Thursday, April 09, 2009

The Getaway

Seperti yang telah kita ketahui di posting sebelumnya, Suhu sedang dalam masa gembira karena secara ajaib bunga bank berhenti sejak bulan ini. Mungkin ini tidak terlalu berarti buat kalian yang belum pernah pinjam ratusan juta rupiah ke bank. Tapi buat orang-orang yang bernasib serupa dengan Suhu, yang ditipu oleh sindikat kejahatan berkedok institusi pendidikan, pinjaman tanpa bunga bisa membuat orang-orang tertentu menggelinjang.

Sekedar cuplikan tentang apa yang terjadi akhir-akhir ini.

Mister adi, have mister Hock informed you?
About what?
About ... you know .. the table.
No, I don't know.
The library that one. The table. You know glass fixing the table.
Nope.
Oh mister Hock asked me to talk to Ah Mao.
Oh okay.
You know already ah?
No.
The table. That one lah. Library one.
Ya, what's with the table?
Glass fixing.
What glass fixing?
Mister Hock asked me to talk to Ah Mao.
About what?
The table.
Okay. Then you talk to Ah Mao, what for you talk to me?
No, I want to ask you.
Why?
That one lah. The table. You aware or not.
No, I'm not aware.
The table with the glass fixing.
Oh okay.
Mister Hock talk to me one. You aware ah?
No.

Bayangkan kalau kamu terjebak dalam percakapan seperti ini setiap hari. Setiap hari. Tanpa kecuali. Sudah hampir dua tahun aku bekerja bersama dengan Martin, asisten Mandor dari Filipin. Tapi hingga sekarang, aku masih belum menemukan apa masalahnya. Kendala bahasa atau lemah logika. Sempat terpikir untuk mendaftarkan Martin ke kursus Mental Aritmatika. Tapi ternyata kursus-kursus demikian lebih ke arah mencerdaskan Aritmatika. Padahal yang kami butuhkan yang mencerdaskan mental, jadi niat baik kami terpaksa diurungkan.

Percakapan dengan para bangla juga tidak lebih menggembirakan. Yang ada habis ngomong jadi capek. Bukan cuma capek hati karena ngomong nggak ada yang ngerti, tapi juga karena bahasa inggris kami mesti diselipi bahasa Perancis bahasa Tarzan.

You go there help Saiful cleaning the pipe.
Okay. *diam di tempat, memandang pembicara*
Go go go. *tangan bergerak searah memperagakan cara ngusir bebek*
Where go?
There. *Menunjuk bangla lain bernama Saiful di kejauhan.*
Go?
Go.
... *diam memandang pembicara*
Go. Go Saiful. *menunjuk kejauhan*
Okay. *pergi ke kejauhan*
*melihat dari kejauhan*
*berjalan sambil bersenandung lagu daerah mereka*
*lega karena banglanya berjalan ke tempat yang benar*
*menuju ke tempat yang ditunjuk lalu berdiri sikap sempurna di bawah terik matahari*
*sadar ternyata dia cuma ngerti instruksi pertama*
*berdiri diam TIDAK MELAKUKAN APA APA*
*menyusul ke kejauhan*

Good morning!
Ya ya now afternoon already! Eh you help Saiful! *mulai putus asa*
Yes? *muka polos*
You. Saiful. Help. Do. Go go! *menunjuk bangla1, bangla2, pipa PVC secara bergantian*
What do?
Help Saiful. Cleaning the pipe. *menunjuk bangla2 dan pipa PVC, melakukan gerakan-gerakan yang terlihat saru dan tabu*
...
Yesterday. *menunjuk belakang dengan ibu jari*
...
Raining. *menunjuk langit, membuka tutup jari jari tangan melambangkan hujan*
...
Stagnant water many many. *menunjuk kubangan air di mana-mana*
...
Moquito breeding. *mengepak-ngepakkan tangan sambil unjuk gigi taring*
...
Bite you, you die. *memperagakan menggorok leher dengan ibu jari sambil menjulurkan lidah*
Noooo I no die. Die no. *panik dan cepat-cepat membersihkan pipa PVC*

Satu bangla satu instruksi perlu menghabiskan sekian kalori. Satu lapangan sekian banyak bangla sekian banyak instruksi, sudah sama dengan Free membership kalifornia fitness.

Bekerja di lingkungan seperti ini. Perlu ketahanan fisik dan mental. Berada di tingkat intelejensia yang berbeda dan menggunakan medium yang bebeda dengan orang-orang di sekitar anda. Pengalaman ini bakal susah untuk terlupakan. Emosi dan perasaan ini. Perasaan pingin bunuh orang pake alat tulis, seperti kata pepatah pena lebih tajam daripada pedang.

Tidak adanya seorangpun yang bisa diajak bercakap-cakap membuat Suhu sering merasa dijadikan lakon lagu Dewa - Kosong yang berbunyi ~~di dalam keramaian aku masih merasa sepi~~. Giliran ada yang bisa diajak bicara, isi percakapan biasanya menambah stress. Karena biasanya percakapan yang bermakna terjadi satu arah. Dan Suhu menjadi pihak pendengar yang diomeli. Entah kenapa negara ini menggalakkan komplain menjadi sebuah kebiasaan.

Berdasarkan kebutuhan mencari teman dengan IQ sepadan beserta rasa ingin mengakhiri hayat orang lain, DotA pun menjadi pelampiasan setiap malam. Game-game dunia maya di mana membunuh tidak perlu berurusan dengan polisi dan malah bisa dijadikan sumber penghasilan [angka +100 berwarna kuning di atas kepala pecah]. DotA menjadi sebuah solusi. Sebuah jalan keluar. Dan bukan hanya sekedar game biasa yang dimainkan oleh mahasiswa Ninja Turtles University yang stress karena skripsi.

Begitulah kira-kira kisah Suhu sehari-hari bekerja dengan orang yang tidak mengerti bahasa Inggris. Ketahanan fisik, ketahanan mental, kesabaran, dan fluently speaks bahasa Tarzan. Skill-skill ini lah yang dirasa akan membuat Suhu menjadi unggul dalam seri petualangan selanjutnya.

Nantikan. Hanya di Kisah di balik hutan bambu. Lanjutan dari catatan perjalanan yang tak pernah tamat. Lanjutan dari liburan ke Bali dan ke Hongkong.

Panda Tambun @ Thailand 2-8 May 2009.

Suhu,
Sawadeekarp.

On the side note, dina ultah. Meskipun dia telah mematikan birthday reminder di Friendster dan mengganti hari ultahnya di Facebook, bukan berarti dia tidak mau diberi ucapan selamat.

Btw,
Bhro mau nikah. Yeah, siapa yang gak mau?

11 comments:

dina.. said...

mwahaha.. :p
pantesan suhu akir2 ini sering ngajak ceting
oala..

suhu said...

#dina:
ngga din, ngajak cetingnya karena prihatin sama mahasiswa yang musim exam *mulianya...*

nCy . vLa said...

weh mau liburan lagi hu??
wah wah kaya ya hu :D

suhu said...

#ncy:
awalnya considering thailand/vietnam karena termasuk budget holiday.

hopefully setelah Tuition fee loan bisa naek level. Considering australia/korea.

PHY said...

suhu banyak duit.
bagi dong.

mingmingkawaii said...

hu, tetep jadi ke Thailand? lagi rame2nya gitu...

suhu said...

#phy:
kalo banyak duit gak ke thailand, ke eropa

#ming:
iya jadi ming, aku sudah packing baju merah. biar membaur dengan masarakat

PHY said...

@suhu: ke johor aja, jangan thailand. sisa duitnya pake traktir kita-kita. =P

idubdibalik said...

memprihatinkan...

itulah kenapa ada yang disebut lingua franca (bahasa prancis).. haha...

Reza de Bhro said...

Baca tulisan di atas aku jadi inget kalo kemaren perusahaanku barusan impor 200 orang operator dari Vietnam.

Tapi untung setidaknya mereka cewek, hahaha....

suhu said...

#phy:
ayo kapan ke JB bareng, dindin ga pernah tuh.

#idub:
mwahahah kayak e lingua franca arti e bukan itu deh. bukannya Grup Musik prancis?

#bhro:
i know words can't help much. 200? turut berduka, bhro.