Friday, September 14, 2007

Mak ceprooottt....

Hari ini hari yang sama seperti biasa. Seperti biasanya dia berjalan dari LRT stasiun Bangkit ke tempat kerjanya. Sambil berjalan dia akan melihat ke atas untuk melihat cuaca. Cuaca cerah, hari yang indah. Begitu pikir Mandor saat menginjakkan kaki selangkah melewati Construction Gate.

Mak ceproooottt.

Begitu kira-kira suara yang dihasilkan oleh sepatu safety boots Suhu saat menginjak cairan hitam kental itu. Setelah menoreh cairan itu dengan jari nya, dan merasakan dengan lidahnya mengendus dengan hidungnya. Mandor berpendapat bahwa ada mesin yang perlu diperbaiki, karena jelas yang bocor dan menggenang ini oli mesin.

Setelah melewati gerbang construction gate, Mandor berjalan santai menuju meja kerjanya di balik gudang penyimpanan peralatan. Berapa langkah kemudian, mobil managerku lewat melaluiku. Namanya juga konstruksi, pasti banyak benda-benda liar, misalnya singa, harimau, serigala paku yang belum dilepas dari betisting [bener gini nulisnya?].

Mak ceproooottt.

Mobil manager tidak pakai safety boots. Dan paku liar itu menancap ganas membuat ban mobil nya berubah bentuk seketika. Setelah menyerahkan kunci mobil nya pada mandor untuk ganti ban, manager jalan kaki masuk dan menginjak paku lain berlalu.

Satu jam kemudian, Mobile Crane sewaan datang. Perusahaanku memang tidak punya Crane, jadi mengandalkan rental crane per hari. Setelah crane datang. Oh sori, kenapa? Nggak ngerti crane? Crane itu mobil derek itu lho, yang ada tiangnya panjang. Lihat gambar deh.

Karena akses ke dalam lingkungan kami sangat sulit, maka diperlukan ketrampilan khusus pengemudi kendaraan-kendaraan panjang. Haluannya sangat susah ditebak, selain sumbu x-y [kiri kanan depan belakang], sumbu z tiang nya juga kadang membuat crane tidak bisa menjangkau area tertentu.

Nampaknya pengemudi crane hari ini sangat baru. Terlihat dari kesulitannya membelokkan kendaraan seberat 120 ton ini. Dia berbelok perlahan-perlahan. Perlahan. Dan.

Mak ceproooottt.

Berhasil melewati pagar tapi tiangnya nyenggol ranting pohon. Langsung banyak daun-daun rontok. Ada tupai longsor juga. Untung dengan bantuan aba-aba dari mandor, akhirnya kendaraan raksasa ini bisa parkir di tempat yang diinginkan. Meskipun tidak tepat dengan posisi target semula. Ya, selisih sekitar 5 meter.

Nah, tempat parkir yang meleset inilah yang jadi cerita utama hari ini. Crane tidak bisa masuk lebih dalam, sehingga memblokir lalu lintas yang akan keluar masuk Construction Site. Mandor segera mengerahkan worker untuk menginformasikan pada orang-orang yang punya mobil untuk segera parkir di luar, sementara Mandor memasang tulisan No Entry 0900 - 1500 Operating Crane.

Nampaknya semua masalah sudah beres.

Nampaknya.

Oh sori, maksudku, kelihatannya. [Baru ingat kalau nampak sudah dipaten sama orang Medan]

Semua pekerjaan berjalan seperti biasa, sampai jam makan siang tiba. Mandor makan, tentu dengan nasi porsi dobel [Oke, ini detil yang gak seberapa penting]. Setelah makan dengan kecepatan Mach Speed, Mandor pergi ke ruangannya yang kecil tapi nyaman. Mengangkat kaki ke atas laci meja, dan tidur bersandar di kursi. Layaknya dunia akan berjalan tanpa kehadirannya.

Sampai ada sinyal yang memanggilnya. Lampu sorot dengan simbol Panda telah dikumandangkan di langit kota Gotham. Walkie-talkie mandor berbunyi.

Mak ceproooottt.

Wadhuuu. Walkie-talkie jatuh ke bekas tempat sambel. Setelah membersihkan dengan kapas kecantikan kertas sobekan bungkus semen, Mandor menemukan bahwa sambel campur semen bisa menghasilkan aroma yang memancing rasa ingin muntah. Sambil menahan nafas, Mandor berusaha mendengarkan suara penyampai pesan di ujung walkie-talkie satunya.

"Mister adi, we need to move the crane, ambulance can not pass through our construction access. Please give instructions to crane operator to cancel hoisting."

Sembari membersihkan campuran sambel dan semen di handset walkie-talkie dengan air, yang akhirnya memperburuk keadaan, Mandor berpikir. Lalu melompat dari tempat duduknya, dan lari sambil mengenakan safety bootsnya. Banyak yang bergejolak di pikirannya.

Ambulance?

--bersambung--

3 comments:

skinny idub said...

ambulance ?

jangan2 si manager nginjek paku yang kecampur sambel..

Gita Arimanda said...

@ skinny idub :

Setuju.


Mandor berlari2 mengejar ambulance dan melompat ke dalamnya seperti gaya Keanu Reeves di pelem Speed.

"Pak! Pak! Anda tidak apa2?"

Kaki Pak Manager berdarah darah. Bukan cuma tetesan darah yang keluar, tapi BANJIR darah.

"Paku yang menancap kakinya telah terkontaminasi oleh sambel. Kita harus mencabutnya segera!", kata suster.

Pak Manager tak sadarkan diri. Mukanya mulai berubah pucat kebiruan. Badannya mulai kejang kejang. Darah terus membanjir.
Mandor Suhu meraba tangannya. Oh tidak, detak jantungnya tidak terdengar!

"CEPAT CABUT!"

dan pada hitungan ketiga...









nya nya nya nya nya nya nya..
nya nya nya nya nya nya nya...
- Kebanyakan nonton Happy Tree Friends -

suhu said...

#idub:
mak ceprooottt ....

#gita:
lubang besar tempat menyemburnya darah itu ditutupnya dengan seember semen mortar dan dalam sekejab membatu.

Flippy saved the day.