Wednesday, July 23, 2008

You are not Alone (4) - To be Happy is Your Choice

Pagi itu, Mandor baru berangkat dari pintu rumahnya jam delapan pagi. Padahal itu adalah jam resminya masuk kantor. Memang ini bukan pertama kalinya dia berlaku demikian. Untuk hal-hal perkecualian, seperti ngecor semalam suntuk, di keesokan harinya staff yang ngecor memang -secara tidak formal- diizinkan datang terlambat. Hal ini sangat lumrah, karena acara ngecor sampai jam tiga pagi disambung masuk kerja jam delapan yang dilakukan berulang-ulang bisa berakibat meninggal sebelum dipanggil yang kuasa.

Tapi kali ini berbeda. Dia berangkat jam delapan, yang berarti akan sampai kantor, lebih dari jam delapan. Padahal kemarin malamnya, dia tidak ada jadwal ngecor. Tidak pula ada jadwal inspeksi malam hari. Lebih tepatnya, dia tidak di lapangan malam itu. Dia sudah pergi meninggalkan kantor jauh lebih cepat daripada matahari kembali ke singgasananya. Pukul lima tepat dia berkemas dan meninggalkan kantor.

Lalu pergi menemui teman-temannya. Orang-orang yang lama tidak dia jumpai karena kesibukan kerja selama ini. Teman-teman zaman kuliah. Para pejuang cinta DotA. Sebagai seorang warga negara Indonesia tapi masih Cina, perjumpaan ini selalu disertai aktivitas menyuapi raga. Makan bersama sambil kongkow kongkow. Karena menurut peribahasa Cina, tidak baik untuk "gong sui yok yu tan po guan". Yang artinya, jagongan suwi boyok nganthi kiyu nanging tanpo suguhan.

lung reng ya yu be ju yang ou ru an - lungguh bareng ngguya ngguyu ngombe njuk goyang ora karuan

Banyak hal yang Suhu lakukan dalam masa-masa unmotivated. Suhu meluangkan waktu untuk lunch dengan para Makhluk Ajaib. Menghapus rasa penat dengan nonton bioskop yang judulnya lucu. Hahaha, masak pisuhan Jawa dibuat judul felem, Hancok. Supper dengan warga Choa Chu Kang yang baru, Welly si Mandor Blajaran. Reuni kecil-kecilan bersama dengan teman-teman yang kecil. Iya, kecil. Ari, Ainun, Gitta, reuni kecil-kecilan. "Hayooo siapa yang paling kecil, ayo kecil-kecilan!"

Ainun kecil, Gitta kecil, Nurman nguknguk, Ari kecil, Apong psikopat, Meme gak waras, dan Vidy Pak Har, dalam acara reuni kecil-kecilan



Memang benar kata orang. Kebahagiaan itu tidak bisa diukur dari materi. Tapi biasanya berbanding lurus. Meskipun gaji kecil tak terurus, pekerjaan berat sampai bikin kurus, tapi kita bisa saja adalah orang kaya. Karena adanya warisan dari orang tua Orang yang paling kaya adalah orang yang paling pandai bersyukur.

Jadilah Suhu kembali seorang warga hutan bambu yang bahagia. Menjalani hidup dengan menatap langit serta merta tangan menengadah bergembira. Karena mulai hari itu, Suhu memilih untuk happy. Pulang awal, main online game MapleStory. Tidur larut malam, chatting sama kawan. Tidur tanpa pasang weker. Bangun pelan-pelan. Masih ngantuk tidur lagi. Masuk kerja seperti masuk kuliah. Laid back life style, meminjam istilah Andreas Lee.

Yah kalau gitu kerja asal-asalan dong?

Terserah mau dipandang seperti apa. Tapi Suhu sekarang bekerja selayaknya. Tidak memberikan additional service pada PT Bangun Subangkit. Bekerja sesuai kontrak. Pagi bangun minum susu terlalu pagi, tunggu sampai pas jam kerja baru masuk kantor. Sore hari, pekerjaan belum kelar, jam kerja usai, selesaikan besok pagi. Sekitar jam empat mau mulai ngecor, kemungkinan besar kalau mulai, bisa selesai jam tujuh malam ke atas, batalkan. Ganti besok pagi.

Berarti pemalas dong, tidak mau menyelesaikan pekerjaan dan menunda-nunda pekerjaan. Mau dibilang pemalas, mau dibilang pemabuk, terserah orang yang bilang. Tapi, to be happy, it's my choice.

Ke mana kah Suhu yang gila kerja, selalu berusaha ngecor wherever whenever possible? Kenapa tiba-tiba berubah menjadi orang yang "apa-katanya-nanti"? Tentu hal-hal mendasar seperti ini tidak berubah dalam semalam. Perlahan tapi pasti, hal-hal yang disebutkan di posting-posting sebelumnya, terus mempengaruhi perubahan karakter Suhu. Perubahan ini juga sempat ditanyakan oleh seorang kawan kepada kawan yang lain. "Itu suhu gpp?" dengan nada "Ituh .. ituh .. rumet wa .. ga pa pa ituh?" yang diucapkan seorang freshman yang dapat kabar sekamar sama preman.

Memang benar kalau lingkungan mempengaruhi character development seseorang. Dan dalam kurun waktu satu tahun terakhir, inilah orang-orang yang berada di lingkungan Suhu. Memperkenalkan. Staff PT Bangun Subangkit.

Martinez Joselito Rodriguez, mengaku masih saudara dengan Marcopolo yang pemberani dan tangguh

Asisten Mandor. Namanya Martin, dia berasal dari Filipin. Contrary to what others might think, Martin tidak bisa berbahasa Inggris dengan fasih. Bahkan hingga saat ini dia masih kesulitan berkomunikasi dengan kunci Inggris. Berlatar belakang pengalaman kerja lima tahun di negeri Aroyo, dia menjadi asisten Mandor divisi Arsitektural. Masih single, usia dua puluh delapan tahun sering mengaku dua puluh satu dan tidak ketahuan. Mempunyai banyak ide yang menarik, tapi yang masuk akal jarang. Tanpa sebab yang jelas, Martin SELALU, saya ulangi, SELALU kehabisan uang di minggu terakhir sebelum gajian berikutnya. Ngutang koq dibikin hobi.

Tan Tan Oo, kepala rumah tangga yang sering sakit kepala

Asisten Mandor bagian struktur, Tantan. Berasal dari Myanmar. Istri dan anak nya sekarang ada di Singapura. Karena bayi tidak kenyang dari cinta, hampir setiap hari dia mengeluh ke teman-teman sekantornya mengenai masalah finansialnya. Peminjam uang langganan ke Bank Mandor, loan tanpa bunga dengan iming-iming janji nanti Suhu akan dijadikan Bapak Babtis bayinya. Pecinta handphone ini akhirnya menjual Handphone mutakhirnya demi mencukupi kebutuhan hidup anaknya.

Calvin, diduga satu-satunya mesin pemikir dengan bahan bakar bir

Calvin. Seorang engineer lulusan Master Degree di Ninja Turtles University, bertanggung jawab atas services di proyek. Senantiasa berwajah cemberut di kantor, dan seperti Budha tersenyum saat minum bir di Hawker Center. Sole breadwinner dari keluarga dengan lima bersaudara. Tekanan hidupnya sangat berat sehingga hanya bisa diselesaikan dengan merampok bank bantuan minuman beralkohol. Salah satu radar utama Staff PT Bangun Subangkit untuk mengecek hari gajian. Jika hari ini Calvin jalan ke kantor sempoyongan, berarti kemarin baru gajian.

Foto-foto tersebut diambil di saat jam kerja, pada era di mana Suhu menulis artikel ini. Kini kamu tahu, apa yang dimaksud Lost Motivation. Dan yang pasti, kamu paham arti, To be Happy is Your Choice.

Suhu,
to be or not to be.

4 comments:

konnyaku said...

kamu ga nyari cermin trus motret dirimu hu? hehe... kan lucu jadinya.

berarti pertanyaan favoritku tiap chatting sama kamu udah harus dikurangi frekuensi bertanyanya yah?
(you know what question)

makan dimana hu?all u can eat yg tinggal centang?trus ga pake masak2 and mobil balap antar jemput :p

PHY said...

kok pada menyedihkan gitu, hu? btw, gak apa-apa tuh majang foto2 mereka?

suhu said...

#konnyaku:
hahaha boleh. All u can eat tinggal centang ada di jurong east swimming complex. Mantap. Ada shark fin [palsu] all you can eat.

#phy:
Sejauh ini mereka belum komplain.

Reza de Bhro said...

Wah enak hu.... Tidur nyenyak....

Tukeran???