Wednesday, October 03, 2007

Mak ceprooottt.... (Episode 6)

Layaknya sinetron-sinetron di Indonesia pusaka bumi pertiwi tanah air tercinta ala kadarnya, jika memasuki masa-masa tertentu biasanya jam tayangnya akan di-override dengan siaran-siaran khusus momen-momen penting.

Misalnya.

Tersanjung 3 akan kembali ditayangkan tanggal sekian sekian sekian. Karena jam tayangnya ditempati oleh Doa Membawa Berkah.

Begitu pula mengapa Sinetron favorit kita, Mak ceprooottt...., terhenti di tengah jalan. Karena ada Sinetron musiman Routine. Anyway, untuk mempersingkat waktu, mari kita lanjutkan Mak ceprooottt....

Previously on Mak ceprooottt....
Episode satu
Episode dua
Episode tiga
Episode empat
Episode lima

---------------------------------------------------------------------------

"We need to take you as well. For questioning."

Demikian kata salah seorang aparat. Merasa sebagai warga negara Singapura yang baik dan taat pada hukum, Mandor langsung mengangguk dengan bersemangat. Setelah mengangguk dengan frekuensi dan amplitudo berlebihan, Mandor baru teringat akan suatu hal yang penting.

"Lho, aku kan bukan warga negara Singapura?"

Lalu Mandor geleng-geleng. Leng geleng geleng geleng geleng, leng geleng geleng kayak ayam ditempeleng. Melihat Mandor ngangguk-ngangguk dan geleng-geleng dengan hiperaktif, petugas ambulans mengharuskan Mandor ikut untuk diperiksa kesehatan jiwa nya menjadi perwakilan korban untuk dioperasi tanpa bius mengurus administrasi.

Setelah pergi ke kantor Pak Menejer [PM], dan memastikan semuanya beres, Mandor pun pergi. Memastikan semuanya beres itu maksudnya meyakinkan PM bahwa Mandor benar-benar terpaksa harus pergi. Dan PM benar-benar terpaksa harus tetap membayar gaji secara penuh meskipun Mandor tidak bekerja.

Mandor berjalan menuju mobil polisi, dan aparat yang tadi memanggil.

Ndor, Mandor. Kamu ikut mobil ambulans aja, mobil kita penuh. Kita ke tempat yang sama koq.

Dengan bahasa inggris yang pecah [
broken english] tentunya, Suhu hanya menerjemahkan dengan maksud baik. Tanpa maksud mempertanyakan tingkat intelejensia pembaca.

Lalu Mandor pun pergi bersama dengan Bee Hoon. Kami berdua naik delman ambulans dan duduk di samping pak kusir belakang. Di dalam ambulans, bagian belakang, banyak peralatan-peralatan seperti yang biasa Mandor lihat di serial Team Medical Dragon.

Kurang dari lima menit perjalanan, ambulans berhenti.

Pintu belakang ambulans dibuka dari luar. Oleh seseorang berseragam Hansip [sifil difens]. Lalu dia membentak keras dan menarik lengan Mandor dengan kasar.

"You, come down."


-bersambung- yah, namanya juga sinetron Indonesia, paling juga tamat dua tahun lagi

3 comments:

Reza de Bhro said...

Kalo suda mak ceprott 37 YM aku yo Hu, :P

suhu said...

#bhro:
kenapa bhro? mau pasang iklan ato ngelamar jadi pemeran utama?

INdah.pUspita said...

ntar bhro jadi sapanya yaa.. :P

bee hoon cocok gak pak sutradara (suhu) ?