Tuesday, September 16, 2008

Seri Edukasi Mandor: Ngecor (Lagi)

Anak kecil itu menangis merengek-rengek. Ibundanya memaksa untuk tidur siang. "Tidur!", begitu perintahnya. Jelas saja si anak kecil itu tidak mau menurut. Dia menunggu acara tivi kesayangannya. Setelah menyerah pada perintah ibunda, dia berselimutkan quilt kesayangannya. Sayup-sayup dia mendengar deru mobil mamah keluar dari tempat parkir. Mungkin pergi arisan. It's showtime.

Mengendap-ngendap, dia keluar dari kamarnya. Bersekongkol dengan pembantunya, dia membuka kunci kamar papa mama nya. Bagi si kecil, asal si mbak bisa tutup mulut. Bagi si mbak, asal bisa numpang ng-AC di kamar juragan. Tapi bagi keduanya, it's show time: SERIIII EDU KASI MANDOORRR !!!

Nampak di layar kaca, Pandor melompat-lompat gembira dengan senandung ria. Di belakangnya diikuti anak-anak kecil dengan baju construction worker dan helm-helm kebesaran naik sepeda dan otopet dengan jalur yang acak dan secara ajaib tidak bertabrakan. Pandor melambai-lambaikan tangan seolah sesak nafas di dalam kostum.

"Jumpa lagi di Seri Edukasi Mandor, adik-adik sekalian."

"Semuanya masih ingat apa yang diajarkan di episode lalu? Baik. Pintarrr. Ngecor! Mari kita semua menyanyi dan menari bersama. Ayo, dalam hitungan ketiga kita mulai, lagu yang sudah kita latih bersama-sama."

Menara sangat tinggi, apa fondasinya?
Jembatan sangat panjang, gimana bikinnya?
Dinding yang sangat kuat, apa rahasianya?
Begitu banyak tanya, hanya ngecor jawabnya.

Tanah lembek dicor, jadi batal longsor.
Atap rumah dicor, jadi batal bocor.
Marilah mengecor, jangan takut kotor.
Ngecor, ngecor, diawasi mandor.


Kenapa ngecor perlu mandor? Untuk menghindari Cold Joint. Benul. Seperti yang telah kita bahas di pelajaran sebelumnya, Cold Joint adalah sesuatu yang sangat kejam.

Jika Cold Joint terjadi dan Mandor tidak sempat melakukan tindakan preventif (mencegah cold joint) ataupun alternatif (menusukkan batang baja ke potential crack line). Jika. Dan hanya jika. Hal itu terjadi. Maka ngecor babak satu dianggap gagal. Yang berarti sebongkah batu bervolume enam meter kubik, dan bernilai sekitar setengah bulan gaji itu, terbuang.

Tapi untungnya, interval kedatangan molen biasanya berlangsung mulus untuk kawula Singapura yang notabene sangat kiasu. Lantas, apa peran penting Mandor kalau begitu. Tentu saja masalah yang timbul saat ngecor bukan hanya Cold Joint. Ada juga masalah-masalah penting seperti Mandor lapar Spoilt Surface dan Segregation.

Apa itu Spoilt Surface?
Ngecor, berarti menuangkan adonan beton cair ke sebuah wadah yang nantinya akan menjadi bentuk struktur. Permukaan struktur itu yang kita sebut surface, atau dalam istilah arsitektur, sering disebut Finishes. Berbagai macam finishes yang pernah kita jumpai dalam hidup sehari-hari. Plesteran, biasanya kita jumpai untuk koridor. Ubin, bahasa kerennya Floor Tiles, untuk dalam ruangan. Bisa juga parket ataupun rubber floor, atau mungkin karpet menyeluruh. Ataupun Smooth Concrete Finishes yang berarti setelah ngecor, tidak ada lapisan tambahan lagi.

Sebagai seseorang dengan visi jauh ke depan, kita harus mempersiapkan hasil cor-coran kita untuk proses lebih lanjut. Kalau nantinya lantai ini akan diubin, kita harus menghitung permukaan beton turun sekitar 50-70mm untuk memberi tempat duduk bagi plester dan ketebalan ubin/tegel/Tile Bond/floor tile. Selain mempersiapkan ketinggian beton itu sendiri, kita juga harus mempersiapkan kondisi permukaan beton. Untuk ini, kita bisa menggunakan conditioner.

Untuk memperoleh hasil yang baik, tegel yang menggigit permukaan beton, maka permukaan beton cor kita haruslah kasar. Berbeda dengan smooth concrete finishes yang setelah ngecor tidak akan kita tambahi lapisan apa pun, sekali ngecor, permukaan harus mulus seperti pantat bayi. Jangan lupa gunakan soklin softener pada adonan beton cair untuk mencapai hasil maksimal.

Lantas, apa hubungannya finishes dengan Mandor?
Dalam satu proyek ada beberapa blok. Dalam satu blok ada beberapa gedung. Dalam satu gedung ada berapa lantai. Dalam satu lantai ada beberapa ruangan. Tiap ruangan, mempunyai jenis surface finishes yang tidak sama. Maka menurut hitungan matematika biasa, tanpa bermaksud menghina tingkat intelejensia pembaca, satu proyek ada (beberapa pangkat empat) jenis finishes.

Jumlah jenis finishes berbanding terbalik dengan tingkat kesadaran pekerja. Itu sebabnya, dunia memerlukan Mandor. Mandor, sebagai seorang manusia biasa, yang penuh kesalahan dan dosa. Harus menghafalkan ruangan ini bertegel, ruangan ini berkarpet, dan ruangan itu dengan smooth concrete finishes. Kenapa Mandor? Karena Mandor perlu makan dan modal nikah. Karena, kalau bukan kita, siapa lagi. Meskipun kedengarannya sepele, masalah finishes atawa surface ini sebenarnya seurieus. Bagi yang tidak percaya atas pentingnya masalah ini, harap mulai membayangkan toilet anda dikarpet karena kealpaan Mandor.

Akibat Mandor apatis



Karena ngecor adalah proses yang irreversible, maka cacat pada surface adalah sesuatu yang tidak bisa direktifikasi dengan mudah. Silakan mengacu ke foto di atas. Banyak penyebab spoilt surfaces, mulai dari Handprints from our famous foreign celebrities tangan worker yang usil, Mandor terpeleset dan tercebur beton cair [don't ask, shit happens!], dan kehendak Tuhan [baca:hujan-hujan ngecor dalam derita].

Deru mobil terdengar mendekat. Dan berhenti tapi suaranya masih terus menderu. Berhenti di depan rumah. Si mbak dengan sigap berdiri. Juragan datang. Si anak kecil juga tak kalah sigap. Dengan ragu-ragu, melihat layar kaca dengan harapan siaran televisi akan berlanjut dalam mimpinya. Yang dia lihat, hanya lambaian Pandor.

Sampai jumpa,
Pandor.

2 comments:

PHY said...

kasihan nih belum ada yang komen. komen ah. :D

*ide: upload video seri pandor di blog ini dong. :p*

suhu said...

#phy:
iya, sepi nih. pada libur mencela di bulan puasa.

selamat menikmati.