Monday, March 09, 2009

Life Goes On

Seperti yang telah kita semua ketahui. Saat ini ekonomi sedang tidak bagus. Dan ini menimpa hampir ke semua orang. Oke. Semua orang. Tidak ada gunanya juga berpura-pura bahwa semua baik-baik saja, padahal sebetulnya tidak. Tekanan dari berbagai pihak tentu ada. Dan tentunya meningkat. Dan, the best part is, semua orang mengalaminya.

Boss merasakan imbas turunnya ekonomi, memberikan ekspektasi pada karyawan untuk meningkatkan kinerja guna mempertahankan siklus finansial. Karyawan, tanpa bisa mengharap upah lebih, harus bekerja lebih keras. Yang tidak kuat, akhirnya mengundurkan diri, mencari kesempatan yang lebih baik. Yang tahu diri dan sadar akan kondisi ekonomi sekarang, dan masih belum punya tabungan cukup, tidak bisa kabur dan akhirnya terpaksa bergantung pada pekerjaan yang sekarang. Di mana kolega sudah kabur, dan boss tidak menambah jumlah karyawan. Ekspektasi meningkat, pekerjaan bertambah, kolega berkurang, masih harus memaksakan diri untuk bersyukur gaji tidak dipotong.

Sounds familiar?

Yeah, we're in this together.

PT Bangun Subangkit, tempat Suhu bekerja, juga telah membiarkan-karyawannya-mencari-kesempatan-yang-lebih-baik alias memecat para staff. Tentu saja bukan sembarangan dan bukan skala besar. Sebenarnya PT Bangun Subangkit termasuk perusahaan yang mempunyai jumlah staff yang cukup banyak dan pekerjaan yang cukup terbatas. Singkatnya, pekerjaan yang bisa dikerjakan tiga orang, dikerjakan oleh lima orang atau lebih. Maka dari itu, jelas sudah, pada saat ekonomi sedang melucu seperti ini, boss besar akan melakukan efisiensi.

Suhu memang tidak pernah membicarakan soal ini. Tapi sebagai blogger yang mencoba mempertahankan kesetimbangan mental para pembaca, Suhu sangat jarang menulis post yang isinya tidak membangkitkan gairah seksual bertujuan untuk mengundang tawa. Suhu tahu bahwa tujuh dari sepuluh wanita Indonesia memakai kotex pembaca yang kemari, mencari hiburan, bukan curhat isi hati seorang mandor yang takut dipecat.

Mulai september 2008, PT Bangun Subangkit mulai mem-PHK para karyawannya satu demi satu. Sekali pecat satu. Dan kegiatan ini berlangsung konstan. Amplop. Segel. Dengan logo perusahaan. Di dalamnya ada sebuah kalimat yang bisa membuat hatimu ketar-ketir. Kalimat yang berkata "JUST KIDDING!!!!" bahwa your days are numbered. Dengan tanggal terakhir di mana kamu perlu bekerja, hari di mana kamu perlu mengembalikan walkie-talkie mu ke Headquarter.

Mulai September 2008, hari Sabtu bukanlah hari yang menyenangkan untuk staff PT Bangun Subangkit. Bukan. Bukan karena hari sabtu kita kerja. Ya, itu juga salah satu penyebabnya. Tapi bukan itu yang Suhu maksud sekarang. Boss, selalu menyempatkan diri memberikan sebuah amplop untuk staff yang beruntung. The lucky one. The one who lucky enough to leave PT Bangun Subangkit earlier than the others. Karena itu, staff PT Bangun Subangkit sekarang selalu menantikan siapa pemenang lucky draw yang diundi tiap hari Sabtu.

Hingga satu hari Sabtu tiba. Boss besar PT Bangun Subangkit. Datang ke construction site SLTP Sukamaju. Sebuah lapangan yang dikuasai oleh Suhu. Direktur PT Bangun Subangkit secara perlahan tapi pasti membuka pintu kantor lapangan. Mengusap peluh di dahinya dengan saputangan bermotif kotak-kotak, dia membiarkan pintu itu mengayun menutup. Di dalam kantor ada Suhu si mandor jagoan, Calvin si mesin pikir tenaga bir, dan Martin si asisten mandor yang ... uhmm ... kurang cermat.

Langkah kaki direktur sangat tegas. Lambat tapi pasti. Dia menuju ke arahku. Menyapa semua.

"Hi everyone!"

Semua mengangguk hormat. Direktur menyapa semua orang, tapi langkahnya jelas ke arahku. Nampaknya Calvin dan Martin mengerti. Benar-benar mengerti. Mereka mengambil helm, menali sepatu boot, dan keluar kantor. Sudah menjadi suatu adat bagi kami, saat siapa pun mendapat berita buruk itu, they need some space. Direktur duduk di kursi depan mejaku, menghadap ke arahku.

Direktur mulai berbicara. Suhu tidak tahu bagaimana harus menjawab dengan berbagai pikiran yang berkecamuk di kepalanya.

"Hi Adi"
Aku akan dipecat!!!
"Hi Boss"
"Life is precious."
Aku akan matiiiiii!!!!
"Yes, it is. Indeed, it is."
"Different people see life differently. Actually, life is not so simple."
"...."
"Life is very valuable. Therefore, we should live it to the fullest."
Yadda yadda yadda so am i supposed to read Purpose Driven Life or what?
"But, sometime. Sometime. Things are not under our control."
Matiiiiii. Ini dia berita buruknya.
"Yes, I agree."
"So when things are not the way we want it to be, there is a pressure coming."
Just tell me already, I am fired. I am a dead man.
"When pressure came, it's all up to us to decide how we are going to handle it."

Boss mengeluarkan amplop.


Memberikannya padaku.

Suaranya kembali terngiang-ngiang. When pressure came, it's all up to us to decide how we are going to handle it. Up to us. Aku menatapnya tegas. Aku bukan anak laki-laki cengeng umbelen yang megang balon di pojokan sambil nangis dan bilang "Mama mana?", aku pria dewasa yang sanggup menghadapi ini semua.

"Adi, if you have problems. Any problem. You can always talk with us."
"Yes, boss."
"Talk to me, or talk to Mr Hock. We all are family. In this difficult situation, we are here to help each other."
"Okay."
"Everything. Any kind of thing. Not necessarily related to work. You know chinese always says 'shen me dong xi dou ke yi jiang, shen me dong xi dou ke yi tan'."
Yes, boss. Indonesian said 'semua masalah bisa diselesaikan baik-baik'.

Aku menerima amplop itu dari tangannya. Mengulurkan tanganku untuk menjabat tangannya. Mungkin ini adalah jabat tangan yang kedua dan terakhir. Yang pertama adalah saat aku menerima appoinment letter di hari aku resmi menjadi Mandor PT Bangun Subangkit sekitar dua tahun silam.

Dia tidak menyambut uluran tanganku.

Direktur menepuk pundak Suhu.

"Thanks for helping me all the while."
"Thanks for having me all along."
"And I'm sorry to hear that. My condolences."
"Sorry?"
"I heard from Mr Hock you know the NTU student."
"Oh yeah. Thanks."

Direktur pergi setelah mengucapkan turut berduka cita. Setelah pintu dibuka. Suhu membuka amplop itu. Ada yang aneh. Amplop ini tidak ada logo perusahaan. Isinya. Yang penting isinya. Kubaca. Lalu aku menghempaskan diriku di kursi.

Form IR8a. Keterangan penghasilan tahunan untuk perincian pajak.

Maret 2009, sudah saatnya bayar pajak penghasilan. Maret 2009, belum menang the lucky draw. Maret 2009, ternyata topik yang dari tadi dibicarakan tentang itu toh. Well, nggak bisa disalahkan. Indonesian, Chinese, NTU, pemain DotA. Boss should have worried.

Suhu,
paranoid.

4 comments:

Herry -- HgS said...

Indonesian, Chinese, work an electronic related project, help EEE FYP student...

Why don't my boss worry about me?

mukuge said...

HA HA HA HA HA HA HA HAAAAAAAA selamat dan congrats deh suhu!!

Herry -- HgS said...

Suhu, bs bantu link ke PINTU blog?

Alamatnya disini
http://pintusingapura.org/blog/

Makasi ya...

Reza de Bhro said...

Wah, dia kira ngelink itu gratis hu....