Wednesday, March 18, 2009

Moved

Pernahkah kamu mendengar kata 'moved'? Dalam konteks 'tergerak' seperti 'touched' dalam konteks 'tersentuh'. Penggunaan kata tersebut bisa secara lugas, bener-bener kesenggol, atau didorong sampai gerak. Tetapi acap kali kita menemuinya dalam kalimat yang maksudnya lebih ke arah emosional. Moved by his forgiveness, touched by his grace, dsb [dan saya bingung].

Tergerak, sering kali kita mengalaminya.

Entah karena pengorbanan Tuhan Yesus Kristus menebus dosa seluruh umat manusia, entah karena kasih sayang orang tua kepada kita, entah karena cinta seorang kekasih yang mau menerima kita apa adanya atau karena ketubruk truk semen. Tergerak.

Menangis karena tergerak. Bagaimana dengan menangis karena tergerak? Pernah mengalaminya? Ya kamu yang di belakang? Oh bukan angkat tangan kamu. Oh Oke. Siapa yang pernah mengalami menangis karena tergerak? Ndak ada yang mau mengaku? Oke, ndak apa-apa takut dibilang cengeng mungkin. Menangis karena tergerak itu wajar, pasti semua dari kita pernah mengalaminya. Ditinggalkan orang yang kita sayangi, dikecewakan oleh harapan yang diingkari, dibuat marah oleh orang yang kita cintai atau ngglundhung karena ketabrak truk semen.

Tidak mudah bagi kita untuk menangis, tapi di dalam keputusasaan, di dalam kekecewaan, di dalam kehancuran, dan di depan orang yang kita sayangi. Jaim itu sudah basi. Tatkala kita berada di dalam pelukan orang yang kita sayangi, merasa terlindungi, saat emosi kita bukan lagi di bawah kendali otak. Air mata mengalir dengan sendirinya, dan itu lumrah. Saat itu kamu baru sadar, bahwa kamu tergerak. Dan kali ini, tidak ada hubungannya sama truk semen.

Betapa kita bisa mudah tergerak di depan orang yang kita sayangi. Itu sudah lumrah.

Tapi betapa kita bisa kokoh tak bergerak demi orang yang kita sayangi. Ini baru.


Man who cant be moved - The Script

Going back to the corner where I first saw you,
Gonna camp in my sleeping bag I'm not gonna move,
Got some words on cardboard got your picture in my hand,
Saying if you see this girl can you tell her where I am,
Some try to hand me money they don't understand,
I'm not...broke I'm just a broken hearted man,
I know it makes no sense, but what else can I do,
How can I move on when I'm still in love with you...

Cos if one day you wake up and find that you're missing me,
And your heart starts to wonder where on this earth I can be,
Thinking maybe you'll come back here to the place that we'd meet,
And you'd see me waiting for you on the corner of the street.

So I'm not moving...
I'm not moving.

Policeman says son you can't stay here,
I said there's someone I'm waiting for if it's a day, a month, a year,
Gotta stand my ground even if it rains or snows,
If she changes her mind this is the first place she will go.

Cos if one day you wake up and find that you're missing me,
And your heart starts to wonder where on this earth I can be,
Thinking maybe you'll come back here to the place that we'd meet,
And you'd see me waiting for you on the corner of the street.

So I'm not moving...
I'm not moving.

I'm not moving...
I'm not moving.

People talk about the guy
Who's waiting on a girl...
Oohoohwoo
There are no holes in his shoes
But a big hole in his world...
Hmmmm

and maybe I'll get famous as man who can't be moved,
And maybe you won't mean to but you'll see me on the news,
And you'll come running to the corner...
Cos you'll know it's just for you

I'm the man who can't be moved
I'm the man who can't be moved...

Cos if one day you wake up and find that you're missing me,
And your heart starts to wonder where on this earth I can be,
Thinking maybe you'll come back here to the place that we'd meet,
And you'd see me waiting for you on the corner of the street.
[Repeat in background]

So I'm not moving...
I'm not moving.

I'm not moving...
I'm not moving.

Going back to the corner where I first saw you,
Gonna camp in my sleeping bag not I'm not gonna move.




Suhu,
happy birthday tgwinmg.

Monday, March 16, 2009

Apply Master Degree

Banyak hal terjadi akhir-akhir ini. Dan hal-hal ini kemungkinan besar akan mengubah masa depan. Pursuing Master Degree adalah salah satu hal yang bisa menambah nilai kita di kalangan masyarakat. Sesuatu yang tentu saja, baik untuk dilakukan. Tapi segala sesuatu yang baik selalu saja ada tapinya.

1. Apply Master di NTU.
Yeah, buat semua orang yang pernah mendengar Suhu sudah bosan sekolah, ingin cepat-cepat lulus dan selamanya tidak akan menoleh ke belakang lagi. Selamat. Kamu bisa menertawakan Suhu sekarang. I'm so going back to school. Memang ini adalah sebuah pengorbanan. Setelah kasus David, masih ada satu lagi yang bunuh diri secara misterius. Aku harus mengesampingan kepentingan pribadiku, dan kembali ke kampus untuk menjaga keseimbangan alam dan menegakkan kebenaran.

2. Apply Master di NUS.
Mereka bilang Nggae Urip Susah adalah universitas paling terkemuka di seantero tanah mengapung ini. Di form pendaftaran Master NUS, tertera batas terakhir pendaftaran adalah tanggal 15 Maret 2009. Maka, sebagai seseorang yang sangat suka tantangan, Suhu baru akan mengeprint, mengisi, dan mengirimkan formulir pendaftaran itu pada tanggal 15. Tepat. Keparat. Tanggal 15 Maret itu minggu, tanggal 14 Sabtu kantornya tutup, dan akhirnya pada tanggal 13, Suhu keliling dunia untuk mengisi formulir itu yang ternyata gak semudah kelihatannya. What a Friday the 13th.

3. Kenapa tiba-tiba apply master.
Singapore sedang dilanda banjir Master dari luar negeri. Teman-teman kita Orang-orang dari Myanmar, Cina, India, dan negara-negara yang mengirimkan sarjana-sarjananya kemari, mulai mengganggu keharmonisan lapangan kerja, terutama di bidang konstruksi. Pada awalnya mereka hanyalah sarjana lulusan universitas negara mereka sendiri. Setelah kemari, mereka perlu mengambil sebuah ijazah agar gelar sarjananya diakui. Akhirnya Master Degree dijadikan sarana balik nama agar bisa bekerja di negara imut ini. Mengingat pengeluaran mereka yang relatif murah dibandingkan yang menempuh pendidikan sejak S1 [baca: Suhu], mereka berani menawarkan gaji yang lebih kompetitif. Jika ini terus terjadi, pursuing Master is not a choice. Master Degree is no longer a value added. It's a survival skill.

4. Feel blessed.
Entah dalam proses apply master ini, aku merasa bersyukur. Somehow, meskipun tanpa persiapan yang matang dan terkendali, semua usaha yang kulakukan untuk apply Master ini lancar. Nampaknya memang tidak salah bahwa 'Doa orang benar, jika didoakan secara bersungguh, sangat besar kuasanya.' [Yakobus 5:16]

5. Thankful
Aku nggak tahu harus mengucap terima kasih dari mana. Sebenarnya, untuk Suhu bisa kembali ke bangku sekolah, kemungkinannya lebih kecil daripada orang kaya masuk kerajaan surga. Tapi nampaknya semua orang di lingkunganku telah me-reshape pola pikirku. Arianto Anugerah yang selalu bawa kerjaan pulang, dan menolak maen DotA karena mau belajar Finance biar bisa masuk ke bidang tersebut di masa depan. Alfonso Hartanto yang mengambil ujian-ujian dengan self-study material dan menyadarkan aku bahwa Life is a Learning Process. Dina buat full supportnya bukan cuma selama pendaftaran tapi juga karena berhasil menahan diri nggak ngetawain Suhu ngambil Master. [Reaksi kebanyakan orang: "Elo hu? Master? Mwahahahaha .... Eh .. elo serius? Oh .. Uh .. sorry ye."]. Septian Hartono karena telah menunjukkan bahwa dengan tidak berhenti belajar kita bisa menghentikan proses penuaan, dengan membuktikan bahwa sekarang Suhu nampak lebih tua sepuluh tahun darinya. Meme yang awalnya ngetawain Suhu mau ambil master, dan membuat Suhu semakin menggebu-gebu buat ambil master. Anyway, Meme sudah ketrima di Universitas Pedang Pembunuh Naga di Canada.

5. Promoted
By the way, aku promoted jadi Management Representative di PT Bangun Subangkit.

Yah, ada tapinya.

Suhu,
tapi ga naek gaji.

Monday, March 09, 2009

Life Goes On

Seperti yang telah kita semua ketahui. Saat ini ekonomi sedang tidak bagus. Dan ini menimpa hampir ke semua orang. Oke. Semua orang. Tidak ada gunanya juga berpura-pura bahwa semua baik-baik saja, padahal sebetulnya tidak. Tekanan dari berbagai pihak tentu ada. Dan tentunya meningkat. Dan, the best part is, semua orang mengalaminya.

Boss merasakan imbas turunnya ekonomi, memberikan ekspektasi pada karyawan untuk meningkatkan kinerja guna mempertahankan siklus finansial. Karyawan, tanpa bisa mengharap upah lebih, harus bekerja lebih keras. Yang tidak kuat, akhirnya mengundurkan diri, mencari kesempatan yang lebih baik. Yang tahu diri dan sadar akan kondisi ekonomi sekarang, dan masih belum punya tabungan cukup, tidak bisa kabur dan akhirnya terpaksa bergantung pada pekerjaan yang sekarang. Di mana kolega sudah kabur, dan boss tidak menambah jumlah karyawan. Ekspektasi meningkat, pekerjaan bertambah, kolega berkurang, masih harus memaksakan diri untuk bersyukur gaji tidak dipotong.

Sounds familiar?

Yeah, we're in this together.

PT Bangun Subangkit, tempat Suhu bekerja, juga telah membiarkan-karyawannya-mencari-kesempatan-yang-lebih-baik alias memecat para staff. Tentu saja bukan sembarangan dan bukan skala besar. Sebenarnya PT Bangun Subangkit termasuk perusahaan yang mempunyai jumlah staff yang cukup banyak dan pekerjaan yang cukup terbatas. Singkatnya, pekerjaan yang bisa dikerjakan tiga orang, dikerjakan oleh lima orang atau lebih. Maka dari itu, jelas sudah, pada saat ekonomi sedang melucu seperti ini, boss besar akan melakukan efisiensi.

Suhu memang tidak pernah membicarakan soal ini. Tapi sebagai blogger yang mencoba mempertahankan kesetimbangan mental para pembaca, Suhu sangat jarang menulis post yang isinya tidak membangkitkan gairah seksual bertujuan untuk mengundang tawa. Suhu tahu bahwa tujuh dari sepuluh wanita Indonesia memakai kotex pembaca yang kemari, mencari hiburan, bukan curhat isi hati seorang mandor yang takut dipecat.

Mulai september 2008, PT Bangun Subangkit mulai mem-PHK para karyawannya satu demi satu. Sekali pecat satu. Dan kegiatan ini berlangsung konstan. Amplop. Segel. Dengan logo perusahaan. Di dalamnya ada sebuah kalimat yang bisa membuat hatimu ketar-ketir. Kalimat yang berkata "JUST KIDDING!!!!" bahwa your days are numbered. Dengan tanggal terakhir di mana kamu perlu bekerja, hari di mana kamu perlu mengembalikan walkie-talkie mu ke Headquarter.

Mulai September 2008, hari Sabtu bukanlah hari yang menyenangkan untuk staff PT Bangun Subangkit. Bukan. Bukan karena hari sabtu kita kerja. Ya, itu juga salah satu penyebabnya. Tapi bukan itu yang Suhu maksud sekarang. Boss, selalu menyempatkan diri memberikan sebuah amplop untuk staff yang beruntung. The lucky one. The one who lucky enough to leave PT Bangun Subangkit earlier than the others. Karena itu, staff PT Bangun Subangkit sekarang selalu menantikan siapa pemenang lucky draw yang diundi tiap hari Sabtu.

Hingga satu hari Sabtu tiba. Boss besar PT Bangun Subangkit. Datang ke construction site SLTP Sukamaju. Sebuah lapangan yang dikuasai oleh Suhu. Direktur PT Bangun Subangkit secara perlahan tapi pasti membuka pintu kantor lapangan. Mengusap peluh di dahinya dengan saputangan bermotif kotak-kotak, dia membiarkan pintu itu mengayun menutup. Di dalam kantor ada Suhu si mandor jagoan, Calvin si mesin pikir tenaga bir, dan Martin si asisten mandor yang ... uhmm ... kurang cermat.

Langkah kaki direktur sangat tegas. Lambat tapi pasti. Dia menuju ke arahku. Menyapa semua.

"Hi everyone!"

Semua mengangguk hormat. Direktur menyapa semua orang, tapi langkahnya jelas ke arahku. Nampaknya Calvin dan Martin mengerti. Benar-benar mengerti. Mereka mengambil helm, menali sepatu boot, dan keluar kantor. Sudah menjadi suatu adat bagi kami, saat siapa pun mendapat berita buruk itu, they need some space. Direktur duduk di kursi depan mejaku, menghadap ke arahku.

Direktur mulai berbicara. Suhu tidak tahu bagaimana harus menjawab dengan berbagai pikiran yang berkecamuk di kepalanya.

"Hi Adi"
Aku akan dipecat!!!
"Hi Boss"
"Life is precious."
Aku akan matiiiiii!!!!
"Yes, it is. Indeed, it is."
"Different people see life differently. Actually, life is not so simple."
"...."
"Life is very valuable. Therefore, we should live it to the fullest."
Yadda yadda yadda so am i supposed to read Purpose Driven Life or what?
"But, sometime. Sometime. Things are not under our control."
Matiiiiii. Ini dia berita buruknya.
"Yes, I agree."
"So when things are not the way we want it to be, there is a pressure coming."
Just tell me already, I am fired. I am a dead man.
"When pressure came, it's all up to us to decide how we are going to handle it."

Boss mengeluarkan amplop.


Memberikannya padaku.

Suaranya kembali terngiang-ngiang. When pressure came, it's all up to us to decide how we are going to handle it. Up to us. Aku menatapnya tegas. Aku bukan anak laki-laki cengeng umbelen yang megang balon di pojokan sambil nangis dan bilang "Mama mana?", aku pria dewasa yang sanggup menghadapi ini semua.

"Adi, if you have problems. Any problem. You can always talk with us."
"Yes, boss."
"Talk to me, or talk to Mr Hock. We all are family. In this difficult situation, we are here to help each other."
"Okay."
"Everything. Any kind of thing. Not necessarily related to work. You know chinese always says 'shen me dong xi dou ke yi jiang, shen me dong xi dou ke yi tan'."
Yes, boss. Indonesian said 'semua masalah bisa diselesaikan baik-baik'.

Aku menerima amplop itu dari tangannya. Mengulurkan tanganku untuk menjabat tangannya. Mungkin ini adalah jabat tangan yang kedua dan terakhir. Yang pertama adalah saat aku menerima appoinment letter di hari aku resmi menjadi Mandor PT Bangun Subangkit sekitar dua tahun silam.

Dia tidak menyambut uluran tanganku.

Direktur menepuk pundak Suhu.

"Thanks for helping me all the while."
"Thanks for having me all along."
"And I'm sorry to hear that. My condolences."
"Sorry?"
"I heard from Mr Hock you know the NTU student."
"Oh yeah. Thanks."

Direktur pergi setelah mengucapkan turut berduka cita. Setelah pintu dibuka. Suhu membuka amplop itu. Ada yang aneh. Amplop ini tidak ada logo perusahaan. Isinya. Yang penting isinya. Kubaca. Lalu aku menghempaskan diriku di kursi.

Form IR8a. Keterangan penghasilan tahunan untuk perincian pajak.

Maret 2009, sudah saatnya bayar pajak penghasilan. Maret 2009, belum menang the lucky draw. Maret 2009, ternyata topik yang dari tadi dibicarakan tentang itu toh. Well, nggak bisa disalahkan. Indonesian, Chinese, NTU, pemain DotA. Boss should have worried.

Suhu,
paranoid.

Tuesday, March 03, 2009

Iya, Seperti yang Sudah Kamu Duga, Suhu Akan Membahasnya

Mohon maaf untuk para pembaca yang ingin tahu kelanjutan serial The Time Machine, kali ini Suhu punya posting lain yang tidak berhubungan sama sekali. Karena nampaknya post ini memang sudah tidak bisa menunggu.

Kemarin, tanggal 2 Maret 2009. Seorang anak Teknik Elektro dari Ninja Turtles Universiti, bekas anak SMUKI, pernah mewakili Indonesia di Olimpiade Matematika. Telah mati bunuh diri. Bukan, bukan Septian. Namanya David Hartanto, begitu yang disebutkan suratkabar. Suhu sendiri masih tidak tahu siapa itu David Hartanto Widjaja sampai Bhrosodaro mengabari dari sms.

"Tera_majin bunuh diri."

Ya, kini aku tahu orangnya. Orang yang bisa menghitung last hit creep, mendeny creep sendiri, jungling saat luang, rune hunting bila diperlukan, ganking saat ada kesempatan, dan tower diving dengan persiapan yang matang.

Suhu mengenalnya saat zaman-zaman skripsi. Tugas Akhir. Efwaipi. Dia pernah berada di server 12.101, saat Suhu melepas segala beban efwaipi ke sebuah game bernama DotA. Di situ Suhu mengenalnya. Tatap muka pun tak pernah, apalagi jabat tangan. Tera_majin. Demikian namanya di komunitas dunia maya.

Singapore adalah negara yang kecil, jadi berita seperti ini menyebar sangat luas. The Straits Times, ChannelsNewsAsia, Yahoo!SG, SG.MSN, berbondong-bondong memberitakan berita ini, menenggelamkan berita kejayaan Slumdog Millionaire. Tak lama kemudian, Detik pun turut serta. Maklum, nggak mau kalah sama Kompas.

Suhu membaca semua artikel itu. Inti ceritanya hampir sama. Tapi satu sama lain saling menambahkan the missing link. Membentuk sebuah cerita yang terlalu drama untuk jadi nyata. Sayangnya, ini nyata. Ada murid yang tergeletak tak bernyawa setelah percobaan membunuh dosen pembimbingnya itu nyata. Teman-temannya diciduk polisi buat ditanya-tanyai itu juga nyata.

Apa penyebabnya, manusia hanya bisa menduga. Ya terang, lha mau tanya sudah nggak bisa. Keburu meninggal. Tapi ada analisa menarik dari Mbak Margie, yang menurut saya cukup memungkinkan. By this, yang saya maksud adalah bunuh diri karena tuntutan yang terlalu berat, bukan karena pacar diambil profesor seperti yang Mbak Margie sebut. Memungkinkan, cukup sampai di sana saja.

Begitu banyak tanya yang Suhu tidak tahu jawabnya. Kenapa dia menikam profesornya. Kenapa dia bunuh diri setelah menikam profesornya. Kenapa dia melompat ke atap jembatan dulu sebelum bunuh diri. Apa pisau itu sudah ada di TKP atau memang bawa dari rumah. Apa ini sudah terencana atau inisiatif sesaat karena mata gelap. Suhu tidak tahu. Dan Suhu tidak berminat untuk mencari tahu dengan cara apa pun. Karena apa pun kata media, itu hanya rekaan belaka. Yang tahu jawaban sebenarnya, cuma satu orang. Dan orang itu telah meninggalkan kita.

Aku terhenyak saat membicarakan perihal ini dengan beberapa teman. Teman-teman NTU yang bukan jurusan Teknik Sipil tentunya, karena memang nggak punya teman sejurusan. Mengejutkan sekali pembicaraan dengan mereka. Tanpa mengurangi rasa hormat, berikut adalah cuplikan percakapan dengan salah seorang teman.

"Honestly, aku sempat beberapa kali kepikir buat gantung diri."

Lalu ada pula facebook status daripada seorang teman "Try being a final year engin student in NTU and you'll know how it feels..."

Saat salah seorang adek kelas bertanya "Emang efwaipi sengeri itu ya Hu?", Suhu hanya bisa menjawab "I think there were times every single one of us want to do it, but we're too busy to finish the report we don't have the chance to perfect our plan. when we are not in the correct state of mind."

Katakanlah kita sekarang bukan membahas kasus tersebut di atas. Ambil contoh. Suhu. Dua tahun silam, Suhu menjalani efwaipi. Tentang berapa berat dan intensif efwaipi Suhu, bisa dilihat dari catatan harian yang ada di blog ini dalam arsip dua tahun silam. Wajar saja kalau semua tebak-tebakan itu mengarah ke beratnya Efwaipi. Suhu boleh menerima kelogisan umat manusia untuk menyimpulkan dari fakta-fakta yang ada. Sekarang, pertanyaannya.

"Kalau memang tebakan itu benar, terus kenapa?"


Pemberitaan kasus ini sudah terlalu kelewat batas. Bahkan ada beberapa media yang ceritanya jelas-jelas nguawur biar jadi seru. Semata-mata hanya untuk memuaskan dahaga para pembaca untuk berita. Rasa keingintahuan. Untuk ekstrimnya, silahkan liat felem Untraceable.

Mungkin memang susah ya untuk duduk diam membaca bahwa salah satu orang yang kita kenal telah pergi meninggalkan kita untuk selamanya. Tanpa tahu alasannya. Dan tahu bahwa kita tidak akan pernah tahu pasti alasannya. Mungkin memang susah. Tapi marilah kita mencoba. Mari mencoba untuk menerima tanpa terlalu banyak bertanya.

Seperti kata seorang teman di status facebook, "turut berduka cita. I may not know you all that well, but you sure are a nice guy. Selamat jalan teman."

Cukup.

Matahari mulai naik, sekitar tiga lingkaran di atas lambang sang surya. Hero lain yang ditahbiskan di depan Ancient Tree sibuk dengan perangnya masing-masing. Berusaha mengambrukkan garis pertahanan lawan. Hanya terdengar dari kejauhan, berita yang dikabarkan. Berbekal Kellen's Dagger, arwah seorang pejuang telah kembali ke fountain sentinel. Tera_majin kini telah meninggal, tak cukup mana untuk reincarnation, tak cukup gold untuk revive.

pandatambun,
server 12.101