Monday, January 28, 2008

I Solve My Problem My Way

Masih lanjutan dari episode sebelumnya, Mandor memilih solusi yang lebih baik daripada nggebugin Singaporean. Perlu diingat bahwa kisah yang dituturkan ini terjadi tahun lalu, sekitar masa-masa menjelang Natal. Jadi sebagai anak Tuhan yang baik dan jarang ke gereja, Suhu tidak akan melakukan tindakan-tindakan kontroversial seperti komen-komen bengis para pembaca yang bisa dilihat di post ini.

Untuk mempersingkat waktu, tanpa basa basi mari kita simak lanjutannya.

Pagi itu, Mandor bersiul riang. Mood nya sedang bagus, meskipun dari kejauhan melihat security guard yang lari tunggang langgang mematikan saklar lampu, Mandor tidak memarahinya. Apa hubungan antara security guard, Mandor, dan saklar lampu, bisa dibaca di sini. Mandor melangkah dengan lompatan-lompatan kecil. Yang ini bukan karena gembira, tapi karena banyak kayu dengan paku-paku liar bertebaran di lapangan.

Meskipun kalimat terakhir terdengar sangat berbahaya, tapi percayalah, bahwa paku tersebar di lapangan kerja itu hal yang lumrah. Bahkan ban mobil pecah pun sudah menjadi tradisi, dan the best part is, nobody is doing anything to prevent it. Lagipula, kita punya bangla78 yang kini sudah terlatih mengganti ban bocor.

Tidak seperti rute hari-hari biasa. Hari ini mandor langsung pergi ke bangunan lama. Tempat di mana mesin-mesin berada beberapa hari yang lalu. Sampai tiga puluh orang dengan berbagai fitur memindahkan barang-barang itu. Bangunan itu kini sudah kosong. Tapi Mandor tidak tertarik dengan ruang mesin itu. Karena dia sudah tahu tempat itu sudah pasti kosong. Dia sendiri menyaksikan dengan mata kepala dan mata kaki sendiri bagaimana perjuangan memindahkan alat-alat pertukangan ini.

Mandor melangkah melewati ruangan yang gelap itu. Selapis debu serutan kayu telah memenuhi ruangan itu, dengan beberapa wilayah bersih tanpa noda, terlihat jelas dulu ada mesin yang terletak di sana, melindungi ubin dari serbuan debu pencetus asma. Mesin-mesin keparat berat yang sekarang sudah dipindah dengan susah payah.

Tapi, sekali lagi, Mandor tidak peduli. Dia hanya berlalu. Pikirannya terfokus ke pintu di depannya. Bertuliskan Awas Anjing Galak Ruang Material. Dibukanya pintu itu perlahan. Berderit. Kriyeeettt .... gitu. Nampak di dalamnya ada ....

Tidak ada apa-apa.

Lalu Mandor menghembuskan nafas terakhir perlahan. Bunyinya seperti ini. Duuuttt.... pret. Maksudku, fiuuuuhhh....

Akhirnya kosong juga bangunan ini. Itu yang ada di pikiran nya. Hanya itu. Dia berjalan keluar, dan menuju ke tempat kerjanya. Sambil menendang-nendang kerikil di jalan. Dengan angin meniup debu-debu yang kini menempel di celana kerja nya. Pikirannya sederhana. Tugasku selesai.

Tugasnya selesai. Tapi tidak demikian pendapat the guy with attitude problem. Bapak pengurus D&T itu tentu beranggapan bahwa pindahan ini belum selesai. Karena barang-barang itu belum masuk ruangan yang terkunci rapat semalam.

~Lima belas menit kemudian, depan ruang mesin baru.

Suhu berada di dalam jangkauan serang Bapak D&T. Tapi Bapak D&T itu tidak mempedulikannya. Nampaknya dia tidak suka memperpanjang masalah dengan orang yang salah. Keputusan yang bijaksana. Tapi tentu dia tidak akan mengakhiri perselisihan ini dengan kekalahan di pihaknya. Demikian pula keberadaan dirinya yang masuk jangkauan tapak Panda, tapi sampai sekarang belum ada kontak fisik. Alasannya jelas.

Ada Manajer ku di antara kami berdua.

Berikut adalah cuplikan gerutu bapak guru kepada Manager dan Mandor.

"Your man never do his work properly. Everytime I ask him to do some things, he always do wrongly. Now he just dumped all the stuffs here."
"Wait ... wait ... wait ... slowly slowly. Calm down. What's the problem now?"
"I've already done what I'm supposed to do. I'm shifting his material from the old block to the new block. I didn't see which part of never-do-his-work is correct. Heh, fren, you see me sleeping during working hours ah? Hah? Hah? Say until like that, I never do my work ah? You got problem? No happy?"
"Wait ... wait ... wait ... slowly slowly. Calm down. No need to fight. Mai fight mai fight.
"Your work is to shift the material for me. You don't do it I don't care you sleeping or what means you never do your work."
"Wait ... wait ... wait ... Calm down. What you want now?"
"I want to whack him until he can't spell his own name, go back my home country, make new passport under different name, and come back to work the day after tomorrow."
"I want these materials all to be shifted inside this room."

Dan ini adalah bagian paling mengocok perut di tahun 2007.

"What room?"

Seperti yang telah dijelaskan di episode sebelumnya, semua barang ditumpuk di depan pintu. Dan wujud pintu berukuran 900x2200 mm itu sudah sepenuhnya tertutup barang-barang nggak jelas. Dari kejauhan hanya terlihat tembok saja. Tanpa pintu.

~Empat jam kemudian, di warung kopi.

You must see his face when he called me this morning. He almost cry!
Hahaha... really? You must see my face when I saw how the workers stack the material. I almost cry laughing.
Any idea how many days it takes to clear all those material?
With one helper only? Well, at least after you promised him that we will give one full-time helper, he looks relieved.
Helper. Not worker.
What's the difference?
One is helping, one is working.

Kadang nggak Mandor, nggak Manager, sama-sama manusia. Moral dari cerita ini adalah, kalau kamu minta bantuan pada seseorang. Mintalah dengan baik-baik. Lha minta baik-baik aja belum tentu dikasih, apalagi sambil sewot-sewot. Lebih dianjurkan lagi meminta bantuan dengan sopan dan tulus sambil ngasih duit.

Manager ku mengangkat gelas berisi kopi-o-kosong, mengundang refleks ku ikut mengangkat gelasku yang berisi kopi-shi-siewtai.

"For joyful life."
"Ever and after."

Kami berdua saling memajukan gelas kami. Belum sempat gelas kami beradu.

*Triut* Mister adi mister adi. We have a situation here.



-bersambung-

4 comments:

FaNNy said...

aaaanngggg...ngerjain!!

kirain dah tamat dan happily ever after! ternyata masih bersambung jg :(

ada foto pas si bapak D&T mau nangis ga Hu? :P kan biar dia bisa numpang ngetop disini. *jahat mode*

J said...

hiakakakakak. :D kalo apdet cepetan dong. biar gak bikin orang penasaran >.<

NaDia RaiSyA said...

Huahahahahaha!!
Asli.. Manajer-nya Suhu top abis! kl kata abege: Te-O-Pe Be-Ge-Te :D
Kirain udah tamat, ternyata masih ada lanjutannya.. *pnasaran!*

suhu said...

#fanny:
foto hitam putih 10R?

#j:
hahaha kalo baca pelan-pelan dong makanya.

#nadia:
ya uda deh. tamat deh. ga dilanjutin deh. *lebih keji lagi bikin penasarannya*