewati sistem koordinat kartesian dengan empat kuadran. Demikian kita bisa membuat fungsi (y) untuk mewakili hasil jawaban pasangan kita dengan parameter (variabel m, variabel x, dan konstanta c)

y = mx + c

y = girl’s mood after you reply

x = the correctness level of your reply. Sebagai suatu variabel yang proportional dengan jawabannya. Semakin benar jawabanmu (x semakin positif), semakin senang mood nya (semakin positif nilai y).

m = the way you express your reply. m sebagai gradien tentu saja adalah suatu variabel yang bersifat mengamplifikasi apa pun nilai mutlak dari x. Kalau kamu bilangnya asal-asalan (m negatif) bisa jadi jawaban yang benar (x positif) menghasilkan mood jelek (y negatif). Kalau kamu jawabnya benar sedikit (x positif kecil) tapi sambil bawa bunga dan pake jas lengkap dengan dasi kupu-kupu (m positif BUESAR), mood nya bisa sangat berbunga-bunga (y positif tembus garis batas kertas gambar grafik).

c = original mood. Perempuan senantiasa sudah mempunyai mood tertentu sebelum menanyakan pertanyaan tersebut. Apakah produk m dan x dari jawaban kita cukup untuk membuat nilai y melewati ruas y=0, merubah mood dari baik ke buruk, atau sebaliknya? Itu semua tergantung nilai c. Untuk kondisi kram perut saat PMS, masukkan nilai c=(-∞).

Suhu,
engineered boyfriend.

Sunday, June 06, 2010

Tips Menemani Cewek Berbelanja

Acapkali umat manusia sering dicobai oleh yang kuasa, baik ujian itu bersifat mental atau pun fisikal. Mental misalnya ketika kita tidak diberi apa yang kita inginkan saat kita sedang menginginkannya setengah mati. Fisikal misalnya saat bulan puasa. Atau ujian olahraga. Lalu terkadang kita diberi kombinasi keduanya. Mental dan fisikal. Misalnya, stress kalah judi habis total (mental), lalu kelaparan selama tiga bulan ke depan (fisikal). Itu mah bukan ujian, itu hukuman.

Ujian yang membutuhkan ketahanan mental dan fisikal, salah satunya adalah menemani pacar berbelanja. Wokay sebelum kalian berpaling dari posting ini karena Suhu membahas kata keramat – pacar – kalian perlu tahu. Suhu sadar bahwa sebagian daripada pembaca adalah jomblo. Tenang. Posting ini, meskipun dibahas dari pengalaman Suhu menemani pacar berbelanja, tidak hanya berlaku untuk pacar saja. Tapi berlaku untuk kaum hawa pada umumnya. Maka dari itu, judulnya adalah Menemani Cewek Berbelanja. Lagipula, untuk para pembaca jomblo, jangan bersedih. Cepat atau lambat, kalian pasti dapat pacar dan punya kesempatan untuk menghargai kisah di balik penulisan tips ini. Cepat atau lambat. Biasanya sih lambat. 

Ada beberapa hal mendasar yang kalian perlu tahu. Sebagai berikut. Posting ini ditulis tanpa paksaan dari pihak manapun. Tips-tips ini ditulis oleh Suhu, seorang cowok normal yang tidak suka kurang enjoy shopping, pacar daripada tgwinmg seorang cewek normal yang langsung bersemangat saat melihat tulisan SALE. Di dunia ini ada banyak cowok yang hobi shopping, jangan khawatir, itu tidak mengurangi kadar kejantanan kamu (kualitas sperma, Dr Boyke). Di dunia ini ada juga cewek yang tidak suka shopping, meskipun Suhu belum menemukannya.

Demikianlah latar belakang masalah. Sekarang kita langsung ke pokok pembahasan. Tips menemani cewek berbelanja.

Banyak yang bilang bahwa pria diciptakan kuat gagah perkasa jantan membahana laksana pusaka buana. Wanita diciptakan lemah lembut gemulai anggun jelita buai pesona. Singkatnya, pria kuat wanita lemah. Ini adalah konsep yang diciptakan oleh para wanita agar mereka dimanis dimanja diperlakukan layaknya intan permata dunia. Konsep ini direalisasikan dengan pura-pura tidak kuat mengangkat barang berat. Mudah terluka hatinya dan mengucur air mata.

Tips #1: Jangan mudah terpengaruh penampilan luar, mereka tidak selemah yang kau kira.

Maaf kalau blog ini menghancurkan impian kalian. Konsep ini adalah kebohongan semata. Dan kado Sinterklas adalah orang tua kalian yang belikan. Suhu perjelas. Wanita lebih kuat dari pria. Konsep yang ada di otak kalian itu penuh konspirasi. WANITA LEBIH KUAT DARI PRIA. Pikir lagi. Sejak diciptakan, onderdil kita beda. Sparepart mereka diciptakan lebih tahan banting dari pria. Depan bemper dua set belakang bemper dua set. Mereka diciptakan buat nahan sakit sebulan sekali secara rutin sejak usia remaja. Sembilan bulan saat tidak merasa sakit, mereka diberi tambahan beban belasan kilo, di akhir sembilan bulan tersebut keluar segumpal daging bernafas dengan berat sekitar tiga kilo. (Nah loh, sisanya ke mana?)

Sedangkan pria? Bawa dua kelereng aja masih perlu dibantu burung. Cepat lelah, perlu minum jamu dan suplemen penambah tenaga. Lihat iklan Extra Joss dan Kukubima. Tidak ada yang pakai aktor wanita. Karena wanita tidak perlu Kratingdaeng dan M-150, masih tetap BISA!

Tips #2: Akuilah (dalam hati)  kalau memang kalah, dopping bila perlu.

Demikian pula untuk masalah shopping. Otak kita, para cowok, didesain untuk mencari barang yang kita perlukan. Beli di saat perlu, mahal tidak mengapa. Otak mereka, para cewek, didesain berbeda. Beli di saat tidak perlu karena murah adalah investasi jangka panjang. Oleh karena itu, tidak pernah ada kata cukup untuk jumlah sepatu.

Jalur belanja kita adalah masuk toko paling dekat pintu masuk, telusuri satu persatu sampai menemukan yang cocok, beli, pulang. Jalur belanja mereka adalah masuk toko secara random, cek harga dan coba baju atau sepatu, pastikan semua toko sudah dimasuki, pulang tanpa beli apa-apa dengan alasan tidak ada yang cocok padahal sudah berbinar-binar saat keluar dari kamar pas dan bilang “gimana? gimana? bagus gak?”

shopping

Tips#3: Ingat pelajaran Fisika kelas 1. Perpindahan itu relatif, Jarak itu mutlak. Luas Mall itu terbatas, tapi jalur shopping wanita tidak.

Suhu baru sadar, belum sempat Suhu mengerahkan semua pengalamannya, posting ini sudah jadi panjang dan ScrollBar di samping sudah mengecil. Nampaknya, posting tentang Tips Menemani Cewek Belanja tidaklah praktikal. Mungkin saatnya menulis Buku Panduan.

Suhu,
mulai membuat daftar isi.

Saturday, May 29, 2010

Jawaban Suhu pada Tebak-tebakan Tidak Berhadiah

Wah lama sekali baru nge-post blog lagi akhirnya. Anyway, tanpa kebanyakan cing-cong. berikut adalah jawaban Suhu pada pertanyaaan Tebak-tebakan Tidak Berhadiah.

  1. Apa warna kesukaan kamu? Beserta alasannya.
  2. Kalau boleh memilih hewan peliharaan, hewan apa yang kamu mau? Beserta alasannya.
  3. Apa makanan kesukaan kamu? Sekali lagi, beserta alasannya.

Jawaban Suhu untuk ketiga pertanyaan di atas adalah.

  1. Hitam. Biar kalau kotor tidak mudah terlihat.
  2. Ikan. Tidak ribut dan tidak e’ek sembarangan.
  3. Apa saja yang penting porsinya banyak.

Pengartian jawaban tersebut bisa dilihat di posting sebelum ini. Dan beberapa hilarious answers untuk tebak-tebakan ini bisa dilihat di comment section.

Beberapa jawaban dari orang-orang yang belum mampir di comment section untuk pertanyaan nomer Tiga. The answer:

  • Potato Chips – once start, can’t stop.
  • Kalo liat gambar makanan enak, sering mendadak lapar.
  • Ngomongin makanan gw jadi laper nih.
  • Gak seberapa doyan makan, gampang eneg.

Suhu,
sincerely grateful telah menemukan jodoh yang tidak e’ek sembarangan.

Tuesday, April 06, 2010

Tebak-tebakan Tidak Berhadiah

Setelah bergelut dengan tugas-tugas sekolah yang sudah semrawut dan merupakan bukti nyata bahwa NUS adalah sindikat kejahatan berkedok institusi pendidikan. Suhu akhirnya kembali ke dunia per-blogging-an. Dan karena masih ada satu tugas lagi nyembul di belakang, posting kali ini singkat saja. Bersikap fun, mantap, hangat, dan interaktif.

Karena Suhu masih belum sejago Apong dalam membuat animasi flash, maka interaktif kali ini cukuplah berupa tanya jawab. Langsung saja.

Langkah pertama:
Siapkan pena dan kertas satu dus lembar. Yang boleh ditulisi, jangan dokumen resmi kantor. Juga jangan skripsi yang mau dikumpulkan dua jam lagi.

Langkah kedua:
Masih belum ngambil kertas juga? Ya sudah, kalau memang males nulis pake pena dan kertas, tekan tombol Windows + R, lalu ketik 'notepad' , tekan Enter.

Wokay. Sekarang langsung ke tahap ketiga. Jawab pertanyaan di bawah ini.

1. Apa warna kesukaan kamu? Beserta alasannya.
2. Kalau boleh memilih hewan peliharaan, hewan apa yang kamu mau? Beserta alasannya.
3. Apa makanan kesukaan kamu? Sekali lagi, beserta alasannya.

Tulis jawabannya sebelum melanjutkan membaca posting ini.

Kamu harus tulis jawabannya.

Gak boleh cuma diingat-ingat.

Harus ditulis.

Oke deh. Tapi janji jawabannya gak boleh ganti ya.

Tulis aja lah!

Sudah?

Kalau sudah mari kita ke pembahasannya.

Pembahasan soal ini ada di postingan Jawaban Tebak-tebakan Berhadiah. Klik di sini.

Jawaban Tebak-tebakan Berhadiah

Sebelum membaca postingan ini, harap membaca pertanyaannya terlebih dahulu di posting yang ini.

Oke. Semua sudah punya jawaban masing-masing di kertas atau di Notepad?

Mari kita bahas dan tela'ah.

Jreng.

Jawaban dari nomer satu. Warna.

Itu melambangkan bagaimana kamu ingin orang lain memandangmu. Bagaimana kamu ingin tampak di mata orang lain. BUKAN bagaimana sifat kamu. Meskipun mirip, tapi kadang berbeda. Apa yang kamu inginkan orang lihat dalam diri kamu, belum tentu diri kamu sebenarnya.

Contoh:
Aku suka hitam. Hitam itu keren. - pingin orang melihat dia sebagai orang keren. Keren atau tidak itu perkara lain.
Aku suka biru langit. Kalem. - pingin orang melihat dia sebagai orang kalem.



Jawaban dari nomer dua. Hewan peliharaan.

Itu adalah sikap yang kamu cari dalam memilih pasangan hidupmu. Mungkin bisa dibilang ini adalah tipe pasangan ideal menurut kamu. Dari lubuk hati yang mendalam. Yang tidak terpengaruhi majalah-majalah gadis remaja. Karena kita tahu, hanya majalah gadis remaja yang menginginkan pria-pria selebritis bertubuh atletis. Wanita bijaksana menghargai bentuk tubuh yang melambangkan kemapanan dan kemakmuran, dan lebih mementingkan cinta kasih, selera humor dan penyayang daripada penampilan fisik. Kembali ke topik. Sifat pasangan ideal.

Contoh:
Anjing! koq malah misuh? Karena anjing itu pinter dan setia. - mencari cowok/cewek yang pinter dan setia.
Aku mau piara ikan. Soale ikan itu gak ribut dan gerak-gerak e lucu. - mencari cowok/cewek yang gak kebanyakan omong dan gerak-geriknya lucu. Charlie Chaplin?

Pertanyaan ketiga. Makanan kesukaan.

Melambangkan kehidupan seksual di masa mendatang. Selamat!

Apakah jawaban anda?

Beberapa jawaban pendahulu anda:
Eskrim, soal'e rasa'e MAKNYUSSSS.
Seafood, karena always fresh and freshening.
Sup. Enak tinggal nyeruput.
Makanan tradisional. Suka mencoba yang khas daerah setempat.
Hmmm ... apa ya? Suka nyoba hal-hal baru sih.

Suhu,
jawaban di tersebut di atas adalah hasil dari responden ASLI. Dan tidak satu pun adalah jawaban saya.

Monday, March 22, 2010

Free Man

Rumput itu nampak lebih hijau dari biasanya. Padahal daun-daun itu berserakan di sekitar.

Langit nampak cerah. Padahal hujan sedang deras.

Tempat kerja serasa surga. Padahal tidak ada wanita malaikat surgawi memainkan harpa.

Lantas kenapa diri ini terbuai cita, gembira lana hapus nestapa?

Mungkin.

Karena ini adalah kebebasan.

Karena ini adalah ujung dari mimpi buruk.

Karena ini adalah awal.

Dari.

Sebuah.

Kebebasan.

Suhu,
S. Tk. (Sarjana Tanpa kreditan)

Terhitung tanggal 22 Maret 2010, Adi Prawira B.Eng. telah lunas membayar Tuition Fee Loan Ninja Turtles University.

Saturday, March 13, 2010

Keeping a Tab

There's not much to say now. Actually there are a lot to say, but not now.

Maka dari itu, posting kali ini tidak akan bercerita banyak. Bukan sekedar update untuk pembaca, posting kali ini akan berfungsi sebagai reminder buat Suhu untuk mematikan internet, berhenti main aplikasi Facebook, dan mulai bekerja.

Deadlines and Important Dates:

11/3/2010
Submit lamaran kerja untuk developer lokal WTA. Done.

11/3/2010-14/3/2010
IT Show @ Suntec. Printer pacar rusak. Kipas laptop mengkis-mengkis.

18/3/2010
Closure of Non-Conformance Items highlighted in Internal Audit dated 8 March 2010.
dan ... hmmm ... sepertinya ada yang terlupakan. Oh iya! Ulang tahun pacar!

19/3/2010
Follow up visit buat Internal Audit Closure of Non-Conformance Items di Tampines Site.
CONQUAS Assesment di Bukitpanjang Site.
Genap satu bulan apply RE di IES, kalau belum di-approve, perlu ke sana gebrak meja telpon buat cek status.
Kumpul International PM Group Assignment: 5 Critical Success Factors.

20/3/2010
Deadline lamar kerja di UOL.
Deadline lamar kerja di Wheelock.
Sekalian lamar kerja di JH [tanpa deadline].

25/3/2010
Kumpul Group Assignment Time & Cost: Costing a Building Project.

26/3/2010
Kumpul International PM Group Assignment: 5 Key Strategic Initiatives.

29/3/2010
Kumpul Individual Assignment PM101 Project Management. Topik yang diambil: Time Management Element in Upgrading Project specifically in LUP Bulk Contract and PRIME School Upgrading.

1st week of April 2010
External ISO Audit.

8/4/2010
Lecture: Revision Time&Cost (Time Summary)

15/4/2010
Lecture: Revision Time&Cost (Cost Summary)

16/4/2010
Kumpul Individual Assignment International PM. Topik yang diambil: #12. Cultural aspect in International Project Management.

27/4/2010
[09:00] Exam Time&Cost

30/4/2010
[14:30] Exam PM101

03/05/2010
[13:00] Exam International PM

On top of that, tentu saja Suhu masih punya kegiatan favorit nya sehari-hari. Nonton felem dewasa. Bekerja Senin-Sabtu dan kuliah malam Senin Kamis Jumat.

Segala hal indah pada waktunya. Dan waktunya sudah berlalu.

Suhu,
holy crap I feel awesome.

Monday, March 08, 2010

Mencuci Sprei

Tentu kamu pernah mengalami masa-masa sulit di dalam hidupmu.

Misalnya saat tugas sekolah menumpuk deadline bertaburan.

Di kamar panas sekali karena AC tidak berfungsi sebagaimana mestinya [menyemburkan angin panas, ini AC apa heater?].

Tidur tidak nyenyak karena berkeringat lebat [Ingat, semburan hawa panas].

Pekerjaan di kantor bermasalah.

Pacar sama sibuk malam minggu tidak ada waktu.

Pulang kerja disambut sprei yang bau keringat. [Ingat, keringat lebat]

Tapi INGATLAH!

Kita harus memandang segala sesuatu dengan positif! Yakinlah!

Tugas boleh terbengkalai! AC boleh lunglai! Pekerjaan boleh tak usai! Pacar boleh jablai!

Masih ada satu hal yang bisa kita lakukan untuk melawan konspirasi kejahatan dunia pada hidup kita.

CUCI SPREI!

Suhu,
hujan deras waktu sprei dijemur di luar. Cibai.

Friday, March 05, 2010

Membuang Mimpi

Dua bangunan tinggi menjulang laksana mencakar langit. Yang dibangun di fondasi yang berbeda. Mungkinkah bisa bertemu?



Mungkin mereka didesain oleh arsitek yang sama. Dibangun oleh tukang yang sama. Tapi, fondasi mereka berbeda. Mereka tidak akan pernah menjadi satu di puncak sana. Mereka pikir mereka tak akan pernah bisa.

Lalu Engineer mempelajarinya. Dan membuatnya terlaksana. Angka dipermainkan dan asumsi diputarbalikkan.



Mereka buatlah dua menara menjulur megah. Sama tinggi sama indah. Dengan fondasi yang berbeda, engineer mempertemukan mereka di lantai empat puluh dua. Tapi pada akhirnya di ujung perjalanannya menggapai langit. Mereka. Masih. Sendiri. Karena mereka duduk di fondasi yang berbeda.

Karena sejak pertama mereka dimulai, fondasi mereka berbeda. Meskipun arsiteknya sama. Meskipun tukangnya sama. Karena fondasi mereka berbeda.

Begitu pula dengan manusia. Semua hidup dengan mimpi-mimpi nya. Sepasang insan. Mungkin tingkat pendidikannya sama. Latar belakang tak jauh beda. Ketika SARA [Suku Agama Ras dan Anatomi] tidak menjadi masalah. Terlihat bagai sepasang menara. Menggapai langit tanpa batas. Mungkin mereka bertemu di lantai empat puluh dua. Tapi di ujung perjalanannya menggapai langit, akankah mereka masih bersama. Kalau mimpi mereka berbeda?

Setiap manusia punya mimpi. Dan kadang betapa pun menyakitkan. Ada kala nya kita akan mulai membuang mimpi itu jauh-jauh. Untuk mewujudkan mimpi orang yang kita cintai. Karena kita ingin bersama menggapai langit. Bukan hanya jumpa di lantai empat puluh dua.



Dan mungkin untuk itu, harus selalu ada yang mengalah. Mungkin dengan membongkar fondasi. Dan saat menentukan fondasi siapa yang harus dibongkar. Bukan hal yang sulit untuk ditebak. Membongkar tiang pancang yang menyokong semua mimpi yang dibangun sejak dini. Memang tidak mudah. Tapi kita selalu bisa memulai. Aku selalu bisa memulai. Paku demi paku akan kulepas. Kayu demi kayu akan kubelah. Beton demi beton akan kubongkar. Sampai aku bisa pergi. Mendukung mimpimu. Membuang mimpiku jauh-jauh.

Suhu,
takkan pulang.

Photo Info:
Puerta de Europa [KIO Towers]: Each building is 115 m tall with an inclination of 15°, making them the first inclined skyscrapers in the world
Petronas Twin Towers [Menara Berkembar Petronas]: The world's tallest buildings from 1998 to 2004 connected by skybridge between the two towers on 41st and 42nd floors.
House Attack: Outdoor sculpture at the Museum Moderner Kunst (MuMoK) in Vienna

Monday, March 01, 2010

Friends

We shared good times, we shared bad times.

But, seriously, how many of you will come to my funeral?

Monday, February 22, 2010

The Reacher

Because maybe you never realize that I'm the reacher. And day by day you are getting more and more unreachable. When I try to close the gap by climbing up, can you help me by settling down?

Maybe it's my ego. Maybe it's my pride. But, can't you let me win, just this once?

D'oh. Stupid question. Of course you can!

I mean, will you?

Friday, February 19, 2010

Recess

Jadi memang ini bukan hanya perasaanmu saja. Frekuensi update blog ini memang menurun. Penulis mengakui. Sebagai tolok ukur paling mudah, lihatlah ke kiri. Tahun 2007 ada 142 posts, tahun 2008 menjadi 45 posts, tahun 2009 hanya 36 posts. Tentu saja bukan tidak beralasan.

Sibuk.

Alasan klise seorang yang sudah bekerja. Sambil kuliah. Pagi kerja, malam kuliah, weekend tugas mulia. Termakan oleh pahitnya dunia nyata, di mana setiap waktu begitu berharga. Baik itu untuk memastikan jadwal makan terpenuhi, jadwal tidur tercukupi, maupun menjaga agar pacar tetap di sisi.

Lalu bagaimana Suhu bisa sekarang ada waktu untuk menulis ini. Begini. Minggu yang bertepatan dengan minggu pertama tahun baru menurut penanggalan bulan, merupakan masa-masa perayaan tahun baru buat orang cina. Secara penggerak kegiatan konstruksi di Singapura kebanyakan adalah warga negara keturunan cina, tidak heran bahwa kegiatan di industri ini menurut drastis pada beberapa hari ini. Jadi intinya, kerjaan rada nganggur.

Sekolah?

Minggu tenang. Apa kalian pernah dengar istilah The night is darkest before the dawn? Begitulah kira-kira ilustrasi yang mendambakan Minggu Tenang di dunia perkuliahan. Untuk mahasiswa-mahasiswi S1, minggu tenang itu satu minggu sebelum midterm / UTS [Ujian Tanpa Status Tengah Semester]. Begitu tenang. Deafening silence. Sama seperti detik-detik di mana kita semua diberitahu bahwa kiamat akan tiba. Semua berpelukan dengan orang-orang yang disayangi. Menunggu badai yang akan menyapu semua jiwa yang tersisa.

Untuk mahasiswa Master yang notabene ndak punya Ujian Tengah Semester, minggu itu benar-benar tenang. Kami bahkan tidak sempat bersenandung. Tidak adanya ujian tengah semester, berarti minggu depan adalah jadwal kumpul tugas-tugas yang berjibun. Masih ingat kata Ibu Kita Kartini, bahwa Habis Gelap Terbitlah Terang?

Semester ini, minggu depan gerhana matahari total.

Tugas-tugas yang menumpuk ini, membuat Suhu menilik lagi. Ini hanya beberapa tantangan kecil untuk menuju ke jenjang berikutnya. Memberantas sindikat kejahatan berkedok institusi pendidikan. Beberapa musuh keroco ini berjubah berbeda-beda. Tapi tetap satu jua namanya, Assignment.

Assignment, yang kalau dilafalkan dalam bahasa ibu kita disebut Ahkeparat Tugas. Terbagi menjadi beberapa jenis. Yaitu.

1. Tugas yang bisa dikerjakan.
Buat kalian yang masih SD, SMP, SMA, kebanyakan tugas-tugas kalian adalah tugas tipe ini. Tugas yang paling susah dicerna di SMA pun, masih bisa dipaksakan untuk dikerjakan. Biasanya PR dari pelajaran-pelajaran Mafia [Matematika Fisika Kimia]. Worst case, kamu mesti bangun lebih pagi, buat pinjam PR teman buat disalin 15 menit sebelum bel jam pertama. Yeah, been there, done that. Meskipun perlu melakukan fotokopi manual, pada intinya tugas ini BISA dikerjakan.

2. Tugas yang sulit dikerjakan.
Oke. Suhu masih ingat, di SMP dulu, kami pernah disuruh mengerjakan tugas membuat Makalah. Suhu dapat 85 untuk makalah 28 halaman. Mata pelajaran Agama Katolik. Luar biasa. Saking sulitnya tugas itu untuk dikerjakan, sampai sekarang Suhu masih ingat. Waktu itu Suhu belum beragama agama Katolik. Dan sudah menulis tentang tujuh Sakramen seolah siap menjadi guru pengganti di Seminari. Oh men, tugas itu benar-benar SULIT dikerjakan.

3. Tugas yang tidak bisa dikerjakan.
Nah. Memasuki dunia kuliah, kalian akan mengerti maksud Suhu. Mohon maaf buat pembaca yang masih SMA. Kalian belum bisa membayangkannya. Waktumu akan tiba. Kebanyakan tugas di bangku kuliah itu TIDAK BISA dikerjakan. Dosen hanya memberikannya kepada kita, agar kita merasa perlu datang ke kelas. Untuk mengetahui bagaimana cara mengerjakannya, dan membahas bersama-sama. Hanya dia yang tahu jawabannya. Dan Tuhan tentunya, kalau kamu pembaca yang religius.

4. Tugas yang menyadarkan kita, tidak ada manusia yang sempurna.
Di dunia per-master-an ini. Seringkali kita masuk ke kelas, tanpa sesuatu yang pasti. Lecture notes hanya berisi beberapa kalimat yang diakhiri dengan tanda tanya. Materi diskusi. Dosen hanya berdiri di depan sebagai moderator diskusi. Siswa-siswi saling menembakkan pendapat. Dosen tersenyum, mengarahkan pertanyaan ke kelas. Mereka datang dengan pertanyaan. Pulang dengan hati tenang dan nyaman dan berkata "ternyata bukan cuma aku yang bingung, dosennya juga".

Di antara empat jenis tugas itu. Mereka mempunyai hibrida jika dikawinkan dengan satu parameter tertentu. Jenis tugas paling mengerikan. Yaitu. Tugas yang HARUS dikerjakan. Sekarang. Bukan malah nge-blog.

Suhu,
kerja tugas.

Sunday, February 14, 2010

Mencari

Yang lebih kaya, banyak.
Yang lebih ganteng, ada.
Yang lebih sayang, ... .

Jangan buang waktu untuk mencari.


tgwinmg, happy valentine day.

Friday, January 29, 2010

Project Management 101

Suhu kembali lagi ke bangku sekolah. Kali ini sebagai mahasiswa semester dua di Ninjitsu University of Shogun. Sejak nilai ujian semester satu keluar, Suhu sudah memutuskan. Semester ini kita ambil tiga mata kuliah. Bukan. Bukan karena Suhu menjadi mahasiswa teladan dengan mendapatkan nilai penuh pada dua mata kuliah dan sekarang sedang berusaha untuk lulus cepat dengan mengambil mata kuliah lebih. Bukan. Suhu bukan mahasiswa dari medan. Alasannya simpel. Suhu mencoba dua. Sukses. Suhu, to the next step. Tiga.

See? I’m a predictable guy afterall.

Mari kita tilik mata kuliah Suhu. Setelah berjuang melawan kejahatan Research Method dan kejahanaman Contract Management. Kali ini Suhu harus memilih tiga dari lima. Dan setelah pertimbangan matang dan masak-masak, Suhu mengambil Time&Cost Management, International Project Management, dan Project Management 101.

Time&Cost Management. Sering disingkat sebagai T&C, Suhu sering salah mengartikannya sebagai Testing and Commissioning, salah satu fase yang paling ruwet dan tidak disukai oleh seorang mandor dalam Building Works. Because in every T&C if any failure could happen, it will. Dan tentu saja T&C juga bermakna lain bagi kehidupan mandor lapangan, karena saat asisten memanggil lewat walkie talkie “Mister Adi where are you? Boss is coming looking for you.” Suhu akan menjawab “I’ll be back soon, now I’m still T&C”. Dan asisten pun tahu, bahwa mandor sedang sibuk. Bukan Testing & Commissioning. Tea & Coffee.

International Project Management. Sebenarnya tidak ada alasan khusus mengambil mata kuliah yang sering disebut ‘Inter’ untuk singkatnya. Selain kedengarannya keren, dan dosennya dari Ghana. Kalau tidak salah namanya !xobile. Mengambil mata kuliah yang bernama ‘inter’ tentu saja bisa menimbulkan situasi awkward dan pandangan tidak senonoh dari para mahasiswi. Misalnya saat Matt dari Swiss bertanya di tengah kerumunan orang dalam lift.

“Hey Adi! How’s your holiday?”

“It’s perfect. If I have any. How about yours?”

“It’s too short. Haha. Are you here for class?”

“Yeah, you? I’m taking today’s module. How about you?”

“Yeah, in fact I’m doing PM101 and another subject, Law course, for this semester.”

“Wow that’s great. I don’t think I can do Law, so I do Inter course.”

“That’s awesome.”

“Eeew that’s gross.”

Lift terbuka dan mahasiswi-mahasiswi berlalu. Goddammit Matt!

Project Management 101

Sebenarnya nama jurusan yang sedang suhu ambil ini adalah Project Management. Dan nama mata kuliah ini adalah PM5101 Project Management. Sekedar analisa sederhana, PM artinya nama jurusan, yaitu Project Management. 5 artinya tahun di mana kita seharusnya mengambil jurusan bersangkutan. [Jurusan dengan nomer awal 1, 2, 3, dan 4, dimaksudkan untuk diambil mahasiswa S1. Oh those younger years.]

Nomer 101 adalah nomer identitas mata kuliah bersangkutan. Kali ini, Suhu akan membahas tentang ‘101’, karena Suhu tidak mungkin membahas apa yang diajarkan di kelas Project Management. I paid for this shit, why should I give it to you for free? Suhu percaya bahwa ini bukan pertama kali kalian mendengar 101. 101, yang biasanya dibaca wan-oh-wan, bisa ditemukan di mana-mana.

Ya kamu yang pakai baju kuning kotak-kotak di belakang. Apa? Iyak benar. 101 Dalmatians.

Apa lagi?

Ya kamu yang pakai baju biru. Bukan. Bukan kamu. Kacamata, belakang. Benar. Taipei 101.

Masih banyak lagi yang bisa kalian pikirkan dari 101. Karena memang 101 ini unik. Termasuk bilangan palindrom yang dibaca dari depan belakang tetap sama, seperti ‘kasur ini rusak’ atau yang lebih menarik di bahasa Inggris adalah “was it a car or a cat i saw”. Tentu saja personally Suhu lebih suka - “Naomi, I moan.” tapi karena blog ini untuk segala usia, well.

Mungkin tidak begitu spesial karena palindrom tidak terbatas jumlahnya. Tapi tidak banyak bilangan prima seperti 101 yang adalah hasil penjumlahan dari lima bilangan prima berurutan (13 + 17 +19 + 23 +29). Entah dari mana asalnya, 101 sekarang dikenal menjadi pengganti kata ‘Dasar’, ‘Basic’, dan ‘Elementary’. Sebagai mata kuliah perkenalan.

Di sini lah Suhu sekarang, di dalam kelas PM101. Dosen memanggil satu orang dari kursi paling depan. Memberikan selembar kertas. Rupanya berisi sebuah kalimat. Lalu kalimat itu disampaikan dari murid pertama ke murid kedua yang duduk di paling belakang. Murid kedua, berkewarganegaraan India, entah apa yang dia mengerti dari murid pertama yang berkewarganegaraan Singapura. Tapi yang pasti si India sekarang berjalan ke bangku tengah. Ke murid berkewarganegaraan Indonesia. Saya.

Setelah itu, Suhu menyampaikan pesannya ke murid dari Malaysia. Yang kemudian meneruskan pesannya ke Thailand research student. Dan dari Thailand, kembali ke perputaran orang-orang tidak sebangsa. Dan murid ke sepuluh dipanggil ke depan. Dia mahasiswa dari Ghana. Membacakan pesan yang diterima secara lisan lewat sepuluh transaksi bisik-bisik tetangga.

“So what did the message say?”

“I don’t know, prof. It doesn’t make sense.”

“Never mind, just say it.”

“They say, ‘the engineering straw is longer than the drinking straw’.”

“We have a serious communication problem here.”

Lalu professor memanggil mahasiswa pertama untuk membaca apakah original message di kertas tersebut.

“The chicken rice stall in engineering canteen has been around longer than the drink stall by more than three years.”

Inilah pentingnya komunikasi, saudara-saudara.

Demikian semester dua Suhu sejauh ini, semoga masih sempat meng-update blog ini sebelum exam.

Suhu,
playing survivor game.

Tuesday, January 05, 2010

PM5103 Contract Management

Hidup tidak seindah biasanya akhir-akhir ini. Mohon maaf untuk update yang tertunda. Bahkan ucapan selamat natal dan tahun baru yang tidak tiba pada waktunya. Anyway, ini adalah kisah lanjutan post sebelumnya. Perjuangan seorang mandor yang kembali ke bangku sekolah.

Setelah melalui exam Research Method pada tanggal 25 November. Exam selanjutnya adalah 3 Desember 2009. Nama Mata kuliah: Contract Management. Ilmu yang dipelajari: Me-manage Contract. Tingkat kesiapan saat memasuki bangku ujian: 93.7%. Kehancuran exam pertama bukanlah sesuatu yang layak diulangi.

Mata kuliah ini, sebenarnya tidak terlalu sulit untuk Suhu. Pada mata kuliah ini, para siswa diharapkan untuk mengerti tentang PSSCOC dan SIA Contract. PSSCOC adalah suara botol sampanye dibuka saat tutup nya meletup Public Sector Standard Conditions of Contract. Sedangkan SIA adalah Singapore Institute of Architects, organisasi yang mem-publish SIA contract.

Bagi Suhu, yang seumur masa kerja nya mengabdi di PT. Bangun Subangkit membangun SLTP Sukamaju, PSSCOC sudah menjadi bagian dari hidupnya. Karena SLTP yang dibangun Suhu adalah sekolah negeri, maka termasuk dalam kategori Public Sector. Semua aturan main dalam pembangunan ini memakai dasar PSSCOC.

Tentang SIA Contract. Itu dia masalahnya. Hidup memang tidak pernah adil.

Hari ujian itu pun tiba. Suhu masuk ke dalam ruang ujian. Menarik nafas dalam-dalam. Fuhhh. Hembuskan. Semua sudah siap. Everything’s gonna be alright. Or at least, it better be.

Pensil. Penghapus. Penggaris. Dan Bolpen. Lho, ngapain aku bawa kalkulator ke ujian essay? Dan yang tak kalah penting, Matric Card.

Seperti mata kuliah essay yang lain, skor nilai Contract Management berbanding lurus dengan durasi ujung pena menyentuh kertas jawaban.

Waktu masih menunjukkan lima menit sebelum kita diizinkan menulis. Semua peserta ujian mulai memeriksa kertas ujiannya. Apa ada lembaran yang kurang. Apa ada soal yang kurang. Apa soalnya kurang sulit. Dalam waktu lima menit, tiap orang memastikan. Sambil membolak-balik kertas soal, Suhu mulai menghitung. Empat soal. Masing-masing 25 marks.

Lalu Suhu membuka buku lembar jawaban. Sepuluh lembar. Jawaban hanya boleh ditulis di satu sisi kertas. Total sepuluh halaman. Suhu mulai melakukan hitungan enjiniring di dalam kepalanya. Kalaupun otaknya beku karena AC nya terlalu dingin, Suhu sudah membawa kalkulator! Kalkulator bisa digunakan untuk SEMUA exam. Kalaupun soal exam tidak ada hitungannya, kalkulator bisa dipakai buat menghitung prediksi nilai, estimasi waktu tersisa, atau jarak diagonal peserta ujian dengan nonik imut yang duduk di pojok kanan depan.

Okeh. Fokes. 10 halaman 4 soal. Berarti 2 soal kita jawab 2 halaman. Karena tiap soal harus dijawab di halaman baru, red. 2 soal kita jawab 3 halaman. 2x2 + 2x3 = 10. Durasi ujian 2 jam 4 soal. Masing-masing soal kita beri setengah jam. 4 x 0.5 = 2. Beres.

Strategi. Nomer satu. Soal cuma satu kalimat plus satu kata.

Construction Contracts would come with contract mechanisms that would ensure that the Contractor complies and carries out his obligations. Discuss.

Hmm.  Tulis nomer 1. Balik. Balik. Tulis nomer 2.

Values Management or Engineering is a straight forward exercise that requires only the Quantity Surveyor and the client to discuss on cost cutting measures. Discuss the validity of this statement.

Kayaknya perlu tiga halaman. Balik. Balik. Balik. Tulis nomer 3.

Cost monitoring. Security of Payment Act. Post Contract Stage. Meskipun banyak yang bisa ditulis untuk topik ini, Suhu belum benar-benar mencengkeram bab ini. Hmmm. Dua halaman. Mari berharap, soal yang terakhir cukup dikuasai Suhu untuk bisa mengarang indah.

Balik. Balik.

Nomer empat. Studi kasus. Kembali ke halaman pertama. Mari kita coba lulus ujian ini dengan dua nomer pertama.

Sembari terus menempelkan pena ke kertas jawaban, Suhu meyakinkan dirinya. Setengah jam untuk dua halaman. Jawaban terus mengalir dari penanya. Oh tidak penaku bocor! Lalu Suhu menengadah sebentar ke atas untuk melihat jam dan memperkirakan waktunya. Tinggal setengah halaman lagi untuk nomer satu. Lho! Koq sudah empat puluh lima menit!

Lompat! Maksud Suhu lompat ke nomer selanjutnya. Kalau lompat beneran di ruang ujian bisa diamankan petugas. Menuju ke nomer dua.

Ternyata meskipun Contract Management sudah dipelajari oleh Suhu. Suhu masih perlu mempelajari Time Management. Nomer dua bablas lagi. Setelah menorehkan sedikit kosmetik untuk jawaban nomer satu tadi. Dan menyelesaikan nomer dua. Waktu yang tersisa tinggal setengah jam.

Secara matematis, dua soal pertama diselesaikan dalam satu setengah jam. Maka dua soal sisanya harus diselesaikan dalam waktu yang tersisa, yakni setengah jam. Maka, kecepatan harus ditingkatkan tiga kali lipat.

Secara logis, dua soal pertama diselesaikan dalam satu setengah jam. Maka dua soal sisanya memerlukan sekitar durasi yang sama. Maka, hanya ada kurang dari satu soal yang bisa diselesaikan. Tepatnya, hanya 66% dari satu soal yang sempat untuk dikerjakan.

Secara moral, di saat seorang prajurit melihat bahwa batalionnya sudah di ambang kekalahan, semangat juang nya akan menurun. Tetapi, mengetahui bahwa bagaimanapun juga pada akhirnya dia akan mati, dia akan berjuang sampai titik darah penghabisan.

Secara religius, Suhu mulai mengunjungi prinsip karma, pahala, ibadah, dan amal. None of them really makes sense in the exam situation.

Menggoreskan pena dengan kecepatan kilat. Suhu berhasil memasuki halaman ketiga ketika Loud Speaker mengumumkan YOU HAVE FIFTEEN MINUTES REMAINING!

Beranjak ke nomer empat. Studi kasus dalam lima belas menit. PLEASE STOP WRITING!!!

Adiprawirav2.0 berhasil menulis sepuluh halaman penuh. Dalam durasi dua jam. Tentang apa yang dia tulis, itu lain cerita. Yang pasti. Dua jam. Sepuluh halaman. Kali kedua dalam hidupnya, menghabiskan lembar jawaban di ruang ujian. It’s been a while, no?

Suhu,
works incredibly well under pressure.