Friday, October 26, 2007

Pengorbanan Seorang Blogger

Posting ini diinspirasi oleh salah seorang blogger yang namanya dirahasiakan. Yang sedang memasuki masa-masa sulit dalam hidupnya.

"Mengheningkan cipta. Mulai."


Blogger yang namanya dirahasiakan tadi sempat berbincang-bincang dengan Suhu. Tentu saja pembicaraan kita seputar saingan page view per hari, banyak-banyakan komen dan shoutbox, dan sejenisnya tentang kuliah, cari kerja, dan tentu saja komedi cinta.

Perbincangan kami di hari itu berkesimpulan sederhana. Tapi mungkin kesimpulan dari diskusi ini akan dibahas turun-temurun hingga anak cucu kami. Setelah berbincang-bincang cukup lama, tibalah kami pada sebuah kesimpulan.

Cinta itu butuh pengorbanan.


Oke. Mungkin memang nggak original, tapi suka suka dong, kan ini blog ku! memang itu kesimpulan yang didapat dari berbagai kalimat yang bersliweran antara Onta dengan Panda. Kadang cukup mengharukan juga melihat apa yang pernah kita korbankan untuk yang namanya Cinta. kata benda, bukan Dian Sastro.

Kami berdua menilik ke belakang, apa yang pernah kami korbankan demi cinta. Sungguh besar pengorbanan kami. Aku mengorbankan kambing. Karena tipe-tipe pengorbanan kami itu sebenarnya sangatlah mulia. Kalau cowok-cowok biasa mungkin akan meluangkan waktu yang biasanya dibuat main basket untuk nemenin jalan-jalan. Atau mungkin tidak nonton Liga Inggris karena sudah janjian nonton midnight di twentiwan.

Tapi bagaimana dengan orang-orang yang tidak main basket, tidak pula nonton bola, dan kelihatannya tidak punya suatu kegiatan yang bisa dikorbankan. Singkat kata, bagaimana kalau cowok ini adalah BLOGGER?

Mungkin pengorbanan terbesar yang pernah dilakukan seorang blogger demi cinta. Adalah sebagai berikut.

Tapi blogger yang namanya dirahasiakan itu tadi yang menyadarkan Suhu, bahwa sebenarnya, ada pengorbanan yang lebih besar. Yaitu mengorbankan kambing.

"Kadang kita harus berkorban dengan cara tidak ngeblog."


Tidak nge-blog tentang hal-hal yang sensitif, misalnya Hatsu Koi. Don't bother to click, seri Katakan Sekarang, Bram is deleted already. Atau bahkan. Tidak nge-blog sama sekali.

Mungkin kita memang harus berkorban.

Mungkin.




Suhu,
belajar menjadi laki-laki yang bisa menjaga perasaan.


PS. Buat blogger tersebut, aku mungkin tidak tahu apa yang terjadi sampai kamu menghapus semuanya. Yang aku tahu, itu pengorbanan yang cukup besar. Walaupun kambing tetap lebih mantap.

6 comments:

Herry -- HgS said...

Pengorbanan seorang blogger. Ketika ingin menuliskan perasaan. Namun akhirnya hanya tertahan di draft... and never ever published.

Demi menjaga sesuatu yang bernama perasaan.


~HgS~
juga seorang blogger

Anonymous said...

Sedikit banyak bisa paham siy

Cukup heran juga pas si bro ngapus cinta2-annya,kayaknya ada apa-apa deh, he3x

Gita Arimanda said...

Tenang...posting2 hatsu koinya nggak dihapus..tapi dipindah....nggak2e ilang

suhu said...

#herry:
Perasan. Susu sapi murni.

#ano:
efwaipi gitu?

#gita:
dipindah ke mana git? Ada yang punya info? Atau kamu sendiri sempat menyelamatkan archivenya dan mendokumentasikan dalam bentuk hardcopy?

seekor bekicot muda said...

wah wah.. kalo pengorbanan itu mah masih bisa ditanggulangin mas..
masih bisa pindah diem2 di blog laen.. haha..
tapi pengorbanan yang kedua itu yang perlu diperhatiin..
*yang kedua apaan?*

Gita Arimanda said...

Pindah damana? wah ndak ngerti alamate. Coba tanyao dhewe