Friday, July 11, 2008

You are not Alone (2) - Those Lucky Bastards

Mandor itu pulang, bersandar di pojok ranjang nya, yang membentuk sudut siku-siku dengan jendela berteralis. Ya, memang menjadi salah satu regulasi BCA [kependekan dari Bank Central Asia Building Construction Authority] bahwa jendela HDB [kependekan dari Highly Dangerous Building Housing Development Board] harus dilengkapi dengan grille/teralis untuk mencegah gerak jatuh bebas yang tidak disengaja. Oleh objek apa pun juga, mulai dari gantungan baju sampai pembantu rumah tangga.

Oke, sebelum tulisan ini diwarnai rasa keputus asaan, by the way jendela lantai sembilan tampak sebagai salah satu jalan keluar masalah, mari kita kembali ke topik semula.

Setengah duduk, setengah jongkok. Dia merasakan perasaan yang campur aduk. *tut*. Perasaan itu hilang. Leganya kentut. Dia mengingat-ingat percakapan yang berlangsung antara dia, asistennya, dan koleganya di kantor hari ini. Memang waktu yang mantap untuk bercakap-cakap itu hanya saat makan. Makan pagi, makan siang, dan makan malam. Bersama orang-orang itu saja. Benar-benar hal yang membuktikan kalau karyawan PT Bangun Subangkit tidak punya teman rukun dan komunikatif, team player dan cooperative.

Ngobrol itu memang enak. Eits, belum tentu benar. Kalau yang diobrolkan tentang penderitaan, ngobrol bisa jadi ga enak. Apalagi, kalau yang didiskusikan penderitaan kita sendiri. Hwarakadah.

Like this life how to happy. New man coming salary higher than me how to happy. Boss like this ah? Like this same same boss talk don't want old man already.
Fren, relax la. Boss give money to new man, boss lose money not your money. Why you kao peh kao bu take care boss.
No lah! I understand many many oredi oso boss no up my salary. New man come new new anything no undestand salary high high, this one fair or not.
This world where got fair one. I buy toto from last year until now, every draw one time oso never forget buy. No win. Fair or not?

Mandor mencoba berusaha menenangkan asistennya yang mulai kalap. Meskipun peribahasa tentang Toto dan 4D tidak begitu nyambung, tapi paling tidak membuat asistennya tenang selama beberapa jam. Mungkin memikirkan kebenaran di balik peribahasa asal muni yang dikarang si Mandor dalam hitungan milisekon.

No lah. You buy Toto this one your decision ma. You lose mean you lose ma. You don't want to lose you can choose no buy. My life now no same. Working PT Bangun Subangkit die lah die lah. Understand many many money little bit only. No understand anything money many many.
HEH! Cheebye. You talking I no understand anything arh? Hah? Want challenge ha?
No laaaa, fren. Not you la.

Memang Mandor sendiri sebenarnya sudah tahu yang dibicarakan adalah orang lain. Asisten mandor PT Bangun Subangkit yang dinas di proyek lain. Perlu diketahui, PT Bangun Subangkit sekarang sedang menggarap tiga proyek. Yang pertama berlokasi di Bedok, Project Team di sana adalah orang-orang berpengalaman, kebanyakan Singaporean dan Malaysian. Status, hampir selesai. Sambil menunggu proyek selanjutnya, mereka biasanya duduk-duduk dan makan gaji buta sembari menunggu project completion date untuk joint inspection dengan client. Duduk-duduk, minum kopi, kerja dikit, dibayar penuh. Omaigat, kenapa dulu aku minta dipindah ke GSS?

Proyek kedua, adalah tempat di mana Suhu bekerja. Dengan kode GSS, singkatan dari Gedung Sekolah Sukamaju. Sedangkan proyek ketiga adalah proyek terbesar yang pernah diambil oleh PT Bangun Subangkit selama ini. Dengan total nilai sekitar 40 dengan enam angka enol di belakangnya dalam mata uang singapore dollar. Untuk kepentingan proyek ini pula, Mister Faifai sang Direktur, merekrut beberapa orang baru. Benar-benar baru. Dalam artian, masih dibungkus plastik dan bersegel baru lulus atau baru datang ke Singapore.

Keahlian mereka jelas belum nampak sebelum mereka bekerja. Tapi yang sudah nampak gemilau adalah dewi fortuna yang menyinari garis tangan mereka. Tanpa pengalaman kerja yang mumpuni, staff yang direkrut masuk proyek ini mendapat gaji yang luar biasa mengesankan untuk ukuran perusahaan PT Bangun Subangkit. Sayangnya, dengan jenis perusahaan PT Bangun Subangkit yang bersifat kekeluargaan, informasi mengenai gaji lintas proyek bukanlah sesuatu yang bisa disembunyikan. Private and Confidential, hanya stempel semata. Isi dalam amplop, semua orang mengetahuinya.

Cara Mandor Mencari Informasi, Telepon Kantor Pusat

Informasi. Kadang hanya itu yang diperlukan untuk merubah mood seseorang. Masih teringat saat Calvin, rekan engineer, berkeluh kesah. Posisi yang dia jabat di perusahaan lain bergaji jauh lebih tinggi daripada upah yang diterimanya tiap bulan. Kita selalu menghibur dia, agar tidak membanding-bandingkan dengan perusahaan lain, karena lain ladang lain ilalang. Dan memang rumput tetangga selalu nampak lebih hijau.

Tapi segala peribahasa itu terbabat habis ketika Tantan, si asisten Mandor, berhasil mendapat informasi rahasia dari Account Department tentang gaji asisten Mandor baru PT Bangun Subangkit yang ditugaskan di proyek lain. Gajinya, lebih tinggi dari gaji Tantan, yang sudah setahun lebih berbakti pada PT Bangun Subangkit.

Hancur hatiku, melihat payslip, menjadi keping-keping ....

Koq malah nyanyi lagunya Ahmad Dani?

Suhu, sebagai seorang atasan, hanya bisa menenangkan Tantan yang galau. Mandor hanya bisa menasehatinya untuk bersabar, karena mawas diri bukan jawaban. Suhu merasa dunia ini tidak adil, tapi apakah definisi keadilan? Menenangkan Calvin yang kalap saat itu sudah cukup susah. Akhirnya berhenti karena tidak ada uang tersisa untuk beli bir. Menghibur Tantan, bagaimana caranya? Seorang istri, seorang bayi, tentu tidak mudah menghadapi itu semua. Belum lagi kodrat manusia yang utama, membandingkan. Perbandingan negatif seperti Gaji dia lebih tinggi, kerjaan dia lebih sedikit, dan istri dia lebih cantik.

Membandingkan dengan orang yang baru masuk, dengan upah lebih tinggi dari kita [pegawai lama] tentu menyakitkan. Suhu hanya bisa berkata kepada Tantan.

Orang yang paling kaya adalah orang yang paling pandai bersyukur.

Dan dia terus menyebutkan kata-kata itu. Malam itu, di pojokan ranjang. Dia terus menyebut kalimat itu. Bukan pada Tantan. Tapi pada dirinya sendiri.

Siapa yang menyangka sore itu, PT Bangun Subangkit merekrut seorang fresh graduate engineer, dengan posisi persis seperti dirinya, Mandor. Dengan gaji melampaui gajinya yang sudah pernah naik gaji sekali. Informasi. Bisa merubah mood seseorang dengan mudah.

Suhu,
bersyukur itu tidak mudah.

6 comments:

PHY said...

Suhu, sabar ya..

fanny said...

We choose our path. We live our life. Hehe.

Klise ya Hu? Tapi aku percaya asal ikhlas, semua kerjaan jadi menyenangkan :).

Yoga said...
This comment has been removed by the author.
Reza de Bhro said...

Ane nolak PT Minah karena basic salary-nya lebi kecil dari PT Wafer Rasa Tomat.

Dan sekarang.....
Harga minyak naek Harga Wafer turun

Basic salary PT Wafer Rasa Tomat udah ga ada apa2nya....

Hancock, beda 2 bulan doang gaji berubah drastis!!!

doramimiauw said...

money is just SO complicated...
never get enough of it...

suhu said...

#phy:
kata guru budi pekerti dulu, orang sabar disayang tuhan. Kata guru agama, sesungguhnya sangat sulit bagi orang kaya untuk masuk kerajaan surga. Dengan induksi matematika sederhana, orang sabar = miskin harta?

#fanny:
itu dia kuncinya, Fan. Ikhlas. Kerja ikhlas tapi nggak digaji? Anak istriku tidak kenyang hanya dengan cinta dan kasih sayang.

#bhro:
Beberapa orang bilang itu karena karma, beberapa bilang karena pahala. Tapi aku bilang "Sukurin". Maksudku, bersyukurlah.

#dora:
Benul. That's why, money is an uncountable noun, despite it IS countable.