Tuesday, May 27, 2008

Tips Jadi Mandor

Okeh, sebelum semua orang jadi mandor. Mari kita perjelas keadaan dunia.

Life sucks.

Kita tahu itu. Newton found it first and called it gravity. Jadi mandor, tidak segembira yang kalian bayangkan. Dan yang jelas, jika satu pekerjaan cocok untuk seseorang, belum tentu cocok untuk orang lain. Prinsip ini lah yang dipegang Suhu saat mencari kerja. Dan oleh sebab itu, Suhu memilih pekerjaan ini. Pekerjaan yang, menurut Suhu, terbaik kedua di dunia.

Sebagai seorang mandor yang sudah berpengalaman satu tahun, setidaknya Suhu ingin berbagi tips. Bukan Tips menjadi mandor yang baik dan benar, tapi tidak lain merupakan yaitu adalah tips untuk mengetes jati diri kamu apakah Mandor adalah pekerjaan yang cocok buat kamu.


Studi Kasus

Dua puluh orang kasar. Sudah bekerja untuk perusahaan ini selama paling sedikitnya lima tahun. Mereka sudah seperti sebuah keluarga besar seandainya jenis kelamin mereka tidak seragam. Tiba-tiba ada orang 'baru' masuk ke komunitas mereka. Memegang kendali atas semua yang mereka lakukan. Apa yang ada di pikiranmu.

"Apa mereka bakal nurut sama aku ya? Wah, aku harus pura-pura galak, atau baek-baek sama mereka ya? Kalau mereka gak nurut, gimana?"

Okeh, ini mungkin reaksi wajar buat hari pertama orang yang jadi mandor. Kalau kamu merasakan gejolak ini saat bertemu dengan puluhan Bangla. Segera telepon bos, dan minta maaf karena pekerjaan ini tidak cocok buat kamu. Jadi guru saja. Jalan pikiranmu seperti guru masuk untuk hari pertama mengajar.


"Mereka kasihan sekali ya. Berapa gaji mereka? Mereka harus tidur di site, bekerja keras memeras keringat. Padahal kita adalah sesama manusia yang sama di mata tuhan. Kita seharusnya saling mengasihi dan mencintai mereka. Mari kita macul bersama."

Cukup mengherankan kalau kamu bisa diterima jadi mandor dengan hati model ini. Kalau tidak salah hati model ini sudah no longer in production. Anda seharusnya jadi pastor.

"Mantap nih, dua puluh dua dua puluh tiga dua puluh empat dua puluh lima dua puluh enam anjrot dua puluh tujuh coy. Tawuran pasti menang."

Welcome to the family.

Bagaimana kamu mengatur orang-orang ini, yang secara teknikal jelas tidak ada apa-apanya dibanding kamu. Tapi mereka 'merasa' berpengalaman dan mencoba untuk tidak menurut apa perintahmu dengan alasan sbb:

"Aku sudah melakukannya seperti ini selama 20 tahun terakhir. Kenapa sekarang aku harus ikut caramu?"

"Kamu tidak tahu apa-apa. Kalau kamu bisa tunjukkan bagaimana. Beri contoh."

"Kamu bukan mandor yang baik kalau kamu gak bisa mengatur gajiku. Kalau kamu bisa menaikkan gajiku baru aku percaya kamu berkuasa di perusahaan ini."

"Good morning" --> *disuruh apa-apa gak ngerti inggris.*

"Aku akan memberitahu atasanmu kalau kamu gak bisa kerja. Kamu gak akan bertahan lama di perusahaan ini. Asal tahu saja, aku dekat dengan manager, aku sudah 8 tahun bekerja bersamanya."


Lulusan Ninja Turtles University tidak selalu bisa menjawab pertanyaan tersebut di atas. Tidak ada jawaban yang benar. Karena ini hanyalah pertanyaan-pertanyaan sosial. Tapi siapkah kamu dengan pertanyaan itu. Apa kamu pernah memikirkan akan ada yang 'mencobai' kamu dengan menanyakan pertanyaan sejenisnya? Atau kamu baru astagafirulahalrasyim waktu baca post ini?

Lulusan Ninja Turtles University tidak siap untuk ini. Karena kita hanya siap materi yang diujikan. Hanya tergantun syllabus. Dan untuk minor Entrepreneurship dan Bisnis, kita hanya belajar menghadapi orang-orang yang relatif berpendidikan. Untuk pelajaran communication skills, kita diharapkan mampu berkomunikasi dengan baik pada orang-orang jajaran papan atas. Dengan presentation slide yang memukau dan bahasa inggris dengan grammar yang mencekam. Tapi, kita tidak pernah diajari bagaimana berkomunikasi dengan orang yang baru belajar bahasa inggris dua minggu lalu.

Lulusan universitas memang pandai. Tapi dunia tidak butuh orang pandai. Dunia butuh mandor.

Suhu,
Sepandai-pandainya tupai melompat, jatuhnya ke pelimbahan juga.

7 comments:

PHY said...

kok kayaknya karakter mandor mirip bangat sama orang yg inisialnya B ya? :p

dina.. said...

karakter orang yang kita liat, ga selalu paralel dengan aslinya ya :D

suhu hatinya lembut, halus, seputih salju,.. *ga kuat boong lagi*

FaNNy said...

ini masih ada lanjutannya kan Hu? apakah kamu mesti menang tanding lawan mereka dulu, baru kamu diakui sebagai mandor mereka? :D

*tiba2 bersemangat*

PHY said...

@fanny: biasanya emang pengakuan kekuasaan itu kan kalo kamu sudah berada di puncak rantai makanan.

kok keliatannya hidup sebagai mandor tidak tenang ya setiap hari..:p

Reza de Bhro said...

Sedang diPati,
Internet kaco,keyboardspasinya ngadat.
buka kisahdibalikhutanbambudannemu postingan yangcocok.Langsungdiprint dan ditempelditemboksebelah kasur.

Anonymous said...

where I work, there's a female supervisor..

not me
i'm a female inspector
and can't stop thinking maybe teaching is a better career option.

suhu said...

#phy:
kayaknya. Buhu?

#dina:
makasih din.

#fanny:
gak ada lanjutannya fan. Kalau cari cerita bersambung, ke http://rezaditya.blogspot.com . Di sini adanya cuma cerita bergantung.

#phy lagi:
"Tenang koq.
*HOIII COK! Itu bisa MELEDAK!!!!*
Tenang. Sampai di mana kita tadi?"

#reza:
okeselamatdatang kembalikes ingapur a

#ano:
So, is there any vacancy in your company?