Friday, November 16, 2007

The After-Effect

Wokay sobat muda di mana pun anda berada. Seperti yang telah kita ketahui, Suhu kemarin telah menjalani sebuah eksperimen menarik berjudul "Durability-of-Site-Engineer-Under-Three-Hour-Torture Lecture". Eksperimen ini sangat menarik untuk diteliti, dan tentunya lebih menarik lagi, kalau jabatanku di eksperimen ini bukan kelinci percobaan.

Buat beberapa orang yang sempat berkorespondensi melalui MSN dan Yahoo kemaren malam, Suhu hendak meralat. "Dude, yesterday was not nightmare."

'Disaster' describes it better.

Tenang, kawan=kawan. Suhu masih hidup. Sekolah lagi memang tidak enak. Tapi memang kesedihan yang menimpa Suhu tidaklah separah korban-korban bencana alam yang serius seperti gempa bumi, Tsunami, banjir, dan jumpa calon mertua.



Sekolah itu nggak selamanya buruk. Jadi buat adek-adek yang masih sekolah, jangan putus asa, tuntaskan wajib belajar sembilan [belas] tahun. Sekedar berbagi pengalaman, Suhu juga pernah punya saat-saat bahagia bersekolah. Tapi bukan di Singapura. Saat-saat berbahagia di mana Suhu bersekolah adalah saat Suhu masih menimba ilmu di bumi pertiwi nusantara Indonesia pusaka bhineka tunggal ika swasembada tunakarya. Saat-saat sekolah memiliki kenangan-kenangan indah seperti libur puasa dan libur natal dan tahun baru. Benar, saudara-saudara, Suhu benar-benar tidak suka sekolah.

Menurut diagnosis dokter, Suhu mempunyai kelainan anomali dibanding manusia pada umumnya. Selain mempunyai ruas ibu jari yang bergabung dengan telapak tangan, Panda mempunyai kesulitan untuk duduk di tempat yang sama dalam waktu yang cukup lama. Inilah salah satu pelaku penyebab bencinya Suhu pada bangku sekolah. Karena dipandang tidak layak jika jongkok di kursi saat bu guru menerangkan di papan.

Keputusan perusahaan Bangun Subangkit untuk mengirimkan Suhu ke sekolah lagi bukannya membuat Suhu gembira. Lain beberapa oknum yang berpendapat "lho.. dibayarin company kan, enak donk sekolah dibayarin... ". Suhu lebih memilih untuk dibayarin makan atau dibayarin jalan-jalan ke Azerbaijan.

Maka jelas tingkat antusias Suhu untuk sekolah itu hampir mendekati enol.

Hingga hari-H, Mandor berhasil untuk pura-pura lupa bahwa ada kelas hari itu. Lalu asisten Mandor yang berkewarganegaraan Myanmar itu memanggil Mandor di hadapan Manajer Proyek.

"Mister Adi, no go school?"


Setelah membuat mental note untuk memecat asisten Mandor besok pagi, Mandor tersenyum pada Manajer Proyek yang menyuruh Mandor pulang pagian agar tidak telat masuk kelas. Maka Mandor pulang relatif pagi pada hari tersebut. Relatif pagi dibandingkan hari-hari sebelumnya, tapi masih relatif sangat malam dibandingkan umat manusia pada umumnya.

Tidak banyak yang dapat diceritakan dalam perjalanan selain perjalanan dengan BMW ke tempat tujuan. [BMW = Bus, MRT, Walk]. Menuju ke tutorial room 9. Lecturer memanggil satu persatu, tandatangan di attendance sheet, berkenalan dengan teman sebangku lalu mengajarinya cara tandatangan Suhu untuk keperluan mendadak di masa mendatang, Lecturer memperkenalkan diri, mempersiapkan power point slides, mematikan lampu kelas agar projector screen nampak lebih terang dan tajam, dan anda akan tertidur jauh lebih dalam .... jauh lebih dalam ... jauh lebih dalam ...

Pelajaran berakhir pukul sepuluh malam. Perjuangan membuka mata selama tiga jam non-stop berujung kemenangan di pihak rasa malas dan kekalahan yang telak dan luka yang mendalam menghancurkan kubu semangat belajar. Skenario tipikal.

Ada yang bilang bahwa tubuh kita kadang bergerak sesuai dengan kebiasaan kita. Dan hari ini, tubuh Suhu mengontrol diri sendiri tanpa perintah otak, sesuai dengan kebiasaan itu. Kapan pun ada kelas malam di NTU, tanpa perlawanan bioritmus Suhu akan menyesuaikan diri.

Suhu,
hari ini bangun jam sebelas.
NB: Iya, hari ini MC bo'ongan.

No comments: