Friday, August 08, 2008

You are Not Alone (5) - Rekomendasi Para Sakit Hati

Hari pun berjalan kian perlahan layaknya worker bekerja di lapangan. Mandor dan kawan-kawan yang tak berbahagia, menunjukkan jarum produktivitas menurun drastis. Klaim bulan lalu 1.8m, klaim barusan 400k. Semuanya berdampak, seperti efek domino. Mandor malas-malasan, duduk-duduk di kantor minum kopi dan bercanda bersama asisten dan kolega. Tak ada yang mengawasi di lapangan, worker pun bekerja asal-asalan. Mentality lambat-ya-ditunggu, salah-ya-diulang semakin menjamur di PT Bangun Subangkit lapangan SLTP Sukamaju.

Nampaknya hal ini mengundang tanda tanya besar di hati menejer kami, Mr Hok. Mr Hok adalah seseorang dengan sifat kebapakan yang mengayomi kami semua di lapangan. Berbekal pengalaman dua puluh tahun lebih down the road, hampir semua masalah bisa dia jawab dengan "Ah I know, I've done this before". Sebagai Menejer Proyek, dia berada di jajaran managemen, tapi dia masih sering jalan-jalan ke lapangan untuk melihat status proyek dan memberikan motivasi ke Mandor dan staff-staff lain. Motivasi biasanya berupa minuman dingin dan camilan.

Pagi itu Suhu, iya si Mandor Jagoan, dipanggil ke kantor Menejer Proyek. Sebagai seorang yang cerdik cendekia, Suhu sudah tahu. Kemungkinan besar bakal dipecat akan ditegur karena progress yang tidak karu-karuan. Tapi Suhu sudah siap. Semua yang dia lakukan selama ini. Bukan tidak sengaja. Dia tahu konsekuensinya. Dia tahu apa yang menunggu di depannya. Dia. Tempe. Tahu.

Percakapan di bawah ini berlangsung dalam bahasa konstraksyen yang mungkin akan susah dimengerti oleh pembaca dengan kemampuan lingual di ATAS kelas amphibia. Oleh sebab itu, akan saya terjemahkan ke bahasa yang lebih sesuai dengan tingkat intelejensia anda.
--------------------------------------------------------------------------

*tok tok tok*
MASUK!
*njrot. tiba-tiba kebelet pipis*
*ceklek kriyettt glodhak*
Bapak mau ketemu saya?
Benar itu. Itu benar.
Begini pak, saya tahu bapak mau bilang apa. Jadi saya sudah siap. Bapak boleh langsung aja ke pokok permasalahan soalnya sekarang sudah jam lima kurang lima belas dan saya mau cepat pulang.
Oh ya? Bagus kalau begitu. Jadi bagaimana jalan keluarnya?
Ya saya kira dalam hal ini tidak ada yang bisa dipaksakan, Pak. Kan kebahagiaan orang itu sangat relatif. Kalau staff merasa belum bahagia, dan Boss merasa bahwa staff sudah merasa bahagia, mungkin saatnya mencari Boss yang lebih berperasaan. Begitu menurut saya, Pak.
*manggut* Begitu ya. Memang itu juga yang saya pikir. Calvin cerita semua ke kamu ya? Memang kalian berdua saya lihat cukup berteman dekat. Kamu tahu nggak berapa PT Bangun Subangkit menggaji dia?
*bingung* Lho? ini ngomongin Calvin toh? Bukan aku? Gawad. Ini nih akibat sok tahu!
Ya, kamu tahu nggak? Koq diam?
Eh... anu pak. Tidak tahu.
Itu dia. Saya juga tidak tahu. Tapi tadi pagi saya tidak sengaja mendengar dia mengeluh ke Tantan kalau gajinya tidak cukup.
Lho sejak kapan Bapak ngerti bahasa Myanmar? Oh! Jancok. Bocah-bocah keparat. Sengaja ngomong pake inggris biar sengaja menejer gak sengaja dengar? Benar-benar kotor. Rendah. Hina. Kenapa tidak terpikir olehku sejak dulu?
Satu hal lagi, kamu masih ingat nggak, kapan mereka naik gaji?
Mereka siapa pak?
Ya kalian semua lah.
Masih, Pak. Saya naik bulan September. Lalu Tantan dan Martin bulan Oktober. Kalau Calvin saya kurang jelas, Pak. Bukan wewenang saya. Kalau yang dua itu saya ingat karena saya yang ngasih amplop terus mereka meluk saya dan nyium pipi saya.
Oh iya juga. Calvin kan setara sama kamu ya. Berarti kalau ada amplop harusnya saya yang ngasih.
Belum tentu juga, Pak. Amplop saya langsung dari Boss Faifai.
Benar juga.
Mungkin untuk urusan gaji, Bapak bisa tanya Calvin secara langsung. Kami kurang nyaman untuk membahas itu, jadi saya tidak bisa membantu banyak.
Ya, saya mengerti itu. Mungkin kamu bisa bantu saya panggil Calvin.
Oke pak. Muahahaha mampus lu Calvin, udah jam lima. Gak bisa pulang. Hahaha.
*ceklek kriyettt glodhak*
Satu hal lagi, Adi.
Adhu jancok suda mau pulang Pak. Ya Pak, anything?
Terima kasih atas diskusinya. Saya jujur saja sangat suka bekerja denganmu. Kemungkinan besar Boss akan datang besok dan saya akan mendiskusikan tentang kenaikan gajimu. Yang terakhir September kan? Sudah waktunya kamu dapat apresiasi lagi..
Saya tidak tahu harus berkata apa, Pak.
Terima kasih?
Iya deh. Terima kasih.

Calvin pun menyusul masuk ke dalam ruangan tersebut setelah Mandor jagoan memanggilnya. Apa yang terjadi di balik pintu itu, tidak ada yang tahu. Rumor-rumor bahwa Calvin memuaskan birahi Menejer pun hanya terdengar sambil lalu. Yang pasti, sejak hari itu, Calvin terlihat lebih bersemangat. Sedikit yang Suhu tahu, ternyata setelah Calvin, hari itu Tantan juga dipanggil masuk ke ruang menejer.

Apa topik dan isi pembicaraannya, Suhu tidak tahu. Yang Suhu tahu. He is not alone.

Suhu,
kalau masalah naik gaji, alone pun no problem.

4 comments:

FaNNy said...

Selamaatttttttt :D

*nonton Kung Fu Panda lagi, sambil ngebayangin Suhu yang bilang "Shabooeeyyyy!"*

Reza de Bhro said...

Jancok, jadi dapet inspirasi

Bulan ini 5k wafer, bulan depan 4k wafer.

Herry -- HgS said...

Bulan ini 50 sample bulan depan 20 sample. :-)

Kayaknya kalo githu caranya bakal kena marah deh bukannya naik gaji... :-(

suhu said...

#fanny:
aku belum nonton kungfu panda.

#bhro:
kalau ditanya bos, suda berapa wafer. Jawab aja "Ratusan? Lebih."

#HgS:
Mengingat pepatah jawa, Jer Basuki Mowo Beyo. Memang kadang-kadang ada resiko yang perlu kita ambil Her. Dan saat kamu dimarahi, amplop pengunduran diri yang sudah di saku dada kiri, bisa menjadi obat penenang.

"Bloody bastard you can not fire me, I quit!"