Thursday, October 09, 2008

Hongkong: Kesan Pertama Begitu Menggoda

Berhubung pekerjaan yang menumpuk sesaat sebelum pergi, maka persiapan keberangkatan menuju ke Hongkong ini juga agak tersengal-sengal. Sebagai orang yang mempunyai talenta work incredibly well under pressure, Suhu mempersiapkan hampir semua hal yang ada di post sebelumnya, dengan metode SKS [Sistem Kebut Seminggu].

---*fast forward bagian-bagian gak penting* ---

Semua sudah siap. Tiket sudah dikemas dan koper sudah dibeli. Walkie-talkie kantor dibawa dan pacar ditinggal.

Eh. Tiket sudah dibeli. Koper sudah dikemas. Walkie-talkie kantor ditinggal. Pacar dibawa. Maaf. Kesalahan teknis. Packing semalam suntuk bisa berakibat rasa ngantuk.

Lalu Suhu melihat kondisi di dompet. Uang. Kita perlu uang. Menurut Suhu pribadi, uang adalah hal yang sangat penting di dunia ini. Tingkat kepentingannya saaaanngaaaattt tinggi. Untuk teman-teman yang mengenal Suhu personally, tentu tahu level kecintaan Suhu akan uang. Sampai-sampai ada laskar Kristus yang senantiasa mengingatkan Money is not everything dan berusaha mempertobatkan Suhu dari menyembah Mammon.

Buat yang tidak setuju tentang pandangan Suhu mengenai uang, tidak perlu diperdebatkan di sini. Silakan mencoba berdebat dengan aunty chicken rice terdekat.

One chicken rice. Take away.
Three dollar.
Wah aunty I forget to bring my wallet. Can pay next time?
Cannot. You take your money first la, or borrow your friend first la.
Aiyo aunty .. three dollars only.
Three dollars oso money. One man forget three dollars. Everyone come forget wallet tomorrow I can close shop oredi.
But aunty ....
No lah .. no money no talk. Next? Ni yao shen me?
Money is not eveything.
Roasted one or white one?
Not everything in this world can be measured by money.
Having here or take away?
There are a lot of things that can't be bought by money.
Thank you.
Aunt, are you listening to me?
Ya boy? Wah you still here ah? Oh sorry sorry. Here your chicken rice, three dollar.

Money can't buy everything. But money can buy many things.

Many things is good enough for me. Who needs everything, anyway? [Adi Prawira, 2006]

Dompet mulai mengempes dan cicilan loan mulai slow down setelah menebus tiket seharga kurang lebih 600SGD per orang. Untuk informasi bagi yang mau membandingkan harga, kami naik Singapore Airlines. Pulang pergi. Ini sudah didiskusikan berkali-kali dengan tgwinmg. tgwinmg tidak mempunyai preferensi untuk penerbangan, yang penting murah.

Sedangkan Suhu punya preferensi sendiri. Untuk penerbangan jarak jauh, Suhu lebih percaya ke maskapai-maskapai penerbangan dengan track record memukau. Misalnya, tidak pernah kecelakaan selama beberapa tahun terakhir [Singapore Airlines], jarang ada delay [Singapore Airlines], servis yang bagus di pesawat [Singapore Airlines], dll [Singapore Airlines]. Sedangkan untuk penerbangan jarak dekat, Suhu memilih gantole.

Akhirnya kami memilih SQ. Yang berarti tiketnya agak tak seberapa sedikit cukup lumayan mahal dibanding dengan yang lain-lain. Tapi kursi yang kami pesan bukan kelas yang paling mahal. Kami memilih seats yang termurah yaitu bagasi kelas ekonomi. Kita perlu melakukan penghematan without compromising safety of the journey. Sebelum ada pembaca yang memberikan ide-ide berenang ke Hongkong.

Ilustrasi Panda masuk bagasi



Tentu kami sudah mempertimbangkan beli tiket untuk satu orang dan satunya masuk bagasi. Tapi setelah dihitung-hitung lagi, overweight.

Belum juga kami berangkat, kartu kredit berlogo burung yang dipromosikan Richard Gere terpaksa digesek lagi. Untuk booking akomodasi. Penginapan kami tarifnya sekitar 1100HKD untuk seluruh perjalanan kami di Hongkong nantinya. yang kalau diterjemahkan ke Singapore Dollar akan bernilai sekitar 200SGD. Dan kalau diterjemahkan ke Indonesia akan bernilai banyak.

Belum berangkat saja sudah begini. Kami membaca-baca keterangan public transport di Hongkong dari internet. Mereka punya kartu semacam EZlink Singapore. Mereka menamainya Octopus Card karena kartu itu berbentuk cumi-cumi. Setelah mempelajari tarifnya. Yang paling efektif adalah tungting tungting PINTU KE MANA SAJA kartu 3-hari unlimited MTR. Apalagi untuk arek Malang yang sudah biasa naek angkot Arjosari Borobudur Gadang, prosedurnya sangat familiar dan mudah digunakan. Sistem jauh-dekat-sama-saja. Sama seperti EZlink Concession tapi durasinya hanya untuk tiga hari, bukan sebulan. 300HKD per orang untuk tiga kali dua puluh empat jam terhitung mulai *cetut* pertama.

Tiket masuk Disneyland harganya sekitar 300HKD dan Ocean Park harganya sekitar 200HKD. Per orang. Untungnya setelah masuk ke dalam, tidak perlu bayar apa-apa lagi. Kecuali kalau kamu mau beli makanan di restoran yang piringnya berbentuk Gufi dan sendoknya berbentuk kepala Donal.

Tiket pesawat pulang pergi Singapore Hongkong. Penginapan. Transport. Disneyland. Ocean Park. Itu tujuan utama. Belum lagi untuk keperluan-keperluan lain. Kita juga perlu membawa uang tunai. Karena kita perlu makan. "Dan makan perlu bayar." [Aunty Chicken Rice, since 1945].

Suhu,
Hongkong: kesan pertama begitu MENGGOrok DAna.

Selanjutnya di kisah di balik hutan bambu.
Fortress Hill: Yang, Ini MUSTAHIL!

Postnote: Untuk posting-posting berikutnya. Persiapkan mental anda untuk banyak foto-foto yang mendebarkan. Untuk anak-anak, perlu bimbingan orang tua. Tidak sesuai untuk ibu hamil, orang yang berpenyakit jantung, dan tekanan darah tinggi ataupun kombinasi ketiganya. Posting-posting berikutnya akan diselipi oleh foto-foto amatir hasil jepretan tapak Panda. Hanya. Di. Kisah Di Balik Hutan Bambu.

4 comments:

larissafhp said...

ayo hu, trus update ttg HK trip nya; berpikiran ke HK juga neh =p

Tommy said...

Hai hai suhu....
blognya keren banget. Mengalir... dan lucu... lumayan buat bacaan di kantor kalo lagi bengong2. hehehe..... keren keren....

keep blogging ^^

salam kenal...

Tommy Khoerniawan

suhu said...

#larissafhp:
hehehe ayo ke HK juga, terus ngeblog ttg perjalanannya.

#tommy:
yow Tom. sebenernya ini memang alami aja. Orang keren nulis apapun bakal jadi keren. Btw, boleh tau kantor kamu di mana?

Aku ada perlu bicara sama bos kamu.

Denger-denger ada karyawan dia yang menyalahgunakan internet kantor. Dengar-denger sih begitu.

tommy said...

wakakaka.... dasar... untung gue tidak mencantumkan kantor gue ^^ bisa berabe nich. hehehe....