Wednesday, September 19, 2007

Routine [Episode 2]

Routine

(rū-tēn')

A prescribed, detailed course of action to be followed regularly; a standard procedure.

Weekly routine.

Senin

Dipanggil Manager ke ruangannya. Melihat Manager dan Deputy Manager ada di ruangan tersebut. Memberikan briefing secara singkat tentang agenda Site Meeting hari ini. Meng-highlight problem-problem di lapangan yang terjadi akhir-akhir ini. Dimarahi dan ditanya kenapa-baru-bilang-sekarang. Hendak menjawab karena-baru-ditanya-sekarang tapi batal karena memikirkan masa depan. Melaporkan progress pekerjaan di lapangan. Dipandang secara hina karena progress dianggap terlalu lambat. Hendak membantah tapi batal karena memikirkan masa depan.

Meeting besar dengan arsitek, konsultan struktur, dan konsultan mekanikal elektrikal. Dan pihak klien, tentunya. Klien menembak arsitek. Arsitek mengelak dan mengalihkan peluru ke konsultan. Konsultan menepis peluru ke kontraktor. Kontraktor menerima peluru dengan gagah. Tentu saja Mandor adalah perisai yang kokoh. Garis depan penerima serangan lawan. Tertinggi di lapangan, terendah di jajaran manajerial. Ya, itu posisi saya di diagram Venn. Irisan keduanya.

Selasa

Memanggil para site supervisor dan para foreman ke depan meja kerja, karena belum punya ruangan. Memaki-maki dan melampiaskan amarah. Mencari-cari kesalahan orang. Mengurangi rasa hina dalam diri dengan membuat diri merasa tinggi. Mengungkit-ungkit kesalahan orang meskipun sudah lama berlalu. Dibenci tapi tak dibantah. Dimusuhi tapi tak disanggah. Dipandang dengan penuh rasa amarah, tapi. Ditakuti.

Membagi tugas para site supervisor dan para foreman. Mengatur wilayah masing-masing. Menerima pertanyaan yang sangat tidak masuk akal dan mempertanyakan intelejensia lawan bicara. Menjawab dengan sesabar tapi sesangar mungkin. Membentak, mengamuk, dan melepaskan angkara murka. Lega. Pelampiasan siksaan hari Senin.

Rabu

Memanggil semua subkontraktor yang relevan untuk menghadiri subcon meeting. Menjadi notulen di Subcon Meeting. Mencatat feedback dari semua peserta rapat, dan otomatis menjadi orang yang paling updated mengenai progress lapangan. Mau tidak mau jadi mengerti mengenai hal-hal yang tidak berkaitan dengan Civil and Structural Engineering. Baik hal itu berupa piranti penangkal petir sampai perbedaan jamban duduk dan jamban jongkok. Iya, ini sangat berbeda dalam hal piping dan sanitary plumbing.

Subcontractor adalah perusahaan-perusahaan yang dikontrak oleh Main Contractor, untuk mengerjakan pekerjaan yang merupakan trade/spesialis mereka masing-masing. Misalnya, tukang listrik, tukang ledeng, tukang cat, tukang aircon, tukang batu, tukang santet, dan tukang copet. Pekerjaan mereka adalah mengajari mandor tentang hal-hal yang mereka ketahui, dan diatur oleh mandor yang semula tidak tahu apa-apa.

Kamis

Duduk di kursi. Menghadap meja. Menghitung jumlah pekerja dari senin sampai rabu. Melakukan analisis sederhana. Apakah progress dalam setengah minggu ini bisa mencapai target yang ditetapkan Manager? Jika jawabnya tidak, ulangi siklus hari Selasa, agar worker meningkatkan produktivitas. Jika jawabannya iya, ulangi siklus hari Selasa, agar worker tidak kehilangan motivasi.

Melakukan Quantity-takeoff terhadap alat dan bahan yang perlu dibeli. Menyusun daftar belanja, mulai dari Bar Bending Schedule, sampai dengan Concrete Delivery Order. Tentu saja tak lupa, petty cash, untuk beli keperluan sehari-hari. Misalnya, jatah makan worker, jatah rokok mandor, dan dana darurat.

Jumat

Dipanggil ke ruangan Purchasing Department. Diinterogasi berbagai macam hal. Menjelaskan cara penghitungan Bar Bending Schedule dan Volume beton yang berlebihan [buat jaga-jaga]. Lalu dicurigai mengambil uang berlebihan. Meyakinkan purchasing department bahwa uang tersebut memang mengalir ke jatah makan worker seraya menahan batuk uhuk-uhuk yang menunjukkan jatah rokok Mandor menggembung.

Mempersiapkan rencana weekend. Berandai-andai pergi jalan-jalan bersama pacar. Lalu dinner bersama. Lalu menghabiskan waktu bersama entah nonton bioskop atau nonton felem bajakan di share-sharean. Lalu mengumpat keras-keras begitu ingat kalau besok masih harus masuk kerja. Haram jadah.

Sabtu

Di saat kebanyakan orang menikmati weekend nya. Mandor adalah orang yang kurang gembira karena harus masuk kerja. Tapi ke-kurang-gembira-an ini tentu saja bisa dialirkan lewat renungan dan mensyukuri apa yang ada. Syukurin tuh minggu masih harus masuk, sukurin, sukurin. Memang mandor adalah posisi terendah yang masuk sampai hari Sabtu. Di bawah mandor, hari Minggu masih bekerja.

Mempersiapkan laporan mingguan berupa progress kerja seminggu, daftar hadir pekerja, daftar jam lembur, catatan uang makan, catatan jatah rokok. [Tentu saja dua item terakhir bisa saling tumpang tindih untuk mempersulit pemeriksaan di masa mendatang]. Mengumpulkan semua bawahan, mengucapkan terima kasih untuk minggu yang indah, memberikan kata-kata motivator, lalu meninggalkan mereka dengan fana. Menikmati malam minggu.

Minggu

Menikmati satu-satu nya hari libur dalam hidup Mandor. Iya, kami masih masuk meskipun Public Holiday. Melepaskan diri dari Routine. Aktivitas hari Minggu selalu beragam. Terutama aktivitas yang berkaitan dengan keagamaan. Mulai dari lupa berdoa sampai bolos gereja.

Minggu malam. Mempersiapkan diri, baik mental maupun spiritual. Untuk menerima hari Senin. Dengan tabah.

3 comments:

INdah.pUspita said...

sabar yaa huu... :)

Reza de Bhro said...

Berandai-andai pergi jalan-jalan bersama pacar. Lalu dinner bersama. Lalu menghabiskan waktu bersama entah nonton bioskop atau nonton felem bajakan di share-sharean.

Lebih beruntung daripada ane...

Masih ada yang bisa dipikir buat angan-angan.

Daripada berangan-angan dan berujung ke fantasi? :P

suhu said...

#indah:
tentu ...=D

#Bhro:
makanya bhro, uda jadi presiden masa ga ada yang mau jadi ibu negara.