Sunday, December 30, 2007

Masalah yang Tak Kunjung Berakhir

Sekitar jam tujuh lebih lima menit, handphone Suhu berbunyi.

Suhu melihat display nya.

Nomer telepon kantor.

Perasaan Suhu, dan setiap insani mandor di seluruh penjuru dunia, tentu sama ketika melihat display handphone menunjukkan telepon kantor. Perasaan yang campur aduk antara jengkel, khawatir, marah, cemas, bingung, horny, cuek, ingin tahu, ingin boker, dan moral serta tanggung jawab.

Memang secara resmi jam kerja sudah berakhir ya sudah, tidak seharusnya kamu mengganggu karyawan yang sudah pulang dan beristirahat dengan tenang setelah sekian panjang hari bekerja. Tapi justru di sana letak kontradiksinya. Despite mengetahui bahwa tidak seharusnya menelepon tapi masih menelepon, pasti ini adalah hal yang sangat penting, urgent, dan important, sehingga perlu immediate action.

Tentu sebagai mandor yang baik, akhirnya Suhu mengangkat telepon itu. Tapi tetap sebagai manusia yang jengkel karena ditelpon setelah jam kerja, Suhu menjawab dengan berserk.

"HEH? OPO COK?"

Meskipun Suhu yakin pembicara di sebelah sana tidak mengerti artinya.

Hati kecil Suhu tetap dag dig dug, berharap tidak ada kecelakaan atau hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti worker tertimpa muatan batu bata, worker ketubruk truk semen, worker nyemplung sumuran, worker hamil, ataupun informasi gaji bakal datang telat.

Ternyata yang menelepon adalah Arumugam Paramashivikam Rajalingam Damdidamdidamlalala. Salah satu dari empat worker yang bertugas untuk shifting material tadi. Berusaha untuk terdengar tenang dan mengontrol emosi, Suhu bertanya.

"What the fuck?"
"Mister adi, the dorrr lock orrredi."
"What door?"
"Dorrrr materiyal room."
"Your shifting finish oredi?"
"No finish."
"Then why you lock the door?"
"No. I no lock the dorr. School man lock."

Nggak tahu mau marah atau nangis ketawa. Suhu cuma bisa bilang beberapa patah kata.

"Okay. Leave it."
"Working? No working?"

Tentu untuk para foreign worker, sumber pemasukan mudah untuk mereka adalah Over Time works. OT works ini biasanya diberikan untuk pekerjaan-pekerjaan yang tidak perlu pengawasan mandor. Misalnya, shifting material. Tentu mereka merasa kecewa kalau pekerjaan mereka dibatalkan, karena mereka tidak dapat upah lembur. Maka Suhu tidak kehabisan akal.

"Okay, two man clean office, two man clean store room until nine o clock."
"Thank you mister adi."

Lalu Suhu pulang ke rumah dengan tenang. Probably the best part of this story.

Setelah makan malam, mandi bebek dengan ritual as usual, Suhu melanjutkan petualangannya di alam lain. Di mana di alam itu Suhu adalah raja negeri antah berantah. Untuk beberapa jam saja, sampai alarm keparat memanggil raja negeri antah berantah untuk kembali bekerja. Menjadi mandor.

Esoknya, sesampainya di lapangan, rentetan unfortunate events ini masih belum berakhir. Manager memanggil. I will skip the gory details. Tapi yang pasti manager kurang gembira Suhu memberikan upah lembur untuk pekerjaan yang sepele seperti membersihkan kantor dan gudang.

"Actually they are supposed to shift materials yesterday."
"Then why cleaning office and store?"
"The school locked the material room's door."
"Then you should ask for the key!"

Ujung-ujungnya aku lagi yang salah.

Hari terus berlalu seperti biasa. Tentunya sedikit lebih parah karena Mandor lagi bad mood. Tentu saja, datangnya masalah tidak pernah tanya mood Mandor lagi bagus atau nggak. The guy with attitude problem datang menghampiri.

"Eh where is your workers?"
"Working la"
"My shifting haven't finished how come you let them do another work?"
"Shifting night time I do, day time can't shift for you."

Dia pergi dengan menggerutu tapi Suhu tidak peduli. Pekerjaan ngingingongo tetap berlanjut sampai pukul lima sore. Suhu kembali ke wilayah sekolah dengan tujuan menemui the guy with attitude problem untuk meminta kunci ruang material.

"I can't give you the key wad?"
"What?"
"I can't give you the key."
"Okay, so don't lock the door."
"Aiyaa... can not lah ... use your brain la .. "
"You don't give me the key, you lock the door, you want me to shift the material. How you want me to do?"
"You can do it during the daytime when we're around wad."
"No, we scheduled it for night time works."
"If we're not around, we must lock the room."
"Stop the fuckin' nonsense. Are you giving me the key or not?"
"No."

Maka malam itu Suhu tidak meng-assign workers untuk memindah barang-barang. Karena night time works tidak diizinkan. Suhu pulang dengan tenang. Tidak ada telepon dari Arumugam Paramashivikam Rajalingam Damdidamdidamlalala ataupun Govindara Magarana Syalalalala.

Senang sekali kalau bisa menuliskan label -Tamat- di sini. Tapi sayangnya, penderitaan Suhu masih berlanjut ke keesokan harinya.

-bersambung-

3 comments:

konnyaku said...

bersambung?
tahun baru, season baru?
happy new year hu!

Gita Arimanda said...

Aiyyyaa....use your brain lah!

A very happy new year to you and all!!

suhu said...

#konnyaku:
uda disambung. season baru cuma tiap aku pindah rumah, la.

#gita:
happy new year