Tuesday, February 03, 2009

Mukabuku

Suhu lagi keranjingan mukabuku. Mukabuku.

Ya, sebuah social networking yang lagi marak di dunia maya. Jadi ceritanya seperti ini. Pertama Suhu membuat sebuah akun. Lalu sebuah akun itu waktu baru saja buka, sudah punya dua undangan dari dua orang teman.

Apakah orang ini temanmu? Accept.

Apakah orang ini temanmu? Accept.

Dan Suhu pun beranjak dari kursinya untuk ronda rutin lapangan. Menangkap basah Bangla73 sedang bermalas-malasan. Mengingatkan Bangla73 bahwa zaman sekarang susah cari kerja. Tersenyum melihat Bangla73 tiba-tiba sopan dan bekerja keras. Lalu kembali ke kantor.

Lalu memulai navigasi pada halaman yang disebut "Home". Di sisi kanan bawah nampak tulisan People You May Know dengan tiga foto manusia yang dua di antaranya nampak familiar. Klik 'Add as Friend' membawa halaman menuju ke sebuah pesan yang mengatakan 'Temanmu-harus-mengakui-bahwa-kamu-adalah-temannya-terlebih-dahulu'. Demikianlah terjadinya 'Friend Requested' berwarna abu-abu tanda bahwa persahabatan kami masih pending approval.
Kemudian Suhu menelepon supplier yang masih belum mengantarkan Chemical untuk Cement Removal padahal sudah order dari beberapa minggu yang lalu. Melampiaskan angkara murka karena supplier menyanyikan Balada Esok Pagi untuk kesekian kalinya. "Tomorrow, tomorrow. Everytime tomorrow. Tomorrow also say tomorrow. I want it by today. Fullstop."

Lalu di profil nampak bahwa seorang teman SMA telah di-tag di sebuah foto. Foto tersebut di mana menunjukkan foto SMA nya yang diabadikan bersama teman-teman sekelasnya. Sudah jelas bahwa latar belakang album foto tersebut. Adalah SMA belakambing [belakang pasar Blimbing]. Meskipun dirinya tidak ada dalam foto tersebut, tapi Suhu hampir mengenal semua orang dalam foto tersebut. Ada yang bekas teman sekelas, ada yang bekas tetangga kelas, ada yang merah dan ada yang putih. Setiap hari kusiram semua.

Kemudian ada orang mengontak walkie talkie Suhu untuk mengabarkan bahwa Cement Removal liquid sudah datang sebanyak dua belas gentong. Untuk informasi pembaca, satu gentong cairan kimia tersebut isinya dua puluh liter. Setelah meyakinkan seluruh umat manusia bahwa Yesus bangkit di hari ketiga dan Suhu hanya memesan dua gentong, Suhu mulai menelepon supplier.
Lantas ada layar kecil muncul dari layar Profile, bertuliskan nama salah satu teman yang baru saja meng-accept invitation. "Selamat datang di mukabuku!!!", begitu katanya. Setelah mengobrol ngalor ngidul ngulon ngetan, kami pun mengakhiri percakapan kami dengan janji akan saling mengabari meskipun tahu janji itu palsu karena terakhir kali kami bilang begitu adalah saat dia baru bikin account friendster.

Akhirnya supplier dari toko bahan bangunan itu mengangkat telepon. Dia berkata bahwa kantor kami memesan dua belas tong yang tidak lain tidak bukan adalah dua ratus empat puluh liter cairan asam pekat yang bisa menguapkan keramik. Tsscsss ... begitu kira-kira kalau tertetes di kulit. Dan kamu bisa mengecek warna tulangmu sendiri.

Tanpa di sadari di sisi kanan atas ada tujuh orang yang minta persetujuan untuk menjadi teman. Enam di antara nya adalah teman waktu kuliah, dan satu di antaranya adalah nama tak dikenal dan tanpa foto. Kuterima enam. Kubiarkan satu. Lalu aku disuguhi beberapa foto mini untuk masing-masing orang yang baru saja menjadi teman.

Saat itu aku baru sadar bahwa telepon masih tersambung dengan supplier toko bahan bangunan karena dia berteriak-teriak 'Hallo ... hallo ... anybody there?'. Aku pun menanggapinya dengan tidak kalah galak dan bersikeras bahwa aku memesan hanya dua gentong. Silat lidah adu mulut pun tak dapat dielakkan dan siapa yang kalah harus menelan sepuluh gentong yang tidak tahu dari mana asalnya.

Tapi pandangan Suhu tersilap sebuah keanehan. Kenapa ada foto bayi di layar monitor. Bahkan nama pemilik bayi itu adalah teman SMP nya. Jangan jangan. Sudah menikah dan berkembang biak. Ini benar-benar tidak dapat dimaafkan. Kenapa tidak undang-undang? Klik. View photos. Oh, ternyata ini foto dia waktu kecil. Lho, ada yang komen. Ini kan teman SMP ku juga. Add as Friends. Masukkan kata-kata yang sulit diketik sebagai captcha, lalu Friend Requested.

Pokoknya Suhu tidak mau tahu. Suhu merasa cuma pesan dua gentong. Suhu cuma mau bayar dua gentong. Tapi supplier ngotot bahwa pesan dua belas gentong. Suhu mencoba memberikan jalan keluar. Dua gentong diterima dan dibayar TUNAI, sepuluh gentong silakan bawa kembali ke toko kan masih bisa dijual lagi toh belum dibuka. Supplier tidak terima dengan alasan jenis ini tidak banyak orang beli. Supplier harus spesial order karena itu memakan waktu berminggu-minggu dan sekarang Suhu tidak mau terima.

Temen laen has wrote on my Wall. Sekedar basa-basi atau memang ingin jumpa lagi. Suhu pun tak kuasa menolak dan ikutan menulis di Wall nya. Lalu melihat komen di Profile teman, hasrat tak terbendung untuk ikut clometan mengomentari Status nya.

Akhirnya percakapan diakhiri dengan banting telepon dan sumpah serapah mandul tujuh turunan. Menjadi mandor adalah salah satu terapi anger management yang bagus. Kalau kamu jadi Mandor dan bisa gak misuh dalam satu hari, kamu telah mencapai penerangan sempurna dan siap menjadi Budha.

Menutup windows internet explorer dan shutdown komputer. Cukup untuk hari ini.

Saatnya pulang. Nampaknya Flatmate belum pada pulang. Sambil membuka bungkusan makan malam, menyalakan komputer. Setelah menyalakan beberapa account messenger, mengecek email pribadi. Mengecek email kantor. Membalas email kantor yang tadi pagi lupa dicek karena maen mukabuku. Nampaknya ada email kantor penting yang perlu dibalas.

Tapi sebelas orang telah menerimaku menjadi temannya. Aku melihat siapa saja yang telah menerimaku. Mereka sudah banyak berubah. Ada yang rambutnya sekarang dikeriting, ada yang rambutnya sekarang diwarna, ada pula yang rambutnya berkurang. Teringat foto yang tadi, Suhu pun mencoba meng-upoad foto kolosal zaman dia masih muda dahulu.

Suhu pun melahap makan malamnya. Sembari melihat-lihat foto-foto teman-teman yang sudah lama dia tak bersua. Wahhhh gila yang ini sudah punya pacar, padahal dulu kan gosipnya dia homo. Anjrit, yang tunangan??!!!? Mampus, ini koq mukanya jadi gini? Oh salah orang.

Tiba-tiba muncul belasan notification. Foto yang barusan di-upload mendadak di-tag secara massal oleh salah seorang teman. Yang membawa Suhu menemukan lebih banyak lagi teman yang belum di-add. Perjalanan Suhu menge-add semua teman-teman di Facebook ternyata masih panjang. Bersemangat! Darah itu merah, jenderal!

Setelah selesai menge-add semua orang yang bisa ditemukan, mengecek foto teman-teman, membaca komentar, dan membalas komentar, mengecek beberapa application, Suhu menelepon supplier toko bahan bangunan.

Ya, tiba-tiba sudah pagi, dan Suhu sudah di kantor lagi.

Mukabuku. Benar-benar. Mengerikan.

Suhu,
kecanduan mukabuku.

5 comments:

dina.. said...

iya nie hu, lebih bahaya dan addictive dibanding frenster T_T

lita said...

bobo!!
Jgn ngeface-book terus >.< mukamu jadi kyk buku tenan ntik lho

suhu said...

#dina:
benul itu din.

#lita:

Adi is trying to sleep despite the laptop is still on. 12.33AM. - Comment.

nCy . vLa said...

hahahhaha.. setuju..
now i check facebook every now and then..

anyway...
boleh ngeadd? *malu-malu*

suhu said...

#ncy:
ya silakan.