Saturday, December 12, 2009

BS5102 Research Method

Cerita ini akan dimulai di waktu jauhhhh sebelum kalian dilahirkan posting ini dituliskan. Saat itu adalah tanggal 11 Agustus 2009. Hari itu, Suhu bekerja keras di lapangannya. Layaknya mandor yang baik, yang tak mengenal lelah (ndak pake lelah langsung ketiduran), Suhu tak pernah mencuri waktu. Tidak seperti asisten-asisten mandor yang kalau atasan cuti tiba-tiba meresmikan pulang pagi. Tidak pula seperti rekan engineer yang kalau atasan tidak ada di tempat mendadak enggan memeras keringat. Bukan. Suhu bukan karyawan seperti itu.

Suhu tipe mandor yang kerja kalau ada kerjaan. Cenderung kerja gila-gilaan kalau ada kerjaan. Dengan tujuan bisa berleha-leha saat semuanya sudah selesai. Tapi. Hari ini berbeda. Suhu pulang awal. Suhu berpamitan pada Mister Hock, manajer nya.

11 Agustus 2009

Hari ini. Suhu. Kembali. Ke Sekolah.

Sambil menggumamkan lagu Ello “aku pergi takkan lamaaa” dengan bekgron sejuta banglanya melambaikan tangan “Goodbye mister adiiii”. Dalam hati kecilnya, Suhu tertawa kecil. It’s been a freedom for all this while. But, once in a while, the offenders still go back to jail. Damn! Lucu. Perasaan itu, seperti belum pernah dialaminya. Kalau mau lebih tepatnya, perasaan pergi ke kuliah pertama. Pengalaman itu terakhir dialaminya sekitar tahun 2003. Semenjak itu, Suhu selalu skip kuliah pertama dan selanjutnya.

Tapi itu DULU! Hari itu Suhu bersumpah berjanji berikrar berkaul berusaha untuk meyakinkan dirinya: TIDAK BOLEH SKIP LECTURE! Suhu sebagai seorang Bujang Teknik (Bachelor of Engineering), tidaklah terlalu bangga dengan reputasinya. Benul. Berikut adalah beberapa trivia tentang Suhu di masa muda. Atau, yang lebih dikenal sebagai adiprawirav1.0.

  • Bolos lecture lebih banyak daripada masuk tutorial. Some of you probably did.
  • Bolos lecture lebih banyak daripada masuk lecture. Few of you probably did.
  • Bolos tutorial lebih banyak daripada masuk tutorial. None of you probably did.
  • Bolos tutorial lebih banyak daripada masuk lecture. Really? No one? FML!

Maka sore itu Suhu pulang awal dari kantor, guna masuk kelas BS5102 Research Method. Seperti yang telah kalian ketahui dari nama subjectnya, mata kuliah ini sampah. BS. Bull Shit. Building Science. Ini adalah mata kuliah untuk para sayentis. Bukan para enjinir. Terbukti dengan betapa banyaknya teori-teori yang dikemukakan oleh dosen. Praktikalnya? Nihil. Kalau saja ini bukan mata kuliah wajib untuk lulus Masterdegri demi mendapat embel-embel Magister Sains, Suhu tidak akan peduli untuk menyentuhnya.

Tepat dugaan kalian. Suhu mulai mengantuk di setengah jam pertama. Berjuang melawan rasa malas pergi kau setan jahat! Suhu mengulangi dan memperkuat usahanya. Tak terasa. Suhu sudah melewati beberapa kuliah. Melewati rintangan assignment pertama. Melewati recess. Melewati rintangan group assignment. Melewati rintangan beberapa assignment. Melewati rintangan kuliah. Suhu. Tidak. Pernah. Bolos. Kuliah.

*di sini waktunya kalian melakukan standing ovation* selamat datang adiprawirav2.0

Tiba-tiba saatnya ujian akhir. Persiapan ujian bukanlah sesuatu yang layak dibanggakan. Kehidupan di tempat kerja tidak bisa dibilang kondusif untuk persiapan exam. Masalah ini akan dibahas di lain waktu. Yang pasti, persiapan exam benar-benar bisa dibilang mendekati enol. Ujian tanggal 25 November, sampai terhitung tujuh hari sebelum ujian, materi hanya nyaris disentuh, hampir dipegang, belum digenggam, apalagi dicengkeram.

150805562_442e39de8fHari minggu sebelum ujian, Suhu pergi ke NTU. Dengan satu harapan. Mengembalikan adiprawirav1.0. Sosok panda supersaiya yang akan berubah menjadi kuat di saat-saat kritis. Terima kasih buat dina yang sudah bantu nge-hog meja Lee Wee Nam dan mute bule-bule ribut di belakang saya. Iya, Dina ini gadis yang predikat manisnya udah diakui seantero jalan tohir adik kelas yang menimba ilmu untuk kesembuhan Apong di masa mendatang. [Dina mahasiswi psikologi Apong psikopat, red.]

Benar saja adanya, belajar di lingkungan NTU khususnya depan LT7 tempat di mana dulu Suhu belajar sebelum exam kalau Suhu belajar. Mujarab! Dulu tempat belajar mujarab Suhu adalah kamar tgwinmg [kalau ketiduran diceplesi], Basement terbawah Library 2 antara rak buku Geoteknik dan Baja [gampang ambil reference book dan gak ada yang tahu kalau tertidur di karpet], atau mana pun asalkan bukan Lab Beton. Itu adalah sanctuary di mana orang yang masuk sana hanya mengerjakan skripsi dan hanya skripsi, efwaipi and only efwaipi. Itu pula yang asal usul pemeo Ora Et Labora yang artinya belajar di mana saja asalkan jangan di Laboratorium.

Dini hari, 25 November 2009

Beberapa jam sebelum ujian, Suhu menemukan kesulitan sebenarnya dari mata kuliah ini.

Bukan rumus statistik. Bukan teori metode hipotesis. Bukan pendekatan sosial pada literature review.

Tapi. Di mana exam nya?

Meskipun Suhu bukan tipe yang rajin kuliah. Tapi Suhu paham kalau Venue Exam itu harus dicari di Exam Seating Arrangement secara online. Dan itu sudah ketemu. SR10-13. Pertanyaannya.

“SR10-13 itu di mana?”

Karena Suhu punya tingkat intelejensia standar bujang teknik, Suhu segera mengecek website facility management NUS. Di situ tertulis letak SR1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 14, 15, 16, 17. Setelah mengublek-ublek Virtual Map NUS dan positif tempat itu belum diciptakan, Suhu mengerahkan bala bantuan jin dan makhluk halus untuk mencarinya. Mbah Google mengembalikan hasil yang cukup memuaskan. Di situ, terletak bahwa SR10-13 terletak di SDE 3 Level 3.

Cukup puas dengan hasil itu. Suhu tidur. Dan bangun pagi di keesokan harinya. Bolos kerja untuk ikut ujian sekolah. Sampai kampus pukul delapan lewat lima belas. Masuk ke ruang ujian pukul sembilan kurang lima. Lima menit sebelum ujian dimulai. P enuh keringat. Nafas tidak beraturan. Keliling kampus mencari SR10-13 yang ternyata tidak sesuai dengan lokasi yang tertera di peta. Ini adalah bagian tersulit dari mata kuliah ini. Mencari tempat ujian.

Dua jam berikutnya. Sama seperti exam-exam sebelumnya.

Suhu,
works incredibly well under pressure.

Sunday, December 06, 2009

Semester Pertama Telah Berakhir

Begitulah.

461661546_545e7952a0_o

Hari-hari ini terasa begitu melelahkan. Pagi kerja. Malam kuliah. Pagi telat datang kerja karena tidur terlalu larut setelah pulang kuliah. Malam telat datang sekolah karena kerja terlalu lembur. Kalau pun ada satu perihal yang bisa Suhu syukuri dalam masa-masa terakhir ini, itu adalah paling tidak aku masih hidup aku dulu mengambil keputusan bijaksana dengan hanya mengambil dua mata kuliah.

Hah? Cuma dua? Cupu.

Dan dua mata kuliah itu sudah cukup untuk membuat Suhu kelabakan. Jadwal sehari-hari selama semesteran adalah. Malam-malam lembur di kamar bikin tugas kantor yang deadline nya besok pagi. Pergi kerja lalu di kantor buat tugas sekolah yang deadline nya nanti malam. Malam pergi kuliah, lalu tidur di kelas. Benar-benar contoh ideal translasi paradigma.

Semester ini Suhu mengambil hanya 2 (dua) mata kuliah. Untuk lulus dan memperoleh gelar sarjana lagi, Suhu perlu menyelesaikan 10 mata kuliah. Ada pilihan lain, yaitu menyelesaikan 8 mata kuliah dan mengerjakan dissertation. Pengalaman membuktikan, 1 dissertation tidaklah sebanding dengan 2 mata kuliah. Maka, berdasarkan pengalaman dan survey, tujuh dari sepuluh wanita Indonesia lebih memilih menjalani 10 mata kuliah. Dari sepuluh ini, terbagi lagi menjadi beberapa kategori. Tiga adalah wajib. Tujuh lainnya … hmmm kita pikirkan belakangan, Suhu sendiri belum baca dengan jelas syarat kelulusannya.

Suhu mengambil dua subject dari tiga yang wajib itu. Benul. Itu adalah keputusan yang jenius karena flexibility untuk memilih mata kuliah lain di masa mendatang meningkat drastis jika mata kuliah yang wajib diambil terlebih dahulu. Masalahnya hanya satu. Suhu baru ingat, mata kuliah wajib itu kan yang biasanya bikin otak mencret?

Dari dulu, Suhu memang bukan tipe pembelajar sejati [tidak seperti tgwinmg]. Mungkin itu sebabnya, Suhu baru ingat kalau mata kuliah wajib itu biasanya sulit. Tanpa bermaksud menghina tingkat intelejensia pembaca, yang Suhu maksud mata kuliah wajib itu adalah mata-kuliah-yang-selaras-dengan-nama-jurusannya. Bukan kewarganegaraan dan pendidikan agama.

Dan dua subject itu adalah Research Method dan Contract Management.

Research Method, kami belajar tentang cara riset banyak hal. Tentang apa yang dipelajari di kelas, tidak akan Suhu cantumkan di sini. Karena beberapa alasan.

  1. Kelas Research Method seminggu sekali tiap Selasa malam jam tujuh sampai sepuluh. Setelah meeting di tempat kerja dengan architect pada hari Senin, tidak banyak informasi yang bisa diserap pada hari Selasa.
  2. Kami belajar hal-hal gaib, yang kalau benar-benar dicantumkan di sini, bisa-bisa kalian mengira Suhu sedang menghina tingkat intelejensia pembaca.
  3. Bagaimana mungkin kamu menulis sesuatu yang kamu sendiri tidak mengerti?

Singkatnya, kalau teringat kata Research Method, kata-kata yang beterbangan di otak Suhu adalah: hypothesis, research framework, survey type, sampling frame, data analysis, multiple linear regression, t-distribution, chi-distribution hahaha terdengar seperti jurus silat, dan hal-hal yang –percayalah- tidak semudah kedengarannya.

Contract Management, kami belajar bahwa kita tidak boleh sembarangan berjanji. Benul. Itu yang kami pelajari sepanjang setengah tahun terakhir ini. Mulai dari konsekuensi melanggar kontrak, apa yang harus dicantumkan dalam kontrak, apa yang harus diperhatikan saat menandatangani kontrak, dan beberapa hari sebelum ujian semester, Suhu mulai belajar dan sedikit memahami apa itu kontrak. Itu semacam “perjanjian kedua belah pihak pada awal kegiatan, lalu dasar pertengkaran kedua belah pihak tersebut di atas setelah kegiatan selesai”. Semacam itu kira-kira.

Sekedar selingan tentang kontrak, pernah dengar Tongue Twister? Coba yang ini.

Tongkat kontak tongkol tongkat kontak tongkol tongkat kontak tongkol …. terusin sendiri.

Singkatnya ujian semester ini untuk Research Method dan Contract Management telah usai. Pasti akan ada liputan singkat tentang ujian yang telah berlangsung tanggal 25 November dan 3 Desember 2009 itu di blog ini. Entah kapan. Kalau masa berkabung sudah selesai. Menangisi gugurnya Suhu di medan laga. Seperti yang selalu diingatkan oleh Cantika.

Badai pasti berlalu. Meninggalkan korban.

Suhu,
tongkat kontak tongkol tongkat kontak kon…. aaarghhh