Tuesday, October 09, 2007

Mak ceprooottt.... (Episode 7)

"You, come down." from Mak ceprooottt.... (Episode 6)

Mandor yang tidak sempat menjaga keperjakaannya keseimbangannya, terhuyung ngglundhung gulung-gulung ke jalanan beraspal bitumen grade tiga. Hwarakadah, dasar engineer, ngglundhung koq sempet-sempet e ngukur gradien agregat.

Setelah mandor uchul dari kendaraan berwarna putih mulus itu [maksudnya ambulans, bukan delman]. Kendaraan itu pergi dan berlalu. Dengan suara yang sangat ribut. Ngoeng ngoeng ngoeng. Suara ambulans, bukan OV.

Belum sempat aku berkata apa-apa, mobil ambulan sudah pergi. Ngoeng ngoeng ngoeng. Suara ambulans, bukan OV.

Ya, Bee Hoon masih di dalam ambulan. Mobil polisi tadi membuka jalan untuk delman ambulan yang menuju ke rumah sakit terdekat. Sementara, mandor dibawa oleh keparat ke dalam sebuah stasiun polisi [terjemahan bebas dari police station]

Di sana, Mandor dipersilakan masuk dengan cara yang kurang wajar. Gak diajak ngomong, terus dijaga beberapa orang, yang ngantar cuma main tunjuk tunjuk aja. Merasa ada keanehan, Mandor langsung berusaha meloloskan diri mengandalkan peta kantor polisi yang tertato di badannya bertanya apa yang terjadi. Tapi tidak ada seorang pun yang menjawab.

Setelah duduk di sebuah meja di tengah-tengah kantor polisi, Mandor tiba-tiba dimarahi oleh salah seorang officer. Ya jelas dimarahi lah, masa duduk di meja, duduk di kursi lah.

Entah apa pokok permasalahannya, tapi Mandor langsung menyela dengan sopan.

"Eh eh eh, halo, no china no china. No talking china."

Lalu officer itu terhenyak mundur sedikit ke belakang. Melihat Mandor dari ujung rambut sampai ujung kaki. Lalu tatapan matanya berhenti di bagian dada. iiiih porno. Untuk melihat tanda pengenal Mandor yang selalu nangkring di saku kemeja.

Not Singaporean?
Not at all.
Can speak english?
Not really. Singlish can.

Merasa dipermainkan, officer itu mengeluarkan matanya melotot. Dia menggebrak meja, lalu kesakitan karena terkena jangka bertanya pada Mandor dengan suara yang dibuat-buat terdengar seram. Mandor tidak takut, malah pasang muka keji seperti hendak menyuruh worker lompat ke dalam sumur. Merasa tertantang officer langsung melakukan tindakan tidak terduga.

Mak ceproooooottt.....

Tamat.

2 comments:

Reza de Bhro said...

Selesaikan....!!!!

Atau akan merasakan Kepalan Itu

Hahaha....

suhu said...

#bhro:

Kalau dipukul di daerah perut kayaknya ga bakal tepar deh, bhro. Soalnya impuls daripada Kepalan Itu sepenuhnya diredam oleh Gumpalan Itu.

Berat ya kalau mbayangin atlet karate lawan atlet sumo.