Sunday, December 06, 2009

Semester Pertama Telah Berakhir

Begitulah.

461661546_545e7952a0_o

Hari-hari ini terasa begitu melelahkan. Pagi kerja. Malam kuliah. Pagi telat datang kerja karena tidur terlalu larut setelah pulang kuliah. Malam telat datang sekolah karena kerja terlalu lembur. Kalau pun ada satu perihal yang bisa Suhu syukuri dalam masa-masa terakhir ini, itu adalah paling tidak aku masih hidup aku dulu mengambil keputusan bijaksana dengan hanya mengambil dua mata kuliah.

Hah? Cuma dua? Cupu.

Dan dua mata kuliah itu sudah cukup untuk membuat Suhu kelabakan. Jadwal sehari-hari selama semesteran adalah. Malam-malam lembur di kamar bikin tugas kantor yang deadline nya besok pagi. Pergi kerja lalu di kantor buat tugas sekolah yang deadline nya nanti malam. Malam pergi kuliah, lalu tidur di kelas. Benar-benar contoh ideal translasi paradigma.

Semester ini Suhu mengambil hanya 2 (dua) mata kuliah. Untuk lulus dan memperoleh gelar sarjana lagi, Suhu perlu menyelesaikan 10 mata kuliah. Ada pilihan lain, yaitu menyelesaikan 8 mata kuliah dan mengerjakan dissertation. Pengalaman membuktikan, 1 dissertation tidaklah sebanding dengan 2 mata kuliah. Maka, berdasarkan pengalaman dan survey, tujuh dari sepuluh wanita Indonesia lebih memilih menjalani 10 mata kuliah. Dari sepuluh ini, terbagi lagi menjadi beberapa kategori. Tiga adalah wajib. Tujuh lainnya … hmmm kita pikirkan belakangan, Suhu sendiri belum baca dengan jelas syarat kelulusannya.

Suhu mengambil dua subject dari tiga yang wajib itu. Benul. Itu adalah keputusan yang jenius karena flexibility untuk memilih mata kuliah lain di masa mendatang meningkat drastis jika mata kuliah yang wajib diambil terlebih dahulu. Masalahnya hanya satu. Suhu baru ingat, mata kuliah wajib itu kan yang biasanya bikin otak mencret?

Dari dulu, Suhu memang bukan tipe pembelajar sejati [tidak seperti tgwinmg]. Mungkin itu sebabnya, Suhu baru ingat kalau mata kuliah wajib itu biasanya sulit. Tanpa bermaksud menghina tingkat intelejensia pembaca, yang Suhu maksud mata kuliah wajib itu adalah mata-kuliah-yang-selaras-dengan-nama-jurusannya. Bukan kewarganegaraan dan pendidikan agama.

Dan dua subject itu adalah Research Method dan Contract Management.

Research Method, kami belajar tentang cara riset banyak hal. Tentang apa yang dipelajari di kelas, tidak akan Suhu cantumkan di sini. Karena beberapa alasan.

  1. Kelas Research Method seminggu sekali tiap Selasa malam jam tujuh sampai sepuluh. Setelah meeting di tempat kerja dengan architect pada hari Senin, tidak banyak informasi yang bisa diserap pada hari Selasa.
  2. Kami belajar hal-hal gaib, yang kalau benar-benar dicantumkan di sini, bisa-bisa kalian mengira Suhu sedang menghina tingkat intelejensia pembaca.
  3. Bagaimana mungkin kamu menulis sesuatu yang kamu sendiri tidak mengerti?

Singkatnya, kalau teringat kata Research Method, kata-kata yang beterbangan di otak Suhu adalah: hypothesis, research framework, survey type, sampling frame, data analysis, multiple linear regression, t-distribution, chi-distribution hahaha terdengar seperti jurus silat, dan hal-hal yang –percayalah- tidak semudah kedengarannya.

Contract Management, kami belajar bahwa kita tidak boleh sembarangan berjanji. Benul. Itu yang kami pelajari sepanjang setengah tahun terakhir ini. Mulai dari konsekuensi melanggar kontrak, apa yang harus dicantumkan dalam kontrak, apa yang harus diperhatikan saat menandatangani kontrak, dan beberapa hari sebelum ujian semester, Suhu mulai belajar dan sedikit memahami apa itu kontrak. Itu semacam “perjanjian kedua belah pihak pada awal kegiatan, lalu dasar pertengkaran kedua belah pihak tersebut di atas setelah kegiatan selesai”. Semacam itu kira-kira.

Sekedar selingan tentang kontrak, pernah dengar Tongue Twister? Coba yang ini.

Tongkat kontak tongkol tongkat kontak tongkol tongkat kontak tongkol …. terusin sendiri.

Singkatnya ujian semester ini untuk Research Method dan Contract Management telah usai. Pasti akan ada liputan singkat tentang ujian yang telah berlangsung tanggal 25 November dan 3 Desember 2009 itu di blog ini. Entah kapan. Kalau masa berkabung sudah selesai. Menangisi gugurnya Suhu di medan laga. Seperti yang selalu diingatkan oleh Cantika.

Badai pasti berlalu. Meninggalkan korban.

Suhu,
tongkat kontak tongkol tongkat kontak kon…. aaarghhh

3 comments:

nCy . vLa said...

Tongkat kontak tongkol tongkat kontak tongkol tongkat kontak tongkol ...

itu mantra lulus ujian?

Idub said...

kecuali soal Kewarganegaran dan Agama, ternyata kuliahku masih jauh lebih gampang dibandingkan anda
ckckckck...

Suhu, dolananmu kok podo aku?
Twister Tongue haha.. saru kie ah?

hehe

suhu said...

#ncy:
aku masih latihan. semoga saja itu bukan persyaratan lulus ujian.

#idub:
Kala kula kelas kalih kula kilang-kileng wetan kali kelangan kalung kula kaliyan kula keloloden kolang kaling kalih.

tongkat kontak tongkol tongkat kon... arrghhh nongol!