Tuesday, October 16, 2007

Tata Bahasa Lapangan Kerja

Seperti yang telah kita ketahui di posting terdahulu, Suhu mempunyai sebuah kantor yang multinasional. Bukan, perusahaan Suhu ada perusahaan lokal. Kantornya yang multinasional. Dalam artian, Mandornya Indonesia, asistennya Myanmar dan Filipin, pekerjanya Bangladesh, India, dan Cina, Managernya Malaysia, asisten managernya Singapura.

Dengan demikian, tidaklah heran jika bahasa yang dipergunakan di lapangan sehari-hari adalah bahasa Indonesia karena Mandor berkuasa bahasa yang dapat dimengerti oleh semua orang. Bahasa yang begitu mudah sehingga setiap orang berkewarganegaraan berbeda, berwarna kulit beda, dan tingkat intelejensia yang berbeda, mampu mencernanya dengan hasil akhir yang sama, komunikasi. Bahasa persatuan yang kami pakai di sini adalah bahasa jawa bahasa Tarzan.

Tentu saja kita mempunyai bahasa lisan selain bahasa tersebut di atas. Bahasa lisan untuk mengkomplemen gesture bahasa Tarzan itu biasanya adalah sebuah bahasa yang kita sebut dengan Construction Site Language. Entah kenapa, meskipun berbeda-beda negara, sukubangsa, agama, namun bahasa yang dipakai oleh para pekerja di sini adalah satu.

Bahasa ini merupakan campuran dari berbagai sumber, dan sekarang Mandor sedikit banyak mulai bisa berkomunikasi dengan lancar. Untuk kalian yang berminat belajar bahasa di tempat kerja Mandor, silakan lanjut ke bawah. Untuk kalian yang lebih berminat bekerja di dunia Banking and Finance, silakan meninggalkan tempat ini sebelum bahasa Inggris kalian terpengaruh. Mari kita mulai, pelajaran bahasa Construction Site.

Bhaia [baca Baya] = Brother. Meskipun kedengarannya simpel, tapi penambahan kata ini di belakang kalimat perintah bisa membuat lawan bicara mengerjakan tugasnya. Terutama jika lawan bicara adalah orang Bangladesh dan pembicara memegang pisau.

Anna [baca ane] / thambi [baca dambi] = Brother. Meskipun kedengarannya simpel, tapi penambahan kata ini di belakang kalimat perintah bisa membuat lawan bicara mengerjakan tugasnya. Terutama jika lawan bicara adalah orang India dan pembicara memegang linggis.

Khoyi [baca Goi] = Brother. Meskipun kedengarannya simpel, tapi penambahan kata ini di belakang kalimat perintah bisa membuat lawan bicara mengerjakan tugasnya. Terutama jika lawan bicara adalah orang Myanmar dan pembicara memegang senapan mesin.

Laoxiong [baca Lausiong] = Brother. Meskipun kedengarannya simpel, tapi penambahan kata ini di belakang kalimat perintah bisa membuat lawan bicara mengerjakan tugasnya. Terutama jika lawan bicara adalah orang Cina dan pembicara bisa berbahasa Cina.

Selain penambahan kata ganti orang ketiga, terjadi pergeseran pada beberapa kata pada bahasa Inggris. Misalnya, pengucapan kata negatif.

Don't = No
Won't = No
Didn't = No
Not = No
Haven't = No
[negative auxiliary verb] = No

Berikut adalah pergeseran yang Suhu maksud. Mari kita lihat perbedaan bahasa normal dengan Bahasa Construction Site.

I don't like this food.
I no like this food.

I won't do that kind of things.
I no do.

I didn't think so.
I no thinking.

I don't know.
I no know.

I haven't had my breakfast.
I hungry.

I feel very sleepy.
I no sleep long time.

It's not under me.
No I do.

You do it wrongly.
You no no do.

Jadi jangan kaget kalau suatu hari kamu mendengar Mandor setengah berteriak memarahi pekerjanya seperti "No no no no no no, no this you know, I no know you no do. Do you know you no do no no? Everytime no no do, you know how do? You dunno? No no!"

Suhu,
Mandor no do no no.

1 comment:

imambenjol said...

hore pertama