Wednesday, September 05, 2007

Communication Skills [Part V - habis]

Masih berkisar tentang Communication Skills. Meskipun seseorang yang pandai dan cendekia [baca: mandor] diberi seseorang yang sangat sehat kuat kokoh terampil dan bertenaga [baca: worker]. Tetapi mereka berdua memiliki kesulitan untuk mengerti satu sama lain. Dalam hal misalnya antara lain sebagai berikut.

Mandor berkewarganegaraan Indonesia keturunan Cina kuliah di Singapura fasih berbahasa Indonesia mampu memahami bahasa Melayu sanggup berkomunikasi lancar dalam bahasa Inggris dan mengerti bahasa Mandarin dan bersumpah serapah dalam Bahasa Hokkien Kromo inggil, nampaknya susah menyampaikan pesan pada worker yang berkewarganegaraan Bangladesh.

Mandor berkata "Can you help me detach signage at the door panel?". Dan worker menjawab dengan "pang isipong isipang isipole futbol!" tatapan mata kosong.

Mandor merasa tatapan mata kosong itu pertanda worker mengerti apa yang diminta olehnya. Lalu melanjutkan instruksinya. Melepas signage berbahan acryllic di daun pintu toilet. Sebenarnya bisa saja Mandor melakukan pekerjaan itu sendiri. Melepas signage dari pintu itu pekerjaan yang sangat sederhana. Sayang sekali saat itu Mandor tidak bawa obeng kembang, dan sekrup itu terlalu kecil untuk dibuka pakai obeng pipih yang selalu dibawa mandor yang berukuran jumbo [Yang jumbo obengnya, bukan mandornya]. Maka saat Mandor lewat sana, signage itu tidak bisa dilepas. Lho? Ndak tahu signage? Itu lho, yang ada gambarnya simbol cowok cewek. Karena pintunya sudah lapuk dan rayapan, maka mau diganti pintu baru. Tapi simbol nya masih bagus. Jadi untuk menghemat biaya, maka signages pintu itu mesti dilepas dulu agar supaya nantinya bisa dipasang di daun pintu yang baru.

Tapi tentu cukup pembaca dan mandor saja yang tahu. Worker, cukup mengikuti perintah. Detach the signage adalah informasi lebih dari cukup yang bisa didapat dari atasan. Maka tentu saja tidak perlu ditanyakan. Kalaupun tidak mengerti, lebih baik pura-pura mengerti.

Paragraf terakhir adalah hasil usaha Mandor membaca pikiran worker.

Worker tidak bertanya sepatah kata apa pun, dan pergi.

Sehari kemudian, mandor bertanya pada worker. Mana signages yang sudah dilepas. Mau disimpan mandor biar tidak hilang maksudnya. Worker bilang lupa mengerjakan. Maka Mandor dengan sabar bilang, oke. Kerjakan sekarang biar tidak lupa.

Worker akhirnya buka suara. Rupanya kurang jelas atas instruksi kemarin. "Where?". Mandor menjawab "Block E". Mandor merasa kurang jelas. "Open?". Mandor menjawab "Yes, open signages" mengingat kata detach mungkin tidak ada dalam kosakata worker. "All open?" demikian tanya worker. Mandor senang karena worker punya inisiatif tanpa perlu disuruh dan langsung menjawab "Ya, all open. Inside block E all open". Worker terkejut dan membelalakkan mata dan berseruh WOHA! Many many. Bring friend open can?. Mandor merasa worker sudah menyampaikan feedback pada mandor dan mandor wajib memberikannya bantuan untuk menyelesaikan misinya dan bilang "Okay, take two friends". Lalu worker pergi, mandor mengurus pekerjaannya di blok F.

Hari esoknya, mandor lewat block E, dan melihat signage belum dilepas. Mungkin worker sibuk. Keesokannya lagi, mandor lewat block E, masih belum dilepas. Mungkin sibuk. Sampai hari ketiga, lalu Yesus bangkit dan naik ke Kerajaan Surga. Maaf, salah artikel. Sampai hari ketiga, lalu Mandor berniat menegur worker. Worker berkata "Very sorry mister adi, hard work maybe more two days I can finish". Belum sempat menegur sudah diberi jawaban demikian, Mandor pun berkata "Okay, in two days must finish." Worker bermuka cerah dan berseri di balik peluh keringat dan berkata "Thank you mister adi you are good man. Two days all open. I promise.

Setelah dua hari, Mandor merasa kinerja worker sangat mengecewakan. Maka mandor membuka satu buah dari sekian banyak signage. Dan membawanya ke hadapan worker. Sebelum sempat berkata apa pun, worker berkata "Mister adi happy?". Mandor pun mendelik dan berkata "How to be happy if work is not finished?". Worker dengan penuh percaya diri berkata "Who make mister adi unhappy tell me. I working finish mister adi see can happy".

Terenyuh dengan pernyataan tulus seorang worker, Mandor berkata dengan sopan. Mungkin worker kurang paham tugas yang diberikan padanya. Maka Mandor menunjukkan signages yang baru saja dia lepas sendiri. "I need this one". Worker mengangguk seperti orang purba yang baru saja pertama kali melihat kaleng coca cola. "mister adi need now?". Meskipun sudah memintanya dari tiga hari yang lalu, Mandor pun berkata "Yes, now" bukan "what the fuck, of course".

"I open all now"



Gembira karena pesan telah tersampaikan dengan baik, Mandor pun kembali ke blok F. Dan sore harinya ketika kembali ke Blok E, Mandor merasa gagal dalam subjek Communication Skill.

All open.

Rupanya dalam dua hari terakhir ini yang mereka lakukan. Mandor tidak mengecek terlalu banyak. Yang pasti ketika mandor minta signage untuk disimpan, mandor mendapat kesulitan menjelaskan perbedaan to detach signages from door panels dengan to detach door panel from door frame.

Suhu,
Communication Skills itu perlu.

4 comments:

skinny idub said...

Whahaha.. sing sabar yo bos.. sebenernya anda atasan yang baik.. hahaha..

Apret said...

HUahahahaha, jantung mo copot ngeliat puing puing berserakan, kirain ada pengeboman, hauhuhuuu

Reza de Bhro said...

Janc**

Edan....

Sante ae Hu, aku juga pernah mengalami kesulitan comm skill. Meskipun ceritanya beda, tapi waktu itu ane dalam konteks sebagai worker. Dan mandor pun murka....

larissa said...

mungkin perlu belajar bahasa tarzan yang dipake universal di seluruh dunia. =D