Saturday, January 24, 2009

The Time Machine - The Tiles and The Imperfections

Suhu, si Mandor jagoan, selalu mempunyai firasat akan hal-hal yang tidak baik. Terutama pada hal-hal yang sepertinya akan bermasalah di masa yang akan datang. Firasat ini telah menyelamatkan Suhu berkali-kali. Terutama saat duduk di bangku sekolah.

"Hummm... aku punya firasat exam bakal keluar dari chapter ini."

Entah karena keberuntungan atau karena banyaknya amal, firasat Suhu jarang gagal. Setengah hoki setengah nujum, mungkin itu juga asal nama Suhu melekat sebagai nama panggilan. Firasat akan hal-hal yang tidak baik ini lah yang akhirnya meneruskan menjaga karir Suhu sebagai Mandor di lapangan PT Bangun Subangkit. Katakanlah skill ini adalah Insting Mandor.

Contohnya adalah kejadian di siang itu.

*Layar mulai bergelombang remang, lalu berubah menjadi warna sephia coklat putih, menandakan alur flashback*

Suhu duduk bersandar di office chairnya sambil memejamkan mata. Sambil menendang-nendangkan kakinya di dinding, kursi yang didudukinya maju mundur. Sedikit berdendang lagu-lagu yang bernada patriotisme pembangunan, Suhu melakukan aktivitas rutin. Tidur siang. Saat memasuki bait refren, kakinya menendang lebih keras. Roda kursi kantor yang berjumlah lima itu masuk ke sela-sela antar ubin, yang lebih besar dari tile gap pada umumnya. Kursi itu hilang keseimbangan.

Tiba-tiba terdengar suara "Gedubrak" diikuti dengan bahasa baku Jawa Timur yang sering diucapkan Suhu. Dan Mandor yang semestinya sudah tertidur lelap itu terjaga sepenuhnya. Dan selalu gagal tiap kali mencoba tidur lagi. Pikirannya melayang-layang. Andai dia punya mesin waktu, dia akan lebih perhatian waktu mengawasi proses pengubinan kantor nya yang sekarang.

Ubin di kantor memang hanya pakai sisa ubin dari proyek lalu.

Adegan berikutnya adalah mandor mengambil semen di gudang dan memoles lantai kantor yang jarak antar ubinnya segedhe Megazord. Sudah bukan rahasia kalau ubin di kantor Suhu tidak sempurna. Karena kita memasang tegel di sini dengan ubin-ubin sisa proyek yang lalu. Jadi lantainya berwarna-warni, dan ukurannya pun tidak semua sama. Imperfeksi itu lumrah. Tidak ada yang sempurna. Sebenarnya bukan hanya ubin. Pintu dan jendela pun agak sedikit random ukurannya. Lagipula yang membangun kantor saat itu baru lulus dari Ninja Turtles University.

"Laknat, lagipula siapa dulu yang order ubin ini? Kenapa size nya nggak sama semua?"
"Entahlah mister Adi. Waktu itu saya belum masuk PT Bangun Subangkit."
"Ya. Jancok waktu itu yang order pasti nggak mikir kalo ubin itu harus order lebih."
"Ya mister Adi."
"Nggak boleh ngepas. Belum kalau datang dari supplier mesti ada yang sudah retak, sudah pecah. Jancok supplier mana mau ngganti."
"Ya mister Adi."
"Jadi kamu sudah order ubin buat Blok C belum, Martin?"
"Sudah mister Adi."
"Sudah order lebih?"
"Sudah."
"Kamu ekstra berapa?"
"Dua puluh."
"BANYAK SEKALI? KAMU PIKIR UBIN ITU GRATIS?"
"Oke mister Adi nanti saya ganti ordernya."

Memesan ubin. Memesan ubin adalah hal yang mudah. Biasanya kita memesan ubin setelah bangunannya selesai dibangun. Memasang ubin termasuk salah satu aktivitas mendasar yang dilakukan hampir setiap proyek. Ubin/Tegel/Tile pada umumnya mempunyai ukuran standar. 300mm x 300mm. Katanya. Tapi kalau kamu amati benar-benar, setiap tegel hanyalah 297mm, di mana ada allowance untuk tile gap pada saat memasang ubin agar ada kesan lurus dan siku-siku. Tile gap ini biasanya 3mm, which makes up for the balance from the 300mm.

Cara menghitung jumlah pesan ubin adalah. Hitung luas area. Dibagi dengan 0.09 meter persegi [Luas ubin]. Lalu dikalikan dengan ekstra order. Untuk tegel 300x300mm biasanya kita memakai Extra-five atau extra-ten. Artinya order 5% ekstra. Atau order 10% ekstra. Misalnya kamu perlu 100 buah ubin untuk kamarmu, kamu order 110. Itu tergantung Mandor. Kalau punya confident pada anak buahnya, workernya sudah ahli dan tidak pernah ndak sengaja memecahkan ubin waktu kerja, bisa memilih Xtra5. Kalau suppliernya curang sering ngirim ubin retak-retak dan malas berselisih pendapat, ya main aman order Xtra10. Kalau Mandornya lapar dan suka makan beling, ya Xtra15.

Tapi seperti biasa, tidak semuanya semudah kedengarannya. Ubin ini. HARUS HABIS. Karena kita di lapangan dipandang tinggi oleh semua orang. Terutama Boss. Boss besar selalu memandang kita sempurna dan tak pernah salah. Maksudku, tak boleh salah.

"Gimana sih koq bisa order kelebihan? Ini semua uang, tahu? Uang. Terus sisa segini banyak ubin mau dikemanain? Mau dikemanain hayo? Kamu jawab."

Tentu saja Mandor yang cerdas akan menjawab "Buat kantor baru boss, biar saya gak jatuh lagi gara-gara ubinnya jelek." Tapi Mandor yang bijaksana akan menunduk dan diam seribu bahasa.

Kita harus order ekstra agar ubin ini cukup, tapi juga harus order ngepas agar tidak banyak waste. Afterall, semua uang yang bisa kita simpan untuk proyek ini yang nantinya akan berpengaruh ke kualitas gaji kita. Maka dari itu, Suhu sempat memberikan amarah nafas naga ke Martin saat tahu dia order Xtra20.

Tiga minggu berselang.

Truk-truk besar mengantarkan bahan bangunan. Satu lori mengantarkan ubin berwarna kuning. Mandor menghitung. Jumlah yang ada di nota sama dengan jumlah yang ada di truk. Oke. Tanda tangan. Lalu sopir lori itu kembali ke belakang setir. Rupanya dia mengambil sesuatu.

"Boss, ini ada titipan dari pabrik. Katanya ini yang gratis."
"Ha? Buat apa ini?"
"Nggak tahu katanya suruh ngasih ini ubin lima biji gratisan."

Emangnya aku kuda lumping? Tapi ya seperti kata pepatah, tidak ada apa pun yang gratis. Pasti ada sesuatu yang tidak beres. Ting ting ting. Insting Mandor. Suhu pun langsung memanggil Martin. Asistennya yang menangani bagian arsitektural, antara lain, ubin.

"Aku koq dikasi ubin gratisan ini apa ya."
"Oooohhh dikasi ke mister adi toh sama supirnya. Pantas aku cari-cari gak ada."
"Lho kamu order? Buat rumahmu?"
"Nggak, buat Blok C."
"Lah? Ngapain order lima."
"Lho? Kan kata mister Adi dua puluh kebanyakan."
"He?"
"Waktu itu tanya mau order extra berapa, katanya Xtra five aja kan?"
"...."

Ya Tuhan apa salah dan dosaku bisa dapat asisten kayak gini? Dari dulu sampai lima ratus tahun lagi mana ada orang beli ekstra lima biji. Suruh order lima persen malah order lima biji. Kadang aku berandai. Berandai-andai. Andai aku punya mesin waktu.

Suhu,
aku bakal ke Filipin waktu asistenku dilahirkan dan meminta bapaknya bersumpah bayi ini gak akan dijadikan asisten Mandor.

Thursday, January 22, 2009

This Job is Sickening

This.

Job.

Is.

Sickening.

This.

Is.

Really.

Sick.

Sick.

Sickening.

"Boss, I need to take leave tomorrow due to illness."

"I'm sick of this job."

Tuesday, January 20, 2009

Tentang Sebuah Kepergian

Keringat kita bercucuran di bawah teriknya matahari. Monsoon. Paceklik. Pergantian musim. Sang surya menggagahi dunia menyinari dunia dengan gagahnya. Suhu menelepon salah seorang yang seharusnya sudah ada di hadapannya saat itu.

"Ke mana supir itu?@!$!#^"

Si supir itu seharusnya sudah tiba setengah jam yang lalu. Diselingi dengan beberapa kali Suhu mengontak walkie-talkie nya yang selalu menjanjikan ketibaan dalam lima menit. Tak heran siang itu Suhu merasa sangat jengkel. Menunggu kiriman barang bukanlah sesuatu yang menyenangkan. Tepatnya, menunggu bukanlah suatu kegiatan yang menyenangkan.

Tiba-tiba hape Suhu berdering. Bukan telepon. Dari ringtone nya Suhu tahu, itu adalah sebuah sms. Setelah memanjat turun tumpukan scaffolding itu, dan memastikan dirinya berada di tempat yang aman. Suhu mengeluarkan hape nya. Lalu membaca pesan yang diterimanya. Dia menghempaskan dirinya ke rerumputan. Merebahkan diri.

Menutup teleponnya. Lalu memasukkannya ke saku seragamnya. Lalu mengeluarkannya lagi. Membuka lagi pesan itu. Setengah berharap itu hanya halusinasi semata. Sedikit berharap pesan itu akan terbaca lain saat dibuka untuk kedua kalinya.

Dia telah pergi.

Suhu tidak seberapa mengenalnya, meskipun dia pernah tidur serumah. Bahkan bisa dibilang tidak kenal, hanya tahu saja. Apa kebetulan atau memang takdir, bahwa aku dan dia seprofesi meskipun beda generasi. Suhu beda pola pikir dan Suhu kalah pengalaman itu pasti, tapi Suhu masih tetap merasa bahwa figur nya adalah seorang yang hebat. Dari percakapannya, dari pertanyaannya, dari penjelasannya, tersirat jelas bahwa dia adalah true-blue kontraktor. Hidup dari pembangunan, hidup oleh pembangunan, dan hidup untuk pembangunan.

Satu per satu dialog dengannya tiba-tiba terbayang dan terngiang sekali lagi. Mungkin hanya sempat satu kali duduk dan berbincang. Aku masih belum sempat bertanya banyak belajar banyak berdiskusi banyak. Tapi siapa aku ini untuk melarang dia pergi sebelum aku sempat belajar darinya? Siapa aku ini untuk berkata 'Tunggu!' kepadaNya?

Mungkin. Surga membutuhkan kontraktor untuk membangun bait Allah di sana. Karena Tuhan selalu memakai yang terbaik untuk anak-anak Nya. Dia membutuhkan builder terbaik di sana. Dan, Tuhan mungkin tidak mau menunggu. Karena. Menunggu bukanlah suatu kegiatan yang menyenangkan.

Suhu,
selamat jalan Oom.

Semoga yang ditinggalkan dikuatkan dan senantiasa diingatkan bahwa Tuhan tahu yang terbaik bagi umatNya.

Thursday, January 08, 2009

Seri Edukasi Mandor: Crane

Kembali lagi dalam seri edukasi Mandor, kali ini kita akan membahas tentang peralatan berat. Bukan. Bukan sledge hammer. Topik kita kali ini adalah Crane. Maafkan penulis yang sampai sekarang masih belum tahu apa bahasa Indonesia daripada crane, karena memang hal-hal yang berhubungan dengan membangun dunia semuanya penulis pelajari di tanah air orang lain. Anyway, semoga semua pembaca tahu apa yang penulis maksud dengan Crane. Jika belum tahu, teruskan membaca. Eventually you will know and say "Ahhh, that THING is called crane. I feel a lot smarter now."

Crane, yang dalam bahasa mandarin kalau diterjemahkan bebas ke bahasa kita artinya jadi 'Mobil Pancing' adalah satu jenis alat berat dari sekian banyak machinery yang kita pakai di construction. Sebelum kita melangkah lebih jauh, mari kita tilik semboyan Pancasila. Bhinneka Tunggal Ika. Kenapa tiba-tiba membahas Bhinneka Tunggal Ika? Karena Crane mempunyai kesamaan dengan Garuda Pancasila. Yeah, Crane dan Garuda sama-sama Burung. Maksudnya, meskipun berbeda-beda tapi tetap satu jua. Meskipun berbeda suku, agama, ras, dan anatomi, bermacam-macam mobil pancing itu tetap saja namanya Crane. Biar tidak tambah bingung, mari kita simak model Crane satu persatu.

1. Mobile Telescopic Crane

Karena namanya panjang dan tidak efisien, orang-orang lapangan menyingkat Mobile Telescopic Crane menjadi ... Crane. Bangla43 menyebutnya 'kering'. Di Singapore, kebanyakan konstruksi skala menengah ke bawah menggunakan jenis ini. Bisa dibilang ini jenis paling populer dan bakal kamu lihat di jalan raya. Selain digunakan di konstruksi skala menengah ke bawah, juga digunakan di proyek renovasi terutama yang berhubungan dengan re-roofing.

Berjalan dengan banyak roda di jalan raya yang tiap hari kamu lalui dengan bus, taxi, maupun mobil pribadi. Mobile crane sebenarnya tidak lebih besar dari mobil pemadam kebakaran saat dalam mode transportasi. Maka dari itu, jenis ini senantiasa bisa mencapai lapangan mana pun yang memerlukannya.




Gambar Skematik Mobile Telescopic Crane


Tanpa perlu bantuan alat transportasi apa pun. Dalam mode transportasi, dia akan menyusutkan semua anggota badannya dan menjadi sebuah truk. Dalam mode Crane, dia akan melebarkan semua anggota badannya, menjejakkan kakinya ke tanah dalam-dalam, mengulurkan tangannya yang membentang. Dan ... BERUBAH !!!! Kebanyakan lihat Transformers.

Mode Crane. Bentangkan tangan dan kaki

Crane jenis ini bisa mengangkat. Juga bisa berjalan. Tapi tidak bisa melakukan keduanya dalam waktu bersamaan. Jadi kelemahan dari mobile crane adalah. Waktu. Kalau kamu mau menggunakan crane ini, kamu harus parkir, mekrok melebarkan kaki, menjejakkan kaki, mengulurkan tangan. Baru boleh mengangkat barang. Dan, eits, pas ngangkat gak boleh jalan.

melebarkan kaki, menjejakkan kaki, mengulurkan tangan. "Ya kamu gitu terus sampai mama pulang dari salon ya"

Kenapa tidak bisa bergerak. Karena outrigger. Untuk mencapai stability chasis, mobile crane harus menjejakkan outrigger [kaki] nya ke tanah sampai ban mobil nya tidak bersentuhan dengan tanah. Untuk mengecek ini mandor harus memutar ban crane tersebut dengan cara manual. Kalau bisa diputar, berarti sudah tidak bersentuhan dengan tanah. Tentu saja pembaca tidak perlu dijelaskan bahwa koefisien gesek ban dengan udara jauh lebih ringan daripada koefisien gesek ban dengan aspal. Dan aktivitas memutar ban ini biasanya lebih melelahkan daripada push up satu tangan, mengingat jumlah ban yang terlibat untuk diputar.

Ban harus melayang

Tapi untunglah aktivitas muter ban ini gak harus dilakukan untuk setiap ban. Cukup untuk ban-ban yang dicurigai masih nempel tanah. Soalnya semua Mandor yang masih normal kurang seberapa suka hal-hal yang berbahaya. Tingkat resiko pekerjaan ini sangat berbahaya. Mungkin itu sebabnya nyawaku diasuransi seharga sepersepuluh kaki David Beckham.

Lha kalau pas ban e takputer crane e ikut muter piye?

Gambar di atas adalah kecelakaan yang paling sering dialami di lapangan yang menggunakan crane. Yaitu toppling. Dalam bahasa Indonesia, Crane ngguling gulung koming. Meskipun ada berbagai macam jenis penyebab kecelakaan. Misalnya mesin terlalu tua lalu tiba-tiba patah, rantai yang dipakai mengangkat tiba-tiba putus tanpa sebab yang jelas, operator kurang pengalaman, Mandor muter ban terlalu kenceng, dan yang paling sering ... OVERLOAD.

Seperti yang kita pelajari di fisika SMA chapter Torque [Torsi dalam bahasa Indonesia]. M = F x r ; di mana M adalah Moment [Momen], F adalah Force [Gaya], dan r adalah radii [lengan momen]. Jadi moment, beban yang dirasakan oleh tangan Crane, berbanding lurus dengan berat dan jarak. Hwarakadah, kalau gak ngerti baca diktat SMA lagi lah, aku mandor bukan guru fisika. Atau tanya jagonya.

Dari berbagai kecelakaan yang terjadi, kasusnya sama. Operator mengangkat beban di depan mobilnya. Lalu mengulurkan tangan ingin memindahkan barang itu ke tempat yang lebih jauh. Lalu barang itu turun bersama crane, ditemani operator dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya. Ambruk. Kenapa eh kenapa? Karena moment menjadi berkali lipat saat dia mengulurkan tangannya. Saat pertama diangkat, bebannya masih kecil. Tapi saat tangannya mengulur, Momen menjadi berlibat ganda. Dan ... tadaaa ... besok masuk koran.

2. Crawler Crane

Bagaimana kalau kamu mau mengangkat barang, lalu memindahkan barang itu ke tempat yang di luar jangkauan tangan mu. Maka kamu harus berjalan. Sambil membawa barang itu. Tapi hal itu tidak bisa kita lakukan dengan mobil crane. Mobile crane hanya bisa melakukan perpindahan barang yang masih dalam radius jangkauannya. Tidak bisa berjalan sambil mengangkat barang. Manusia, memang tak pernah puas. Mereka, menciptakan Crawler Crane.

Crawling crawling crawling

Crawler Crane, atau lebih akrab disebut Crawler. Bangla43 menyebutnya 'koule'. Mesin ini bisa dikenali dengan dua tread [kaki] yang melingkar seperti roda Tank. Kaki yang seperti ini yang bisa mendaki gunung lewati lembah SAMBIL bawa barang. Jadi crane jenis ini biasanya dipakai pada saat-saat awal proyek, membuat fondasi. Di mana tidak ada solid ground untuk mobile crane berpijak. Crawler bisa merangkak di tanah lembek dan berdiri dengan kokohnya, mengangkat barang, lalu BERJALAN. Tepuk tangan saudara-saudara! Umat manusia telah selangkah lebih dekat ke blueprint Sang Maha Kuasa.

Ouwh lihat lah kakinya, begitu mulus. Betisnya. Ouwh. Sempurna.

Bentuk kakinya yang tidak seperti kendaraan biasa, membuat Crawler tidak bisa melintasi jalan raya tanpa bantuan sarana transportasi seperti Trailer. Meskipun kamu bisa menjalankan Crawler, tapi kecepatannya maksimum adalah 15kph. Ibaratnya kalau kamu pakai jalan tol Malang Surabaya, sampai tujuan dalam enam jam, dan jalan yang kamu lewati perlu diaspal lagi. Jadi salah satu kelemahan Crawler Crane adalah mobilitas. Crawler harus dibongkar pasang kalau mau dipindah jarak jauh.

Trailer membawa Crawler


Dibongkar pasang? Iya! Emangnya kamu kira barang segedhe itu muat masuk trailer? Biasanya main unit nya satu. Lalu tangannya juga bongkar pasang seperti Lego. Untuk informasi, untuk bangunan empat lantai yang Suhu buat. Jumlah konstruksi lengan Crawler Crane yang datang ke lapangan, sekitar empat setengah truk. Main unit datang dengan low-bed Trailer, sementara lengannya dirakit di tempat.

Proses perakitan lengan Crawler

Mengingat kita harus membangun bangunan empat lantai, minimum lengannya harus setinggi enam lantai. Bukan lima, karena masih ada roof. Ya, mandor lebih berpengalaman daripada kamu. Kalau lengan Crane setinggi enam lantai, berarti waktu dirakit, lapangan harus menyiapkan ruang kosong SEPANJANG enam lantai. Ya, bongkar pasangnya dalam posisi bobok, terus kalau udah siap baru ereksi. Sumpah, mereka bilangnya erection.

Lengan Megazord, eh Crawler, dalam posisi bobok

Jadi itulah salah satu kelemahan Crawler Crane. Nggak semua lapangan punya keuntungan area yang luas yang bisa dipakai buat bongkar pasang mesin segedhe Megazord. Dan fungsi dua tread yang seperti roda tank itu sampai sekarang masih ambigu: tujuannya buat menstabilkan Crawler atau buat menghancurkan lantai? Tiap kali crawler crane berjalan masuk area beraspal, bertegel, berbeton, selalu meninggalkan jejak yang susah dihapus. Ya jelas, gimana cara menghapus aspal pecah?

Menggulingkan crawler masih lebih mudah daripada menggulingkan pemerintahan Soeharto

Sayangnya meskipun stabil, tetap saja ada berita yang kurang menggembirakan cenderung mengenaskan tentang Crawler. Ngguling itu tetap ada meskipun relatively jarang. Overload juga menjadi salah satu sebab utama nggulingnya Crawler. Tapi di sisi lain, Crawler mempunyai faktor kecelakaan yang tidak ada di Mobile Crane. Yaitu Snap. Snap terjadi ketika benang-benang baja [ya, seperti efek Stygian Desolator pada Raijin Thunderkeg] tiba-tiba putus secara tidak dikehendaki. Lengan rakitan itu akan terlontar ke arah berlawanan. Lalu ngguling ke belakang.

Belakang Mobil Crane, depan Crawler Crane. Battle of the Machines

Jadi mana yang lebih baik? Mobile atau Crawler? Yang mobile lincah dan bisa ke mana-mana. Hemat cermat dan bersahaja. Tapi tidak bisa mengangkat sambil berjalan-jalan. Crawler Crane, yang bisa menutup lubang kelemahan Mobile Crane tersebut, melibatkan unit lain untuk berpindah dari lapangan satu ke lapangan lain. Crawler, meski termasuk salah satu jenis yang bisa jalan di terrain apa pun, perlu waktu untuk merakit. Siapakah yang akan menang kali ini, Autobot atau Decepticon? Mobile atau Crawler?

Suhu,
which side will you choose?

NB. ditulis sambil melatih Bangla43 pronounciation yang baik dan benar.

Friday, January 02, 2009

Tentang Tahun Baru dan New Year Resolution

Langsung ke pokok bahasan masalah, SELAMAT TAHUN BARU semuanya!!!

Tergantung dari sisi mana kita memandangnya, tahun baru bisa berarti sebuah titik pendorong kita untuk melakukan perubahan. Mungkin karena sebab itu orang-orang juga banyak yang menganut sistem New Year Resolution. What's yours? Mine is 1024x768. Mungkin juga karena kita perlu alasan. Kadang memang event-event ini sering dipakai sebagai alasan.

Untuk orang yang biasanya tidak pergi ke misa hari Minggu, hari Natal dijadikan alasan untuk minta libur karena perusahaannya tetap bekerja di hari kudus tersebut. Hari ulang tahun dijadikan alasan untuk tetap berhubungan pada teman yang sudah lama tidak kontak, agar tidak terdengar cuma-telpon-kalo-ada-butuhnya. Oh iya, bahkan Hari Idul Fitri pun tidak jarang menjadi alasan untuk bermaaf-maafan.

Afterall, tahun baru hanyalah sebuah milestone yang akan tetap menjadi sebuah alasan. Alasan bagi umat manusia untuk beli baju baru, sepatu baru, henpon baru, rumah baru, mobil baru, dan yang pasti harus ganti, kalender baru.

New Year Resolution hanyalah sebuah pedoman untuk menjadi motivasi 'mulai hari ini aku akan berubah' dan agak aneh kalau resolusi itu diucapkan tanggal 3 februari ato 23 oktober karena memang hari-hari itu kurang 'angka cantik'.

Tapi untuk apa menunggu tahun depan kalau memang perubahan itu ke arah yang lebih baik. Mari kita teriakkan dengan lantang pada tanggal dua januari, tiga januari, atau bahkan dua puluh lima februari dan tiga puluh satu desember. Bahwa kita mau berubah ke arah yang lebih baik. Dan perubahan ke arah yang lebih baik itu. Tidak. Perlu. Me. Nung. Ging. Gu.

Buat yang mau memaafkan atau minta maaf, tidak usah gengsi, lakukanlah hari ini sebelum matahari terbenam. Jangan tunggu Idul Fitri. Buat yang mau pergi ke gereja mengaku dosa, pergilah sekarang sebelum terlambat, jangan tunggu hari Natal. Yang mau kontak temannya, telepon aja, ngaku aja kangen. Gak ada salahnya, paling dikira homo. Buat yang mau beli baju baru, sepatu baru, henpon baru, rumah baru, mobil baru, jangan tunggu uang cukup, kredit aja jangan buru-buru. Buat yang ingin membuat resolusi tahun baru untuk perubahan ke arah lebih baik, jangan tunggu apa-apa lagi.

Karena satu januari memang hari yang istimewa, karena hanya terjadi setahun sekali. Tapi lupakah kalian, bahwa dua puluh dua maret dan tujuh belas november juga hanya terjadi setahun sekali?

Jadi, untuk Panda Tambun si Mandor Jagoan, apakah arti tahun baru?

Tak ada terompet seruling pun jadi



Suhu,
tahun baru masalah baru.