Friday, October 03, 2008

Destination Hongkong: The Planning

Sekitar lima tahun lalu, Suhu tidak sama seperti sekarang. Dalam banyak aspek. Tentu saja yang paling mencolok adalah perbedaan di lingkar perut. Tapi bukan itu yang akan kita bahas sekarang. Yang berbeda dari Suhu dari masa ke masa adalah kedewasaan dan sifat serta cara menyikapi sebuah perjalanan.

Kalau dulu, kisah petualangan Suhu, selalu bersifat spontan. Baik itu bersama Guntur, maupun Andreas Lee. Pergi main kartu sampai pagi di asrama tetangga, bangun jam 9 pagi, cuci muka. Ngobrol dan bercanda saat hendak sarapan. Itulah awal terjadinya perjalanan Suhu ke Malaysia.

Mau ke mana sekarang?
Kantin 9?
Bosan.
Kantin 2?
Bosan.
Malaysia?
Bentar, aku cari paspor.

Dan jam sepuluh pagi kami sudah di perbatasan. Tanpa mengetahui apa yang ada di Johor Bahru untuk dikunjungi. Melangkah ke mana kaki melangkah. [Andreas Lee, 2005]. Karena tindak spontanitas seperti ini, cerita-cerita di kisah di balik hutan bambu season 1 bisa tercipta. Misalnya, tersesat di Johor malam hari dan salah masuk gang maksiat. Tindak penuh spontanitas ini sangat menyenangkan untuk orang-orang yang sukanya tanpa beban dan siap untuk mendapat liburan yang tidak sempurna.

Karena perjalanan spontan ini seringkali membawa kita ke tempat yang tidak dituju para turis pada umumnya. Dan lebih sering lagi, tidak membawa kita pulang. Perjalanan Suhu ke Kuala Lumpur misalnya, Suhu berhasil menemukan bangunan yang kukira Petronas. Dan ternyata bukan. Dan tidak berhasil membawa Suhu pulang tepat waktu, sampai terpaksa menginap di hotel yang kurang jelas. Hotel yang kalau malam hari ada yang ketok pintu buat servis plus plus. "Misi mas, jual ginjal?"

Tapi itu dulu. Suhu yang sekarang tidak lagi seperti dulu. Terutama dalam perihal lingkar perut. Perubahan itu sangat gradual. Sejak menganal mengenal Alfonso, mata Suhu menjadi lebih terbuka mengenai Perencanaan. Planning.

Terlebih lagi sejak mengenal tgwinmg. Untuk informasi pembaca, tgwinmg sangat suka planning. Dia sangat enjoy bagian pra-perjalanan ini. Bahkan, kalau boleh dibilang, delapan puluh persen kenikmatan perjalanan dia dapat dari part ini. Planning. Dan sisa dua puluh persen nya terbagi menjadi dua kemungkinan. Kegembiraan tanpa batas jika perjalanan berjalan sesuai rencana/plan. Atau, jika jadwal meleset dari rencana disebabkan oleh pacar [baca:aku] karena last-minute-decision-making-skill [baca:telat bangun, boker kelamaan, lupa bawa paspor, dll]. Dua puluh persen itu akan menjadi sesuatu yang kamu sesali ingat seumur hidup. Kalau kamu masih hidup.

Aku udah selesai planning!
Oya? Kita ke mana?
Jadi kita minggu depan masak soto di rumah deh.
Lho? Aku kira kamu planning buat ke Hongkong?
Oh, plan ke Hongkong uda selesai bulan lalu.
Ouw.
Tiketnya sudah aku booking. Penginapannya sudah kamu atur kan?.
Oh. *keringat*. Tentu. *dingin*. Sudah. *keringat dingin*. Sudah.
*mencium ketidakberesan* Belum ya?
Hehehe, s-s-s-sudah koq. *pipis di celana*


pipis di celana


Liburan kali ini, seperti yang sudah kalian expect, adalah liburan dengan penuh perencanaan. Tapi bagaimanapun juga, manusia merencanakan, manajerial yang menentukan. Proses perencanaan tahap pertama adalah, apply annual leave. Usahakan bersambung dengan public holiday, jadi liburan kita bisa sehari-dua hari lebih panjang. Setelah annual leave di-approve oleh perusahan-perusahaan bersangkutan, baru kita bisa optimis membeli tiket pesawat dan akomodasi.

Setelah melalui proses perencanaan yang mantap, kami mencoba untuk apply tanggal 29 dan 30 September [yakni Senin dan selasa] dikarenakan hari rabu tanggal 1 oktober 2008 adalah hari raya idul fitri. Maka untuk orang-orang beruntung, akan menjadi libur panjang dari hari sabtu tanggal 27 September 2008 [ultah Septian] sampai ke tanggal 1 Oktober 2008 [Hari Kesaktian Pancasila]. Sedangkan bagi orang-orang yang kurang beruntung, liburan baru mulai tanggal 28 September 2008 karena Sabtu masih harus ngecor akbar.

Suhu dan tgwinmg mencari-cari mana negara yang belum dikunjungi. Dan pilihan tercapai pada Thailand. Maka kami memutuskan untuk berangkat ke Thailand. Memang agak susah mencapai negara dengan kesamaan minat. Pilihan tgwinmg jatuh pada Venice, Paris, Jepang, dan sejenisnya. Sedangkan pilihan Suhu lebih condong ke arah India, Bangladesh, Pakistan. Ini benar-benar efek samping bekerja di lingkungan yang penuh tantangan.

Setelah itu. Kami mencari info-info tentang Thailand. Terutama pada yang barusan ke sana. Yakni pasangan Apong dan cewe_apong@hotmail.com [nama dirahasiakan]. Saat informasi tentang Pattaya dan sanook sanook sawadeekaaa hampir kami lengkapi, Channel News Asia memberitakan gejolak politik di Thailand. Airport ditutup, dan turis-turis dibiarkan menggelandang di boarding gate.

Sebagai pasangan yang cerdas cendekia serta siap siaga pun cekatan berwibawa laksana praja muda karana, Suhu dan tgwinmg segera merombak rencana liburan. Okeh. Jatah cuti, sudah diambil. Kita HARUS pergi. Uwaaahhhh bersemangat!!! Kecuali kita mau merubah rencana cuti untuk keliling dunia menjadi syuting Resep Oke Rudi di Dapur Kecil kita selama empat hari tersebut.

Perombakan rencana selalu melibatkan perselisihan. Terutama saat Suhu memaksakan untuk pergi ke India. Apa yang salah dengan Taj Mahal? Dari sana kita punya beberapa kandidat pengganti Thailand. Yaitu.

1. Tetap ke Thailand.
Jika airport ditutup kita ke sana melalui jalan darat. Karena kita memegang teguh prinsip Thailand atau Mati. Jalan darat akan kami halalkan. Mulai kereta api, bis, jalan kaki, sampai melata.

2. Ke Venice.
Faktor finansial memerlukan jual ginjal. Kita lupakan pilihan ini sampai masa yang tidak ditentukan.

3. Ke Indonesia.
Memang suasana gemerlap malam takbiran adalah sesuatu yang sulit dilewatkan. Tapi karena kulit kuning mata sipit perut gendut selalu jadi pusat perhatian saat malam takbiran, kami memutuskan untuk pergi ke tempat di mana kehadiran kami disikapi dengan lebih bersahabat.

4. Ke Hongkong.
Budget hampir sama dengan ke Thailand. Bahasa juga hampir sama. Maksudku, sama-sama gak ngerti.

Setelah mencapai musyawarah mufakat. Akhirnya pilihan jatuh ke Hongkong. Maka, perencanaan untuk perjalanan ke Hongkong dimulai sekitar tiga-empat minggu sebelum keberangkatan.

Suhu,
belajar bahasa Hongkong.


Berikutnya di kisah di balik hutan bambu.
Tips Merencanakan Perjalanan Panjang Gaya Panda.

4 comments:

konnyaku said...

oooohhh...

andreaslee said...

tueng tueng!
tueng tueng tek!
tye se wu hen!
sya shi lay tueng tueng tek!

Idub said...

Ada oleh2nya ga nih?

Hongkong ya?

Umm... titip gondola satu deh? dlm bentuk poto juga gapapa

suhu said...

#konnyaku:
ppeehhh.... qiiiihh... eerrr..
serasa diajari alfabet sama guruteka.

#andreaslee:
ka em choy leng.

#idub:
gondola. noted.