Sunday, December 30, 2007

Masalah yang Tak Kunjung Berakhir

Sekitar jam tujuh lebih lima menit, handphone Suhu berbunyi.

Suhu melihat display nya.

Nomer telepon kantor.

Perasaan Suhu, dan setiap insani mandor di seluruh penjuru dunia, tentu sama ketika melihat display handphone menunjukkan telepon kantor. Perasaan yang campur aduk antara jengkel, khawatir, marah, cemas, bingung, horny, cuek, ingin tahu, ingin boker, dan moral serta tanggung jawab.

Memang secara resmi jam kerja sudah berakhir ya sudah, tidak seharusnya kamu mengganggu karyawan yang sudah pulang dan beristirahat dengan tenang setelah sekian panjang hari bekerja. Tapi justru di sana letak kontradiksinya. Despite mengetahui bahwa tidak seharusnya menelepon tapi masih menelepon, pasti ini adalah hal yang sangat penting, urgent, dan important, sehingga perlu immediate action.

Tentu sebagai mandor yang baik, akhirnya Suhu mengangkat telepon itu. Tapi tetap sebagai manusia yang jengkel karena ditelpon setelah jam kerja, Suhu menjawab dengan berserk.

"HEH? OPO COK?"

Meskipun Suhu yakin pembicara di sebelah sana tidak mengerti artinya.

Hati kecil Suhu tetap dag dig dug, berharap tidak ada kecelakaan atau hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti worker tertimpa muatan batu bata, worker ketubruk truk semen, worker nyemplung sumuran, worker hamil, ataupun informasi gaji bakal datang telat.

Ternyata yang menelepon adalah Arumugam Paramashivikam Rajalingam Damdidamdidamlalala. Salah satu dari empat worker yang bertugas untuk shifting material tadi. Berusaha untuk terdengar tenang dan mengontrol emosi, Suhu bertanya.

"What the fuck?"
"Mister adi, the dorrr lock orrredi."
"What door?"
"Dorrrr materiyal room."
"Your shifting finish oredi?"
"No finish."
"Then why you lock the door?"
"No. I no lock the dorr. School man lock."

Nggak tahu mau marah atau nangis ketawa. Suhu cuma bisa bilang beberapa patah kata.

"Okay. Leave it."
"Working? No working?"

Tentu untuk para foreign worker, sumber pemasukan mudah untuk mereka adalah Over Time works. OT works ini biasanya diberikan untuk pekerjaan-pekerjaan yang tidak perlu pengawasan mandor. Misalnya, shifting material. Tentu mereka merasa kecewa kalau pekerjaan mereka dibatalkan, karena mereka tidak dapat upah lembur. Maka Suhu tidak kehabisan akal.

"Okay, two man clean office, two man clean store room until nine o clock."
"Thank you mister adi."

Lalu Suhu pulang ke rumah dengan tenang. Probably the best part of this story.

Setelah makan malam, mandi bebek dengan ritual as usual, Suhu melanjutkan petualangannya di alam lain. Di mana di alam itu Suhu adalah raja negeri antah berantah. Untuk beberapa jam saja, sampai alarm keparat memanggil raja negeri antah berantah untuk kembali bekerja. Menjadi mandor.

Esoknya, sesampainya di lapangan, rentetan unfortunate events ini masih belum berakhir. Manager memanggil. I will skip the gory details. Tapi yang pasti manager kurang gembira Suhu memberikan upah lembur untuk pekerjaan yang sepele seperti membersihkan kantor dan gudang.

"Actually they are supposed to shift materials yesterday."
"Then why cleaning office and store?"
"The school locked the material room's door."
"Then you should ask for the key!"

Ujung-ujungnya aku lagi yang salah.

Hari terus berlalu seperti biasa. Tentunya sedikit lebih parah karena Mandor lagi bad mood. Tentu saja, datangnya masalah tidak pernah tanya mood Mandor lagi bagus atau nggak. The guy with attitude problem datang menghampiri.

"Eh where is your workers?"
"Working la"
"My shifting haven't finished how come you let them do another work?"
"Shifting night time I do, day time can't shift for you."

Dia pergi dengan menggerutu tapi Suhu tidak peduli. Pekerjaan ngingingongo tetap berlanjut sampai pukul lima sore. Suhu kembali ke wilayah sekolah dengan tujuan menemui the guy with attitude problem untuk meminta kunci ruang material.

"I can't give you the key wad?"
"What?"
"I can't give you the key."
"Okay, so don't lock the door."
"Aiyaa... can not lah ... use your brain la .. "
"You don't give me the key, you lock the door, you want me to shift the material. How you want me to do?"
"You can do it during the daytime when we're around wad."
"No, we scheduled it for night time works."
"If we're not around, we must lock the room."
"Stop the fuckin' nonsense. Are you giving me the key or not?"
"No."

Maka malam itu Suhu tidak meng-assign workers untuk memindah barang-barang. Karena night time works tidak diizinkan. Suhu pulang dengan tenang. Tidak ada telepon dari Arumugam Paramashivikam Rajalingam Damdidamdidamlalala ataupun Govindara Magarana Syalalalala.

Senang sekali kalau bisa menuliskan label -Tamat- di sini. Tapi sayangnya, penderitaan Suhu masih berlanjut ke keesokan harinya.

-bersambung-

Tuesday, December 25, 2007

Merry Christmas


Merry Christmas 2007. This year Santa is on leave.
Suhu,
ho ho ho.

Sunday, December 23, 2007

The Guy with Attitude Problem, Me or Him?

Lanjutan dari episode lalu.

Mandor serasa tak percaya apa yang dilihatnya.

Bapak tua pengurus D&T itu membuka sebuah ruangan. Yang isinya.

MESIN.

Satu set peralatan yang tak beda dengan yang barusan kita pindahkan. Menimbulkan kecurigaan apakah mungkin bapak ini memanggil jin botol untuk mengembalikan mesin-mesin ini ke tempat semula sewaktu kita lagi menikmati makan siang?

Ternyata memang sekolah ini punya dua set peralatan prakarya. Yang pada saat itu tidak pernah ditunjukkan pada pihak kontraktor. Ini benar-benar tidak manusiawi. Yang pasti, untuk kejahanaman semacam ini, salah seseorang harus mati. Aku atau dia.

Pemuda dua puluh dua tahun yang masih perjaka dan menikmati lezat duniawi, atau tua bangka yang sudah makan garam lima puluh tahun lebih?

Tapi dengan akal sehat, Mandor berhasil menghalau tiga puluh orang dengan berbagai fitur mulai botak, gondrong, berkumis, bertato, bekas jahitan, yang tiap diajak ngomong sedikit-sedikit noleh langsung *Jhuh* ngidu ngidu sembarangan. Mereka berusaha mencekik bapak tua yang sekarang buru-buru lari menghilang entah ke mana.

Akhirnya kami berhasil memindahkan dua set mesin. Seperti biasa, Mandor membuat laporan pekerjaan yang diselesaikan hari ini dengan berbagai remarks. Tentunya berbagai caci maki hanya bisa diumpat tanpa pernah diabadikan dalam laporan kerja. Lalu datang bapak-bapak lain, yang tidak lain adalah sub-koordinator D&T. Ya, seperti guru Kerajinan Tangan dan Kesenian gitu lah kalau di Indo.

Di sini lah mulai berubahnya rasa simpati pada guru para pahlawan tanpa tanda jasa perlahan menjadi benci dendam kesumat angkara durja.


You move the machine but you don't move the materials.
Ya, all machine are shifted already.
Aiyaa... you arh ... use your brain lah. You move all the machine but the materials you still leave it there.
Yes, I was instructed to move the machine ONLY.
No, who instruct you? Now I instruct you to move the materials.
Fuck off, man. Who are you to instruct me?


Oke. Mungkin kalimat terakhir terdengar kasar untuk seorang anak muda yang yang berbicara pada seorang guru. Tapi sekarang bayangkan kamu ada di posisi ku. Pagi hari kamu diberi tiga puluh orang untuk memindahkan dua ruangan penuh mesin. Dua RUANGAN, wokay? Bukan dua MESIN. Padahal waktu dibicarakan pada perjanjian awal adalah PERALATAN kerajinan tangan, yang SEMESTINYA ringan dan mudah dipindahkan.

Kamu bisa bilang bahwa ini adalah salahku karena tidak melihat dengan jelas tentang mesin-mesinnya. Okeh. Kamu boleh bilang begitu kalau kamu mau dikubur hidup-hidup oleh tiga puluh orang kekar. Tapi kamu diminta memindahkan material. Material yang kita bicarakan di sini adalah triplek utuh, kayu lonjoran, batangan logam mentah, dan beberapa barang yang cukup untuk membuat tiga ratus set baju zirah.

Jelas sudah bagaimana kelanjutan dari cerita ini. Manager memanggil, menanyakan secara baik-baik. "Mengapa kamu berkata kasar pada guru?" sampai "Semoga kamu ingat bahwa mereka adalah klien kita." Lalu aku menjelaskan duduk perkaranya. Managerku cuma bisa geleng-geleng. Lalu mengatakan bahwa kita ada di pihak yang dirugikan. Manager mempertimbangkan daripada ada korban jiwa di pihak sekolah karena Suhu selalu tersenyum saat memegang benda tumpul seperti pipa ledeng, maka manager memutuskan untuk membantu sekolah memindahkan material-material tersebut.

Dan tentu saja, person in-charge, adalah Suhu. Dengan pipa ledeng di genggaman.

Aku mengambil empat orang idle worker dari worker quarter. Percayalah ini tidak semudah menekan F8 dan menge-set Rally Point. Saat aku sampai di gudang tempat material yang perlu dipindah, guru yang tadi sudah di sana.


See, you tell me, I was right or not?
So where should we shift these stuffs?
Aiyaa... you arh ... use your brain lah. You move the material to the room next to the new machine room lah.

Tanpa berusaha memperpanjang pembicaraan agar tidak menyulut emosi, Suhu diam. Dan merencanakan hukuman apa yang layak diberikan pada orang ini. Lalu menyumpahinya dalam hati. Dan pergi meninggalkan dia setelah memberikan instruksi pada empat worker tadi. Bukan pergi karena pengecut, tapi karena tempat lain juga perlu mandor. Untungnya blok lain sedang sedikit senggang, jadi ada waktu untuk mengurusi orang-orang bermasalah seperti guru-guru berkepribadian bermasalah [terjemahan bebas dari attitude problem].

Tentu saja meskipun meninggalkan tempat itu, Suhu masih sesekali datang untuk menge-cek progress pindahan. Melihat empat worker yang wajahnya sudah kiamat, membuat Suhu teringat saat memindahkan barang-barang tgwinmg dulu waktu masih kuliah. Cuma bedanya, barang tgwinmg sedikit lebih bervariasi dan tidak ada worker yang membantu saat itu. Kenangan manis tentang pindahan bersama tgwinmg hilang saat guru itu muncul tiba-tiba seperti pocong.


Hey, you! You want to work until what time?
We work until eleven.
Aiyaa... you arh ... use your brain lah. I can't work until eleven. Five o'clock I go back already.
Then we carry on without you lor.
You think you can continue without me?
I think so. I don't think your presence matter, anyway.
You. You. How can you talk to me like that? You still owe me an apology.
Me? For what?
You! You still don't know you are wrong. I know your manager scold you after you talk rudely earlier. I believe the school report to your manager already, that's why now you change your mind. Just now you say you don't want to shift, but now you shift. I know, your manager must have scold you.
Fuck off.
I'm going to report this to your manager.

Hariku memang tidak seberapa bagus. Tapi setelah memberi pekerjaan kepada para worker yang over-time, termasuk empat orang yang memindah material tadi. Suhu pulang lebih awal. Jangan membayangkan pulang lebih awal itu jam 3 sore. Untuk Mandor, pulang jam enam, itu sudah termasuk pulang lebih awal.

Sekitar jam tujuh lebih lima menit, handphone Suhu berbunyi.

Suhu melihat display nya.

Nomer telepon kantor.

-bersambung-

NB:
Terima kasih pada pembaca yang telah mengingatkan bahwa pemakaian kata Jancok secara excessive bisa mengurangi kenyamanan pembaca.

Terima kasih pada Arianto yang sudah mengingatkan untuk meng-update blog dan memfasilitasi dengan meminjamkan 160GB portable hard drive agar komputer Suhu bisa diformat dan bisa cepat nge blog lagi.
Untuk pembaca yang mengingatkan bahwa pemakaian kata Jancok terlalu excessive, bisa menanyakan langsung pada Arianto dan memastikan bahwa frekuensi kata Jancok di blog tidak mencapai sepuluh persen frekuensi pemakaian di rumah.

Wednesday, December 19, 2007

Unfortunate Events

These past few days is definitely not the best days of my life.

Tanggal 4 Desember adalah awal di mana semua perkara ini dimulai. Pindahan. Setelah PT Bangun Subangkit berhasil menyiapkan temporary D&T Block, langkah berikutnya adalah memindahkan mesin-mesin dari Block D&T yang lama menuju ke temporary D&T Block. Tentunya ada sedikit masalah dari memindahkan barang-barang ini.

Dan tentunya masalah itu selalu muncul tiba-tiba, dan di sini lah letak peran pelaku utama blog ini menjadi bersinar. Menyelesaikan masalah mendadak di lapangan. Waktu mereka bilang memindahkan mesin-mesin yang berhubungan dengan kayu, semua orang membayangkan gergaji triplek, serutan, dan mesin-mesin imut yang berhubungan dengan prakarya siswa.

Tetapi sayangnya, saudara-saudara sobat muda di mana pun anda berada, kita semua SALAH!

Saat pindahan tanggal 4 Desember, mesin-mesin prakarya anak sekolah di sini ternyata berwujud mesin bubut, gergaji listrik, circular rip saw, machette, dan peralatan metalwork satu set yang bisa direkomendasikan untuk membuat baju zirah berukuran XL. Dan kalau tidak salah, yang paling ringan beratnya 800 kilo. Dan yang paling berat 2.3 ton.

Iya, yang di lantai dua itu.

Dengan kekuatan bulan, kami akhirnya berhasil memindahkan semua nya. Untuk pindahan ini, PT Bangun Subangkit terpaksa menyewa jasa Professional Movers. Perusahaan yang kami bayar untuk mindahin barang-barang ini, mengandalkan ciptaan Tuhan yang Maha Kuasa [baca: dengkul dan sikut]. Orang-orang yang bekerja di perusahaan tersebut, rata-rata adalah bekas narapidana dan pecandu obat-obatan yang sudah insaf. Karena tidak punya ketrampilan khusus, maka mereka bekerja menjadi tukang angkat-angkat, nama kerennya Professional Movers.

Okeh, bayangkan menjadi seorang laki-laki dari lingkungan dan keluarga baik-baik, memimpin tiga puluh orang dengan berbagai fitur mulai botak, gondrong, berkumis, bertato, bekas jahitan, yang tiap diajak ngomong sedikit-sedikit noleh langsung *Jhuh* ngidu ngidu sembarangan. Bayangkan dulu. Sudah? Sudah. Rasanya lebih parah sepuluh kali daripada yang kamu bayangkan.

Tetapi sebagai warga negara Indonesia sepenuhnya, Suhu mampu berbicara dan berkomunikasi dengan sempurna. Terutama jika lawan bicaranya adalah budak melayu. Cakap malay pun jadi. Dengan kosakata terbatas mulai dari daftar hewan di kebun binatang sampai tumbuh-tumbuhan, Suhu berhasil menunjukkan wibawanya. Meskipun kata kunci yang memegang peranan tetaplah "Jancok".

Setelah barang-barang terkutuk tersebut selesai dipindahkan, mulai episode baru hal-hal ajaib yang membuat hidup mandor menjadi lebih sengsara.

Seseorang dari pihak sekolah, konon posisinya adalah Head of Department. Tugasnya menentukan letak mesin-mesin di ruangan yang baru. Wajar, setelah pindahan, kamu mesti ngasi tau tukang angkat-angkatnya, barang ini taruh di mana, barang ini taruh di mana, tul gak?
Yang jadi masalah, kalau orang ini punya kepribadian ganda seperti Niki dan Jessica di felem Heroes. Sekarang Niki mau taruh di sini, nanti Jessica mau taruh di sana. Nah! Bapak yang satu ini, punya kepribadian ganda. Setelah barang-barang diletakkan di satu tempat di pagi hari, setelah makan siang dia marah-marah. "Woi, ini kenapa ditaruh di sini, kan malah orang gak bisa ngambil kalau perlu."

Sekali dua kali, aku kira aku yang lupa dan salah letak. Tapi setelah kejadian terulang lebih dari lima kali, kusalib dia di bukit Gombak Suhu mulai naik pitam dan berseru "Wahai pak tua, jikalau dikau tak berkenan dengan hasil kerja kami, kerjakanlah sendiri." Lalu terjadi perdebatan yang cukup sengit, perang mulut antara Mandor dengan Pengurus D&T. Dan perdebatan terhenti karena setiap kalimat yang dia ucapkan selalu dibalas dengan senyum manis diiringi "Jancok" dari hati suci mulia.

Pengurus D&T pun berlalu sambil mengira "Jancok" artinya "Iya". Apalagi mandor selalu mengucapkannya sambil manggut-manggut. Benar-benar the beauty of multinationality country.

Setelah mengikuti semua pengaturan bapak berkepribadian ganda tadi, kami menghela nafas lega. Akhirnya selesai.

Belum sempat lima menit kami duduk di lantai sambil selonjor, bapak tua tadi memanggil. Mandor, selaku kepala pemimpin tiga puluh mantan narapidana dan pecandu obat-obatan [wah jancok, serasa bos preman], langsung menghampiri bapak tua Pengurus D&T tersebut. Pengurus D&T tersebut memanggil Mandor, yang mengikuti melangkah lebih cepat seperti main kejar-kejaran. Tak lama kemudian.

Pengurus D&T menarik sebuah gagang pintu. Mandor serasa tak percaya apa yang dilihatnya.

"Omaigat. Wadefak."

-bersambung-

Monday, December 17, 2007

12 Days of Christmas by Boymongoose

Just found this wonderful video played on YouTube
12 Days of Christmas video clip re-worked Indian style. Performed by animated popstar, Boymongoose and Indian boyband.

Wonderful remake of the song 12 days of christmas originally by Lee Greenwood.

That's very well composed, fantastic animation, hillarious video.
And waat a waanderfull accent eda. Veaary Nice...

Here goes the lyrics:

On the first day of Christmas,
my true love gave to me
A totally insufficient dowry

On the second day of Christmas,
my true love gave to me
Two nosy in-laws
And a totally insufficient dowry

On the third day of Christmas,
my true love gave to me
Three butter chickens
Two nosy in-laws
And a totally insufficient dowry

On the fourth day of Christmas,
my true love gave to me
Four Hari Krishnas..... (Is that Indian)
Three butter chickens
Two nosy in-laws
And a totally insufficient dowry

On the fifth day of Christmas,
my true love gave to me
Five Indian games..... (I want to be the cowboy)
Four Hari Krishnas
Three butter chickens
Two nosy in-laws
And a totally insufficient dowry

On the sixth day of Christmas,
my true love gave to me
Six IT graduates
Five Indian games
Four Hari Krishnas
Three butter chickens
Two nosy in-laws
And a totally insufficient dowry

On the seventh day of Christmas,
my true love gave to me
Seven-11 workers
Six IT graduates
Five Indian games
Four Hari Krishnas
Three butter chickens
Two nosy in-laws
And a totally insufficient dowry

On the eighth day of Christmas,
my true love gave to me
Eight Bollywood films
Seven-11 workers
Six IT graduates
Five Indian games
Four Hari Krishnas
Three butter chickens
Two nosy in-laws
And a totally insufficient dowry

On the ninth day of Christmas,
my true love gave to me
Nine telemarketers..... (Good Evenin.. This is Kaalin jones. Are you waanting greater kaalrits)
Eight Bollywood films
Seven-11 workers
Six IT graduates
Five Indian games
Four Hari Krishnas
Three butter chickens
Two nosy in-laws
And a totally insufficient dowry

On the tenth day of Christmas,
my true love gave to me
Ten-minute yoga..... (Think the lotus, feel the lotus, drive the lotus)
Nine telemarketers
Eight Bollywood films
Seven-11 workers
Six IT graduates
Five Indian games
Four Hari Krishnas
Three butter chickens
Two nosy in-laws
And a totally insufficient dowry

On the eleventh day of Christmas,
my true love gave to me
Eleven syllable name..... (PEESARAVANMUTHUDBLEEKVAAS)
Ten-minute yoga
Nine telemarketers
Eight Bollywood films
Seven-11 workers
Six IT graduates
Five Indian games
Four Hari Krishnas
Three butter chickens
Two nosy in-laws
And a totally insufficient dowry

On the twelfth day of Christmas,
my true love gave to me...
Twelve cricket ball tamperers..... (I was simply correcting the stitching)
Eleven syllable name
Ten-minute yoga
Nine telemarketers
Eight Bollywood films
Seven-11 workers
Six IT graduates
Five minutes of fame
Four Hari Krishnas
Three butter chickens
Two nosy in-laws
And a totally insufficient dowry

Tuesday, December 11, 2007

It's Complicated

Tidak jarang kita dihadapkan dalam masalah yang kita tidak tahu jawabannya. Dan untuk memperbesar masalah, kita diharuskan menjawab. Meskipun, sekali lagi, kita tidak tahu jawabannya. Meskipun tidak mempelajari ilmu kemanusiaan secara mendalam, Suhu yakin seyak'in-yak'innya. Bahwa. Setiap orang pasti pernah mengalami situasi ini, setidaknya sekali dalam hidupnya.

Mendapat pertanyaan yang tidak tahu jawabannya.

Kadang kita tahu di mana ada jawabnya, tapi kita malas mencari. Sering juga kita tahu jawabannya, tapi tidak yakin apakah jawaban kita benar dan memilih untuk main aman dengan pretend kita tidak tahu. Main aman. Acapkali, kita tahu jawabannya dengan pasti dan tepat, tapi kita tidak bisa mengucapkan jawabannya.

Seorang lelaki yang tahu bahaya nikotin terhadap kesehatannya. Resiko menghisap rokok sudah ditanamkan melalui sistem edukasi yang menjamin tingkat intelejensia nya mampu menghitung untung rugi merokok. Meskipun dia sudah jelas tahu bahwa merokok itu tidak sehat, tetap saja dia menghisap rokok itu perlahan, memindahkan semua kadar rokok itu ke dalam paru-paru nya.

Seorang lelaki yang pernah membandingkan Nutrition Fact dari berbagai jenis fast food. Dan menemukan bahwa yang tersehat adalah Subway. Dengan harga yang sama dengan Whopper Meal, tetap saja dia menjauhi outlet Subway dan memilih fast food saingan yang, tentu saja, tidak sesehat Subway. Dan dia melahap Mushroom Swiss Chicken Burger tanpa berpikir untuk kedua kalinya.

Lelaki yang telah menjalani pendidikan bangku sekolah selama bloody 16 years, tapi masih harus mempersiapkan diri untuk ujian minggu depan karena ikut sekolah malam. Meskipun benci sekolah, dan bisa menolak saat didaftarkan kelas malam yang dibiayai kantor, bisa saja menolak. Tapi masih tetap saja diam tunduk dan membuang waktu tidur selama tiga jam non-stop in the midst of storm lecture.

Lelaki yang sama dengan lelaki di paragraf pertama tadi, tiba-tiba membuang kebiasaan merokoknya secara drastis. Meskipun dia tahu, tanpa suplai nikotin yang konstan, refleksnya menurun, bawaannya ngantuk melulu, lemot, belekan, loyo, kurang produktif, dan pasif. Tapi, akhirnya dia berhenti.

Kenapa?

Kenapa kamu merokok?

Kenapa kamu tidak mau makan Subway?

Kenapa kamu mendadak berhenti merokok?

Pertanyaan yang bagi semua orang dianggap sulit untuk dijawab. Dan kebanyakan umat manusia menjawabnya dengan senyuman sejuta arti. Semuanya bisa dijawab dengan satu kalimat pamungkas.


It's Complicated.

Suhu,
beri beri kompliketet.

Saturday, December 01, 2007

Assesment Mandor

Masih ingat dengan kisah tentang Hari yang Menakjubkan? Tidak jauh berbeda larinya dari penyesuaian gaji pegawai, posting kali ini akan membahas tentang continual assesmen. CA [Continual Assesment], atau di NTU lebih dikenal dengan sebutan kematian-berbobot-40%, adalah cara untuk menentukan kualitas seseorang dari masa ke masa. Atau lebih tepatnya, cara untuk memastikan bahwa seseorang berusaha mencapai kualitas maksimal secara diskrit. Iya, diskrit, karena hanya berusaha saat Assesment sudah dekat.

Lain Ninja Turtles University, lain pula PT Bangun Subangkit. Di tempat Suhu bekerja, ada sebuah sistem Continual Assesment, berupa Internal Meeting. Dalam sebuah internal meeting ini, banyak hal yang dibahas. Tentunya hal utama yang dibahas adalah progress. Setelah itu akan membahas kecelakaan yang terjadi akhir-akhir ini, kalau ada selalu ada. Lalu membahas tentang usulan-usulan dari para karyawan untuk di-feedback-kan ke Headquarter.

Nah, sesi yang menarik yang akan diulas dari sini ini, adalah sesi yang selama ini belum pernah dibahas. Yaitu sesi buka-bukaan.

Dalam sesi ini, semua peserta meeting harus membuka pakaiannya sampai tersisa sebilah kain untuk menutupi aurat. Lalu saling kejar mengejar untuk mencoba menarik kain milik lawan.


Maaf atas imajinasi berlebihan barusan.

Dalam sesi buka-bukaan, semua staff boleh memberikan opini tentang kolega nya. Mau ngomong yang baik-baik boleh, mau ngomong yang buruk-buruk, pertimbangkan lagi. Tapi karena meeting ini diduduki [terjemahan bebas dari chair the meeting] oleh Project Manager, acapkali yang diucapkan yang baik-baik saja, dan yang buruk disimpan untuk sesi gulat lumpur dwimingguan.

Karena pembaca blog tidak mengenal orang-orang lain di PT Bangun Subangkit, ada baiknya posting kali ini menceritakan tentang satu-satunya orang yang dekat di hati kalian yang bekerja di PT bersangkutan. Feedback untuk Pak Mandor dalam meeting tersebut adalah. Demikian opini orang-orang.

Project Manager:
Adi orangnya bisa menghandle situasi-situasi mendesak. Seringkali saya melihat Adi bisa membuat keputusan di detik-detik terakhir. Hahaha itu mah karena Suhu sering nunda-nunda kerjaan. Meskipun keputusannya tidak selalu tepat, tapi Adi berani mengambil keputusan. Haha kesannya brutal ya. Meskipun kadang keputusannya kontroversial. Yang pasti, saya merasa decision-making skill Adi patut diacungi jempol. Masalahnya jempol ane ngadep mana bang, langit apa bumi.

Deputy Project Manager:
Adi bisa menimbang mana yang berakibat buruk dan biasanya Adi memutuskan untuk melakukan hal-hal berakibat buruk untuk mencegah hal-hal lebih buruk terjadi. Kadang orang tidak memikirkan bahwa jika jalan ini buruk, jalan lain bisa lebih buruk. Adi berpikir dua langkah lebih maju dengan mempertimbangkan akibat dari alternatif lain.

Asisten Mandor Struktur:
Fleksibel. Seringkali tidak mengikuti aturan. Adi kadang punya aturan sendiri di lapangan yang berbeda dengan aturan PT Bangun Subangkit. Pagi sering telat tapi pulang selalu paling terakhir. Wah, sial. Ada yang buka rahasia. Punya jam kerja sendiri.

Asisten Mandor Arsitektural:
Adi sepertinya anti arsitek. Ada kenangan buruk sama Arsitek? Haha minta disembelih orang ini.

Safety Supervisor:
Adi selalu meyakinkan lapangannya aman untuk bekerja sebelum memulai tugasnya. Terbukti dengan mengecek semua sudut lapangan setiap pagi dan setiap sore.

Ya, seperti yang aku bilang tadi. Isinya kebanyakan yang baik-baik. Akhirnya disimpan dalam arsip internal meeting minutes, dengan catatan sebagai berikut.

Mandor: Adi.
Ahli mengatasi situasi mendesak, Fleksibel, Rutin Keliling Lapangan.


Contoh mengatasi situasi mendadak, fleksibel, di lapangan.

Suhu,
lebih baik pipis sembarangan daripada pipis di celana.
Adalah contoh lebih baik berakibat buruk daripada lebih buruk.