Saturday, December 01, 2007

Assesment Mandor

Masih ingat dengan kisah tentang Hari yang Menakjubkan? Tidak jauh berbeda larinya dari penyesuaian gaji pegawai, posting kali ini akan membahas tentang continual assesmen. CA [Continual Assesment], atau di NTU lebih dikenal dengan sebutan kematian-berbobot-40%, adalah cara untuk menentukan kualitas seseorang dari masa ke masa. Atau lebih tepatnya, cara untuk memastikan bahwa seseorang berusaha mencapai kualitas maksimal secara diskrit. Iya, diskrit, karena hanya berusaha saat Assesment sudah dekat.

Lain Ninja Turtles University, lain pula PT Bangun Subangkit. Di tempat Suhu bekerja, ada sebuah sistem Continual Assesment, berupa Internal Meeting. Dalam sebuah internal meeting ini, banyak hal yang dibahas. Tentunya hal utama yang dibahas adalah progress. Setelah itu akan membahas kecelakaan yang terjadi akhir-akhir ini, kalau ada selalu ada. Lalu membahas tentang usulan-usulan dari para karyawan untuk di-feedback-kan ke Headquarter.

Nah, sesi yang menarik yang akan diulas dari sini ini, adalah sesi yang selama ini belum pernah dibahas. Yaitu sesi buka-bukaan.

Dalam sesi ini, semua peserta meeting harus membuka pakaiannya sampai tersisa sebilah kain untuk menutupi aurat. Lalu saling kejar mengejar untuk mencoba menarik kain milik lawan.


Maaf atas imajinasi berlebihan barusan.

Dalam sesi buka-bukaan, semua staff boleh memberikan opini tentang kolega nya. Mau ngomong yang baik-baik boleh, mau ngomong yang buruk-buruk, pertimbangkan lagi. Tapi karena meeting ini diduduki [terjemahan bebas dari chair the meeting] oleh Project Manager, acapkali yang diucapkan yang baik-baik saja, dan yang buruk disimpan untuk sesi gulat lumpur dwimingguan.

Karena pembaca blog tidak mengenal orang-orang lain di PT Bangun Subangkit, ada baiknya posting kali ini menceritakan tentang satu-satunya orang yang dekat di hati kalian yang bekerja di PT bersangkutan. Feedback untuk Pak Mandor dalam meeting tersebut adalah. Demikian opini orang-orang.

Project Manager:
Adi orangnya bisa menghandle situasi-situasi mendesak. Seringkali saya melihat Adi bisa membuat keputusan di detik-detik terakhir. Hahaha itu mah karena Suhu sering nunda-nunda kerjaan. Meskipun keputusannya tidak selalu tepat, tapi Adi berani mengambil keputusan. Haha kesannya brutal ya. Meskipun kadang keputusannya kontroversial. Yang pasti, saya merasa decision-making skill Adi patut diacungi jempol. Masalahnya jempol ane ngadep mana bang, langit apa bumi.

Deputy Project Manager:
Adi bisa menimbang mana yang berakibat buruk dan biasanya Adi memutuskan untuk melakukan hal-hal berakibat buruk untuk mencegah hal-hal lebih buruk terjadi. Kadang orang tidak memikirkan bahwa jika jalan ini buruk, jalan lain bisa lebih buruk. Adi berpikir dua langkah lebih maju dengan mempertimbangkan akibat dari alternatif lain.

Asisten Mandor Struktur:
Fleksibel. Seringkali tidak mengikuti aturan. Adi kadang punya aturan sendiri di lapangan yang berbeda dengan aturan PT Bangun Subangkit. Pagi sering telat tapi pulang selalu paling terakhir. Wah, sial. Ada yang buka rahasia. Punya jam kerja sendiri.

Asisten Mandor Arsitektural:
Adi sepertinya anti arsitek. Ada kenangan buruk sama Arsitek? Haha minta disembelih orang ini.

Safety Supervisor:
Adi selalu meyakinkan lapangannya aman untuk bekerja sebelum memulai tugasnya. Terbukti dengan mengecek semua sudut lapangan setiap pagi dan setiap sore.

Ya, seperti yang aku bilang tadi. Isinya kebanyakan yang baik-baik. Akhirnya disimpan dalam arsip internal meeting minutes, dengan catatan sebagai berikut.

Mandor: Adi.
Ahli mengatasi situasi mendesak, Fleksibel, Rutin Keliling Lapangan.


Contoh mengatasi situasi mendadak, fleksibel, di lapangan.

Suhu,
lebih baik pipis sembarangan daripada pipis di celana.
Adalah contoh lebih baik berakibat buruk daripada lebih buruk.

4 comments:

seekor bekicot muda said...

huahahaha..
mati lah..
situasi buruk lebih baik daripada situasi lebih buruk..

situasi lebih buruk masih lebih baik daripada situasi lebih buruk banget lagi..

*ga kelar2!* =P

CresceNet said...

Oi, achei seu blog pelo google está bem interessante gostei desse post. Gostaria de falar sobre o CresceNet. O CresceNet é um provedor de internet discada que remunera seus usuários pelo tempo conectado. Exatamente isso que você leu, estão pagando para você conectar. O provedor paga 20 centavos por hora de conexão discada com ligação local para mais de 2100 cidades do Brasil. O CresceNet tem um acelerador de conexão, que deixa sua conexão até 10 vezes mais rápida. Quem utiliza banda larga pode lucrar também, basta se cadastrar no CresceNet e quando for dormir conectar por discada, é possível pagar a ADSL só com o dinheiro da discada. Nos horários de minuto único o gasto com telefone é mínimo e a remuneração do CresceNet generosa. Se você quiser linkar o Cresce.Net(www.provedorcrescenet.com) no seu blog eu ficaria agradecido, até mais e sucesso. If is possible add the CresceNet(www.provedorcrescenet.com) in your blogroll, I thank. Good bye friend.

suhu said...

#bekicot:
benul.

#crescenet:
Hace par de años que vivo corazon de sobre. Si, senor? Nab*hch**by* wad toking you?

INdah.pUspita said...

wah hu...

belajar bahasa planet dimana?? hehehehe ;P