Monday, November 19, 2007

Tips Menghadapi Exam

Ujian semesteran memang adalah salah satu ruthlessly efficient torturing device yang sengaja diciptakan oleh sindikat kejahatan berkedok lembaga pendidikan. Tapi jangan khawatir, Suhu akan menyelamatkan pembaca dari kegilaan dan tekanan yang mendalam diakibatkan suasana exam yang menyelimuti atmosfer.

Disclaimer:
Suhu menulis post ini bukan karena pingin 30 dolar. Suhu menulis post ini karena atas dasar niatan mulia ingin membantu teman-teman yang kesulitan dan membutuhkan uluran tangan. Ceileee....

Setelah debut Suhu di kancah per-blogging-an untuk menyelamatkan mahasiswa tahun terakhir dalam menggarap skripsi dalam artikel yang terdahulu. Kini Suhu akan menyelamatkan jutaan umat manusia dari sindikat kejahatan berkedok lembaga pendidikan. Dengan cara membagikan tips-tips menghadapi exam.

Disclaimer lagi:
Suhu bukan top student. Suhu bukan lulus first class. Who cares, tetep B.Eng Hons. Suhu bukan Dean List-ers. Suhu bukan straight-A student. Suhu bukan asdos. Suhu bukan pembuat exam question. Singkatnya, Suhu useless Suhu not technically sound. Tapi, Suhu berpengalaman menghadapi tujuh semester exam. Suhu tidak tahu bagaimana cara menjawab. Tapi Suhu tahu bagaimana cara menghadapi Exam.

Yaitu.


Belajar.



Wokay sebelum ditimpuk para pembaca karena tips sampah, langsung saja ke pokok bahasan masalah dalam berita acara hari ini. Tips menghadapi tekanan emosional saat exam. Kita perlu mencari sumber daripada masalah yang menyebabkan kita tertekan.

Sebenarnya masalah utama nya bukanlah exam. Melainkan ekspektasi kita sendiri. Karena kita ingin lulus, maka kita harus belajar untuk exam. Karena sudah belajar sampai mata mau lepas tapi masih belum yakin bisa lulus. Tekanan muncul.

Paragraf di atas bisa dimodifikasi untuk beberapa orang, kata lulus bisa diganti menjadi dapat A.

Logis bukan? Kalau kamu pergi ke exam hall dengan mindset lulus-hore-ga-lulus-ya-ngulang tentu kamu tidak stress. Dan tentu kamu don't bother untuk meneruskan membaca tips ini. Karena kamu sama sekali tidak perlu tips menghadapi exam. Tapi karena kamu tipe yang cemas tidak dapat A lulus, maka kamu melanjutkan baca tips ini. Padahal sudah tahu hampir setengah skrol side bar blog post ini masih ga ada isinya.

Pokok permasalahan pelajar di pulau kecil ini sebenarnya simpel. So little time so much to do. Kita cuma punya masa persiapan beberapa hari untuk maen dota, AoE, General, dan Maple mempersiapkan exam. Sedangkan materi yang harus kita pelajari, menggunung dan melembah. Bagaimana mungkin Suhu sanggup bertahan tujuh semester ini menghadapi exam dan sekarang masih waras? Sekarang Suhu akan berbagi rahasia.

Kata kuncinya adalah evektifitas evektivitas efektifitas efektivitas epektipitas. Ambil contoh gambar remaja yang belajar di bench tersebut. Remaja tersebut belajar hingga larut malam. Terlihat dari background yang diterangi lampu North Spine. Dia belajar begitu keras untuk menyelesaikan materinya. Sampai malam-malam pun mengadakan belajar bersama dengan kawan-kawannya.

Itu harus kalian nilai sendiri dan timbang untung ruginya. Keuntungannya, kalau ada yang gak ngerti, kamu bisa langsung tanya teman. Lebih cepat daripada kamu problem-solving sendiri yang mungkin nggak efektif karena prosesor kamu belum pentium untuk mata kuliah tertentu. Hey, itu sah untuk diakui. Kita selalu gemilang di mata pelajaran tertentu dibanding mata pelajaran lain. There's nothing wrong with that. Saat semua subjek Suhu dapat D, ada satu yang dapat C+. It proves itself.

Tapi belajar bersama sampai larut malam ada kerugiannya. Saat ada yang melawak, kamu tertawa lalu gak konsen. Kamu gak tertawa pun, sebelahmu tertawa, kamu jadi gak konsen. Terus kawan belajar semeja ditelpon papa mama dari Indo, lalu kamu ikutan merasa homesick, lalu kamu ikutan telpon rumah, padahal waktu itu awalnya dialokasikan untuk belajar. Lalu setelah telepon, temanmu yang lain ikut telpon rumah, dan kamu gak konsen. Sepanjang malam kamu belajar. Lalu keesokan harinya, kamu cuma garuk-garuk sambil mikir "Semalem dapat cuma segini?"

Lebih parahnya lagi.


Mungkin esoknya kamu sudah tidak bertenaga buat bench-ing lagi.


Di sini epektipitas itu berperan penting. Study smart instead of study hard. Percuma kan kalau kamu tepar keesokan harinya. Seorang teman pernah berkata kepada Suhu. "Kamu kalau bergadang semalaman, besoknya malah capek ga karuan, terus tidurnya malah lama. Akhirnya waktu yang terbuang buat tidur lebih banyak".

Somehow itu benar.

Maka dari itu, Suhu menekankan hal ini dalam menghadapi exam. Istirahat secukupnya. Istirahat secukupnya. Istriahat secukupnya.

Kalau kamu tidak menyadari ada typo di kata istirahat terakhir, kamu perlu istirahat.


Istirahat secukupnya.

Setelah tips istirahat secukupnya diterapkan, tentu kalian sudah tahu tahap selanjutnya. Yaitu. Belajar. Tingkatkan epektipitas dengan menggunakan segala kemampuan kalian yang ada. Semua sumber daya yang ada harus digunakan untuk meningkatkan daya serap dalam tempo yang sesingkat-singkatnja. Eksploitasi anggota badan untuk mencapai pose ideal belajar, tentu salah satu ilmu menarik yang merupakan cabang ilmu yoga. Usahakan posisi belajarmu senyaman mungkin agar kamu bisa bertahan lama dan besoknya gak pegal-pegal.


Pose belajar ideal. Tangan kanan pegang bolpen, kaki kiri pegang tutorial question, tangan kiri pegang rokok [censored], kaki kanan pegang asbak [censored].


Setelah menerapkan hal-hal tersebut di atas, kerapkali kita sering masih merasa stress. It's okay. Tak mengapa. Mbiau khin. Rapopo. I know. Aku tau. Wa cai. Aku ruh. Ini wajar. Saat kita bekerja keras, belajar berat, atau melakukan apapun yang penuh perjuangan. Kita perlu sebuah reward. Reward system benar-benar manjur untuk melatih keluarga besar primata. Maka jelas, kita bisa memakai sistem serupa.

Setelah berjuang sekuat tenaga. Lakukan hal apa yang benar-benar kalian inginkan saat itu. Jangan pikirkan apa kata orang. Lakukan. Do it. Buat dirimu lega. Jangan hiraukan pandangan roommate saat kamu nonton Anime. Jangan hiraukan cemoohan teman saat kamu maen WE. Afterall, ini reward kamu atas kerja keras. Tapi, pastikan kamu benar-benar kerja keras. Misalkan satu subject kelar maen satu game WE. Jangan tiap satu halaman maen satu turnamen. Maen WE itu cuma salah satu contoh. Reward bisa berupa apa saja. Untuk keluarga besar primata, reward kita cukup universal.


Reward: Makan.

Meningkatkan epektipitas, istirahat yang cukup, pose belajar ideal, dan reward system. Adalah tips-tips yang sementara ini diberikan oleh Suhu untuk khalayak ramai. Semestinya ini sudah cukup untuk mengurangi stress level para pembaca. Mengenai tips-tips lebih lanjut, akan di-post jika waktunya telah tiba kelak. Kalau kalian sudah menguasai tips-tips tersebut di atas.

Suhu,
all the best for your exams.

This post is dedicated to tgwinmg who is facing an AA306 exam in the near future.

NB: I got D for my Consolidation quiz, but as far as I can recall, that subject discussed about soil settlement in foundation engineering.

2 comments:

tgwinmg said...

aaaaaaaaaaa
*kondisi jam 2 pagi, abis minum panadol, baca 306 sambil tarik2 rambut*

[eh lha kok malah baca blog]

Kodok Ijo said...

Siaaaalll.... sudah pake foto monyet akrobat, masih bergaya monyet segala... monyet tidak merokok hu..