Tuesday, September 18, 2007

Mak ceprooottt.... (Episode 5)

"Astaga, Bee Hoon, apa yang terjadi?"

Mandor terkejut melihat salah satu pekerjanya dengan wujud mengenaskan, terlihat dipukuli sampai babak semifinal belur. Mata kanannya dihiasi eye-shadow, sementara kantung mata kirinya ngocor. Sisa lukanya kurang lebih cukup menyakitkan untuk didefinisikan.

Belum sempat aku berujar kata, Bee Hoon menuding jari telunjuknya dengan lemas ke arahku.

Him. *sambil menudingku*

Dua petugas sivil difens tadi mendekatiku dan memegang kedua pergelangan tangan dan bahuku. Lalu menghuyungkan tubuhku ke dinding. Tentu saja reaksi utama Mandor terhadap hal-hal seperti ini adalah mengucapkan "Jancok" dengan ekspresi "wtf?".

Melihat petugas sivil difens mengamankan Mandornya, Bee Hoon panik.

No no, him boss. He my boss. No hit. Hit run already.

Lalu Mandor melangsungkan percakapan dalam bahasa alien. Petugas sifil difens yang agaknya tidak paham bahasa alien, paling tidak mengerti bahwa barusan mereka hampir nggebugin orang yang salah. Setelah beberapa kalimat bertukar dari Mandor dan Bee Hoon, informasi yang cukup telah didapat.

Mandor dengan sigap mencari walkie-talkie yang senantiasa tergantung di celana nya. Tapi sayang, celana nya nyangkut di outrigger tanpa dia sadarai. Langsung dia mengkontak main gate

*trututut* Hold all work permit.
*triut* sent sent.
*trututut* Find Mee Sua work permit.
*triut* Mee Sua go out oredi.
*trututut* Hold his permit.
*triut* He took oredi.


Nampaknya Mee Sua lebih pandai dari yang kami kira. Dia pergi keluar dan menebus work permit nya dengan alasan mau beli rokok. Security guard tanpa rasa curiga, memberikannya dengan cuma-cuma. Tapi biarlah, yang penting sekarang petugas ambulans sudah sampai di sini. Bee Hoon harus dirawat terlebih dahulu.

Lalu iring-iringan pengantin baru tandu pun menjalani susuran sempit menuju ke tempat di mana ambulans tadi parkir. Mandor bernafas lega sambil bergumam, "Untung gak terjadi apa-apa". [Edan, kayak gini masih belum apa-apa]. Bernafas lega sampai Mandor mendengar dari aparat.

"We need to take you as well. For questioning."

-bersambung-

2 comments:

Reza de Bhro said...

Ayo Hu....
Lanjutane yo'opo?
Setidaknya kita sesama engineer ngerti jalan ceritamu lah. Apalagi kalo cerita gebuk2-an. Hahaha.... Nggak kayak anak bussiness disebelah yang ga tau ceritanya

Omong2 Mee Sua rada bego. Kenapa yang dibikin moncrot kepala? Kenapa ga jakun yang dibikin bolong?

suhu said...

#bhro:

Ya wes, tamat dah. Kan di felem-felem biskop, kalo polisi uda dateng, cerita'e abis.

Anak business sebelah pura-pura gak ngerti biar anak Engineering nya mau cerita ulang lah.