Tuesday, October 30, 2007

Tentang Cinta, dan lain-lain

Posting kali ini akan berbicara tentang cinta. Heh!?! Belum apa-apa koq sudah senyum-senyum. Ini posting serius. Pengumuman sebelumnya. Posting ini bersifat serius. Jadi yang mau menertawakan aku untuk kejadian yang lalu, maaf mengecewakan. Putaran final Calon Menantu Idola diselesaikan dengan finalis yang telat datang ke Changi Airport sehingga membuat papah dan mamah nyaris ketinggalan pesawat. Lihat sisi baiknya, calon menantu yang satu ini pasti unforgettable. Apalagi kalau beneran ketinggalan pesawat.

Anyway, sebelum aku lanjut bercerita tentang kisah perjumpaan dengan calon mertua yang membuat kalian tertawa dan membuat aku menangis memegang balon jongkok di pojokan ruangan. Aku akan sekali lagi menegaskan bahwa papah dan mamah sudah kembali ke bumi pertiwi. Situasi sudah aman dan terkendali.

Di atas semua itu, Suhu bersyukur semua ini terjadi. Atas segala yang pernah terjadi. Kemarin malam, sambil terpejam, semua peristiwa lalu yang berhubungan dengan cintrong serasa terkenang satu persatu adegan demi adegan, cuplikan demi cuplikan dengan background musik lagu instrumental.



Mulai dari hari hancurnya hati Suhu dikoyak kenyataan bahwa kadang tidak semuanya berjalan seperti yang kita mau. Tak seorang pun di dunia ini sanggup meyakinkan Suhu bahwa semuanya akan baik-baik saja. Dan saat itu, Suhu pernah mengalami sindrom takut-jatuh-cinta. Padahal waktu itu lagi aktif jadi hall IC buat freshie-freshie cakep, wasted!!#$#^!

Sindrom takut-jatuh-cinta itu berlanjut berlarut-larut hingga tahun berikutnya. Yang untungnya tidak berlarut-larut lebih lama, keburu tua. Yang pasti, rasa takut jatuh cinta, rasa kapok pacaran, dan rasa takut disakiti itu mendadak pergi. Dasar kebo. Mendadak pergi begitu saja, ketika aku bertemu dengan dia.

Karena tanpa suatu sebab yang jelas, aku tahu bahwa dia tidak akan menyakitiku lagi. Dan ternyata aku salah, dia jago kickboxing. Yang pasti, sejak hari itu, proses PeDeKaTe dimulai. Singkat kata singkat cerita, akhirnya Suhu memberanikan diri untuk menambah sampel statistik sembilan kali nembak tujuh belas kali ditolak.


Maukah kamu menjadikanku sansak pribadimu?


Sejak saat itu, sudah banyak yang kami lalui. Masalah, jelas ada. Berbagai masalah yang membuat dia menangis, dan membuat aku babak belur. Padahal sebenarnya masalahnya nggak besar, cuma lupa 1st anniversary. Terus juga nggak ngerti kalo hari Valentine itu segitu pentingnya. Karena memang Suhu belum terlatih dan pacarnya belum dijinakkan, kejadian seperti lupa-lihat-kalender itu bisa berakibat fatal.

Tapi sejauh ini kami masih menjadi pasangan yang saling melengkapi. Dia selalu ada saat aku stress efwaipi. Dan aku selalu hadir ketika makanannya nggak bisa habis. Dia senantiasa mengingatkan aku untuk mandi, aku mengingatkan dia untuk masak. Dia menjelaskan kalau buah-buahan itu sehat, aku pura-pura tidur.


Dia yang mengajariku, kalau flirt bisa berakibat patah tulang. Seperti halnya dengan mengenang hatsu koi bisa berakibat cacat permanen. Dan di atas semua itu, melupakan tanggal anniversary bisa berakibat sesak nafas dikarenakan tersedak sendok. Dan beberapa hari terakhir ini, dia mengajariku hal lain.

To love someone, you need to love her family. Love do not come in pieces.

Suhu,
masih terus belajar.

Saturday, October 27, 2007

Ujian, Cobaan, atau Siksaan?

Seperti yang telah kita ketahui, setelah Suhu selesai mengisi form Calon Menantu Idola, pihak juri akan mengadakan seleksi ketat. Setelah diseleksi secara pribadi oleh tgwinmg dengan cara yang saksama dan dalam tempo sesingkat-singkatnya. Suhu berhasil melaju ke babak selanjutnya.

Pada putaran berikutnya, Suhu akan diuji oleh sang Waktu. Anyway, kami baru saja melalui 2nd anniversary kami. Somehow sang Waktu memberikan passing grade yang cukup baik untuk hubungan kami. Dan nampaknya Tuhan sedang butuh hiburan, dan akan sangat terhibur melihat lutut Mandor gemetar ketika tahu bahwa.

Orang tua daripada tgwinmg datang ke Singapura.

Okeh, sekedar background tentang calon mertua, biodata bisa dicari di kantor kelurahan terdekat. Yang pasti, calon mertua terdiri dari dua pihak. Ayah dan bunda daripada tgwinmg. Yang mulai saat ini akan disebut papah dan mamah.

Setelah perundingan yang matang antara papah dan mamah, mereka memutuskan untuk menguji nyali Suhu dengan cara menyuruh Suhu untuk pulang pagian dari kantor. Little do they know, bahwa sebagai seorang Mandor, jam pulang adalah terserah orang yang paling berkuasa di lapangan. Yang tidak lain adalah Mandor itu sendiri. Maka dengan mudah Suhu melewati rintangan menjadi calon Menantu Idola putaran tersebut.

Ujian selanjutnya berhubungan dengan pulang pagian tadi. Pulang pagian sebenarnya dengan tujuan diajak dinner. Iya, saudara saudara. Aku diajak makan malam oleh orang tua daripada pacar saya.

D-I-N-N-E-R. That's how you spell torment dinner.

Mungkin bagi sebagian besar orang, ajakan makan malam oleh pihak keluarga pacar adalah sebuah lompatan besar untuk masa penjajakan. Tapi percayalah, sebagian besar orang tersebut, dijamin belum pernah menjalaninya. Yah, bagi yang sudah mengalaminya, tentu kalian sudah tahu bagaimana akhir cerita ini. Heh, kamu ngapain jongkok sambil ketawa-ketawa di pojokan?!!?

Sebagai preliminary daripada ujian Dinner ini, papah memberikan sebuah clue berupa nama restoran untuk dinner ini. Rintangan ini pun dilalui dengan sukses setelah mengecek streetdirectory mengenai lintang bujur tempat tersebut. Dengan doa segenap karyawan PT Bangun Subangkit, Suhu pun berangkat diantar kurang lebih lima puluh tiga bangla yang melambaikan tangan seraya berkata "Good luck mister adi".

Merasa bahwa terlambat adalah sesuatu yang tidak baik, Suhu tiba ke tanah terjanji tempat yang dijanjikan lebih awal. Lebih awal dua jam. Lalu berusaha untuk tidak kelihatan seperti anak hilang, Suhu pergi ke pojokan. Lalu jongkok dan menangis sambil bertanya pada semua orang lewat "Mama mana?"

Singkat kata singkat cerita setelah ujian-ujian tersebut, tibalah saat kita ke saat yang berbahagia, dihantarkan ke pintu gerbang kemerdekaan. Yaitu saatnya makan malam. Berusaha untuk tampil sopan dan bertatakrama, Suhu menyembunyikan identitas aslinya. Kata tips-tips di internet, be yourself. Kata orang-orang yang dekat dengan Suhu, "Don't. Be someone else. Maka dalam durasi beberapa jam cobaan hidup tersebut, karakter Suhu yang cengengesan itu berubah menjadi tegas, berwibawa dan berkharisma. Mudah bagi Suhu, karena memang mode ini sudah di-set untuk setiap hari kerja.

Okeh. Nampaknya kalian sudah menanti-nantikan malapetaka apa yang terjadi di meja makan. Ya, kamu jangan ketawa. Nampaknya banyak sekali pembaca yang enjoy atas segala bencana yang menimpa saya. Tenang saja, sobat muda di mana pun anda berada, masih di sini Suhu setia menemani anda. Selamat tertawa mendengarkan kemalangan saya.

Meskipun sudah dilatih oleh tgwinmg untuk menghadapi siksaan semacam ini dengan berbagai simulasi beberapa minggu lalu, tetap saja Suhu melakukan beberapa blunder fatal yang dapat mengakibatkan piala Calon Menantu Idaman bergulir ke tangan lain.

Wokay, sudah pingin ketawa ya. Blunder pertama terjadi di meja makan.

Pelayan datang memberikan peralatan makan, berupa empat buah sendok, dan empat buah garpu. Dan meletakkan segumpal peralatan makan tersebut di depan Suhu. Sebagai calon menantu idaman yang mencoba mengimpress pihak juri, Suhu berniat untuk membagikan empat pasang peralatan makan tersebut pada papah, mamah, tgwinmg, dan Suhu sendiri.

Tentu saja, saking tegangnya, ada sedikit kesalahan teknis. Tapi sebenarnya bukan masalah yang terlalu besar. Memangnya apa susahnya sih buat papah untuk makan pakai dua sendok. Lagian kan gak sendirian, tuh mamah dapat dua garpu.

Blunder kedua lebih serius daripada pertukaran alat makan yang berujung mempertanyakan tingkat intelejensia. Awalnya sih cuma mamah bertanya pada Suhu tentang hal yang insignifikan. Entah kenapa, jawabannya memancing papah untuk ikut terlibat.

"Suhu suka kulit ayam?"
"Ooo suka, a'i. Kulit ayam enaakkk" *garpu menusuk kulit ayam di tengah meja.*
"Kulit ayam itu tidak sehat."
"...." *bingung antara mengembalikan kulit ayam ke tengah meja, atau melahapnya.*


Mungkin kalau kalian membaca cuplikan tersebut, kalian bilang "Ah biasa aja lah Hu, cuma gitu aja. Tapi karena kalian tidak merasakan duduk di kursi itu. Duduk di depan yang bersangkutan. Her father is an elemental force personifying the nightmares and fear of this world. Manifesting his daughter's boyfriend's fears, he greatly enfeebles his ability to talk. Her father is, in one word, Fear. And I'm not exaggerating.

Dan tentu saja ada saat-saat berpamitan di mana sudah saatnya matahari terbenam hari mulai malam terdengar burung hantu suaranya merdu Suhu Suhu suaranya merdu. Lalu Suhu berpamitan pada mereka.

Pulang dulu ya a'i. Pulang dulu suk. Yok ya.
O iya, ati-ati di jalan.
O iya, mari.
Eh yang, ini turun terus kanan jalan sampai tikungan ke arah itu langsung kan ya?
Iya, ntik belok pas keliatan tanda e itu ae.
Lho, Suhu ndak tahu jalan? Bisa pulang? Nanti ndak tersesat?


Dalam sepersekian milidetik, terlintas bayangan Suhu kecil memegang seikat balon, duduk di pojokan, umbelen, sambil menangis, bertanya pada setiap orang yang lewat "mama mana?"

Masih banyak lagi blunder yang dilakukan Suhu untuk melalui ujian Calon Menantu Idaman. Tapi satu yang pasti, Suhu belum menyerah. Buat yang melihat Suhu akhir-akhir ini depresi. Percayalah. Itu bukan sandiwara.

Suhu,
tertekan.

Friday, October 26, 2007

Pengorbanan Seorang Blogger

Posting ini diinspirasi oleh salah seorang blogger yang namanya dirahasiakan. Yang sedang memasuki masa-masa sulit dalam hidupnya.

"Mengheningkan cipta. Mulai."


Blogger yang namanya dirahasiakan tadi sempat berbincang-bincang dengan Suhu. Tentu saja pembicaraan kita seputar saingan page view per hari, banyak-banyakan komen dan shoutbox, dan sejenisnya tentang kuliah, cari kerja, dan tentu saja komedi cinta.

Perbincangan kami di hari itu berkesimpulan sederhana. Tapi mungkin kesimpulan dari diskusi ini akan dibahas turun-temurun hingga anak cucu kami. Setelah berbincang-bincang cukup lama, tibalah kami pada sebuah kesimpulan.

Cinta itu butuh pengorbanan.


Oke. Mungkin memang nggak original, tapi suka suka dong, kan ini blog ku! memang itu kesimpulan yang didapat dari berbagai kalimat yang bersliweran antara Onta dengan Panda. Kadang cukup mengharukan juga melihat apa yang pernah kita korbankan untuk yang namanya Cinta. kata benda, bukan Dian Sastro.

Kami berdua menilik ke belakang, apa yang pernah kami korbankan demi cinta. Sungguh besar pengorbanan kami. Aku mengorbankan kambing. Karena tipe-tipe pengorbanan kami itu sebenarnya sangatlah mulia. Kalau cowok-cowok biasa mungkin akan meluangkan waktu yang biasanya dibuat main basket untuk nemenin jalan-jalan. Atau mungkin tidak nonton Liga Inggris karena sudah janjian nonton midnight di twentiwan.

Tapi bagaimana dengan orang-orang yang tidak main basket, tidak pula nonton bola, dan kelihatannya tidak punya suatu kegiatan yang bisa dikorbankan. Singkat kata, bagaimana kalau cowok ini adalah BLOGGER?

Mungkin pengorbanan terbesar yang pernah dilakukan seorang blogger demi cinta. Adalah sebagai berikut.

Tapi blogger yang namanya dirahasiakan itu tadi yang menyadarkan Suhu, bahwa sebenarnya, ada pengorbanan yang lebih besar. Yaitu mengorbankan kambing.

"Kadang kita harus berkorban dengan cara tidak ngeblog."


Tidak nge-blog tentang hal-hal yang sensitif, misalnya Hatsu Koi. Don't bother to click, seri Katakan Sekarang, Bram is deleted already. Atau bahkan. Tidak nge-blog sama sekali.

Mungkin kita memang harus berkorban.

Mungkin.




Suhu,
belajar menjadi laki-laki yang bisa menjaga perasaan.


PS. Buat blogger tersebut, aku mungkin tidak tahu apa yang terjadi sampai kamu menghapus semuanya. Yang aku tahu, itu pengorbanan yang cukup besar. Walaupun kambing tetap lebih mantap.

Thursday, October 25, 2007

Samuanye, Se'sorang, Sapapun, dan Takada

This is the story of four people named Eve, Sam, Anny, and Noe.
There was an important job to be done and Eve was asked to do it.
Anny could have done it, but Noe did it.
Sam got angry about that, because it was Eve's job.
Eve thought Anny could do it, but Noe realized that Eve wouldn't do it.
Consequently, it wound up that Noe told Anny, so Eve blamed Sam.

Kisah tentang Buddy bersaudara memang menarik. Demikianlah kisah tentang EveryBuddy, SamBuddy, AnnyBuddy, dan NoeBuddy.


Terjemahan bebas:

Ada sebuah tugas dan Samuanye diminta mengerjakannya.
Sapapun bisa melakukannya, tapi Takada yang menyelesaikan tugas itu.
Se'sorang marah karena itu seharusnya adalah tugas Samuanye.
Samuanye mengira Sapapun bisa mengerjakannya.
Tapi Takada yang sebenarnya tahu bahwa Samuanye tidak mengerjakannya.
Akhirnya, Takada yang memberitahu Sapapun, maka Samuanye menyalahkan Se'sorang.


Samuanye bekerja, Sapapun tahu, Se'sorang membuat masalah, Takada yang gembira.

Suhu,
nyontek post orang ini.

Terlalu Berat Bagiku

Senin ini GCE O Level dimulai. Ibaratnya Ujian Nasional SMP di Indonesia. Ujian akhir yang menentukan nasib siswa, entah nantinya jadi jutawan atau gelandangan. Tentunya sangat penting. Iya, aku tahu sangat penting. Tidak perlu sampai datang ke kantor lapangan dan mmenggebrak meja, bu kepala sekolah. Tidak perlu sampai mengatakan kata-kata kasar dan menusuk hati, bu kepala sekolah. Kan ibu kepala sekolah orang berpendidikan, ngomong baik-baik bisa nggak?

Iya saya tahu kalau kepala sekolah ngamuk-ngamuk, bu sekretaris menteri. Iya, saya tahu sudah diperingatkan. Iya. He'eh. Okeh bu sekretaris menteri. Iya janji nggak lagi. Iya, iya. Oke. Iya, telponnya saya tutup ya. Iya, sudah mengerti. Iya, saya bukan singaporean. Mengerti. Iya, saya bisa bahasa inggris. Iyah bu sekretaris menteri, semua sudah saya suruh diam.

Iya pak. Aku yo ngerti progress penting. Tapi iki gudug sakkarepmu dhewe cara'e. Ngerti po ra? Iyo, sek talah rungokno. Iyo, kene podho podho mandor. Sek talah rungokno tah. Eh jancok, aku tak ngomong sek kowe meneng'o. Saiki awakmu ribut, aku sing dipisuhi wong, ngerti tah kowe. Matamu'a, lek dadi urusanku, yo urusanmu pisan. Kon ngajak gelut tah piye? Ayo rene'o lek wani, aku yo ra wedhi.

Bukan gitu, bos. Iya, saya ngerti kalau kita perlu diam. Baik, bos. Iya. Sebenarnya yang ribut itu bukan site kita, bos. Tapi site sebelah, under kontraktor lain, bos. Iya, saya sudah kontak Mandor lapangan sebelah. Iya, tapi dia nggak mau dengerin saya. Ya saya mana bisa maksa, bos. Iya, bos, saya tahu ujian penting, bos. Iya, saya tahu. Iya, kepala sekolah sudah ngasi peringatan. Suratnya sudah saya baca. Iya, sekretaris menteri juga telepon, iya. Saya yang ngangkat. Baik, bos. Iya. Oke. Beres. Iya.

Oh ya? Sudah baikan? O ya lek gitu aku nanti abis kerja ke sana deh. Siuman sudah? Oh, cepet ya. Iya, aku tahu. He'eh. Ya deh, nanti takkabari lagi, aku ke rumah sakit abis pulang. Oke. Iya.

Iyo, ngerti. Ngosek WC weekend lah, kesel la aku jek tas mulih mbo kongkon ngosek WC. Ora ora, kamarku yo kamarku. Iyo aku weruh. He'eh. Gak, ga ono niatan bersih-bersih kamar.

Kadang hidup ini terlalu berat ketika dalam satu hari ada kepala sekolah yang marah-marah karena suara ribut dari construction site, padahal mandor bersikeras pekerjanya sudah berhenti bekerja dan suara itu datang dari lapangan sebelah yang dikerjakan perusahaan lain, dan departemen pendidikan menelepon ke kantor sesaat sebelum boss besar telepon ke HP mandor, dan mandor lapangan sebelah menolak untuk diajak bekerjasama. Bersamaan dengan datangnya calon mertua yang berobat pulang rumah masih diganggu flatmate yang cleanfreak sensitif debu.




Suhu,
It breaks my will and brings me to my knees tells me I can't take another day.

Wednesday, October 24, 2007

Rasa Sayange

Okeh.

Sebelum membaca lanjutan posting ini, wajib membaca artikel ini terlebih dahulu.


Lalu membaca ulang bagian Facts.

In 2007, Malaysia controversially claims this song as a Malay Archipelago folklore.


Lalu melihat orang-orang ini punya ide menarik. Tandatangan petisi Rasa Sayange.

Kenapa berebut?

Bukannya kita ini saudara?

Tidakkah ada cara yang lebih baik untuk menyelesaikan masalah?


Suhu,
kami beri kau Rasa Sayange, kau beri kami Siti Nurhalizah. Deal?

Tuesday, October 23, 2007

Mendebarkan

Pergi ke pojok. Lalu jongkok. Lalu terdiam. Hanyut dalam lamunan.

Tegang.

Penuh tekanan.

Berkecamuk.

Menggigil padahal tidak dingin.

Gemetar padahal tidak gentar. Ternyata lapar.

Silakan tertawa sepuasnya, tunggu saja waktu kalian tiba.

Suhu,
papa mama tgwinmg datang ke singapore.

Sunday, October 21, 2007

Glodhakkkkk [Episode 3]

Lanjutan dari Glodhakkkkk [Episode 2]

Ada apa gerangan?

Mandor langsung memacu seluruh adrenalin dalam tubuhnya dan berlari tersengal-sengal menuju arah datangnya suara sambil berusaha mengontak Martin, asisten Mandor yang bertugas untuk blok E. Berulang kali gagal, karena Martin sibuk memberitahu seluruh umat manusia bahwa ada kecelakaan di sana. Setiap kali Mandor berusaha menghubungi Martin, display walkie talkie nya menandakan.

User unavailable.


Tanda channel komunikasi sedang dipakai ke pihak lain. Setelah tujuh puluh tiga kali mencoba, akhirnya Mandor berhasil menyampaikan pesan. Sambil berlari mandor berucap ke walkie talkie nya yang sekarang sudah paired dengan channel Martin.

*trututut* What the fuck is happening?
*triut* sorry come again?
*trututut* Where the fuck is the accident?
*triut* sorry can speak louder?
*trututut* HEH! JANCOK!
*triut* A worker unconscious in level 4 block E, I no there when accident happen, I no know what exactly happening, now still asking them what happen, I .... I ... I ...
*trututut* Okay, coming.


Dari percakapan di atas dapat disimpulkan bahwa Jancok adalah kata kunci universal. Setelah mendengar nada sesenggukan Martin yang seperti anak TeKa dituduh wali kelas nya ribut di kelas, Mandor mengetahui dengan jelas apa kondisi sekarang. Situasi sekarang adalah. Tidak ada seorang pun yang tahu apa yang terjadi.

Mandor masih berlari, di belakangnya terlihat beberapa orang dari jajaran manajerial mengikutinya. Jelas mereka tidak bergerak secepat Mandor. Bukan, bukan karena badan Mandor sangat atletis dan kelincahannya tiada tara. Yang mau muntah embernya silakan dipakai. Tapi karena keadaan lapangan yang seperti kapal pecah membuat lari ke sana seolah tes halang rintang. Dan yang jelas, kalian tentu tahu bahwa Mandor tahu jelas bagaimana melewati rintangan tersebut.

Semua bisa karena biasa.

Seperti yang telah diduga, Mandor sampai pertama. Dengan beberapa orang atasannya terengah-engah di belakangnya beberapa langkah. Mandor melihat apa yang sebenarnya terjadi. Lekat tatapan mata nya pada sosok seseorang yang tergeletak di lantai. Dikelilingi oleh belasan pekerja yang hanya melihat tanpa tahu apa yang harus diperbuat. Di antara mereka, ada Martin, dengan wajah yang pucat. Bibirnya putih seperti tembok baru dikapur, dan seolah menggigil, semua bisa melihat ketakutan dalam dirinya.

Glodhakkkkk.

Kali ini suara ini tidak terdengar. Suara ini murni suara jantung Mandor jatuh ke daerah limpa. Dia benar-benar terkejut. Untuk kali ini. Dia tidak tahu apa yang harus diperbuat.

-Tamat-

Friday, October 19, 2007

Glodhakkkkk [Episode 2]

Lanjutan dari Glodhakkkkk [Episode 1]

Astagajagarajanaga!!?!!#!%$#%@

Hujan turun sangat deras sampai seolah tumpah dari langit. Teringat saat Suhu menyenandungkan dendang lagu cinta di bawah balkoni rumah tgwinmg dan calon mertua memberikan siraman jasmaniah air cucian beras.

Tapi bukan itu yang menyebabkan mandor terkejut. Mandor terkejut karena.

- bersambung -























Becanda ah.

Bersamaan dengan pintu yang dibuka setengah paksa, sekelebat bayangan turun dari langit. Bukan. Bukan air hujan. Bukan pula kotoran burung yang tersapu derasnya hujan. Sekelebat bayangan itu besarnya kira-kira seukuran mesin fotokopi. Dalam hitungan milisekon Mandor berusaha mengidentifikasi benda keparat keramat apa yang menimbulkan suara menggelegar seperti palu Gundala sang putra petir.

Ya ampun, seonggok batang pohon yang sudah mengering patah dari induknya, dan melancarkan gerak jatuh bebas ke atap kantor Mandor, lalu berotasi dan bertranslasi secara paksa mengikuti landainya wuwungan dan sekali lagi membuat suara yang berlebihan desibel.

Selangkah dari maut.

Kalau Mandor tadi masih berteduh di pohon yang itu, mungkin dia sudah mendapat gelar tambahan selain 4 huruf yang didapatnya dari Ninja Turtles University. Suhu Pandaren Blogmaster, B.Eng bisa lulus jadi Suhu Pandaren Blogmaster, B.Eng (Almarhum). Sekian masa yang lalu, Mandor masih dengan santai berteduh di bawah batang pohon yang siap menukar lokasi rahang dan tulang selangkangannya.

Tapi memang begitulah hidup di Construction Site. Selangkah dari maut. Asal jangan salah melangkah saja. Jalan-jalan di daerah Deep Excavation, lalu kecemplung, mati. Jalan-jalan di daerah High Rise Construction, lalu terpeleset, mati. Jalan-jalan di jalan yang datar, lalu ketabrak trailer yang mundur tanpa liat spion, mati. Sewaktu blogger ini masih mempertanyakan arti kehidupan, Mandor sudah melihat beberapa kejadian lolos dari maut, sampai yang tidak lolos dari maut.

Mandor, yang sudah biasa lolos dari maut, tidak lagi melihat petaka itu sebagai sesuatu hal yang luar biasa. Lalu Mandor pun berlalu dan menuju ke kantor untuk meletakkan catatan hariannya dalam filing cabinet.

Masuk ke kantor [kali ini kantor beneran], dimulai dengan ritual keset di depan, lalu masuk satu langkah, buka sepatu boot, jalan di lantai bertekel dengan kaos kaki bolong, menoleh ke kiri, mengangguk, menoleh ke kanan, mengangguk, jalan ke seberang ruangan, dan membuka lemari filing cabinet, mengeluarkan sebuah folder berlabel Laporan Cuaca, menambahkan beberapa lembar yang baru selesai diisi tadi, menutup folder, mengembalikan ke tempat semula, berjalan keluar dengan kaos kaki bolong, memakai sepatu boot, belum sempat melangkah keluar, terdengar suara.

Glodhakkkkk.

Buru-buru memakai sepatu boot dengan sol pelat besi, Mandor hendak mengetahui dari mana suara tersebut berasal muasal. Sepatu boot kanan sudah terpakai, sepatu boot kiri sudah diangkat dari lantai. Terdengar suara dari walkie-talkie.

*Triut* Accident block E

Belum sempat menjawab, sudah terdengar suara Martin di walkie-talkie orang lain. Walkie talkie orang sekantor berbunyi bergantian. Semua diisi dengan logat kental foreman berkewarganegaraan Filipin, Martin Fernandez Lopez.

*Triut* Accident block E

*Triut* Accident block E

*Triut* Accident block E

Seluruh pasang tatap mata mengarah ke satu objek, Mandor. Mandor semakin tegang, atasannya yang jelas-jelas duduk di bangku manajerial akan melimpahkan tugas dan mandat kepadanya. Untuk menyelesaikan masalah apa pun yang terjadi di lapangan. Accident. Jika ada yang terluka, sembuhkan. Jika ada yang meninggal, sembunyikan bangkitkan.

Accident? Accident macam apa yang terjadi? Begitu banyak accident, mulai dari yang dampaknya immediate sampai yang dampaknya sembilan bulan kemudian jangka panjang.

Suara sekeras itu, apa kemungkinan yang ada? Dari arah datangnya suara, tidak banyak yang bisa dicurigai. Tidak ada pohon, tidak ada badai, tidak pula ada band metal dengan loud speaker eksesif.

Ada apa gerangan?

-bersambung-

Thursday, October 18, 2007

Glodhakkkkk [Episode 1]

Mandor sedang menyampul buku catatan cuaca harian nya. Memang sudah menjadi kewajiban seorang mandor untuk mendokumentasikan secara hitam di atas putih mengenai kondisi lapangan setiap hari nya. Sembari menorehkan tinta hitam di atas lembar buku bergaris itu, Mandor mencoba mengingat-ingat tanggal hari ini. Lalu dia menorehkannya.

Rainy morning. First raindrop 0900am peak 1030am last raindrop 1100. Sunny
afternoon. 1200 super hot very hot. 0100pm damn
hot
very very hot.

Demikian dia mencatatnya di kitab kiamat keramat tersebut. Kegiatan tulis menulisnya terhenti oleh sesuatu yang mendadak. Dia menutup bukunya, lalu berlari. Berteduh.

Hujan deras turun menggila. Wuzzzzz angin berhembuzzzz. Mandor berhasil mencapai tempat berteduh andalannya, di pucuk pohon cempaka di bawah pohon yang rindang.

Sembari menatap mega yang kian menggelap, Mandor pun mengandalkan insting hewani nya untuk memperkirakan, dan yap, belum sempat selesai melakukan prakiraan cuaca. Hujan bertambah deras kratakkratakkratakkratakbyurrr. Mandor berlari secepat kilat menuju ke tempat berteduh yang lebih layak.

Kandang ayam! Kantor mandor!

Untuk membayangkan suasana kantor Mandor secara seutuhnya, mungkin pembaca perlu refer ke post yang ini. Yang pasti, atapnya juga atap sementara, dan bisa terlihat jelas terbuat dari sisa-sisa bangkai hewan purba material-material bangunan seperti seng [zinkum] karatan dan sekrup kiloan.

Menarik nafas lega dengan kondisi basah kuyub, Mandor pelan-pelan mengeluarkan catatan hariannya yang dari tadi didekap erat-erat agar tidak basah oleh air hujan. Dengan perlahan, agar sisa-sisa air yang menetes dari helm nya tidak membasahi catatannya.

Glodhakkkkk.

Terdengar suara keras dari atas wuwungan, Mandor terkejut, dan catatan hariannya jauh ke lantai cor semen yang basah. Basah air, bukan semen yang basah. Terguling-guling jantungnya karena suara membahana dari atap kantor Mandor, Mandor berusaha menenangkan dirinya sambil mencari dari mana asal muasal suara tersebut. Dibukanya pintu kantor yang - lagi lagi - terbuat dari seng.

Astagajagarajanaga!!?!!#!%$#%@

-bersambung-

Tuesday, October 16, 2007

Tata Bahasa Lapangan Kerja

Seperti yang telah kita ketahui di posting terdahulu, Suhu mempunyai sebuah kantor yang multinasional. Bukan, perusahaan Suhu ada perusahaan lokal. Kantornya yang multinasional. Dalam artian, Mandornya Indonesia, asistennya Myanmar dan Filipin, pekerjanya Bangladesh, India, dan Cina, Managernya Malaysia, asisten managernya Singapura.

Dengan demikian, tidaklah heran jika bahasa yang dipergunakan di lapangan sehari-hari adalah bahasa Indonesia karena Mandor berkuasa bahasa yang dapat dimengerti oleh semua orang. Bahasa yang begitu mudah sehingga setiap orang berkewarganegaraan berbeda, berwarna kulit beda, dan tingkat intelejensia yang berbeda, mampu mencernanya dengan hasil akhir yang sama, komunikasi. Bahasa persatuan yang kami pakai di sini adalah bahasa jawa bahasa Tarzan.

Tentu saja kita mempunyai bahasa lisan selain bahasa tersebut di atas. Bahasa lisan untuk mengkomplemen gesture bahasa Tarzan itu biasanya adalah sebuah bahasa yang kita sebut dengan Construction Site Language. Entah kenapa, meskipun berbeda-beda negara, sukubangsa, agama, namun bahasa yang dipakai oleh para pekerja di sini adalah satu.

Bahasa ini merupakan campuran dari berbagai sumber, dan sekarang Mandor sedikit banyak mulai bisa berkomunikasi dengan lancar. Untuk kalian yang berminat belajar bahasa di tempat kerja Mandor, silakan lanjut ke bawah. Untuk kalian yang lebih berminat bekerja di dunia Banking and Finance, silakan meninggalkan tempat ini sebelum bahasa Inggris kalian terpengaruh. Mari kita mulai, pelajaran bahasa Construction Site.

Bhaia [baca Baya] = Brother. Meskipun kedengarannya simpel, tapi penambahan kata ini di belakang kalimat perintah bisa membuat lawan bicara mengerjakan tugasnya. Terutama jika lawan bicara adalah orang Bangladesh dan pembicara memegang pisau.

Anna [baca ane] / thambi [baca dambi] = Brother. Meskipun kedengarannya simpel, tapi penambahan kata ini di belakang kalimat perintah bisa membuat lawan bicara mengerjakan tugasnya. Terutama jika lawan bicara adalah orang India dan pembicara memegang linggis.

Khoyi [baca Goi] = Brother. Meskipun kedengarannya simpel, tapi penambahan kata ini di belakang kalimat perintah bisa membuat lawan bicara mengerjakan tugasnya. Terutama jika lawan bicara adalah orang Myanmar dan pembicara memegang senapan mesin.

Laoxiong [baca Lausiong] = Brother. Meskipun kedengarannya simpel, tapi penambahan kata ini di belakang kalimat perintah bisa membuat lawan bicara mengerjakan tugasnya. Terutama jika lawan bicara adalah orang Cina dan pembicara bisa berbahasa Cina.

Selain penambahan kata ganti orang ketiga, terjadi pergeseran pada beberapa kata pada bahasa Inggris. Misalnya, pengucapan kata negatif.

Don't = No
Won't = No
Didn't = No
Not = No
Haven't = No
[negative auxiliary verb] = No

Berikut adalah pergeseran yang Suhu maksud. Mari kita lihat perbedaan bahasa normal dengan Bahasa Construction Site.

I don't like this food.
I no like this food.

I won't do that kind of things.
I no do.

I didn't think so.
I no thinking.

I don't know.
I no know.

I haven't had my breakfast.
I hungry.

I feel very sleepy.
I no sleep long time.

It's not under me.
No I do.

You do it wrongly.
You no no do.

Jadi jangan kaget kalau suatu hari kamu mendengar Mandor setengah berteriak memarahi pekerjanya seperti "No no no no no no, no this you know, I no know you no do. Do you know you no do no no? Everytime no no do, you know how do? You dunno? No no!"

Suhu,
Mandor no do no no.

Monday, October 15, 2007

2nd Anniversary

Dua tahun. Cepat? Bisa dibilang cepat. Lambat? Bisa dibilang lambat. Masalah? Pasti ada. Meskipun sejauh ini masalah bisa diatasi, kadang cara mengatasinya cukup menyakitkan. Mengingat tgwinmg jago kickboxing. Sejak dua tahun lalu, saat di mana Suhu mulai memperjuangkan proses pelestarian satwa langka dengan mulai mencari pasangan. Waktu berjalan begitu cepat.

Time flies like an arrow, fruit flies like an apple.


Sejak itu juga pertanyaan-pertanyaan tipikal selalu bermunculan di benak semua insan.

Are you really sure if he/she's the one for you?

ditanyakan oleh Mingming.

How I know is she's the right one?

I don't know. I chose her. I have chosen her to be the one. If she's the right one, then I'm right. I will live happily ever after. If she's not the right one, then I'm wrong. But even if I have chosen the wrong path, I still have her to hold my hand. So, does it really matter? Right one or left one wrong one, she's the one. Because I chose her. Why? I don't know, I just did. I chose. And until now, never even once I regretted.



tgwinmg, happy 2nd anniversary.

Suhu,
if loving you is wrong, I don't want to be right

Sunday, October 14, 2007

Selamat Hari Raya Aidil Fitri

Bagi semua yang merayakan, Selamat Idul Fitri.

Khusus buat yang mudik, moga ga macet pesawatnya lalu lintas nya. Buat yang puasa nya bolong, puasanya yang bolong atau bolongnya yang bolong? Yang telat bangun, yang ikut buka tapi ga ikut tarawih, yang menjiwai bulan Ramadhan cuma pas sahur dan buka, dan beberapa dari kalian yang bernasib serupa. Jangan khawatir, ane lebih parah. Ane satu hari pun kagak puasa, sholat juga kagak. Tapi ane bukan muslim.

Eid ul-Fitr or Id-Ul-Fitr (Arabic: عيد الفطر ‘Īdu l-Fiṭr), often abbreviated as simply Eid, is a Muslim holiday that marks the end of Ramadan, the month of fasting. Eid is an Arabic term meaning "festivity" or "celebration" while Fiṭr means "to break the fast" and can also mean "nature" from the word "fitrah" and therefore symbolizes the breaking of the fasting period. On the day of the celebration, a typical Muslim family is awake very early and then after praying the first normal everyday prayer, is required to eat in a small quantity, symbolizing the end of Ramadan. They then attend special congregational prayers held only for this occasion in mosques, in large open areas, stadiums or arenas. The prayer is generally short, and is followed by a sermon (khuṭba). Worshippers greet and embrace each other in a spirit of peace and love after the congregational prayer. After the special prayers, festivities and merriment are commonly observed with visits to the homes of relatives and friends to thank God for all blessings. The 2007 Eid ul-Fitr took place, for some on Friday, October 12th and others Saturday, October 13th.


--nyomot dari wikipedia


Mohon maaf lahir dan batin ya. Pada kesempatan kali ini, Suhu mau minta maaf pada semuanya, terutama para pembaca sekalian. Mungkin kita tidak pernah bertatap muka tapi tulisan ane pernah menyakiti baik secara disengaja maupun direncanakan tidak disengaja. Karena bagaimanapun juga, Panda juga manusia *muter lagu Seurieus*, punya limpa punya hati.

Suhu,
selamat ulang tahun Andreas Lee. Tahun ini di mana? Kayak tahun lalu?

Friday, October 12, 2007

Hari yang Menakjubkan

Meksipun judulnya seperti artikel-artikel rohani, tapi posting ini bukan. Kalau mencari Takjub oleh Anugerah dan hal-hal berbau rohani, mungkin salah alamat. Bukan pula judul lagu Sheila on 7.



Seperti layaknya cerita cerita kisah di balik hutan bambu biasanya, hari ini dimulai dengan sinar matahari yang menembus gumpalan awan putih dengan malu-malu. Merona merah menghiasi angkasa dan menerjang masuk jendela kamar Mandor yang kebetulan menghadap arah terbitnya sang Surya.

Hwarakadah.

Telat bangun lagi. Mencoba bangun dari posisi tergeletak tak bernyawa. Sendi-sendi sekitar betis dan lutut terasa nyeri. Sambil ngesot sampai ke toilet, mulai mencoba mandi dalam posisi bersimpuh. Kucek kucek mata sedikit, seluruh anggota badan terkena air sedikit, gosok handuk, mandi dianggap kelar.

Tahap berikutnya adalah berangkat ke tempat kerja dengan tjara saksama dan dalam tempo sesingkatsingkatnja. Berlari menembus semak-semak, jalan pintas menuju tempat kerja, tepat jam delapan pagi, nyalakan walkie talkie. Alasannya akan dijelaskan di lain waktu.

Meskipun pembukaannya sama dengan hari-hari tipikal kehidupan seorang mandor, tapi hari ini tidak akan sama dengan hari lain.

Sesampai di kantor tempat kerja, Mandor langsung mengganti sepatu fantovel nya dengan sepatu boot heavy duty. Ya, dilengkapi dengan pelat besi di sol nya, karena memang menginjak paku adalah makanan sehari-hari. Kuda lumping makan beling, mandor makan paku beton cor.

Terlihat sebuah mobil Mercedes melesat masuk ke dalam pekarangan Mandor. Dengan sigap sepasang mata elang Panda langsung autofokus ke area plat nomer mobil tersebut. Tidak lain itu adalah mobil pemilik perusahaan Bangun Subangkit, orang dengan posisi tertinggi di jajaran perusahaan. Tukang Talang. Director.

Segera Mandor mengontak walkie talkie ke Menejer Proyek.

*trututut* Fai fai coming.


Sudah menjadi tradisi bahwa siapa pun yang pertama melihat kehadiran bos besar, akan langsung menyampaikan kabar secepat kilat menuju jajaran kepemimpinan setingkat lebih atas. Mengamankan situasi masing-masing orang. Misalnya yang di kantor sedang buka situs porno main solitaire, langsung buka Microsoft Eksel.

Beberapa masa berlalu sangat pesat, hingga tiba waktunya makan siang. Setelah menyuapi raga, Mandor menuju ke ruang istirahatnya. Tidur siang. Seperti biasa. Terdengar pintu yang terbuat dari seng itu diketuk perlahan.

"mister adi ... excuse me ... very very sorry ..."


Sudah terbiasa dengan interupsi tidur siang, Mandor pun langsung bangun dari mimpi indah nya bekerja membangun kebun binatang. Selalu saja ada masalah, dan masalah tidak pernah menunggu. Menunggu mandor tidur siang, masalah tak akan selesai dengan sendirinya. Mulai dari delivery KFC, McDonalds, Pizza Hut kayu, besi, semen, pasir, kecelakaan pekerja, tukang pajak, minta sumbangan.

"mister fai fai call you"


Fai fai sangat jarang muncul di construction site, oleh sebab itu Mandor jarang bercakap-cakap dengannya. Jangankan bercakap-cakap, bertemu saja jarang. Terakhir kali bertemu dengan Fai fai adalah saat interview lamaran kerja ke PT Bangun Subangkit dan teken kontrak.

Aku melihat bentuk bulat Fai fai dari kejauhan. Di sana ada dua orang lain. Tantan dan Martin, dua-duanya adalah bawahanku. Mereka tengah bercakap-cakap dengan Fai fai. Terlihat mereka berdua mengangguk dengan patuh. Percakapan itu terlihat satu arah. Saat aku mendekat, jelas sudah bahwa Fai fai sedang mengkuliahi dua karyawannya. Tentang progress, tentang productivity. Siraman rohani dari boss menuju pekerja. Kurang enak jika ditulis isinya di sini. Yang pasti, semua pekerja kurang menyukai sesi ini.

"So you two understand? You must remember!"
"Yes, sir. Understand."
"Okay both of you may go now. Adi, come!


Perasaan campur aduk dalam hati Mandor. Gugup karena bagaimanapun juga boss adalah orang yang kharismatik. Takut karena boss koq jalannya gak nempel tanah? dua orang sebelumnya sudah dimarahi habis-habisan. Bingung karena gak tahu hal apa yang bisa membuat Mandor dimarahi. Apa karena uang jatah rokok proyek ini tiga kali lipat jatah normal? Welfare lah boss.

Daridariram diradiraram Badabum badabum.


Terdengar suara ringtone nyentrik dari hape Boss yang pasti harganya empat digit. Boss melihat dari layar hapenya. Raut muka nya berubah. Tiba-tiba tersenyum. Jangan-jangan dari gadis resepsionis karaoke. Lalu mulai berbincang-bincang tentang bisnis di telepon. Sambil tertawa penuh kepalsuan.

Sembari satu tangan memegang hape, satu tangannya sibuk menggapai sesuatu di dalam tasnya. Merogoh-rogoh tas bisnisnya yang dikepitkelek tangan yang memegang hape. Merasa kesulitan, boss memberikan isyarat dengan pandangan mata yang berpindah-pindah antara mandor - tas kulit - mandor - tas kulit - mandor - tas kulit.

Mandor bingung ini maksud nya apa. Berasumsi boss ingin mengambil sesuatu dari dalam tas tapi kesulitan karena tangan satu nya sedang sibuk, maka Mandor membantu dengan ikutan merogoh ke dalam tas memegangi tas kulit itu. Setengah membungkuk dengan menjunjung tas kulit hitam mengkilat tersbut, mandor membuat boss bisa dengan mudah mengambil sebuah amplop merah bertuliskan Fu putih dengan logo perusahaan.

Dag Dig Dug DhuarR.


Amplop itu. Terakhir kali amplop itu diberikan kepada seseorang, keesokan harinya orang yang bersangkutan meninggal tidak pernah muncul lagi di kantor. Surat resmi berlambang logo perusahaan biasanya hanya diberikan ke pihak luar. Menerima surat itu berarti ... kamu akan menjadi pihak luar. Alias. Di. Pe. Cat.

Boss mengambil tas kulitnya, dan menyodorkan amplop itu ke Mandor.

Shock layaknya ditolak cewek, pipi panas layaknya ketemu pujaan hati, belingsatan ga karuan layaknya lirikan mata bertemu tatapan sang idola. Akhirnya tertawa dalam hati karena, tidak seperti Bhro, aku punya kekasih yang bisa dicurhati.

Suhu,
naik gaji.

Tuesday, October 09, 2007

Mak ceprooottt.... (Episode 7)

"You, come down." from Mak ceprooottt.... (Episode 6)

Mandor yang tidak sempat menjaga keperjakaannya keseimbangannya, terhuyung ngglundhung gulung-gulung ke jalanan beraspal bitumen grade tiga. Hwarakadah, dasar engineer, ngglundhung koq sempet-sempet e ngukur gradien agregat.

Setelah mandor uchul dari kendaraan berwarna putih mulus itu [maksudnya ambulans, bukan delman]. Kendaraan itu pergi dan berlalu. Dengan suara yang sangat ribut. Ngoeng ngoeng ngoeng. Suara ambulans, bukan OV.

Belum sempat aku berkata apa-apa, mobil ambulan sudah pergi. Ngoeng ngoeng ngoeng. Suara ambulans, bukan OV.

Ya, Bee Hoon masih di dalam ambulan. Mobil polisi tadi membuka jalan untuk delman ambulan yang menuju ke rumah sakit terdekat. Sementara, mandor dibawa oleh keparat ke dalam sebuah stasiun polisi [terjemahan bebas dari police station]

Di sana, Mandor dipersilakan masuk dengan cara yang kurang wajar. Gak diajak ngomong, terus dijaga beberapa orang, yang ngantar cuma main tunjuk tunjuk aja. Merasa ada keanehan, Mandor langsung berusaha meloloskan diri mengandalkan peta kantor polisi yang tertato di badannya bertanya apa yang terjadi. Tapi tidak ada seorang pun yang menjawab.

Setelah duduk di sebuah meja di tengah-tengah kantor polisi, Mandor tiba-tiba dimarahi oleh salah seorang officer. Ya jelas dimarahi lah, masa duduk di meja, duduk di kursi lah.

Entah apa pokok permasalahannya, tapi Mandor langsung menyela dengan sopan.

"Eh eh eh, halo, no china no china. No talking china."

Lalu officer itu terhenyak mundur sedikit ke belakang. Melihat Mandor dari ujung rambut sampai ujung kaki. Lalu tatapan matanya berhenti di bagian dada. iiiih porno. Untuk melihat tanda pengenal Mandor yang selalu nangkring di saku kemeja.

Not Singaporean?
Not at all.
Can speak english?
Not really. Singlish can.

Merasa dipermainkan, officer itu mengeluarkan matanya melotot. Dia menggebrak meja, lalu kesakitan karena terkena jangka bertanya pada Mandor dengan suara yang dibuat-buat terdengar seram. Mandor tidak takut, malah pasang muka keji seperti hendak menyuruh worker lompat ke dalam sumur. Merasa tertantang officer langsung melakukan tindakan tidak terduga.

Mak ceproooooottt.....

Tamat.

Sunday, October 07, 2007

Industry that Never Sleeps

Masih saja ada orang yang tidak percaya bahwa ada orang yang bekerja di hari Sabtu. Beneran. Bukan karena orang ini tidak berpendidikan. Tapi jelas semata-mata kurang berwawasan. Tentunya pembaca blog ini jelas thau bahwa Mandor, adalah suatu mata pencaharian halal yang masih bekerja dengan giat pada hari Sabtu. Ya, full day. Bukan lima setengah hari per minggu. Enam. Dengan kerja penuh hari di hari Sabtu.

Dan bukan karena PT Bangun Subangkit berusaha mengeksploitasi karyawannya. Tapi jelas-jelas karena karyawannya rajin belajar giat bekerja dan taat peraturan lalu lintas memang semua perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi melakukan praktisi hal ini. Enam hari kerja.

Beberapa minggu lalu, ada kegiatan kumpul-kumpul anak Indonesia yang kuliah di NTU [Ninja Turtles University]. Sebagai alumni sindikat kejahatan berkedok institusi pendidikan bernama NTU ini, Suhu diundang oleh salah seorang kawan untuk berpartisi sapi berpartisipasi dalam acara ini. Entah apa pun acara nya, waktu teman tersebut mengatakan waktu dan tempat, Suhu langsung menolak.

Sabtu, Hu.
Gak bisa, sibuk.
Walah, iya kalau hari kerja, Sabtu lho, Hu.
Sabtu itu hari kerja.
Hahaha ngapusi, mana ada orang Sabtu-sabtu kerja?

Merasa bahwa tingkat intelejensia lawan bicara kurang sepadan, Mandor memutuskan untuk tidak melanjutkan korespondensi maya tersebut. Lain lagi cerita lain, bertemu dua orang kawan di stasiun kereta. Mereka memanggil.

Lho, ke mana, Hu?
Bukitpanjang.
Gak ikutan ke T-spray?
Oh gak bisa, kerja hari ini.
Hahahaha... kerja ya? Kerja bakti?
Oh, perusahaanku six days week.
Koq mau sih?

Menghadapi pertanyaan-pertanyaan jenis ini yang agak memusingkan. Karena saya mau pekerjaan itu, dan pekerjaan itu di mana-mana hari Sabtu masuk penuh hari. Koq mau sih? Ya mungkin lanjutannya akan jadi sebuah artikel betapa bagusnya jalan hidup seorang Entrepreneur. Koq mau jadi mandor?

Yang lebih makjleb lagi saat seorang teman mengajak ke gereja.

Yo, besok minggu nggrejo yok, Hu.
Wah gak bisa e, aku kerja.
Kamu gak mau ke gereja bikin alesan koq kebangeten toh, ketara bo'ong nya.

Kadang aku merasa lelah. Kenapa orang-orang di sekitarku tidak sensitif dengan keadaan sekitar. Sudah jelas tiap jalan-jalan, lewat stasiun kereta, pergi melewati tempat publik, setiap hari, bahkan public holiday, selalu ada kegiatan konstruksi. Dan ada kegiatan berarti ada pekerja, ada pekerja berarti ada mandor. Kami membangun dunia, kami tidak punya waktu untuk istirahat.

We're in the industry that never sleeps.

Suhu,
hari Minggu kerja.

Friday, October 05, 2007

Mumbai Dah!

grabbed via A Better Title



Suhu,
ada yang merasa orang itu mirip Mbah Chan?

Wednesday, October 03, 2007

Mak ceprooottt.... (Episode 6)

Layaknya sinetron-sinetron di Indonesia pusaka bumi pertiwi tanah air tercinta ala kadarnya, jika memasuki masa-masa tertentu biasanya jam tayangnya akan di-override dengan siaran-siaran khusus momen-momen penting.

Misalnya.

Tersanjung 3 akan kembali ditayangkan tanggal sekian sekian sekian. Karena jam tayangnya ditempati oleh Doa Membawa Berkah.

Begitu pula mengapa Sinetron favorit kita, Mak ceprooottt...., terhenti di tengah jalan. Karena ada Sinetron musiman Routine. Anyway, untuk mempersingkat waktu, mari kita lanjutkan Mak ceprooottt....

Previously on Mak ceprooottt....
Episode satu
Episode dua
Episode tiga
Episode empat
Episode lima

---------------------------------------------------------------------------

"We need to take you as well. For questioning."

Demikian kata salah seorang aparat. Merasa sebagai warga negara Singapura yang baik dan taat pada hukum, Mandor langsung mengangguk dengan bersemangat. Setelah mengangguk dengan frekuensi dan amplitudo berlebihan, Mandor baru teringat akan suatu hal yang penting.

"Lho, aku kan bukan warga negara Singapura?"

Lalu Mandor geleng-geleng. Leng geleng geleng geleng geleng, leng geleng geleng kayak ayam ditempeleng. Melihat Mandor ngangguk-ngangguk dan geleng-geleng dengan hiperaktif, petugas ambulans mengharuskan Mandor ikut untuk diperiksa kesehatan jiwa nya menjadi perwakilan korban untuk dioperasi tanpa bius mengurus administrasi.

Setelah pergi ke kantor Pak Menejer [PM], dan memastikan semuanya beres, Mandor pun pergi. Memastikan semuanya beres itu maksudnya meyakinkan PM bahwa Mandor benar-benar terpaksa harus pergi. Dan PM benar-benar terpaksa harus tetap membayar gaji secara penuh meskipun Mandor tidak bekerja.

Mandor berjalan menuju mobil polisi, dan aparat yang tadi memanggil.

Ndor, Mandor. Kamu ikut mobil ambulans aja, mobil kita penuh. Kita ke tempat yang sama koq.

Dengan bahasa inggris yang pecah [
broken english] tentunya, Suhu hanya menerjemahkan dengan maksud baik. Tanpa maksud mempertanyakan tingkat intelejensia pembaca.

Lalu Mandor pun pergi bersama dengan Bee Hoon. Kami berdua naik delman ambulans dan duduk di samping pak kusir belakang. Di dalam ambulans, bagian belakang, banyak peralatan-peralatan seperti yang biasa Mandor lihat di serial Team Medical Dragon.

Kurang dari lima menit perjalanan, ambulans berhenti.

Pintu belakang ambulans dibuka dari luar. Oleh seseorang berseragam Hansip [sifil difens]. Lalu dia membentak keras dan menarik lengan Mandor dengan kasar.

"You, come down."


-bersambung- yah, namanya juga sinetron Indonesia, paling juga tamat dua tahun lagi

Paling Enak

Sebuah percakapan sederhana untuk ketchup catch up dengan kondisi hidup seorang teman.

Kerja paling enak pas lg gimana hu?

Ya, nama nya juga mandor yah. Kayak hari ini misalnya, aku order lima belas meter kubik beton, sekitar dua setengah truk molen giling redimix, terus dengan tenaga kerja kira-kira enam orang. Aku ngecor beberapa balok semuanya dalam waktu kurang dari satu jam.

Jadi kerjamu enak?

Hari ini enak lah. Hari lain belum tentu.

Hari ini pas ngeliat kerjaannya lancar gitu ya, kerasa enak gimana gitu. Bener gitu yak?

Nggak juga sih, hari ini enak soalnya besok gajian.


Suhu,
besok gajian.