Tuesday, August 19, 2008

You Are not Alone (Tamat): Tips Mengundurkan Diri dari Perusahaan

Mr Hock berusaha menjelaskan ke tiga orang staff nya. Bahwa dia tidak ikut campur tangan apa apa dalam kenaikan gaji Rama. Tapi percuma. Bukannya Suhu, Calvin, dan Tantan tidak percaya. Bukan. Percuma, dalam artian, kalau memang iya Mr Hock tidak berbohong, atau pun tidak dia berbohong. Faktanya sudah jelas. Gaji Rama naik, kita tidak.

Masa-masa itu berubah menjadi masa-masa paling pahit selama Suhu bekerja di PT Bangun Subangkit. Betapa tidak, bayangkan saja. Jika atasan kamu memberikan rekomendasi penuh tentang bagusnya kinerja kamu, tapi pihak perusahaan tidak memberlakukan apa-apa untuk mengapresiasi. Ini maksudnya apa?

Gaji kamu sudah maksimal. Nggak bisa naik lagi.

Ralat. Maksimal di perusahaan ini.

Nampaknya bukan hanya Suhu yang berpikiran demikian. Maka pada pagi hari itu, sebuah amplop yang standby di laci kedua meja mandor, akan beraksi. Tender Resignation. Perlahan dibuka kembali amplop tersebut. Dia membacanya perlahan.

Persiapannya sudah matang. Surat ini sudah dirombak sekian kali. Mempertimbangkan banyak hal. Karena sebenarnya menulis surat pengunduran diri dari perusahaan itu lebih sulit daripada cewek menolak cowok. Untuk cewek-cewek yang mau mendalami, bisa membaca Tutorial Menolak Cowok. Untuk orang-orang yang mau mengundurkan diri dari perusahaan, silakan baca tips berikut ini.

1. Jangan meng-offend perusahaan
Kalau kamu mau mengundurkan diri, tentu sedikit banyak ada aura negatif yang kamu pancarkan ke perusahaan kamu yang sekarang. Kadar aura negatif itu tergantung apa penyebab kamu pergi. Entah karena gaji kurang memadai atau perang saudara di dengan rekan sejawat yang merebut pacar kamu. Tak peduli apapun sebabnya, jangan meng-offend perusahaan. Saat ini, mungkin kamu tidak butuh perusahaan ini. Di masa depan, siapa tahu?

2. Jangan meng-offend staff
Betapa bencinya kamu pada salah seorang rekan kerjamu, jangan pernah menyakitinya dengan anggapan "Toh besok sudah nggak ketemu dia lagi". Jangan cari gaduh dengan siapa pun kapan pun di mana pun. Apalagi berkelahi. Perkecualian diberikan jika alasan kamu keluar adalah rekan sejawat yang merebut pacar kamu. Menjalin hubungan yang baik dengan staff lain adalah kunci utama kesuksesan kamu di masa mendatang. Terlebih lagi jika pekerjaan berikutnya berhubungan dengan multi level marketing. Atau asuransi jiwa, untuk teman-teman bekas mandor.

3. Feedback ke perusahaan
Katakanlah terus terang apa yang kurang dari perusahaan yang sekarang. Ini akan berbuah kebajikan untuk karyawan-karyawan lain yang kamu tinggalkan. Mungkin kamu orang pertama yang keluar dengan alasan itu. Tapi jika lebih dari tiga orang keluar dengan alasan sama, hampir pasti perusahaan akan me-review company policy untuk mencegah lebih banyak orang keluar. A little act of kindness goes long way, please do not hog the seat during peak hour.

4. Beri alasan yang tepat
Sedapat mungkin jangan berbohong. Kalau kamu jujur bilang mau buka perusahaan sendiri, mungkin perusahaan mau memberikan pinjaman lunak untuk modal dengan perjanjian bisnis dan bahkan mungkin perusahaanmu yang sekarang akan jadi klien pertamamu. Kalau kamu mau pindah perusahaan lain, lebih bagus jika perusahaanmu mendengarnya dari mulut kamu sendiri, daripada dari orang lain. Kalau harus berbohong, cobalah sesopan mungkin. Gunakan I'm leaving due to illness untuk menggantikan I'm sick of it.

5. Selesaikan urusan yang tertinggal
Jangan meninggalkan mejamu dalam keadaan berantakan dengan sejuta urusan yang belum beres. Selesaikan semua tugas yang tersisa, dan pastikan tidak mengambil tugas baru yang terlalu berat sebelum hari-hari terakhir. Meninggalkan tugas berat saat kamu keluar, bisa menimbulkan anggapan bahwa kamu melarikan diri karena tidak kuat, dan jelas tidak baik untuk citra kamu. Merusak reputasi sosial, meminjam istilah Dina.

Sebenarnya masih banyak tips-tips kecil seperti bagaimana melipat kertas surat pengunduran diri menjadi tiga agar bisa masuk amplop berjendela dan nama penulis tepat ada di kotak sebelah kanan bawah. Tapi, hal-hal tersebut tidak mempengaruhi impresi pembaca yang lebih tertarik dengan kenapa kamu mengundurkan diri.

Suhu berjalan perlahan membawa amplop berisi pengunduran diri itu. Terduduk diam. Membaca sekali lagi. Memasukkannya ke dalam laci. Sambil menggumam tak jelas. Remang tapi terdengar, dia berucap.

"Belum saatnya."

Suhu,
Mandor yang itu.

-tamat-

5 comments:

dina.. said...

iya hu,
belum saatnya

*nda bisa mundur lagi*

Reza de Bhro said...

Jadi DotA semalam mempengaruhi keputusanmu Hu?

konnyaku said...

emailin donk hu draft resignation letter. aku diminta memberikan surat pengunduran diri oleh perusahaanku. :s

PHY said...

yah, batal mengundurkan diri.
padahal rekan2 di meja lain dah siap melonjak kegirangan
*iseng*

suhu said...

#dina:
merusak reputasi sosial.

#bhro:
sangat bhro. sangat mempengaruhi. seandainya kita kalah, mungkin aku langsung mengundurkan diri kemarin malam.

#konnyaku:
email mana?

#phy:
kebanyakan maen dota.

Mandor has left the game. You are now gaining control of Mandor's units.