Tuesday, December 11, 2007

It's Complicated

Tidak jarang kita dihadapkan dalam masalah yang kita tidak tahu jawabannya. Dan untuk memperbesar masalah, kita diharuskan menjawab. Meskipun, sekali lagi, kita tidak tahu jawabannya. Meskipun tidak mempelajari ilmu kemanusiaan secara mendalam, Suhu yakin seyak'in-yak'innya. Bahwa. Setiap orang pasti pernah mengalami situasi ini, setidaknya sekali dalam hidupnya.

Mendapat pertanyaan yang tidak tahu jawabannya.

Kadang kita tahu di mana ada jawabnya, tapi kita malas mencari. Sering juga kita tahu jawabannya, tapi tidak yakin apakah jawaban kita benar dan memilih untuk main aman dengan pretend kita tidak tahu. Main aman. Acapkali, kita tahu jawabannya dengan pasti dan tepat, tapi kita tidak bisa mengucapkan jawabannya.

Seorang lelaki yang tahu bahaya nikotin terhadap kesehatannya. Resiko menghisap rokok sudah ditanamkan melalui sistem edukasi yang menjamin tingkat intelejensia nya mampu menghitung untung rugi merokok. Meskipun dia sudah jelas tahu bahwa merokok itu tidak sehat, tetap saja dia menghisap rokok itu perlahan, memindahkan semua kadar rokok itu ke dalam paru-paru nya.

Seorang lelaki yang pernah membandingkan Nutrition Fact dari berbagai jenis fast food. Dan menemukan bahwa yang tersehat adalah Subway. Dengan harga yang sama dengan Whopper Meal, tetap saja dia menjauhi outlet Subway dan memilih fast food saingan yang, tentu saja, tidak sesehat Subway. Dan dia melahap Mushroom Swiss Chicken Burger tanpa berpikir untuk kedua kalinya.

Lelaki yang telah menjalani pendidikan bangku sekolah selama bloody 16 years, tapi masih harus mempersiapkan diri untuk ujian minggu depan karena ikut sekolah malam. Meskipun benci sekolah, dan bisa menolak saat didaftarkan kelas malam yang dibiayai kantor, bisa saja menolak. Tapi masih tetap saja diam tunduk dan membuang waktu tidur selama tiga jam non-stop in the midst of storm lecture.

Lelaki yang sama dengan lelaki di paragraf pertama tadi, tiba-tiba membuang kebiasaan merokoknya secara drastis. Meskipun dia tahu, tanpa suplai nikotin yang konstan, refleksnya menurun, bawaannya ngantuk melulu, lemot, belekan, loyo, kurang produktif, dan pasif. Tapi, akhirnya dia berhenti.

Kenapa?

Kenapa kamu merokok?

Kenapa kamu tidak mau makan Subway?

Kenapa kamu mendadak berhenti merokok?

Pertanyaan yang bagi semua orang dianggap sulit untuk dijawab. Dan kebanyakan umat manusia menjawabnya dengan senyuman sejuta arti. Semuanya bisa dijawab dengan satu kalimat pamungkas.


It's Complicated.

Suhu,
beri beri kompliketet.

No comments: