Monday, September 17, 2007

Mak ceprooottt.... (Episode 4)

Dengan langkah lebar Mandor menuju ke struktur temporary ladder yang belum selesai. Setelah mendaki tangga setengah jadi tersebut, Mandor sedikit melompat ke tali tambang yang menjadi akses sementara para pekerja untuk naik ke tower. Cengkeraman Mandor benar-benar erat ke tali tambang dan mendaki ke atas observer tower.

Benar. Satu ambulans. Dua mobil polisi. Satu orang berbaju putih putih, dengan empat orang berseragam biru gelap. Sial. Apa yang terjadi?

Pada saat itu Mandor sama sekali tidak tahu menahu apa yang terjadi di balik gudang penyimpanan kayu lonjor betisting. Mandor terlalu sibuk nge-tap wireless di bawah pohon mengurus cor plat di Blok E1. Mana sempat mengurus kompetisi kungfu antara dua cina [cina asli, dari cina daratan]. Mana sempat?

Mandor dari atas observer tower memberikan instruksi. Bukan instruction to cancel hoisting. Sebaliknya.

*trututut* Mandor to crane one.
*triut* sent sent.
*trututut* Situation F report
*triut* ambulance request crane to move to give way.
*trututut* Can do
*triut* Impossible
*trututut* don't care, carry out hoisting.
*triut* ambulance man want to talk to you ... bzzz krosak krosak tlulutiut ... ya ya talk, can talk oredi. Ya this one press then talk. TALK! bzzz ... hello .. we need you to move over your crane so we can pass through.
*trututut* Unable to comply.
*triut* you talk, you talk. bzzz Halo, this is Singapore Hansip [sivil difens], we have an emergency situation here. I command you to move over your crane.
*trututut* Unable to comply, I'm coming down.

Mandor melompat ke lonjoran metal decking empat meter sebelum berpegangan pada tali dan turun dengan sistem katrol sederhana. Tangannya menggenggam tambang itu erat, tanpa safety measures tentunya. Gesek tangannya dengan tali tambang itu membuat seolah asap mengepul. Untung memang telapak tangan Mandor sudah kasar ditempa cuaca. Kalau tangan arsitek ngenggem tali tambang terus prusutan gini, pasti sudah ...

Mak ceprooottt....

Setengah membungkuk setengah merayap melewati bagian bawah outrigger mobile crane, Mandor menemui petugas ambulans tadi.

Are you the one I talk to just now?
Yes, I'm in charge here. What's the matter?
I need this crane to move now.
Unable to comply.
This is not request, this is command.
This is not an argument, this is my decision.

Dengan menggerakkan mobile crane dengan akses sesempit itu, ditambah tikungan diblokir oleh mobil ambulans dan dua mobil polisi, hampir dipastikan ekor crane akan menyabet temporary support. Dan jika hal ini terjadi, sepuluh ambulans pun tidak akan cukup menjemput para korban. Sayang sekali petugas ambulans bukan insinyur teknik sipil, dan sayang sekali, polisi lebih mendengarkan petugas ambulans daripada mandor.

Tidak masalah. Crane operator hanya patuh pada perintah mandor.

Petugas ambulans tidak banyak bicara dan berdebat dengan Mandor. Dua polisi maju ke hadapan Mandor lalu menodongkan pistolnya ke pelipis Mandor berlutut mencium kaki Mandor mencoba berbicara baik-baik. Mandor menjelaskan situasi dan bahaya memindahkan crane yang sedang in operation. Apalagi jika setengah bentangan boom telah masuk ke tengah struktur. Kalau Crane ini sampai ambruk, Mandor dijamin langsung gladiresik syuting Prison Break di Changi prison.

Petugas ambulans mendorong bahu Mandor dengan keras dan menatap tajam seolah berkata "Minggir!". Setengah terhuyung, Mandor kembali menjejakkan kaki ke lantai dan menabrakkan bahunya ke bahu petugas ambulans. Yang jelas-jelas menimbulkan suara sejenis ...

Mak ceprooottt....

Ternyata petugas ambulans itu mempunyai ide yang lebih baik daripada berdebat kusir dengan Mandor. Dia bersama seorang kawan menarik tandu ke dalam. Mandor melihat dua petugas ambulans itu kesulitan melewati crane outrigger, langsung memanggil mereka.

"Come here follow me, quick"

Sangat familiar dengan perhitungan scaffold formwork di blok F, Mandor tahu jelas cross bracing mana yang boleh dilepas tanpa membahayakan integritas struktur. Dengan cermat tapi pasti, Mandor melepas tiga cross bracing untuk membiarkan petugas ambulans lewat jalan pintas.

Hansip mengacungkan jempol ke Mandor. Mandor melihat dari balik scaffold formwork, petugas tandu tadi menjauh menuju ke daerah gudang penyimpanan kayu lonjor betisting. Apa yang terjadi?

*triut* Gudang to Mandor.
*trututut* Sent sent.
*triut* Can come here?
*trututut* Coming.

Mandor berjalan mundur sambil memasang kembali cross bracing yang baru saja dilepas sementara. Lalu berlari membungkuk melewati outrigger crane. Dalam beberapa menit, Mandor masuk ke dalam gudang, dan melihat keadaan sekitar. Ada dua petugas ambulans, penjaga gudang dan ....

"Astaga, Bee Hoon, apa yang terjadi?"

-bersambung-

3 comments:

Reza de Bhro said...

Sebagai anggota red cross - first aider, kenapa koq ambulance-nya harus masuk ke site? Kenapa ga pake tandu aja?

Reza de Bhro said...
This comment has been removed by the author.
suhu said...

#bhro:

Ambulance terhadang di Jalan Bahar, korban ada di Lee Wee Nam.