Wednesday, October 14, 2009

Tidak Mudah

Kamu pasti tahu, tidak mudah bagi seorang manusia untuk hidup berdampingan dengan manusia lainnya. Okeh, katakanlah saja, kamu punya seorang sahabat karib. Sangat karib. Makan sama-sama tiap istirahat kelas, pulang sama-sama, bahkan outing juga sama-sama. Klop deh pokoknya.

Tapi.

Pasti ada paling tidak satu kali kamu berselisih pendapat dengannya. Entah karena dia suka pakai kaos kaki beda warna atau kalau kentut lepas kontrol. Seringkali, perbedaan antara dua orang manusia, membuat mereka tidak nyaman hidup di sekitar satu sama lain. Karena betapa pun guru PPKn mu menegaskan bahwa kita adalah makhluk sosial manusia pancasila, kita tetap seorang individual yang sedikit banyak punya rasa egois.

Tradisi, adat, budaya, yang ditanamkan sejak kecil. Membuat secara tidak langsung kita menghakimi mana yang benar mana yang salah. Padahal, yang kamu lakukan sejak kecil, yang kamu tahu karena setiap orang melakukannya, yang kamu tahu karena kamu diajari orang tuamu, itu semua belum tentu benar. Bagaimana jika mereka salah?

Bagaimana jika itu benar, di lingkunganmu. Tapi tidak di lingkungannya?

Benul. Memang tidak mudah. Karena garis-garis norma itu tidak pernah tegas lurus dan tegas lepas. Ilmu sosial selalu saja penuh liukan perkecualian dan garis putus-putus yang tidak jelas artinya. Apalagi yang menyangkut emosi manusia. Makhluk sok sial.

Suhu mulai belajar untuk hidup dengan orang lain sejak SMA. Masuk organisasi, berselisih pendapat dengan pengurus OSIS lain. Mengadu pendapat dengan pembina Koperasi sekolah. Dan berkompromi dengan keputusan teman-teman sekelas di Sidang Permusyawaratan Kelas.

Tahap demi tahap, Suhu belajar makin banyak. Hal-hal sepele. Misalnya. Orang tidak suka menunggu, jangan datang terlambat. Tidak semua orang, suka dikritik. Semua orang kalau ditonjok pas lagi ngupil, marah. Itu kira-kira hal yang penting yang Suhu pelajari di bangku SMA tentang interaksi antar manusia.

Sampai di bangku kuliah, Suhu hidup di asrama. Di antara teman-teman seasrama, ada beberapa fenomena interaksi antar manusia yang Suhu baru ketahui. Misalnya, ada orang yang tidak bisa tidur kalau lampunya mati. WOW! Did you see the light when you close your eyes? Ada juga yang bawa guling dari tanah air tercinta nusa bangsa indonesia karena tidak bisa tidur tanpa guling yang sudah dipakai sejak kecil. Tidak mudah bagi Suhu untuk menerima hal-hal baru seperti ini.

Dan tentu saja masih banyak hal-hal yang tidak mudah dicerna akal sehat. Misalnya, tiga tahun hidup sekamar dengan Bejo, Suhu hanya pernah melihat Bejo tidur KURANG DARI tujuh malam. Mitos mengatakan bahwa kejadian sesungguhnya adalah demikian. Suhu main game, Bejo belajar. Suhu tidur, Bejo belajar. Suhu tidur, Bejo tidur. Suhu tidur, Bejo bangun. Suhu tidur, Bejo doa pagi. Suhu tidur, Bejo sarapan. Suhu tidur, Bejo pergi lecture. Suhu tidur, Bejo belajar. Suhu bangun, Bejo belajar dengan posisi sama saat Suhu mulai tidur.

Yang Suhu lihat: Bejo belajar. Cerita apa pun yang berada di tengah-tengah awal Suhu mulai tidur sampai terbangun, hanya misteri. Bejo berkata bahwa dia tidur seperti manusia biasa. Tidak mudah untuk mempercayainya. Tidak mudah bagi kita untuk hidup berinteraksi dengan manusia yang tidak perlu tidur kebiasaannya tidak sama dengan kita.

Tapi perlahan Suhu dibentuk untuk mengetahui. Bahwa tidak mungkin bagi kita untuk hidup tanpa sesama. Begitu banyak petunjuk bahwa Suhu harus hidup dengan manusia lain. Misalnya. Diberi seorang kawan bernama Apong yang suka menyiksa kucing, yang berteman dengan Bhro yang takut kucing. Such a happy couple. Diberi kawan seperti Andre yang pura-pura bisa bahasa Kanton dan teman seperti Welli yang pura-pura mengerti apa yang diucapkan Andre.

Dari situ Suhu mulai sadar. Tidak mudah hidup dengan orang lain. Tapi, masih mungkin.

But since I know you.



Aku jadi tahu, lebih tidak mudah hidup tanpa orang lain.

Suhu,
happy 4th Anniversary, tgwinmg.

13 comments:

cantika said...

wah selamat yah...
^^

kalo orang, bentar lagi masuk TK itu.

(bertanya-tanya, apa mungkin koko yang bakal nyusul najib duluan?) XD
hope all the best for you two.
^^

lita said...

horeeee... dibikinin posting =p

~'FeN'~ said...

wawwwww
so sweettt

happy anniversary ya suhuuuu

nanti nikah undang2 ya
hihi^^

Idub said...

iri

iri

iri

......

selamat ya :D

tolong dijaga ya.. hehe

deeka said...

wew!! udah 4 taun sejak posting yg duluuu itu,, --ga kerasa--

congrats Hu! :D

suhu said...

#cantika:
makasi, can.

#tgwinmg:
tenang ah, yang. Jangan urakan, malu diliat orang2.

#fen:
hehe... makasih feb.

#idub:
mutering lagu Seurieus *kapan ku punya pacar*

#deeka:
DIKA! wadhuuu gak nyangka kamu masih baca blogku. aku padahal wes jarang ngapdet ki, maklum, wes sepuh. piye kabarmu?

iyo sudah 4 tahun, dan sudah berapa tahun sejak kita diskusi tentang nasionalisme kita? *senyum miris*

Reza de Bhro said...

Hu, lagu kapan kupunya pacar iku wis tak tek lho....

Apong said...

ealah... hu hu... wis suwe ga baca blog mu...

pas baca lgsg liat kalimat ini "Diberi seorang kawan bernama Apong yang suka menyiksa kucing"......

Apong said...

terlalu cpt klik publish comment.. sampe lupa bilang.... congrats hu! tetap semangat! majide!

PHY said...

one of suhu's masterpiece.

suhu said...

#bhro:
opo maksud e?

#pong:
pong kucing pong kucing!

#phy:
thank you thank you thank you you are far too kind.

Gita Arimanda said...

@u@

suhu said...

#gita:
apa git?