Thursday, September 18, 2008

Seri Edukasi Mandor: Ngecor (Dan Lagi)

Seperti yang telah diberitakan oleh ramalan cuaca sejak tiga puluh tahun terakhir dan sampai tiga ratus ke depan. Cuaca di Bukitpanjang untuk besok adalah. Hot. Humid. Gerah.

Terlihat seekor Mandor menenggak tuak minuman berkarbonasi. Peluh menetes dari dahinya, darah mengalir deras dalam pembuluh darahnya. Sembilan pekerja yang sudah kelelahan hampir di ambang batas. Beberapa dari mereka mata tinggal putihnya. Inilah kerja di construction.

Dua orang memegang sekop. Terus menghajar beton cair itu dan melemparkannya ke wheelbarrow yang sudah mengantri. Lima wheelbarrow, masing-masing dipegang satu orang yang nafasnya sudah tersengal-sengal. Satu orang memegang vibrator dan memuaskan nafsu birahinya untuk mengaduk rata beton yang sedang dicor. Satu orang lagi memastikan agar trowel finish terbentuk sempurna.

Sembilan pekerja ditambah satu mandor. Bergelut dengan waktu. Semuanya gara-gara asisten Mandor yang salah order. Enam meter kubik beton grade 35. Padahal mandor sudah jelas-jelas menulis di mejanya. Tiga tambah tiga meter kubik beton grade 35.

Seperti yang telah kita ketahui bahwa kapasitas molen pada umumnya adalah enam meter kubik, jika kita tidak specify dengan jelas, batching plant akan men-supply dengan seefisien mungkin. Efisien dalam artian jumlah trip paling sedikit. Yaitu tiap molen akan diisi sepenuh mungkin.

Tapi terkadang, orang-orang lapangan ini tidak siap menerima anugerah sejenis selusin molen datang bersamaan. Bahkan terkadang, jumlah pekerja yang siap ngecor hanya memungkinkan untuk ngecor setengah-molen-at-a-time. Pada saat-saat seperti ini, seorang mandor harus jelas dalam perencanaan. Tiga meter kubik. Selesai. Order lagi tiga meter kubik. Dalam jangka waktu kurang dari dua jam. Benul, untuk menghindari cold joint.

Jika order enam meter kubik sejak awal, maka cor-coran pada detik-detik terakhir akan sangat menyiksa. Karena sisa-sisa beton yang umurnya sudah dua jam itu, sudah mengeras.

Pak Mandor. Ini masi baru satu jam lima belas menit. Tapi kenapa betonnya sudah mengeras?
Ini bukan mengeras karena dua jam. Mengeras karena dua jam disebabkan oleh proses hidrasi. Ini namanya segregasi.
Segregasi? Apa itu?
Terpisahnya elemen-elemen beton karena penanganan yang kurang baik. Tadi saat molen datang, dan kita tuang ke penampungan sementara. Kamu lihat bahwa secara tidak langsung, batu jatuh duluan, pasir kemudian lalu baru air campur semen di bagian atas?
Ooo. Jadi ini bukan mengeras.
Bukan. Karena bagian atas tadi pasir dan air, serasa masih cair. Sebenarnya kerikil dan batu lainnya ada di bagian bawah. Karena segregation. Sekarang mereka mati-matian menyekop batunya. Ini namanya, kena batunya.
Tapi jangan khawatir, Pak Mandor. Sudah saya bereskan.


Mandor heran, karena menurut hematnya, tak ada cara untuk menyelesaikan proses segregasi yang sudah terlanjur dibiarkan sekitar satu jam. Segera Mandor jagoan itu bertanya pada asistennya, mengenai rahasia fenomena ilmu pengetahuan yang melebihi teori penciptaan manusia [oleh tuhan] dan teknik bedah tanpa bius [oleh apong].

Asisten Mandor berkata dengan senyumnya yang tanpa dosa. "Saya tambahkan air", ujarnya brilian. Setelah membuat mental note untuk memecat asisten ini dalam tempo sesingkat-singkatnja, dan memesankan tiket pulang ke Burma, agar mandor lain tidak perlu menerima cobaan seperti ini. Mandor cukup kebingungan.

Setelah batching plant selesai mengaduk adonannya, kita tidak boleh merubah komposisi adonannya. Dalam suatu adonan beton, berapa kandungan pasir, batu, air, dan semen menentukan kekuatannya. Tambah saja air bisa berarti ubah saja adonannya. Yang berarti juga mempengaruhi kekuatan beton tersebut setelah matang. Menambah air terlalu banyak bisa menyebabkan hasil menjadi terasa tawar dan anyep. Lho koq jadi panduan memasak bersama resep oke rudi?

Singkat kata singkat cerita, Mandor hari itu mengalami kasus Segregation yang cukup parah. Tapi tidak ada yang lebih parah dibanding kasus Wrong Mix. Kasus Wrong Mix ini menjadikan kredibilitas Mandor menjadi tidak berarti kurang berfaedah.

Apa yang harus kita lakukan jika terjadi Segregation?
Beton yang sudah mengalami segregation tidak selayaknya dipakai untuk struktur. Bagaimanapun juga, beton-beton ini tidak harus dimusnahkan. Karena untuk memusnahkan beton-beton ini perlu waktu dan tempat kami persilahkan yang cukup mengenaskan.

Untuk lebih mudah membayangkan, imajinasikan ada sebuah batu berukuran enam meter kubik. Ya, sekitar dua meter kali dua meter kali satu setengah meter, kalau pembaca mempunyai kesulitan aritmatika. Anda diberi palu. Hancurkan. Ya, mengenaskan bukan?

Yang harus dilakukan jika terjadi segregation adalah, mempersiapkan surat pengunduran diri dari posisi Mandor mencari tempat penampungan pembuangan beton. Jika tidak ada, buka kanvas besar-besar, dan tuang ke dalam. Jangan lupa tancapkan beberapa batang Baja berbentuk U terbalik ke beton yang masih basah. Agar setelah beton itu mengeras, mudah untuk diangkat dan dibuang. Kalau memungkinkan, beton ini bisa digunakan sebagai beton rabat.

Bagaimana dengan Wrong Mix? Apakah Mandor dengan kasus Wrong Mix masih bisa terselamatkan?
Tidak. Anda akan masuk neraka bersama tuyul. Dan Mbak Yul.

Istilah Wrong Mix sebenarnya sangat luas. Kebanyakan air juga disebut wrong mix. Komposisi ketukar antara kerikil dengan pasir juga disebut Wrong Mix. Batu tertukar dengan air disebut embisil juga disebut Wrong Mix. Oleh sebab itu, kasus-kasus seperti ini memerlukan judgement yang tepat daripada seorang Mandor. Secara Mandor tidak mengetahui kekuatan daripada beton Wrong Mix secara pasti, maka sampel perlu diambil dan ditest di lab untuk uji kekuatan tekan [Compression Test]. Ya, ini adalah contoh pemakaian 'secara' dan 'daripada' yang akan membuatmu tinggal kelas.

Mandor tidak tahu seberapa kuat beton yang telah dicor. Dan mengingat bahwa di struktur organisasi lapangan, Mandor persis setingkat di bawah Yang Kuasa. Dapat disimpulkan bahwa tidak ada yang tahu seberapa kuat beton yang telah dicor. Hasil uji dari lab itu lah yang akan dipakai untuk mengasumsikan kekuatan beton. Tapi, kekuatan beton aslinya, siapa yang tahu? Karena, sekali lagi, tujuh dari sepuluh statistik memilih kotex penuh dengan ketidakjujuran.

---------------------------------------------------------------------

Ya, pembaca. Puwas? Puwas?



Gambar lab test disorot menjauh dan semakin memburam. Kamera kembali menyorot ke Pandor yang melompat-lompat menggelinjang girang. Kini, saatnya ... KUIS PEMIRSA!!!!

Pandor membuka amplop, lalu menyerahkan selembar kertas ke Bintang Tamu. Berwujud artis ibukotai. Pihak produser masih susah menentukan pilihan antara Tatadado atau Dorce. Suhu sebagai penasihat akan memberikan suara bulat uuntuk mengundang Cinta Laura pada premier Seri Edukasi Mandor.

Pandor memberikan soal Kuis Pemirsa pada Cinta Laura. Cinchya akan membacanya dengan logat natural.

Situasi lapangan, proses ngecyhor sedang berjalan. Suasyhana mendung dan tiba-tiba turun hujyhan, yang nampaknya tidak akan reda dalam dua jyham ke depan. Apa yang harus dilakukan Mandor? Apakah.
a) Melanjutkan ngecor untuk menghindari Cold Joint karena sampai dua jam ke depan hujan tidak akan reda.
b) Menghentikan ngecor untuk menghindari Wrong Mix karena water content yang naik akibat air hujan.
c) Menghentikan ngecor karena surface akan rusak akibat titik-titik air hujan.
d) Instropeksi atas segala kesalahan di masa lalu dan mencari dari mana karma buruk ini berasal, lalu mempersiapkan surat pengunduran diri.

Kirimkan jawabanchya ke alamat ini, ditunggu hingga hari selasyha depan. Buruan ya.

Aduhhh kasian sekhyali ya si Mandor. Ngechyor capek-capek. Mana hujan, bechyek, nggak ada ojhyek.

Siaran akan ditutup dengan Pandor bergandengan dengan Cinta Laura dan menceburkannya ke dalam beton cair melambaikan tangan ke arah kamera. Semua ini ditayangkan sebagai background tulisan berjalan bertuliskan Pengarah Acara, Penanggung Jawab, Pengisi Suara, Bintang Tamu, dst.

Pandor,
edisi Ngecor, Lagi, Dan Lagi. Tamat.

3 comments:

~'FeN'~ said...

Jawabannya apa, Suhu?
b?

Babon said...

e. Pinjem tenda terdekat?

serius, kaga tau jawabannya apa :p

suhu said...

#fe:

ini nanti bakal dibahas di lecture koq, kalau kamu ngambil Prescribed Elective CV9901 - Mandoring for Dummies.

#babon:

Saya suka kreativitas kamu. [Diingat dan dicatat, dicoba di ngecor mendatang]