Thursday, October 25, 2007

Terlalu Berat Bagiku

Senin ini GCE O Level dimulai. Ibaratnya Ujian Nasional SMP di Indonesia. Ujian akhir yang menentukan nasib siswa, entah nantinya jadi jutawan atau gelandangan. Tentunya sangat penting. Iya, aku tahu sangat penting. Tidak perlu sampai datang ke kantor lapangan dan mmenggebrak meja, bu kepala sekolah. Tidak perlu sampai mengatakan kata-kata kasar dan menusuk hati, bu kepala sekolah. Kan ibu kepala sekolah orang berpendidikan, ngomong baik-baik bisa nggak?

Iya saya tahu kalau kepala sekolah ngamuk-ngamuk, bu sekretaris menteri. Iya, saya tahu sudah diperingatkan. Iya. He'eh. Okeh bu sekretaris menteri. Iya janji nggak lagi. Iya, iya. Oke. Iya, telponnya saya tutup ya. Iya, sudah mengerti. Iya, saya bukan singaporean. Mengerti. Iya, saya bisa bahasa inggris. Iyah bu sekretaris menteri, semua sudah saya suruh diam.

Iya pak. Aku yo ngerti progress penting. Tapi iki gudug sakkarepmu dhewe cara'e. Ngerti po ra? Iyo, sek talah rungokno. Iyo, kene podho podho mandor. Sek talah rungokno tah. Eh jancok, aku tak ngomong sek kowe meneng'o. Saiki awakmu ribut, aku sing dipisuhi wong, ngerti tah kowe. Matamu'a, lek dadi urusanku, yo urusanmu pisan. Kon ngajak gelut tah piye? Ayo rene'o lek wani, aku yo ra wedhi.

Bukan gitu, bos. Iya, saya ngerti kalau kita perlu diam. Baik, bos. Iya. Sebenarnya yang ribut itu bukan site kita, bos. Tapi site sebelah, under kontraktor lain, bos. Iya, saya sudah kontak Mandor lapangan sebelah. Iya, tapi dia nggak mau dengerin saya. Ya saya mana bisa maksa, bos. Iya, bos, saya tahu ujian penting, bos. Iya, saya tahu. Iya, kepala sekolah sudah ngasi peringatan. Suratnya sudah saya baca. Iya, sekretaris menteri juga telepon, iya. Saya yang ngangkat. Baik, bos. Iya. Oke. Beres. Iya.

Oh ya? Sudah baikan? O ya lek gitu aku nanti abis kerja ke sana deh. Siuman sudah? Oh, cepet ya. Iya, aku tahu. He'eh. Ya deh, nanti takkabari lagi, aku ke rumah sakit abis pulang. Oke. Iya.

Iyo, ngerti. Ngosek WC weekend lah, kesel la aku jek tas mulih mbo kongkon ngosek WC. Ora ora, kamarku yo kamarku. Iyo aku weruh. He'eh. Gak, ga ono niatan bersih-bersih kamar.

Kadang hidup ini terlalu berat ketika dalam satu hari ada kepala sekolah yang marah-marah karena suara ribut dari construction site, padahal mandor bersikeras pekerjanya sudah berhenti bekerja dan suara itu datang dari lapangan sebelah yang dikerjakan perusahaan lain, dan departemen pendidikan menelepon ke kantor sesaat sebelum boss besar telepon ke HP mandor, dan mandor lapangan sebelah menolak untuk diajak bekerjasama. Bersamaan dengan datangnya calon mertua yang berobat pulang rumah masih diganggu flatmate yang cleanfreak sensitif debu.




Suhu,
It breaks my will and brings me to my knees tells me I can't take another day.

3 comments:

tgwinmg said...

Okeh, kita bagi tugas.
Kepsek, mandor tetangga etc kamu yg ngurus. Camer aku yg handle. Flatmate kalo ngganggu lapor aku, ntik (coret)takgebugi(/coret) takjak nego baik2 ^^

*fungsi 'strike' kok ga bisa ya btw?

Gita Arimanda said...

Ah sughoooii....bagi tugasnya romantis bangeeeet :P

tgwinmg said...

wahahhaa... kabeh2 mulai dari temu muka, blog post, ampe blog komen kok mbok blg 'sweet' ato 'romantic' toh, Git? =p