Saturday, September 27, 2008

Beberapa Berita Terkini

Sebuah negara yang tidak punya sumber daya alam, tidak cukup sumber daya manusia, tapi masih mau berjuang untuk dikenal dunia. Maaf, cara mendeskripsikan nya memang agak terdengar brutally honest. Segala cara akan dihalalkan oleh pemerintah agar Singapore menoreh noktah pada sejarah dunia.

Sebenarnya, pemerintah Singapore adalah kumpulan para wakil rakyat yang cerdik cendekia. Mereka tahu jelas kekurangan negara ini. Dan mereka mencoba men-tackle nya satu persatu. One at a time.

Permasalahan: Kekurangan sumber daya alam.
Solusi: Beli dari negara tetangga. Duit bisa dicari. Gak ada duit bisa mencuri.

Permasalahan: Kekurangan sumber daya manusia.
Solusi: Tingkatkan produksi Sumber Daya Manusia. Jika tidak cukup, beli dari negara tetangga.

Kalau kalian mendengarkan pidato nasional Perdana Menteri Singapore, kalian tentu tahu bahwa sekarang pemerintah sedang menggalakkan peningkatan populasi. Cara yang diimplementasikan cukup kontroversial. Yaitu wamil (alias wajib hamil).

Salah satu penyebab wanita Singapore jarang yang hamil adalah karena pria pria sini impoten mereka takut karir mereka terganggu oleh kehadiran si perut buncit. Mengambil cuti hamil selama beberapa bulan dengan alasan hamil. Ya jelas, sangat susah mengambil cuti hamil dengan alasan berlibur ke Namibia. Hal ini akan menyebabkan kesulitan bagi tanjakan karir mereka untuk mendaki tangga kesuksesan karena mereka kegendutan. Mereka takut, saat mereka pergi, perusahaan telah melatih orang untuk menggantikan mereka. Saat mereka siap untuk kembali, perusahaan tidak membutuhkan mereka lagi.

Tentu selalu ada solusi untuk permasalahan semacam ini. Cara paling mudah adalah menghamili staff pengganti mereka agar terpaksa cuti hamil memberikan jaminan pasti pada para staff bahwa selalu ada tempat untuk mereka saat kembali. Kenapa tidak? Bagi yang wamil (wajib militer, bukan wajib hamil), every now and then masih dipanggil ke barak kembali untuk re-servis secara random. Dan bisa memakan waktu beberapa minggu. Kalau perusahaan masih bisa 'menyisakan' tempat untuk mereka, kenapa tidak untuk kaum hawa buncit?

Dari pidato yang disiarkan di stasiun televisi nasional, kita beranjak ke media cetak.

Akhir-akhir ini, di surat kabar dan media massa. Setelah gempar Olimpiade di Beijing yang sudah menyurut. Mata para pembaca dan peminat olahraga berpindah fokus ke kebut-kebutan mahal. Formula 1. Silakan baca koran lokal secara random kalau tidak percaya. Selain Tamil Express, kemarin dicek masih membahas kemenangan Lijiawei dkk.

Sementara Headline koran diisi dengan kondisi finansial beberapa perusahaan yang semakin terpuruk, suplemen bagian olahraga selalu dipenuhi dengan informasi-informasi menarik tentang balapan mobil mahal malam-malam, Formula 1. Kecuali Tamil Express, yang dengan trengginas melaporkan kejuaraan kriket internasional. Semifinal Nepal lawan Pakistan berlangsung seri selama enam puluh tujuh tahun terakhir.

Kini terdengar banyak pembicaraan orang-orang yang membahas tentang Formula 1. Yang dulunya tidak tertarik. Sekarang, entah karena terpaksa, jadi ikut-ikutan ngobrol tentang balapan biar tidak dianggap ketinggalan. Tentu saja ini adalah saat-saat yang monumental untuk negara seperti Singapore. Sebuah negara yang akan menghalalkan segala cara untuk menoreh noktah pada sejarah dunia.

Mulai dari iming-iming insentif kalau berhasil menggaet medali di Olimpiade sampai menggelar ajang First Night Race. Kalau diterjemahkan bebas menjadi Cepet-cepetan Malam Pertama. Hahaha terdengar seperti judul felem komedi dewasa.




Belum sempat umat manusia bergembira atas Cepet-cepetan Malam Pertama, berita bernuansa negatif kembali menyerang ke media massa. Susu dari Cina menggeparkan dunia kesehatan karena ditemukan mengandung melamine. Sejauh pengetahuan Suhu melamin itu adalah formaldehida yang bersifat termoplastis bahan pembuat piring dan mangkok.


Masih teringat ketika Suhu sangat banyak disiplin minum susu zaman tahun pertama kuliah, Mama sempat mengirim telegram. MNM SSU BATASI TTK TRLLU BNYK TDK BAIK TTK MNCRET TTKHBS. Oke, memang terdengar berlebihan. Suhu tidak hidup di zaman telegram. Yang ada juga Papa SMS dengan bahasa Indonesia yang lebih resmi dari SMS Presiden RI dan huruf besar semua seperti sms iklan dari eXeL. JANGAN MINUM SUSU TERLALU BANYAK, PENCERNAAN TERPENGARUH. SERING KE BELAKANG.

Selain bahaya mencret, kini susu mengandung melamine yang akan menyebabkan penyakit yang lebih kronis. Bisa dibayangkan mama-mama jangan sekarang akan menghimbau anak-anaknya. "Nak, jangan minum susu terlalu banyak, nanti kamu berak keluar mangkok." Ini sangat fenomenal. Meskipun menurut bentuk lambung, yang paling memungkinkan adalah berak vas bunga.

Berita mengenai susu Cina mengandung melamine, juga mempengaruhi imbas ekonomi dunia gemerlap. Penurunan omset pengusaha-pengusaha yang bersarang gadang di geylang lorong 12 dan 14, Hanya satu dari sekian banyak yang bisa kita telisik. Penyebabnya tidak lain adalah ketakutan konsumen akan bahaya susu dari Cina. Meskipun pihak AVA telah meyakinkan bahwa susu dari Cina yang ada di pasaran Geylang aman untuk dikonsumsi, masyarakat tetap tidak mau ambil resiko. Akan tetapi, pihak menejemen berkilah bahwa surutnya pelanggan tidak menghembus pukulan besar ke stok marketnya. Karena susu dari Cina milik pengusaha Geylang, disimpan dalam wadah yang tahan lama dan dalam kemasan yang menarik.

Dari Singapura,
Suhu melaporkan.

3 comments:

PHY said...

paragraf terakhirnya kacoooo....XD

suhu said...

#phy:
hahaha. Itu baru namanya punchline. punched?

dina.. said...

*dodolll XD