Tuesday, September 18, 2007

Routine

Routine

(rū-tēn')

A prescribed, detailed course of action to be followed regularly; a standard procedure.

Daily routine.

Terdengar musik *teng terereng jengjereng jengggg* Marikita rakyat .... dari luar jendela. Kranji Secondary School mengadakan upacara bendera. Dengan mata kriyip-kriyip [ini bahasa Belanda lho], menggapai handphone di kejauhan. Dengan mata mercing-mercing [ini bahasa Jerman lho], berusaha melihat angka di layar handphone. Dengan mata mblolok-mblolok [kalo ini bahasa Itali], terkejut melihat waktu yang terpampang di layar.

Melompat dari ranjang dan bergegas keluar kamar.

Berusaha melompat dari ranjang dan menyadari kalau belum beli ranjang. Keluar kamar dengan tergesa-gesa. Membuka pintu bersamaan dengan flatmate yang sudah pakai baju rapi. Lari ke kamar mandi dan langsung beraktivitas [turun mesin, tune-up, dan spooring balancing].

*Wtf, lupa bawa baju ganti.*

Tapi tetap tenang, bukan pertama kalinya terjadi. Berbalutkan handuk keluar kamar, jalan ke kamar. Sampai ruang tamu baru ingat, flatmate cowok semua. Handuk langsung ditaruh di jemuran. Masuk ke kamar dan melupakan persoalan lupa bawa baju ganti. Ambil celana jeans yang dipakai kemarin. Bingung sabuk ditaruh di mana. Ambil seragam dari gantungan. Ngancing baju seragam sambil keluar kamar.

Mengunci pintu dari luar dan mendengar suara flatmate satunya baru bangun. Ke lift, memasukkan kemeja ke dalam celana dan memastikan celana sudah diretsleting dan kantung celana tidak mengarah ke luar. Mengecek dompet sudah dibawa. Panik karena salah bawa dompet. Meredakan panik karena meskipun salah isinya cukup banyak. Mengecek bahwa dompet yang dibawa adalah milik sendiri ada isinya. Memastikan Ez-Link sudah dibawa. Memastikan kartu ATM sudah dibawa. Memastikan yang tadi sudah dibawa adalah milik sendiri. Semua aktivitas tersebut diselesaikan selama waktu perjalanan lift dari lantai 9 ke lantai 1. Impressive?

Dari kejauhan melihat bus 302. Memacu langkah ke bus stop. Berhasil sampai ke bus stop tepat saat bus 302 berhenti. Mengingat harus berhemat. Tidak jadi naik bus dan jalan kaki ke MRT Station. Sampai Choa Chu Kang menuju ke NTWU Canteen. Membeli curry puff. Mengingat harus berhemat lalu lari tanpa membayar.

Jalan ke LRT Station. Menunggu LRT. LRT datang. Tapi banyak orang. Menunggu LRT berikutnya karena di LRT yang ini tidak bisa dapat tempat duduk. LRT berikutnya datang. Duduk. Pura-pura tidur agar tidak usah memberikan tempat duduk bagi orang tua dan ibu hamil. Ini adalah bagian tersulit. Selain berlawanan dengan hati nurani, bayangkan, bagaimana cara pura-pura tidur sambil makan curry puff.

Satu stasiun sebelum turun, pura-pura terbangun. Berdiri dan memberikan tempat duduk untuk orang tua atau ibu hamil atau ibu yang sedang menggendong anak. Lalu memberikan tatapan sinis pada orang yang duduk di samping tadi dengan geleng-geleng kepala seolah bilang You-should-be-ashamed-of-yourself.

Turun di LRT station tujuan sebelum digebugin orang tadi. Jalan kaki sejauh seribu kilometer beberapa ratus meter ke tempat kerja.

Mencapai tempat kerja. Jalan kaki sejauh beberapa ratus meter ke meja kerja.

Kerja.

Jalan kaki sejauh beberapa ratus meter. Iya, ini salah satu job scope Mandor.

Diingatkan makan oleh para pekerja dengan cara yang aneh. Pekerja melenyapkan diri dari tempat kerja. Itu tandanya jam makan. Tiba-tiba sadar wah sudah jam dua belas. Cari makan.

Jalan beberapa ratus meter.

Ketemu rekan kerja di tempat makan. Tapi itu tidak penting, yang penting. Makan.

Kembali ke tempat kerja. Jalan kaki sejauh beberapa ratus meter ke meja kerja.

Kerja.

Jalan kaki sejauh beberapa ratus meter. Iya, ini salah satu job scope Mandor.

Disapa oleh rekan kerja, "wah very hardworking ah?" Lalu sadar sudah jam enam lebih. Berkemas. Jalan kaki sejauh beberapa ratus meter.

Sampai LRT station. Naik LRT. Duduk di LRT, tidak sempat peduli ada ibu hamil atau pun orang tua. Tidur, bukan pura-pura.

Ingin berhemat dengan jalan kaki pulang ke rumah. Tapi memutuskan lebih bijak naik bus 302. Berhenti di bus stop terdekat dengan rumah. Naik jembatan penyeberangan. Jalan kaki sejauh beberapa ratus meter, bukan bagian dari job scope. Tapi perlu dilakukan agar bisa sampai ke rumah.

Naik lift.

Bersyukur pada Tuhan karena Tuhan menciptakan lift atas hari ini.

Sampai ke lantai 9.

Pulang.

Mandi.

Menunggu jam 11. Ngeblog? Chatting? Jalan beberapa ratus meter?

Tidur.

*teng terereng jengjereng jengggg* Marikita rakyat ....

3 comments:

tgwinmg *Dah lupa nama asli ndiri* said...

Protes. Dinner nya lupa ditulis. Tuh khan, update kepanjangan malah byk salahe *wek

Gita Arimanda said...

@ tgminmg : Oh so sweeeeeeeeeeet :P:P

suhu said...

#tgwinmg:
Gak dinner, biar kurus. *wek*

#gitar:
ah, kalian bertiga juga so sweeeeeeett