Friday, September 21, 2007

Routine [Episode 3]

Routine

(rū-tēn')

A prescribed, detailed course of action to be followed regularly; a standard procedure.

Monthly routine.

Tanggal satu
Ngerobek kalender.

Tanggal dua
Ngerobek Transaction Advice dari ATM setelah melihat angka tidak bertambah dari beberapa hari yang lalu.

Tanggal tiga
Gembira. Tiba-tiba angka di saldo ATM menjadi enam digit. Dengan dua angka desimal.

Tanggal empat
Makan siang Half Spring Chicken with French Fries, minum Ice Grass Jelly Tea.

Tanggal lima
Mengakumulasi klaim dari workers. Lalu reimburse [mengganti duit] untuk pengeluaran mereka [ongkos dokter kalau MC, belanja peralatan kecil seperti paku dan baut]

Tanggal enam sampai sembilan
Makan siang sederhana dengan minum soft drink di food center Fajar Shopping Mall.

Tanggal sepuluh
Saldo di bank OCBC [Orang Cina Bukan Cina] [Overseas Chinese Banking Corporation] menurun drastis. Hutang berkurang dengan jumlah yang sama. Cicilan otomatis tiap bulan. Bagian paling exciting dari Tuition Fee Loan, melunasi.

Tanggal sebelas
Merasa tertekan dan stress karena sejumlah uang yang terpotong kemarin sebenarnya hanya mampu membayar bunganya saja.

Tanggal duabelas sampai limabelas
Makan siang sederhana tanpa minum di food center Fajar Shopping Mall. Mengisi botol minum 1.5 liter dan meletakkannya di kulkas mini di kantor.

Tanggal enambelas
Saldo di bank satunya ikut menurun secara keji. Cicilan juga. Otomatis juga.

Tanggal tujuhbelas
Merasa tertekan dan stress karena bunya bank yang ini juga sama dengan bank yang sebelumnya. Dan cicilan ini nampaknya hanya bisa membantai bunganya. Induknya? Kita pikirkan belakangan.

Tanggal delapan belas sampai dua puluh
Makan siang sederhana di Fajar Bargaining Centre Lot 32. Rasanya memang kurang mengasyikkan, tapi porsi dan harganya benar-benar bersahabat.

Tanggal dua puluh satu
Lebih tertekan saat tiba-tiba saldo di bank berkurang dan baru mengingat laptop yang dipakai untuk ngeblog ini masih milik 8flag.

Tanggal dua puluh dua sampai dua puluh lima
Makan siang secukupnya di Fajar Wet Market. Porsinya memang tidak begitu mengenyangkan, tapi nasi daging dan sayur satu dolar dua puluh sen??? Sounds like a good deal.

Tanggal dua puluh enam
Mencoba mengingat-ingat bulan ini ulang tahun nggak ya? Menyadari bulan ini tidak ulang tahun dan *huffff gak usah nraktir*. Kalau hari ini nraktir, seminggu ke depan puasa tanpa berkah.

Tanggal dua puluh tujuh
Memeras keringat mengingat-ingat siapa yang pernah pinjam uang.

Tanggal dua puluh delapan
Keringat habis terperas tapi tidak berhasil mengingat.

Tanggal dua puluh sembilan
Bersumpah serapah kenapa semua bulan tidak sependek februari.

Tanggal tiga puluh
Mulai menghitung kapan hutang bisa lunas lalu menyerah saat menghitung bunga.

Tanggal tiga puluh satu
"Mister adi no go lunch?"
"Nope, cereal is good for your health. Better than rice."

5 comments:

Fanny said...

tiba2 jadi ikut stres...

*membayangkan mesti kerja kayak gitu jg less than 2 years lagi... :(*

Reza de Bhro said...

Setidaknya kalo ente kerja ga perlu makan nasi lauk nasi layaknya Mandor Fan.

Btw ane juga bakal stress kalo nanti rekeing dalam sekejap hangus cuma untuk melunasi bunga :P

dina.. said...

waaa...
kok kayak bicara tentang masa depan gini >.<

Fanny said...

@Bhro :

huhu, jgn bilang gitu dong bhro...siapa tahu aja mesti nabung banyak, jadinya ttp mesti makan nasi lauk nasi layaknya mandor :p

*menunggu IA yang tak kunjung datang*

suhu said...

#fanny:
hahaha IA cukup stress koq fan, melihat gajinya yang UMR. Muahahahaha *ketawa iblis*

#Bhro:
hiyah ... nasi lauk nasi ... gak sekejap hangus koq. Gajian tanggal muda, potong cicilan loan tanggal tua. Punya sekitar 20 hari buat merasa kaya.

#dina:
Nggak din, ini bicara tentang masa kini. Yang menyakitkan.