Thursday, January 08, 2009

Seri Edukasi Mandor: Crane

Kembali lagi dalam seri edukasi Mandor, kali ini kita akan membahas tentang peralatan berat. Bukan. Bukan sledge hammer. Topik kita kali ini adalah Crane. Maafkan penulis yang sampai sekarang masih belum tahu apa bahasa Indonesia daripada crane, karena memang hal-hal yang berhubungan dengan membangun dunia semuanya penulis pelajari di tanah air orang lain. Anyway, semoga semua pembaca tahu apa yang penulis maksud dengan Crane. Jika belum tahu, teruskan membaca. Eventually you will know and say "Ahhh, that THING is called crane. I feel a lot smarter now."

Crane, yang dalam bahasa mandarin kalau diterjemahkan bebas ke bahasa kita artinya jadi 'Mobil Pancing' adalah satu jenis alat berat dari sekian banyak machinery yang kita pakai di construction. Sebelum kita melangkah lebih jauh, mari kita tilik semboyan Pancasila. Bhinneka Tunggal Ika. Kenapa tiba-tiba membahas Bhinneka Tunggal Ika? Karena Crane mempunyai kesamaan dengan Garuda Pancasila. Yeah, Crane dan Garuda sama-sama Burung. Maksudnya, meskipun berbeda-beda tapi tetap satu jua. Meskipun berbeda suku, agama, ras, dan anatomi, bermacam-macam mobil pancing itu tetap saja namanya Crane. Biar tidak tambah bingung, mari kita simak model Crane satu persatu.

1. Mobile Telescopic Crane

Karena namanya panjang dan tidak efisien, orang-orang lapangan menyingkat Mobile Telescopic Crane menjadi ... Crane. Bangla43 menyebutnya 'kering'. Di Singapore, kebanyakan konstruksi skala menengah ke bawah menggunakan jenis ini. Bisa dibilang ini jenis paling populer dan bakal kamu lihat di jalan raya. Selain digunakan di konstruksi skala menengah ke bawah, juga digunakan di proyek renovasi terutama yang berhubungan dengan re-roofing.

Berjalan dengan banyak roda di jalan raya yang tiap hari kamu lalui dengan bus, taxi, maupun mobil pribadi. Mobile crane sebenarnya tidak lebih besar dari mobil pemadam kebakaran saat dalam mode transportasi. Maka dari itu, jenis ini senantiasa bisa mencapai lapangan mana pun yang memerlukannya.




Gambar Skematik Mobile Telescopic Crane


Tanpa perlu bantuan alat transportasi apa pun. Dalam mode transportasi, dia akan menyusutkan semua anggota badannya dan menjadi sebuah truk. Dalam mode Crane, dia akan melebarkan semua anggota badannya, menjejakkan kakinya ke tanah dalam-dalam, mengulurkan tangannya yang membentang. Dan ... BERUBAH !!!! Kebanyakan lihat Transformers.

Mode Crane. Bentangkan tangan dan kaki

Crane jenis ini bisa mengangkat. Juga bisa berjalan. Tapi tidak bisa melakukan keduanya dalam waktu bersamaan. Jadi kelemahan dari mobile crane adalah. Waktu. Kalau kamu mau menggunakan crane ini, kamu harus parkir, mekrok melebarkan kaki, menjejakkan kaki, mengulurkan tangan. Baru boleh mengangkat barang. Dan, eits, pas ngangkat gak boleh jalan.

melebarkan kaki, menjejakkan kaki, mengulurkan tangan. "Ya kamu gitu terus sampai mama pulang dari salon ya"

Kenapa tidak bisa bergerak. Karena outrigger. Untuk mencapai stability chasis, mobile crane harus menjejakkan outrigger [kaki] nya ke tanah sampai ban mobil nya tidak bersentuhan dengan tanah. Untuk mengecek ini mandor harus memutar ban crane tersebut dengan cara manual. Kalau bisa diputar, berarti sudah tidak bersentuhan dengan tanah. Tentu saja pembaca tidak perlu dijelaskan bahwa koefisien gesek ban dengan udara jauh lebih ringan daripada koefisien gesek ban dengan aspal. Dan aktivitas memutar ban ini biasanya lebih melelahkan daripada push up satu tangan, mengingat jumlah ban yang terlibat untuk diputar.

Ban harus melayang

Tapi untunglah aktivitas muter ban ini gak harus dilakukan untuk setiap ban. Cukup untuk ban-ban yang dicurigai masih nempel tanah. Soalnya semua Mandor yang masih normal kurang seberapa suka hal-hal yang berbahaya. Tingkat resiko pekerjaan ini sangat berbahaya. Mungkin itu sebabnya nyawaku diasuransi seharga sepersepuluh kaki David Beckham.

Lha kalau pas ban e takputer crane e ikut muter piye?

Gambar di atas adalah kecelakaan yang paling sering dialami di lapangan yang menggunakan crane. Yaitu toppling. Dalam bahasa Indonesia, Crane ngguling gulung koming. Meskipun ada berbagai macam jenis penyebab kecelakaan. Misalnya mesin terlalu tua lalu tiba-tiba patah, rantai yang dipakai mengangkat tiba-tiba putus tanpa sebab yang jelas, operator kurang pengalaman, Mandor muter ban terlalu kenceng, dan yang paling sering ... OVERLOAD.

Seperti yang kita pelajari di fisika SMA chapter Torque [Torsi dalam bahasa Indonesia]. M = F x r ; di mana M adalah Moment [Momen], F adalah Force [Gaya], dan r adalah radii [lengan momen]. Jadi moment, beban yang dirasakan oleh tangan Crane, berbanding lurus dengan berat dan jarak. Hwarakadah, kalau gak ngerti baca diktat SMA lagi lah, aku mandor bukan guru fisika. Atau tanya jagonya.

Dari berbagai kecelakaan yang terjadi, kasusnya sama. Operator mengangkat beban di depan mobilnya. Lalu mengulurkan tangan ingin memindahkan barang itu ke tempat yang lebih jauh. Lalu barang itu turun bersama crane, ditemani operator dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya. Ambruk. Kenapa eh kenapa? Karena moment menjadi berkali lipat saat dia mengulurkan tangannya. Saat pertama diangkat, bebannya masih kecil. Tapi saat tangannya mengulur, Momen menjadi berlibat ganda. Dan ... tadaaa ... besok masuk koran.

2. Crawler Crane

Bagaimana kalau kamu mau mengangkat barang, lalu memindahkan barang itu ke tempat yang di luar jangkauan tangan mu. Maka kamu harus berjalan. Sambil membawa barang itu. Tapi hal itu tidak bisa kita lakukan dengan mobil crane. Mobile crane hanya bisa melakukan perpindahan barang yang masih dalam radius jangkauannya. Tidak bisa berjalan sambil mengangkat barang. Manusia, memang tak pernah puas. Mereka, menciptakan Crawler Crane.

Crawling crawling crawling

Crawler Crane, atau lebih akrab disebut Crawler. Bangla43 menyebutnya 'koule'. Mesin ini bisa dikenali dengan dua tread [kaki] yang melingkar seperti roda Tank. Kaki yang seperti ini yang bisa mendaki gunung lewati lembah SAMBIL bawa barang. Jadi crane jenis ini biasanya dipakai pada saat-saat awal proyek, membuat fondasi. Di mana tidak ada solid ground untuk mobile crane berpijak. Crawler bisa merangkak di tanah lembek dan berdiri dengan kokohnya, mengangkat barang, lalu BERJALAN. Tepuk tangan saudara-saudara! Umat manusia telah selangkah lebih dekat ke blueprint Sang Maha Kuasa.

Ouwh lihat lah kakinya, begitu mulus. Betisnya. Ouwh. Sempurna.

Bentuk kakinya yang tidak seperti kendaraan biasa, membuat Crawler tidak bisa melintasi jalan raya tanpa bantuan sarana transportasi seperti Trailer. Meskipun kamu bisa menjalankan Crawler, tapi kecepatannya maksimum adalah 15kph. Ibaratnya kalau kamu pakai jalan tol Malang Surabaya, sampai tujuan dalam enam jam, dan jalan yang kamu lewati perlu diaspal lagi. Jadi salah satu kelemahan Crawler Crane adalah mobilitas. Crawler harus dibongkar pasang kalau mau dipindah jarak jauh.

Trailer membawa Crawler


Dibongkar pasang? Iya! Emangnya kamu kira barang segedhe itu muat masuk trailer? Biasanya main unit nya satu. Lalu tangannya juga bongkar pasang seperti Lego. Untuk informasi, untuk bangunan empat lantai yang Suhu buat. Jumlah konstruksi lengan Crawler Crane yang datang ke lapangan, sekitar empat setengah truk. Main unit datang dengan low-bed Trailer, sementara lengannya dirakit di tempat.

Proses perakitan lengan Crawler

Mengingat kita harus membangun bangunan empat lantai, minimum lengannya harus setinggi enam lantai. Bukan lima, karena masih ada roof. Ya, mandor lebih berpengalaman daripada kamu. Kalau lengan Crane setinggi enam lantai, berarti waktu dirakit, lapangan harus menyiapkan ruang kosong SEPANJANG enam lantai. Ya, bongkar pasangnya dalam posisi bobok, terus kalau udah siap baru ereksi. Sumpah, mereka bilangnya erection.

Lengan Megazord, eh Crawler, dalam posisi bobok

Jadi itulah salah satu kelemahan Crawler Crane. Nggak semua lapangan punya keuntungan area yang luas yang bisa dipakai buat bongkar pasang mesin segedhe Megazord. Dan fungsi dua tread yang seperti roda tank itu sampai sekarang masih ambigu: tujuannya buat menstabilkan Crawler atau buat menghancurkan lantai? Tiap kali crawler crane berjalan masuk area beraspal, bertegel, berbeton, selalu meninggalkan jejak yang susah dihapus. Ya jelas, gimana cara menghapus aspal pecah?

Menggulingkan crawler masih lebih mudah daripada menggulingkan pemerintahan Soeharto

Sayangnya meskipun stabil, tetap saja ada berita yang kurang menggembirakan cenderung mengenaskan tentang Crawler. Ngguling itu tetap ada meskipun relatively jarang. Overload juga menjadi salah satu sebab utama nggulingnya Crawler. Tapi di sisi lain, Crawler mempunyai faktor kecelakaan yang tidak ada di Mobile Crane. Yaitu Snap. Snap terjadi ketika benang-benang baja [ya, seperti efek Stygian Desolator pada Raijin Thunderkeg] tiba-tiba putus secara tidak dikehendaki. Lengan rakitan itu akan terlontar ke arah berlawanan. Lalu ngguling ke belakang.

Belakang Mobil Crane, depan Crawler Crane. Battle of the Machines

Jadi mana yang lebih baik? Mobile atau Crawler? Yang mobile lincah dan bisa ke mana-mana. Hemat cermat dan bersahaja. Tapi tidak bisa mengangkat sambil berjalan-jalan. Crawler Crane, yang bisa menutup lubang kelemahan Mobile Crane tersebut, melibatkan unit lain untuk berpindah dari lapangan satu ke lapangan lain. Crawler, meski termasuk salah satu jenis yang bisa jalan di terrain apa pun, perlu waktu untuk merakit. Siapakah yang akan menang kali ini, Autobot atau Decepticon? Mobile atau Crawler?

Suhu,
which side will you choose?

NB. ditulis sambil melatih Bangla43 pronounciation yang baik dan benar.

8 comments:

dina.. said...
This comment has been removed by the author.
dina.. said...

sambil baca sambil ngelongok ke jendela
ngabsen 2 cranes deket kamar :P

mukuge said...

hahaha yg kayak gini gw suka.

tp hu, kalo bikin gedung 43 lantai berarti butuh tanah kosongnya banyak dong? trus empire state bldg dibangun pake yg mana ya?

sekian dan terimakasih kpd edukator panda tambun.

PHY said...

Kurang ininya, Hu:

Ya, adik-adik sekalian. Selamaaaa~~aat PAGI! Pada pagi hari yang indah ini. Aku, Pandor, akan mengajari kalian semua apa yang perlu kalian tahu tentang ngecor.

*anak-anak kecil dengan baju construction worker dan helm-helm kebesaran akan berteriak "Siap, Pandor!" dengan nada riuh rendah*

*Pandor akan berjalan dengan gaya baris-berbaris dengan iringan lagu irama mars ketukan empat per empat sambil bernyanyi dengan nada cacamaricaheihei*

dan

Ya adik-adik sekalian, sampai di sini perjumpaan kita dengan Pandor si Panda Mandor. Jumpa lagi di lain waktu dalam acara yang sama. SERIIII EDU KASI MANDOORRR.

*Pandor melambai-lambaikan tangan ke kamera.*

*anak-anak kecil dengan baju construction worker dan helm-helm kebesaran akan berteriak "Siap, Pandor!" dengan nada riuh rendah*


:D:D:D

hadi said...

Itu sih namanya mobil derek.

suhu said...

#dina:
masih berdiri ato udah tiduran din?

#mukuge:
tower crane atau self-hoisting mechanism. selama ini di site aku belum pernah pake jadi ga punya fotonya yg bagus.

#PHY:
pedopil ah kamu. aku juga ga tau pas nulis itu dulu kesurupan arwah panda mana.

#hadi:
mobil derek? jadi kayak yang biasa dijadiin simpenan atau mobil kedua gitu ya?

oh .. itu perek ding. sori.

nCy . vLa said...

hoooo gitu...
*ga tahu apa apa ttg crane, bagiku mah sama aja mereka itu mobil bangunan* :p

blogger ingusan said...

oh....gitu yagan.............ane baru tau tuh