Thursday, August 14, 2008

Pria Vs Wanita : Sebuah Perbandingan dengan Eksperimen Sederhana

Sudah bukan rahasia bila pria diidentikkan dengan kekuatan, keperkasaan, dan kekerasan. Dan sebaliknya, wanita diidentikan dengan kelemahlembutan, kecantikan, dan kasih sayang. Meskipun banyak sekali yang hendak menentang teori ini, aku yakin. Di dalam hati kecil mereka, mau tak mau mereka harus mengakui. Dunia telah membuat paradigma ini. Persepsi. Salah kaprah tapi semua sudah kadung lumrah.

Ada yang pernah lihat tawuran? Antar SMA, antar universitas, maupun antar fakultas? Oke, berapa banyak wanita yang terlibat di gebug menggebug? Dan berapa banyak pria yang terlibat di Posko P3K?

Dan meskipun banyak sekali para wanita yang menjunjung tinggi persamaan derajad, harkad, dan martabad. Biasanya para wanita ini cenderung menuntut ke kesempatan yang setara dengan kaum pria. Misalnya, kesempatan untuk mendapat gaji setara, jabatan setara, promosi setara. Ya tentu saja, tidak ada yang menyinggung soal perbedaan jatah cuti hamil antara kaum pria dan wanita, saat membahas emansipasi.

Tetapi pertanyaannya, yang paling mendalam. Benarkah laki-laki lebih cenderung menyelesaikan permasalahan dengan kekerasan, dibandingkan dengan wanita?

Mari kita lihat cuplikan eksperimen di bawah ini.





Saya tidak akan berkomentar banyak. Dan sebelum kalian berkomentar lebih banyak mengenai tidak semua laki-laki seperti itu. Perlu saya tekankan, saya tahu jelas ada pria yang memang tidak seperti laki-laki. Dan sebelum ada komentar yang menghina wawasan saya, saya tahu jelas bahwa lengan Tao Li lebih besar daripada paha Arianto.

Suhu,
pejuang emansipasi pria dalam gerakan penyamarataan cuti hamil.

4 comments:

andreas lee said...

rotflmfaofol now why can't this ever happen to a guy like me

PHY said...

*meja bergetar, kursi bergoyang, ngakak*

Reza de Bhro said...

Lokasinya dimana ya?
Pingin nyoba dicium juga :P

dika said...

suhu, minta link youtube nya :D