Monday, November 19, 2007

Tips Menghadapi Exam

Ujian semesteran memang adalah salah satu ruthlessly efficient torturing device yang sengaja diciptakan oleh sindikat kejahatan berkedok lembaga pendidikan. Tapi jangan khawatir, Suhu akan menyelamatkan pembaca dari kegilaan dan tekanan yang mendalam diakibatkan suasana exam yang menyelimuti atmosfer.

Disclaimer:
Suhu menulis post ini bukan karena pingin 30 dolar. Suhu menulis post ini karena atas dasar niatan mulia ingin membantu teman-teman yang kesulitan dan membutuhkan uluran tangan. Ceileee....

Setelah debut Suhu di kancah per-blogging-an untuk menyelamatkan mahasiswa tahun terakhir dalam menggarap skripsi dalam artikel yang terdahulu. Kini Suhu akan menyelamatkan jutaan umat manusia dari sindikat kejahatan berkedok lembaga pendidikan. Dengan cara membagikan tips-tips menghadapi exam.

Disclaimer lagi:
Suhu bukan top student. Suhu bukan lulus first class. Who cares, tetep B.Eng Hons. Suhu bukan Dean List-ers. Suhu bukan straight-A student. Suhu bukan asdos. Suhu bukan pembuat exam question. Singkatnya, Suhu useless Suhu not technically sound. Tapi, Suhu berpengalaman menghadapi tujuh semester exam. Suhu tidak tahu bagaimana cara menjawab. Tapi Suhu tahu bagaimana cara menghadapi Exam.

Yaitu.


Belajar.



Wokay sebelum ditimpuk para pembaca karena tips sampah, langsung saja ke pokok bahasan masalah dalam berita acara hari ini. Tips menghadapi tekanan emosional saat exam. Kita perlu mencari sumber daripada masalah yang menyebabkan kita tertekan.

Sebenarnya masalah utama nya bukanlah exam. Melainkan ekspektasi kita sendiri. Karena kita ingin lulus, maka kita harus belajar untuk exam. Karena sudah belajar sampai mata mau lepas tapi masih belum yakin bisa lulus. Tekanan muncul.

Paragraf di atas bisa dimodifikasi untuk beberapa orang, kata lulus bisa diganti menjadi dapat A.

Logis bukan? Kalau kamu pergi ke exam hall dengan mindset lulus-hore-ga-lulus-ya-ngulang tentu kamu tidak stress. Dan tentu kamu don't bother untuk meneruskan membaca tips ini. Karena kamu sama sekali tidak perlu tips menghadapi exam. Tapi karena kamu tipe yang cemas tidak dapat A lulus, maka kamu melanjutkan baca tips ini. Padahal sudah tahu hampir setengah skrol side bar blog post ini masih ga ada isinya.

Pokok permasalahan pelajar di pulau kecil ini sebenarnya simpel. So little time so much to do. Kita cuma punya masa persiapan beberapa hari untuk maen dota, AoE, General, dan Maple mempersiapkan exam. Sedangkan materi yang harus kita pelajari, menggunung dan melembah. Bagaimana mungkin Suhu sanggup bertahan tujuh semester ini menghadapi exam dan sekarang masih waras? Sekarang Suhu akan berbagi rahasia.

Kata kuncinya adalah evektifitas evektivitas efektifitas efektivitas epektipitas. Ambil contoh gambar remaja yang belajar di bench tersebut. Remaja tersebut belajar hingga larut malam. Terlihat dari background yang diterangi lampu North Spine. Dia belajar begitu keras untuk menyelesaikan materinya. Sampai malam-malam pun mengadakan belajar bersama dengan kawan-kawannya.

Itu harus kalian nilai sendiri dan timbang untung ruginya. Keuntungannya, kalau ada yang gak ngerti, kamu bisa langsung tanya teman. Lebih cepat daripada kamu problem-solving sendiri yang mungkin nggak efektif karena prosesor kamu belum pentium untuk mata kuliah tertentu. Hey, itu sah untuk diakui. Kita selalu gemilang di mata pelajaran tertentu dibanding mata pelajaran lain. There's nothing wrong with that. Saat semua subjek Suhu dapat D, ada satu yang dapat C+. It proves itself.

Tapi belajar bersama sampai larut malam ada kerugiannya. Saat ada yang melawak, kamu tertawa lalu gak konsen. Kamu gak tertawa pun, sebelahmu tertawa, kamu jadi gak konsen. Terus kawan belajar semeja ditelpon papa mama dari Indo, lalu kamu ikutan merasa homesick, lalu kamu ikutan telpon rumah, padahal waktu itu awalnya dialokasikan untuk belajar. Lalu setelah telepon, temanmu yang lain ikut telpon rumah, dan kamu gak konsen. Sepanjang malam kamu belajar. Lalu keesokan harinya, kamu cuma garuk-garuk sambil mikir "Semalem dapat cuma segini?"

Lebih parahnya lagi.


Mungkin esoknya kamu sudah tidak bertenaga buat bench-ing lagi.


Di sini epektipitas itu berperan penting. Study smart instead of study hard. Percuma kan kalau kamu tepar keesokan harinya. Seorang teman pernah berkata kepada Suhu. "Kamu kalau bergadang semalaman, besoknya malah capek ga karuan, terus tidurnya malah lama. Akhirnya waktu yang terbuang buat tidur lebih banyak".

Somehow itu benar.

Maka dari itu, Suhu menekankan hal ini dalam menghadapi exam. Istirahat secukupnya. Istirahat secukupnya. Istriahat secukupnya.

Kalau kamu tidak menyadari ada typo di kata istirahat terakhir, kamu perlu istirahat.


Istirahat secukupnya.

Setelah tips istirahat secukupnya diterapkan, tentu kalian sudah tahu tahap selanjutnya. Yaitu. Belajar. Tingkatkan epektipitas dengan menggunakan segala kemampuan kalian yang ada. Semua sumber daya yang ada harus digunakan untuk meningkatkan daya serap dalam tempo yang sesingkat-singkatnja. Eksploitasi anggota badan untuk mencapai pose ideal belajar, tentu salah satu ilmu menarik yang merupakan cabang ilmu yoga. Usahakan posisi belajarmu senyaman mungkin agar kamu bisa bertahan lama dan besoknya gak pegal-pegal.


Pose belajar ideal. Tangan kanan pegang bolpen, kaki kiri pegang tutorial question, tangan kiri pegang rokok [censored], kaki kanan pegang asbak [censored].


Setelah menerapkan hal-hal tersebut di atas, kerapkali kita sering masih merasa stress. It's okay. Tak mengapa. Mbiau khin. Rapopo. I know. Aku tau. Wa cai. Aku ruh. Ini wajar. Saat kita bekerja keras, belajar berat, atau melakukan apapun yang penuh perjuangan. Kita perlu sebuah reward. Reward system benar-benar manjur untuk melatih keluarga besar primata. Maka jelas, kita bisa memakai sistem serupa.

Setelah berjuang sekuat tenaga. Lakukan hal apa yang benar-benar kalian inginkan saat itu. Jangan pikirkan apa kata orang. Lakukan. Do it. Buat dirimu lega. Jangan hiraukan pandangan roommate saat kamu nonton Anime. Jangan hiraukan cemoohan teman saat kamu maen WE. Afterall, ini reward kamu atas kerja keras. Tapi, pastikan kamu benar-benar kerja keras. Misalkan satu subject kelar maen satu game WE. Jangan tiap satu halaman maen satu turnamen. Maen WE itu cuma salah satu contoh. Reward bisa berupa apa saja. Untuk keluarga besar primata, reward kita cukup universal.


Reward: Makan.

Meningkatkan epektipitas, istirahat yang cukup, pose belajar ideal, dan reward system. Adalah tips-tips yang sementara ini diberikan oleh Suhu untuk khalayak ramai. Semestinya ini sudah cukup untuk mengurangi stress level para pembaca. Mengenai tips-tips lebih lanjut, akan di-post jika waktunya telah tiba kelak. Kalau kalian sudah menguasai tips-tips tersebut di atas.

Suhu,
all the best for your exams.

This post is dedicated to tgwinmg who is facing an AA306 exam in the near future.

NB: I got D for my Consolidation quiz, but as far as I can recall, that subject discussed about soil settlement in foundation engineering.

Sunday, November 18, 2007

Semesteran

Jumlah pembaca blog yang berkunjung hampir sama.

Frekuensi meningkat. Padahal unique ip masih sama.

Berarti seorang pembaca rata-rata mengecek blog minimal dua kali lebih sering dari biasanya.

Blog-blog yang ada di Links di sidebar frekuensi update nya berkurang.

Ini pasti sebuah pertanda.
















NTU friends, keep your sanity

Suhu,
I've been going through your sorrow and misery. I survived. And now I can laugh. At you.

Saturday, November 17, 2007

Panggung Sandiwara

Dunia ini panggung sandiwara. Dan oleh karena itu, di dalam dunia ini, kita harus menjadi aktor-aktor yang baik dalam melakonkannya. Tapi sayangnya drama kita seringkali tidak dipersiapkan terlebih dahulu, membuat kita harus hidup dalam ketidaknyamanan spontanitas yang acapkali menjerumuskan kita ke jurang yang lebih dalam.



Dalam panggung sandiwara dunia ini, kita tidak bisa mempelajari script skenario terlebih dahulu, karena kita tidak tahu jawaban apa yang akan dilontarkan oleh lakon lain. Lebih seriusnya lagi, sang Sutradara di atas sana, merangkap narator, bisa saja memberikan narasi deskriptif kapan saja.

Misalnya menyisipkan bacaan berbunyi : Lalu Suhu meninggal tanpa sebab yang jelas.

Ya sah-sah saja, lha wong yang ngasih kehidupan Sutradara nya. Mau kapan aja dipanggil lak ya sakkarep'e yang bikin crita. Ya yang di atas sana itu. Tuhan, tuhan baca blog ga?

Yah kalau kamu seagama dengan Guntur tidak beragama, mungkin kamu kurang memahami paragraf di atas. Lha terang, lha wong eksistensi tuhan aja masih dipertanyakan oleh sebagian umat manusia koq. Anyway, aku gak ngurusin kepercayaan kalian. Mau percaya tuhan ada ya silakan, mau bilang tuhan ga ada ya kasian silakan.

Sebelum melenceng terlalu jauh, kita kembali lagi ke alur cerita yang benar. Okeh menggok mbalek jalan sing tadi ngieeengg brem brem breeem. Lanjut lagi. Panggung sandiwara. Kenapa koq aku tiba-tiba bilang panggung sandiwara.

Ya masih gak jauh-jauh larinya dari cerita tentang dunia kiamat karena bencana sekolah lagi. Pagi'e abis kelas itu, aku bangun mbek mata kriyip kriyip. Setengah bersyukur ya tuhan untung aku masih hidup hari ini semoga besok dikasi hidup lebih panjang satu hari lagi dan dikaruniai lima istri rezeki.

Lalu ya per normal aku liat jam. Sebelas. Ah edan tenan susah banget tidur. Kayak'e udah guling-guling koq ga bisa tidur-tidur. Tutup lampu kira-kira jam sebelas kurang seprapat. Baru lima belas menit udah kebangun. Ah siyal. Sapa juga yang nyalain lampu. Ah pasti roommate.

Setelah menutup mata lima menit, aku tersadar lho bangke' ini kan single room aku kan bobo sendirian, terus sapa yang nyalain lampu? Setengah ketakutan kalau ada cewek cantik berpunggung bolong di sebelah sakelar lampu, aku nengok ke arah cethekan lampu sambil pipis di celana lalu doa salam maria dalam hati.

Amin.

Buka mata buka telinga buka celana aku lihat sinar terang sekali. Sejak kapan lampu kamar ganti 100 watt. Tiga perempat ketakutan kalau kalau ada cewek cantik berpunggung bolong ngganti bola lampu, aku nengok ke arah lampu. Gak ada cewek cantik berpunggung bolong di mana-mana. Ternyata tirai jendela kemaren lupa kututup. Jadi sinar matahari menembus. Truing truing sunshine!

Sinar matahari?

Srengenge?

Ujubule kiwil kiwil srengenge mlethek hwarakadah!

Ternyata takhta dewi bulan sudah diluluhlantakkan oleh sepak terjang putra matahari dan jam sebelas yang nampak di jam dinding itu adalah jam sebelas siang saudara saudara. Tepuk tangan.

Langsung aku ngglondhong-golong-komeng-glodhak-krompyang lari ke kamar mandi, mandi bebek sambil memikirkan alasan datang telat. Mau alasan antri mandi, jelas ga diterima, lha dateng kerja ga perlu mandi. Mau alasan sakit perut, jelas ga diterima, lha sakit perut koq sampe jam sebelas. Mau alasan baru lolos dari kejaran singa, jelas ga diterima, lha alasan itu sudah dipakai buat telat minggu lalu.

Alhasil, ide brilian pun muncul.

Pura-pura sakit.

Suhu,
panggung sandiwara.

Friday, November 16, 2007

The After-Effect

Wokay sobat muda di mana pun anda berada. Seperti yang telah kita ketahui, Suhu kemarin telah menjalani sebuah eksperimen menarik berjudul "Durability-of-Site-Engineer-Under-Three-Hour-Torture Lecture". Eksperimen ini sangat menarik untuk diteliti, dan tentunya lebih menarik lagi, kalau jabatanku di eksperimen ini bukan kelinci percobaan.

Buat beberapa orang yang sempat berkorespondensi melalui MSN dan Yahoo kemaren malam, Suhu hendak meralat. "Dude, yesterday was not nightmare."

'Disaster' describes it better.

Tenang, kawan=kawan. Suhu masih hidup. Sekolah lagi memang tidak enak. Tapi memang kesedihan yang menimpa Suhu tidaklah separah korban-korban bencana alam yang serius seperti gempa bumi, Tsunami, banjir, dan jumpa calon mertua.



Sekolah itu nggak selamanya buruk. Jadi buat adek-adek yang masih sekolah, jangan putus asa, tuntaskan wajib belajar sembilan [belas] tahun. Sekedar berbagi pengalaman, Suhu juga pernah punya saat-saat bahagia bersekolah. Tapi bukan di Singapura. Saat-saat berbahagia di mana Suhu bersekolah adalah saat Suhu masih menimba ilmu di bumi pertiwi nusantara Indonesia pusaka bhineka tunggal ika swasembada tunakarya. Saat-saat sekolah memiliki kenangan-kenangan indah seperti libur puasa dan libur natal dan tahun baru. Benar, saudara-saudara, Suhu benar-benar tidak suka sekolah.

Menurut diagnosis dokter, Suhu mempunyai kelainan anomali dibanding manusia pada umumnya. Selain mempunyai ruas ibu jari yang bergabung dengan telapak tangan, Panda mempunyai kesulitan untuk duduk di tempat yang sama dalam waktu yang cukup lama. Inilah salah satu pelaku penyebab bencinya Suhu pada bangku sekolah. Karena dipandang tidak layak jika jongkok di kursi saat bu guru menerangkan di papan.

Keputusan perusahaan Bangun Subangkit untuk mengirimkan Suhu ke sekolah lagi bukannya membuat Suhu gembira. Lain beberapa oknum yang berpendapat "lho.. dibayarin company kan, enak donk sekolah dibayarin... ". Suhu lebih memilih untuk dibayarin makan atau dibayarin jalan-jalan ke Azerbaijan.

Maka jelas tingkat antusias Suhu untuk sekolah itu hampir mendekati enol.

Hingga hari-H, Mandor berhasil untuk pura-pura lupa bahwa ada kelas hari itu. Lalu asisten Mandor yang berkewarganegaraan Myanmar itu memanggil Mandor di hadapan Manajer Proyek.

"Mister Adi, no go school?"


Setelah membuat mental note untuk memecat asisten Mandor besok pagi, Mandor tersenyum pada Manajer Proyek yang menyuruh Mandor pulang pagian agar tidak telat masuk kelas. Maka Mandor pulang relatif pagi pada hari tersebut. Relatif pagi dibandingkan hari-hari sebelumnya, tapi masih relatif sangat malam dibandingkan umat manusia pada umumnya.

Tidak banyak yang dapat diceritakan dalam perjalanan selain perjalanan dengan BMW ke tempat tujuan. [BMW = Bus, MRT, Walk]. Menuju ke tutorial room 9. Lecturer memanggil satu persatu, tandatangan di attendance sheet, berkenalan dengan teman sebangku lalu mengajarinya cara tandatangan Suhu untuk keperluan mendadak di masa mendatang, Lecturer memperkenalkan diri, mempersiapkan power point slides, mematikan lampu kelas agar projector screen nampak lebih terang dan tajam, dan anda akan tertidur jauh lebih dalam .... jauh lebih dalam ... jauh lebih dalam ...

Pelajaran berakhir pukul sepuluh malam. Perjuangan membuka mata selama tiga jam non-stop berujung kemenangan di pihak rasa malas dan kekalahan yang telak dan luka yang mendalam menghancurkan kubu semangat belajar. Skenario tipikal.

Ada yang bilang bahwa tubuh kita kadang bergerak sesuai dengan kebiasaan kita. Dan hari ini, tubuh Suhu mengontrol diri sendiri tanpa perintah otak, sesuai dengan kebiasaan itu. Kapan pun ada kelas malam di NTU, tanpa perlawanan bioritmus Suhu akan menyesuaikan diri.

Suhu,
hari ini bangun jam sebelas.
NB: Iya, hari ini MC bo'ongan.

Thursday, November 15, 2007

First Lecture

Di mana pun

Kapan pun

Bagaimana pun

Minumnya pasti teh botol Sosro

Lecture tiga jam
non-stop

tidak baik untuk kesehatan.

Suhu,
terlalu tua buat beginian.

Tuesday, November 13, 2007

Sekolah Lagi

Mandor menerima sebuah pesan melalui faksimil. Buat yang gak tahu, faksimili itu sejenis persilangan telepon sama printer. Dia membacanya.

PT Bangun Subangkit
162 Jalan Balapan

Dear Sir/Madam

Building Construction Supervisor Safety Course

We are pleased to confirm your application for your employee/s to attend the above mentioned course.

Details of the course are as follows:

Participant's Name : Adi Prawira Koesoemo Widagdo
Course Code : CES1-BCSS2-07-X058
Dates : 15/11/2007 to 13/12/2007 (Every Tuesday and Thursday)
Time : 7.00 to 10.00 PM
Training Venue : B208B-C9 (CES9)
Balai Latihan Kerja (BLK)
141 Jalan Gunungmerah
Block B level 2
Singapore
The location map is enclosed.

Examination Date : 18/12/2007
Examination Time : 7.00 PM - 9.00 PM
Examination Venue : B208B-C9

Important Notes to the participant(s) :
1) Be punctual. Latecomers will not be entertained and will be barred from the examination, where applicable.
2) Bring along the receipt or this confirmation letter and an ID (NRIC/Work permit/passport (photocopied), NTUC membership card) for verification purposes on the first day of class.
3) A recent coloured passport-sized photograph (Applicable to WSH courses only)
4) Attend at least 75% attendance to be eligible for the examination.

Once again, we thank you for choosing NTUC LearningHub Pte Ltd and entrusting your employees' training with us.

Thank you,
Programme Executive
NTUC LearningHub Pte Ltd

This is a computer printout that requres no signature.


Dan mengumpat.

Suhu,
sekolah lagi.

Sunday, November 11, 2007

Sekolah Lagi?

Banyak yang bertanya kepada Suhu, terutama teman-teman yang sekarang berdomisili di Indonesia. Meskipun pertanyaannya berbeda, tapi tidak jauh-jauh juga lari topiknya selalu itu-itu saja. Tentang bagaimana nasib Suhu sekarang. Dan pertanyaan itu, ujung-ujungnya menjurus ke sebuah jalan hidup yang kebetulan bukan pilihan Suhu.

"Kamu nggak nerusin S2, Hu?"


Pertanyaan menarik, saudara-saudara.

Pertanyaan ini sangat rumit untuk ditilik. Mulai dari kendala finansial yang tentunya bisa diselesaikan dengan loan ataupun scholarship. Ngimpi. Juga melibatkan kemampuan diri sendiri, sekali lagi, di sisi selain finansial, ada sisi intelektual di mana diri sendiri seharusnya mempertanyakan "Apa mampu?". Tapi tentu saja tingkat intelejensia Suhu membuktikan bahwa bisa mencapai gelar eS tiga. [Iya, eSde, eSempe, eSemah.] Kalau dua masalah kunci tersebut bisa diselesaikan dengan mudah, maka pertanyaannya tinggal "Mau apa tidak?"

Karena eh karena, seperti yang telah kita ketahui, tindakan dosa adalah tindakan salah yang dilakukan atas dasar Mau, Tahu, dan Sengaja.

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket Apa hubungannya....

Sekarang, Suhu sudah menyandang predikat Bujang Teknik [Bachelor of Engineering], maka secara ostosmastis otomatis, ada beberapa path yang terbuka bagi Suhu. Bisa menjadi seorang Design Engineer yang menghitung kekuatan struktur dan merancang komposisi rancang bangun sebuah proyek, bekerja di bawah bendera perusahaan Konsultansi Struktural yang hidupnya akan berkecimpung dalam cubicle. Pilihan satunya, adalah join perusahaan Kontraktor, bekerja di lapangan, making magic di bawah bendera Pembangunan, bergelimang kekayaan hasil dari korupsi uang jatah rokok dan menindas para pekerja.

Pilihan mana yang dipilih, sudah jelas dari posting-posting sebelumnya.

Mengibarkan bendera kemenangan atas penindasan yang tak manusiawi.

Itu kalau Suhu tetap menjadi Bujang Teknik seumur hidupnya. Bagaimana kalau Suhu melanjutkan pendidikannya ke tingkat Master. Mengambil gelar S2 di bidang bisnis dan administrasi jelas menertawakan keputusan Suhu yang seumur hidupnya membenci pelajaran Entrepreneurship. Entrepreneurship adalah sesuatu yang tidak bisa dipelajari di dalam kelas. Cari uang itu tidak seperti belajar buat exam, bung. Maka, pilihan S2 pun tidak jauh-jauh dari jurusan teknik, dan gelarnya tidak lain adalah MSc. yang adalah singkatan dari Master of Science, cukz.

Ironisnya, dari yang saya denger-denger dan saya lihat-lihat. Keuntungan menjadi Master of Science ini tidaklah banyak. Menang gelar, itu pasti. Tapi, tentunya pria dewasa yang sudah matang pikirannya, mempertimbangkan jauh lebih dari sekedar gelar. Kita tentu mempertimbangkan karir, masa depan, dan peluang sukses GAJI.

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket Ternyata pikirannya masih dangkal....

Sedangkan gaji gelar Master dan gaji gelar Bujang [Bachelor], nggak jauh berbeda untuk jurusan yang namanya Teknik Sipil. Lagian, untuk posisi yang ini, Mandor. Gelar Bachelor of Engineering sudah overkill. Satu-satunya keuntungan meneruskan menimba ilmu ke jenjang S2 adalah ..... untuk meneruskan ke gelar S3.

Dan untuk mendapatkan gelar Profesor di tingkat S3, itu denger-denger harus belajar lebih banyak, dan lebih sakti dari manusia biasa, dan setelah lulus, ujung-ujungnya jadi researcher atau jadi dosen. Menjadi researcher, terdengar boring dan seperti kerjaan tipe cubicle. Maka satu-satunya yang bisa menarik Suhu untuk sekolah lagi adalah pekerjaan menjadi Dosen.

Selain bertugas untuk belajar memperkaya diri dengan ilmu-ilmu yang tak kunjung habis, mem-publish paper dan jurnal, dan menyiapkan silabus untuk pelajaran yang bersangkutan. Pekerjaan dosen adalah menyampaikan materi di dalam Notebook menuju Student's notes tanpa melalui otak mereka. Seni ini sering disebut dengan nama Lecture. Dosen-dosen Ninja Turtles University sangat mahir melakukan hal ini, terbukti dengan banyaknya catatan di buku tulis Suhu, yang Suhu sendiri tidak mengerti artinya, meskipun jelas itu tulisan tangan Suhu.

Tugas lain dosen adalah membuat hidup mahasiswa menjadi sengsara dengan menolak ide-ide skripsi dan menekan mahasiswa dengan memberi tugas yang tidak masuk akal agar bisa memacu adrenalin dalam otak melebihi kadar nikotin Marlboro merah. Lalu sesekali juga mengawasi murid-murd yang duduk di Exam Hall. Kadang juga dengan lantang berkata "Please Stop Writing!" dengan senyum bengis licik penuh kemenangan.

Belajar ilmu-ilmu baru, menyiapkan silabus/planning untuk pekerjaan ke depan, membuat hidup orang jadi lebih sengsara, menjadi pengawas, bersuara lantang dengan senyum licik bengis.


Ternyata kerjaan kita gak jauh beda ya, Prof.

Suhu,
jadi Mandor aja.

Friday, November 09, 2007

Changes

When I was young, I

Almost never smoke, drink ocassionally, sleep a lot.



When I was studying in Ninja Turtles University, I

Almost never drink, sleep ocassionally, smoke a lot.



But now, I

Almost never sleep, smoke ocassionally, drink a lot.




Suhu,
the greater the gaji power, the greater the responsibility.

Thursday, November 08, 2007

Rating: Parental Guidance

Silahkan klik link di bawah ini. Content daripada posting tersebut membutuhkan Bimbingan Orangtua agar anak-anak tidak salah kaprah. Terutama saat monyet bilang "Yang bujangan pingin berpasangan, yang berpasangan ingin sendiri". Harap orangtua membimbing anak-anaknya agar tidak berkata demikian di depan pasangannya untuk mengurangi resiko cacat permanen.

http://cuapcuap.blogspot.com/2007/11/tahu-salah-satu-mahkluk-dari-smu-3.html

Mendekati ending content video klip dalam posting tersebut akan menjadi R21. Contain some sexual content and brief nudity.

Suhu,
btw, met ultah Joy.

NB: suhuuu... suhu... giliran ada gambar monyetnya aja terus ditiru,.. huh dasar panda... dulu gambar monyet, sekarang monyet dividio.

Tuesday, November 06, 2007

Teknologi Driji

Kisah ini dimulai dengan perbincangan lima oknum yang melangsungkan coffee breaknya dengan jongkok di ujung beton yang baru dicor kemaren sore. Satu mandor, satu asisten mandor, dan tiga worker dengan kewarganegaraan india. Meskipun mereka berlima terpisah dalam tiga kasta yang berbeda, tapi mereka tetaplah sama. Sama-sama warga negara asing di bumi Singapura ini. Oleh sebab itu, mereka rukun bagaikan saudara, lalu mereka MENARI BERSAMA!

Maaf atas imajinasi berlebihan barusan.

Setiap hari, selalu ada jadwal coffee break untuk para pekerja. Intinya sama. Meskipun namanya coffee break, tapi tidak ada aturan yang mengharuskan minum kopi. Tapi yang pasti, jedah lima belas menit itu sangat berarti untuk para pekerja yang notabene adalah manusia. Kan manusia itu adalah makhluk sok sial sosial, maka perlu waktu untuk ber sok sial ih aksi bersosialisasi.

Mandor berjalan ke arah mereka berempat, sambil mengamati hasil pekerjaan mereka untuk persiapan ngecor beton dua hari lagi. Sambil berjalan-jalan di atas rangka struktur yang kokoh itu, Mandor bersiul-siul mendendangkan lagu Kopi nDangdut sambil mencatat hal-hal yang perlu direktifikasi. Catatan ini nantinya akan diberikan pada asisten mandor untuk diterjemahkan ke para worker dalam bahasa universal. Bahasa Tarzan.

Setengah bersiul, Mandor menangkap pembicaraan mereka berempat [seorang asisten mandor dan tiga worker]. Tanpa perlu menoleh, Mandor tahu itu adalah suara Tantan, asisten Mandornya. Bukan karena Suhu adalah mandor sakti mandraguna, tapi karena logat Myanmar nya yang kental itu tidak bisa disembunyikan.

N73 also Driji have ma?


Lalu dijawab dengan sahutan salah seorang dari tiga worker berkewarganegaraan India itu.

Ya, Driji. *geleng*


Yang kali ini Suhu tidak bisa mengenali suara siapa. Karena memang aksen tiga orang sisanya sama. Sama dengan 1.120.000.000 orang lain di tanah kelahirannya. Ya, aku nyontek populasi India dari sini.

Lalu Mandor menoleh untuk mengetahui, suara siapa yang menyambut pertanyaan Tantan tadi. Dan Suhu masih gagal mengenali suara siapa, karena tiga orang tersebut berwajah sama. Ternyata itu adalah suara Chinna. Oke, memang aneh. Tapi ini nyata. Chinna adalah orang India. Belum sempat Suhu menelusuri ciri-ciri wajah Chinna agar bisa dibedakan dari yang lain, Rahul sudah menimpali.

Actually Driji will rule the world. I can see in future all people using Driji phone. *geleng*


Merasa percuma mencoba membedakan Rahul dan Chinna, Suhu memutuskan untuk mengidentifikasi mereka berdasarkan name tag mereka yang manakala ditukar tidak akan ada yang tahu. Lalu Suhu ikut nimbrung dalam percakapan tersebut. Karena memang benar-benar tertarik dengan teknologi yang, kata Rahul, akan menguasai dunia di masa mendatang.

What is Driji different with no Driji?


Tantan, si asisten mandor. Dengan tiga worker itu. Menari bersama. Memandang Suhu serentak. Dengan tatapan mata tidak percaya. Dan Suhu merasa tidak seharusnya bertanya. Suhu mendadak merasa ingin kembali ke rumah, seraya memegang balon bertanya pada mama "Apa itu Driji?". Mereka semua memandangku dengan tatapan mata tak percaya. Seolah mereka berhadapan dengan seorang idiot yang lulus dari NTU nyogok.

Seorang mandor yang jabatannya jauh lebih tinggi dariku tidak mengerti teknologi Hape Driji ?


Mungkin itu yang ada di pikiran mereka masing-masing. Tapi tidak ada yang mengucapkannya. Apalagi didukung dengan fakta bahwa HP ku bosok. Tak hanya memiliki hape bosok ketinggalan zaman, mister adi ternyata juga tidak mengerti teknologi Driji. Hanya sekian yang dapat diartikan dari tatapan mata mereka, sementara Suhu mencoba berpura-pura tenggelam dalam beton cair.

Sementara Suhu tenggelam perlahan dalam beton cair yang mengiringi panas dunia, mereka berempat ngobrol tentang handphone yang kelak akan menguasai dunia. Lalu Suhu gembira karena dengan cepat mereka sudah melupakan akan kehadiran Suhu, mandor yang tak mengerti teknologi Driji. Setiap kali salah satu dari mereka menoleh ke arah Suhu, tiga yang lain akan menepuk pundaknya untuk menandakan Don't mind him, he doesn't know anything..

Suhu diam. Tenggelam dalam beton cair. Menenggelamkan diri tepatnya. Sambil membuat mental note untuk menge-search wikipedia mengenai Driji. Teknologi Driji adalah sebuah teknologi high-tech yang tidak mungkin diketahui oleh seorang mandor yang tak pernah membaca majalah komputer dan telepon seluler. Memang Suhu tak lagi membaca majalah-majalah yang membahas kemajuan teknologi. Handphone Suhu sendiri cuma dipakai untuk telepon dan sms. Dan melempar kucing tetangga.

Handphone Suhu sangatlah mengenaskan, baik dari segi model maupun dari kondisinya. Kalau suatu hari handphone Suhu jatuh di jalan. Pasti orang-orang akan mengabaikannya karena dikira pecahan batu bata. Meskipun pernah terjadi handphone itu jatuh, dan ada orang yang mengambilnya. Lalu memanggil Suhu, "Woi, jangan buang sampah sembarangan dong!"

Hanyut dalam adonan semen cair lamunan, Suhu sayup-sayup mendengar percakapan mereka.

My handphone now not using Driji, I want to change my handphone to one using Driji. Mister Tantan you sell your N73 la.
No lah! dis one Driji very good lah!
*setengah tenggelam berbisik dalam hati* Jancooookkk aku ga ngerti apa-apa.
I think mister adi money many many have, handphone expensive one.
*pura-pura gak dengar, dalam aer susah dengar, apalagi beton*


Tidak mendengar jawaban sepatah kata pun dari Suhu sang Mandor, mereka memandang ke arah Suhu. Yang sekarang semestinya sudah kaku dan kokoh. Suara Tantan memecah keheningan.

No lah, mister adi handphone no better N73, mister adi handphone old old"
*pingin gebug pake beton*
Mister adi handphone driji have?
*aku denger ae ga perna, gimana mau punya*


Suhu memutar otak untuk menjawab dengan bijak. Ide cemerlang, langsung beranjak dari posisi jongkok, bertepuk tangan seperti manager klub sepak bola setelah peluit panjang dibunyikan tanda pertandingan berakhir. Langung mentas dari beton imajiner dan berteriak.

OK OK OK, break is over! All working working! Faster faster go go go!


Malam itu, masih terpuruk kesedihan. Suhu pergi makan malam bersama Calvin, seorang koleganya yang posisinya nyaris sama dengannya. Bedanya, Calvin mengurusi elektrikal dan mekanikal, sedangkan Suhu mengurusi sisanya hal-hal yang berhubungan dengan struktural. Hal itu yang melatarbelakangi dua lelaki ini sering makan malam bersama. Karena di tengah-tengah perjamuan ini, mereka bisa dengan gamblang mendiskusikan koordinasi pekerjaan yang akan dilakukan besok pagi.

"Jadi besok pagi aku akan memasang kabel sepanjang gridline F7."
"Sayang sekali. Di Gridline F7 telah berdiri dengan kokoh sebongkah dinding batu bata.


atau.

"Esok aku berniat memotong kanopi blok F yang kemarin kucor, nampaknya ada yang salah."
"Sayang sekali. Besok aku akan mematikan listrik blok F karena aku akan memasang kabel."


Di tengah perbincangan itu, Suhu merasa makanan yang ada di piring Calvin terlihat sangat lezat. Penasaran dengan rasanya, maka Suhu membunuh Calvin dan merampas makanannya ingin membeli yang sama. Tapi melihat dompet yang cekak tunai, Suhu bertanya lebih dahulu.

"Eh this one just now you buy how much arh?"
"Dri Daler."


Dri Daler? Oh, mungkin maksudnya Three Dollar. Ngomong Three koq bunyi Dri. Ndesooo ndeso.

Perlahan turun sinar lembayung temaram dari langit berbentuk lingkaran sempurna menyentrong Suhu dari atas. Suhu diberi pencerahan remang-remang. Pikirannya mengulas beberapa momen yang lalu. Dri Daler. Seperti Dejavu. Dia teringat akan sesuatu yang pernah dialaminya. Dri Daler? Dri?

Driji!

3G!

ZOMFG!

Suhu,
Teknologi Driji akan menguasai dunia.

Saturday, November 03, 2007

Mister Chan oh Mister Chan

Masih mengacu ke posting sebelumnya, Suhu bekerja di sebuah proyek renovasi sekolah yang diborong oleh kontraktor besar PT Bangun Subangkit. Sebagai seorang Mandor jagoan, semua orang di lapangan, ratusan bahkan jutaan umat manusia, mengikuti perintahnya, menjalankan aturannya, dan seringkali melakukannya dengan penuh keterpaksaan kesadaran.

Maka sebenarnya, tidaklah berlebihan jika Suhu selalu memasang kalimat demikian pada nick MSN nya.

suhu- Construction Site, there is God, and after God, me.

Kekuasaan yang terlalu besar diberikan kepada seorang anak ingusan, kadang bisa menjerumuskan yang bersangkutan ke jurang dalam yang memisahkan pegunungan Himalaya dengan Nusantara Indonesia. Beginilah kisahnya.

Ini kisah sebelum Suhu naik jabatan, dan tentunya pada saat itu Suhu gajinya belum setinggi sekarang belum punya tempat di dalam kantor yang ber-AC. Maka sehari-harinya, Mandor ini menghabiskan waktu di lapangan. Dan tentunya tidak tahu apa yang terjadi di dalam kantor.

Beberapa meter di balik dinding kantor yang memisahkan terik panas dunia dan sejuk hawa surgawi. Terdengar suara mister Liong menelepon dengan setengah berbisik. Manajer yang satu ini adalah salah satu orang yang jabatannya lebih tinggi dari Suhu. Tapi mister Liong selalu duduk di kantor dan menyelesaikan urusan-urusan manajerial yang tidak membutuhkan keringat pelik dan menyangkut tanggung jawab lebih tinggi.

Mister Liong setengah membungkuk sambil bercakap-cakap di telepon dengan lawan bicaranya. "Oh iya mister Chan, iya. Harap disertakan dokumennya kalau ada waktu ya. Yes, we will appreciate if you can send it to us as soon as possible..... Oh tentu, selagi ada senggang saja, jangan merepotkan. At your convenience...."

Tapi tentu saja Mandor tidak bisa mendengarkan betapa sopannya mister Liong dalam pembicaraan itu. Karena pada saat bersamaan Mandor sedang mengkoordinasi pekerjaan yang harus ditangani dengan seksama. "SATU DUA TIGA TARRIIIIKKKK...." Sampai suatu hari Mandor dipanggil masuk ke ruang manajer untuk mendiskusikan progress di lapangan.

Perbincangan yang cukup seru di mana Mandor menjelaskan bahwa karena kelalaian pekerja terjadi sedikit kesalahan urutan di pembangunan toilet. Jamban sudah terpasang tapi tidak terlihat pipa menuju septic tank. Tapi masalah itu teratasi dengan mudah setelah Mandor memberi jalan keluar dengan cara menyambungkan saluran pembuangan jamban tersebut ke selokan terdekat septic tank blok lain.

Setelah menjelaskan kemajuan dan kendala lapangan, mandor pun mohon diri untuk kembali melakukan pekerjaan koordinasi lagi. SATU DUA TIGA DOROOOOONGGG!!!!111satusatu. Eh eh eh belum sempat keluar Mister Liong sudah memanggil.

"Eh eh eh, you help me arh. You call this guy arh. His name is Chan. I need to get this document from him. I've tried so many times to call him but fail. You help me get this document arh."

Nada mister Liong benar-benar berbeda dengan tatakrama nya di telepon saat bersopan santun dengan mister Chan. Tentu saja nada penuh susila budaya itu di luar pengetahuan Mandor yang selama ini di luar melakukan pekerjaan koordinasi. SATU DUA TIGA LEMPAAARR!!!. Sementara nada yang digunakan mister Liong pada Suhu, si Mandor, adalah nada orang yang jengkel karena Mister Chan dari dulu tidak pernah melakukan hal yang diminta.

Dan bagi seorang mandor.

Membantah perintah.

Adalah.

Dosa.

Jelas saja Mandor langsung memandang masalah ini sangat serius. Tanpa pikir panjang, Mandor langsung mencoba menegakkan keadilan. Mengangkat telepon yang ada di meja mister Liong. Dan dia mulai menekan tuts telepon sesuai nomer yang diberikan mister Liong tadi.

Tatitut tut tut tit tut tit.

Tersambung ke suara seseorang yang tua.

Halo?
Eh, Chan arh. You arh ... *nada membentak*
Yes, speaking.
HEH! You still owe me something hor, you know hor.
Sorry arh, this is from where?
K*nn*n* still ask from where arh? N*b*h L*nj*ao still never put my number on your phonebook arh?
Sorrie... sorry...
Suhu here arh ... remember me anot? *ajaib kalau inget, ketemu aja gak pernah*
Eee....
Bangun subangkit, from company Bangun Subangkit.
O ya ya. Bangun subangkit.
Now you know me arh, you know already lah.
Hahaha ya mister Suhu, what's the matter.
LAUGHING AH? Nothing's funny! You owe me this document for so long liao when you want to submit? When? When? All men here waiting for you arh? You so special one arh?
Tomorrow tomorrow.
CHAN!
Yes yes yes...
Everytime tomorrow tomorrow. Yesterday tomorrow. Today tomorrow. Tomorrow tomorrow. Tok tok tok tok tok like this how people want to trust you?
....
You tell me, how to trust you?
Ya ya, really tomorrow.
No! You sleep too long already. I want it today on my table. Understand?
Okay okay. I will ask my man to prepare.
No no no, later you push your duty to your man, I don't care. You come here personally. I want to see you. Okay? OKAY! Good!

Setelah gagang telepon diletakkan. Seisi ruangan memandang Suhu dengan tatapan mata menelanjangi. Mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. Mereka tampak tidak percaya dengan apa yang mereka lihat barusan. Tapi semua sudah tahu bagaimana style seorang mandor membuat apa yang dia mau dituruti. By force.

Maka Mandor pun tersenyum kecil pada mister Liong yang masih kaku melihat Mandor barusan beraksi. Dan Mandor keluar kembali ke alam dunia nyata angkara satwa murka bencana lagi. Keluar dari kantor yang ber-ac. Mulai berjemur lagi.

Beberapa jam kemudian. Terdengar suara mister Liong, si manajer, dari walkie talkie.

"Suhu please come to the office"

Setelah menyelesaikan tugas koordinasinya SATU DUA TIGA LEPAAAASSSS, Mandor berjalan ke kantor. Lalu dia melihat ke dalam ruangan. Terlihat seorang lelaki berpakaian rapi. Berlengan panjang dan berdasi. Cukup berumur, yang pasti lebih tua dari ayah seorang Suhu. Sudah layak kalau Suhu manggil Mbah.

Mister adi arh?
Ya? Is there anything I can help you?

Terlihat ada petir menyambar di atas kepala lelaki tua itu.

I'm Chan arh.

Terlihat ada petir menyambar di atas kepala lelaki muda itu [Mandor].

Oh, hi Mister Chan.
This is the document you require, sorry for taking so long.

Lalu mister Liong menyela.

Oh it's okay. Sorry to trouble you until you come personally here.

Nada mister Liong benar-benar sopan dan penuh tutur tata krama susila bahasa bhineka tunggal ika swasembada tunakarya. Membuat Suhu benar-benar merasa penuh rasa bersalah. Tak sanggup dirinya memandang tatapan mata mister Chan yang mendalam. Sosok lelaki yang kepalanya setengah botak ditutupi rambut berwarna perak. Tubuh yang renta dimakan usia, dengan kerutan di wajah yang diukir sang waktu. Wibawanya yang berkharisma karena semua orang hormat kepadanya yang lebih tua.

Wibawanya yang hancur lebur karena dimaki-maki di telepon oleh seorang anak ingusan yang usianya belum sepertiga usia nya.

Suhu,
bocah kurang ajar.

Friday, November 02, 2007

Second Best Job in the World

Tentang harta, takhta, dan wanita.

Pro:
Pertama masuk jabatan langsung tinggi dan diberi bawahan yang boleh disuruh-suruh. Gaji juga relatif tinggi dibandingkan teman sejawat yang kurang beruntung meskipun bisa dibilang rendah dibanding teman yang Bejo [beruntung, red].

Cons:
Tidak ada wanita.


Tentang kesehatan

Pro:
Dengan rutin berjalan dan naik turun tangga setiap hari, metabolisme tubuh menjadi semakin lancar secara alami. Berat badan turun, entah pastinya berapa. Tapi dengan tolok ukur pergeseran dua lobang sabuk, pasti perubahan massa sangatlah signifikan. Mungkin ini adalah hal buruk bagi beberapa orang, tapi yang jelas ini adalah hal yang menguntungkan bagi Suhu yang sudah kelebihan berat badan.

Kontra:
Tidak sehat.

Pulang kerja dengkul kopong kaki lembek, tidur seperti mati, sendi susah digerakkan. Kondisi setiap pulang kerja layaknya sebuah peribahasa Hidup segan mati tak mau perlahan.


Tentang Keselamatan Kerja

Pro:
-.

Kontra:
Hidup selangkah dari maut. Bisa saja suatu hari terdengar "Ups, maaf, ketusuk paku saya ya?", sementara mengerang kesakitan yang lain hanya melihat dan berbincang-bincang santai "Nggak ada apa-apa koq, cuma ketusuk paku". Tapi tidak separah "Eh, ngapain dia baring di sana? terus dijawab "Lho, kamu nggak tau? Dia kan kemarin mati ketabrak truk semen?"


Tentang kebersihan

Pro:
Dengan kerja di tempat seperti ini, ke mana pun kamu pergi, kamu akan merasa tempat apa pun bersih.

Kontra:
Kecipratan semen, itu sudah biasa. Ketumpahan semen, pengalaman tak terlupakan. Ketabrak truk semen, silakan liat kategori sebelumnya.


Tentang Karir

Pro:
Karir dimulai di posisi yang cukup tinggi, sehingga memudahkan diri dengan cara melompati jajaran portfolio rendah. Urutan karir di organisasi adalah fondasi, sloof, plat, kolom, atap worker, operator, foreman, supervisor, site engineer [mandor], manager.

Kontra:
Selangkah lagi tamat karirku. Maksudnya, setelah jadi manager, ya sudah. Menejer proyek, cuma bisa jadi menejer proyek lebih besar.


Tentang Jam Kerja

Pro:
Jam kerja flexibel. Meskipun di perjanjian antara aku dan mister faifai, jam kerja adalah delapan sampai lima. Tapi sebenarnya jam kerja ini sangat flexibel. Mister faifai mengizinkan aku untuk datang sebelum jam delapan dan pulang setelah jam lima. Sangat flexibel, apalagi jika kunci pagar diberikan ke aku, aku diizinkan untuk datang paling pagi dan pulang paling telat.

Kontra:
Bangsat, salah kolom. Itu tadi kontra.


Tentang Gajian [Kontra dulu]

Kontra:
Gaji, seperti yang sudah disebut di atas, relatif kecil untuk orang-orang yang beruntung. Yah, gajiku pas-pas an untuk hidup, bayar loan, dan sedikit untuk ditabung disesali karena dipakai foya-foya. Tapi, dengan job nature yang sama, seorang lulusan Ninja Turtles University yang lain, digaji dengan selisih cukup besar. Padahal kami sama-sama Sipilis Insinyur Sipil. Nilai kami sama-sama ancur tidak sempurna, tapi kenapa gajinya lebih tinggi padahal kerjaan sama. Jelas tidak mungkin karena nama perusahaannya lebih keren daripada PT Bangun Subangkit, kan? Di manakah keadilan? Di mana? Mana?

Pro:
Besok Gajian.





Suhu,
Mandor, probably 2nd best job in the world.