Thursday, September 24, 2009

Koh Samui: Mortal Paradise (Trip to Thailand – Part 11 – Tamat)

Koh Samui. Akhirnya kami sampai juga di Koh Samui. Di atas kapal, kami ditawari oleh beberapa orang setempat, jasa transportasi menuju hotel kami. Setelah tawar menawar, kami mendapat harga 300 Baht untuk berdua. Diantar sampai depan hotel. Sebelumnya kami sudah mengecek di internet, kami bisa naik kendaraan umum, seharga 60 Baht per orang, tapi masih harus berjalan kaki cukup jauh. Dan masalah utamanya, kami tidak tahu turunnya di mana. Ya, kendaraan umum di sini semacam di Malang, di mana kamu hendak turun, kamu berkata “kiri pakkkk”

P1030622

Koh Samui dari atas kapal nampak menjanjikan. Sebuah pulau yang jauh dari peradaban. Air lautnya jernih. Langit pun setuju. Awan berkejaran. Angin laut menghembus menerpa wajah para turis yang mendengarkan debur ombak byur byur byur toloooong kami turun dari kapal. Melihat sekeliling.

Saat kami menjejakkan kaki di Koh Samui, badan kami terasa masih limbung dan sedikit bergerak-gerak. Normal. Mungkin ini efek orang yang baru perjalanan panjang sekitar 19 jam. Dan kami berangkat dari kemaren sore pukul enam. Berarti sekarang, waktunya makan. Ada berbagai macam makanan di Koh Samui. Orang awam pasti bingung memilihnya. Tapi tidak demikian dengan Suhu yang sudah berpengalaman dengan ilmu Tata Boga spesialis Uji Coba.

 

Jika kamu dihadapkan pada permasalahan serupa, jangan panik. Kamu lapar, dan ada banyak makanan, tapi kamu tidak tahu apa yang harus kamu pilih. Solusinya hanya satu. Coba semua.

Lalu dari yang semua yang kamu coba, pilih yang kamu suka. Lalu pesan porsi kedua. Mudah?

Tidak semudah kelihatannya, bung. Perlu hati suci dan perut karet.

Siang itu kami habiskan dengan menyusuri sepanjang Pantai Chaweng. Mulai dari tempat makan, sampai mencari tempat-tempat potensial buat main-main di pantai seharian di keesokan hari. Benar, ini adalah mental kiasu Singapura yang kami bentuk selama menimba ilmu di sana. Dengan semangat tidak mau kalah, kami akan memantau tempat-tempat strategis, dan besok bangun pagi-pagi untuk duduk di sana.

Contoh tempat strategis misalnya:

P1030658

Tempat yang ada pohonnya buat berteduh.

Tempat ini adalah tempat favorit buat orang-orang yang takut item. Pantai Chaweng yang disirami sinar matahari secara brutal, diselamatkan dengan pohon-pohon rindang yang bisa menjadi tempat persembunyian para turis dari ganasnya sang surya. Di atas pasir pantai yang lembut, menghamparkan handuk hotel untuk dijadikan tikar. Ingat, harus handuk hotel. Alasannya sederhana. Kalau handuk sendiri susah bersihin pasirnya.

Berbekal novel setebal empat ratus halaman, sekantong keripik kentang, sebotol minuman dingin, Ditemani dengan tiupan angin pantai yang semilir, bau air laut yang tidak sekeras amis dermaga, membius dengan aromanya yang erotis eksotis. Pengalaman bersantai di pantai tidak akan terlupakan.

 

P1030655 Tempat yang tidak ada apa-apa buat berteduh

Tempat ini adalah tempat favorit buat orang-orang yang mau ke pantai untuk berjemur. Biasanya orang-orang ini nggak takut item. Entah karena memang tujuan utamanya untuk membuat kulit mereka hitam [bule-bule], ATAU, memang di tempat kerjanya terjemur matahari sudah biasa [mandor].  Beberapa orang memilih untuk duduk di kursi pantai yang disediakan hotel-hotel sepanjang pantai.

Tapi terkadang, tempat terbaik untuk memperoleh sinar matahari bukanlah di sana. Tapi. Di tengah laut. Jangan yang terlalu dalam. Daerah dangkal saja. Tempat di mana kamu berdiri permukaan air cuma sampai sekitar pusar. Deburan ombak kecil menghambat gerakanmu, tapi tidak sampai menyapumu ke tengah samudera. Sinar matahari yang terik akan membuat air laut di permukaan terasa hangat. Semakin dalam ke arah telapak kakimu temperatur air semakin dingin karena panas matahari sudah terserap sebelum sampai ke dasar. Hangat di atas, perlahan makin lama dingin di bawah. Seperti sensasi pipis di kolam renang.

P5071648

Ini bedanya orang yang berada di tempat strategis tipe satu dan tipe dua.

 

P5071689Pemandangan di Koh Samui, sangat susah untuk dilukiskan dengan kata-kata. Di satu sisi kamu melihat gunung, menoleh sedikit kamu melihat laut kadang kala kamu melihat bule bugil. Selepas mata memandang hanya biru, garis cakrawala ibarat menyatu antara langit dan lautan. Deburan ombak yang terpecah saat menyapu pasir-pasir basah di tepi pantai.

Saat-saat seperti itu di mana kamu terdiam sejenak.

 

Merasa kecil.

Kembali diingatkan, while you’re in paradise, you are still a mortal.

Merasa beruntung.

Mendapat kesempatan berbagi pemandangan ini.

P1030702

Dengan orang yang berarti.

Aku berdiri di sini. Mengintip dari balik layar kaca kamera.

Menatap indahnya langit. Menatap indahnya awan. Menatap indahnya matahari. Menatap indahnya cakrawala. Menatap indahnya laut. Menatap indahnya pantai. Menatap indahnya pasir.

koh samui HDRI

Suhu,
menatap indahnya cinta.

10 comments:

J said...

sejak kapan background blog mu jadi krem, hu?

fotone apik btw :)

suhu said...

ndek tempat ku nda ganti opo2 koq, J. yo jelasssss sopo sek sing motrekkk

dina.. said...

bagus potone hu haha..
weh ngaplot poto bedua2 buat nangkal iklan shotboks? :p

Idub said...

Idih.. ada model buat kalender 2010

Yes

Anonymous said...

so sweet :)

姍姍 said...

nice pic, haha, kalo dapet cheap ticket, pasti pegi deh koh samui...

nCy . vLa said...

suhu
kok tiba2 jadi romantis gitu yah ;p

picnya yang berdua itu bagus bgt.. birunya passss.......

suhu said...

#din:
hahaha... anak tiga tahun lebih muda jangan komen banyak2.

#idub:
mwahahaha taon depan kisah di balik hutan bambu nyetak kalender. Beli ya!

#ano:
ihik .. ihik .. jadi malu

#VK:
really want to see the stepTheWorld version of Samui. Hati-hati kalau nyetir di Samui, sewa kendaraan di sana nggak perlu pakai Driving License. Jadi banyak yang ugal2an.

#ncy:
salah satu contributing factor adalah objek yang memang fotojenik.

Rommy said...

Wah seru & kocak2 ceritanya.... Sampai ngakak2 sendiri, untung ga ditempat ramai :D

bali wonderland said...

keren niih tripnya :D

kapan waktu boleh dong ikutan